Hunian Modern Baru Gangnam District Kini Hadir di Bekasi

Mendengar kata Gangnam ( 강남; 江南 ) pengucapan Korea Kannam; ingatan saya langsung pada lagu yang dinyanyikan oleh PSY beberapa tahun lalu. Lagu berjudul Gangnam Style itu langsung ngehits ke seantero dunia. Bagaimana tidak, sang vokalis yang bertubuh tambun  dengan energik menyanyi dan menari di atas bangunan Asem. Latar belakang video musik itu adalah gedung Trade Tower. Gedung Asem dan Trade Tower berada dalam satu kawasan bernama  World Trade Centre Seoul.  Kepopuleran lagu ini sontak membuat Gangnam District yang berada di Seoul  Korea Selatan menjadi ikut popular. Bahkan sejak itu, Gangnam District menjadi district terbesar ke tiga di Seoul dalam waktu hanya beberapa tahun saja.

Tapi, postingan saya kali ini bukan ingin membahas lagu tersebut, melainkan Gangnam District tempat video musik itu dibuat. Sebenarnya, sebelum lagu Gangnam Style populer Gangnam District juga sudah terkenal. Ada beberapa hal yang mendorong district ini cepat terkenal, sebut saja karena kemodernannya. Padahal jauh sebelum district ini dibangun, Gangnam bukanlah apa-apa. Cukup mengejutkan jika sekarang Gangnam District disejajarkan dengan Beverly Hills, California.

Suasana malam di Gangnam District Seoul

Mimpi untuk bisa memiliki rumah di kedua wilayah tersebut hanya isapan jempol belaka. Jangankan memiliki rumah, berkunjung ke sana dalam jangka waktu tertentu saja rasanya ko mustahil. Beberapa hari lalu, saya mendapat info kalau mimpi saya itu bukan isapan jempol. Pasalnya, akan segera dibangun sebuah kawasan sekelas Gangnam District. Lokasinya juga nggak jauh-jauh amat dari Jakarta, tepatnya di Kota Bekasi.

Mendengar kata Bekasi sontak saya langsung kaget, bukan kaget karena senang tapi kaget nggak percaya. Hah, Bekasi ! Begitu yang terlontar dalam kepala saya. Ciyus…nih ! Apa nggak salah tuh ! Masak sih  Bekasi. Kota yang pernah dibully oleh netizen karena nggak ada  dalam peta.

Ternyata bukan saya aja yang nggak percaya kalau di Bekasi akan dibangun district sekelas Gangnam, tapi juga Moon Geun Young pemeran Han Se-Kyung dalam drama seri berjudul Cheongdam-dong Alice.

Bukan apa-apa pada tahun 2012 Gangnam District Seoul dijadikan lokasi shooting untuk drama seri tersebut. Jadi nggak salah kan kalau do’i penasaran dengan Gangnam District Bekasi. Untuk menjawab rasa penasaran sekaligus ingin membuktikan, saya langsung mencari tahu soal info tersebut. Saya juga janji kalau sudah dapet infonya segera akan mengirimkan foto dan vlog padanya.

Gangnam District  ( 강남구; 江南區 ) Bekasi

Jika di antara kamu ada yang pernah berkunjung ke Gangnam District  Seoul, pasti sudah tahu dong kawasan elite dan modern itu. Kali ini Bekasi telah dilirik oleh sebuah pengembang terkemuka asal negri Singa Putih untuk merealisaskan sebuah kawasan sekelas Gangnam District. Gangnam Distrcit Bekasi adalah superblock dengan lifestyle yang diadaptasi dari Gangnam District Seoul, Korea. Seperti di tempat asalnya, kawasan ini juga akan menjadi ajang tempat berkumpulnya anak muda yang kreatif sehingga mampu menjadi kawasan keren dan modern.

Gangnam District Bekasi  mengusung konsep smart home yang modern,  dilengkapi dengan peralatan berteknologi canggih. Peralatan canggih yang dimaksud yaitu feature Smart Home System sehingga penghuni dapat mengakses CCTV langsung dari smartphone mereka dan mengontrol beberapa perangkat rumah secara mudah.

Gangnam District Bekasi menawarkan konsep bukan sekedar hunian biasa tapi mixed use lifestyle lengkap dengan Apartemen, Korean Concept Mega Mall, Hotel, pusat retail perbelanjaan seperti SOHO, Thematic water Park, Taman Nature Park, café-café dan masih banyak lagi.

Mengapa Bekasi  ?

Maaf, ini bukan pertanyaan sindiran tapi agak heran saja. Saya yakin investor tentu punya alasan sendiri kenapa memilih Bekasi sebagai tempat dibangunnya Gangnam District ini. Kalau ditelisik lebih jauh sebenarnya Bekasi memiliki 5 fakta mengejutkan. Mau tahu faktanya apa ?

Kepadatan Penduduk

Sebagai kota satelit dari Jakarta, penduduk di Kota Bekasi terus bertambah setiap tahunnya. Ada dua faktor yang menjadi  penyebabnya yaitu  lahir dan pendatang. Adapun alasan pendatang menyerbu Bekasi semata-mata untuk mencari pekerjaan. Ini terbukti dari rasio jenis kelamin laki-laki lebih banyak daripada perempuan. Hal ini mengindikasikan bahwa tenaga kerja di Kota Bekasi cukup banyak.

Namun begitu tidak sedikit pula penduduk Bekasi yang bekerja di Jakarta, tapi tetap memilih tinggal di Bekasi. Berdasarkan data statistik Kota Bekasi, selama empat tahun ( 2010 – 2014 ) pertumbuhan penduduk Bekasi naik sebesar 10.5 %. Jumlah penduduk Bekasi yang empat kali lebih banyak dari penduduk Gangnam District Seoul ( 5 ratus ribu jiwa ) menjadi asset paling penting saat ini. Bahkan Bekasi menjadi kota ke dua terpadat se Jawa Barat setelah Bandung.

Pertumbuhan Infrastruktur dan Fasilitas Umum

Pertumbuhan penduduk yang signifikan mendorong Pemerintah Daerah dan Pihak Swasta membangun infrastruktur, berupa jalan akses utama. Selain jalan protokol di dalam kota, telah dibangun jalan penghubung Bekasi – Jakarta dikenal dengan Tol Becakayu ( Bekasi-Cawang-Kampung Melayu ) yang terhubung  pula dengan Tol JORR. Kemudian ada pembangunan Light Rail Transit ( LRT ) yang sedang dalam perencanaan juga.

Selain infrastruktur ada beberapa pihak swasta membangun fasilitas umum seperti mall-mall berkelas, gedung perkantoran, sekolah-sekolah elite, rumah sakit, hotel dan aktvitas lain yang mendukung gaya hidup untuk bersosialita. Pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum ini,  menjadi daya tarik bagi pendatang. Tanpa sadar, Bekasi telah menjadi kota alternative ke dua untuk mencari kerja dan menetap selain Jakarta tentunya.

Penambahan Moda Transportasi Umum

Salah satu indikasi makin maju sebuah kota terletak pada akses transportasi berupa jalan. Pembangunan jalan  juga harus dibarengi dengan pengadaan alat transportasi. Apalah artinya pembangunan jalan jika tidak ada alat transportasi. Begitupula dengan Bekasi, geliat pengadaan alat transpotasi menjadi bagian utama dan telah nampak hasilnya. Akses transportasi jalan dan moda transportasi umum ini membuat jarak dari Bekasi ke kota sekitar, menjadi lebih dekat dan cepat. Sebagai contoh telah beroperasinya Transjakarta sejak tahun lalu, sebagai upaya kerjasama antara DKI Jakarta dan Kota Bekasi.

Bahkan kabar terbaru, Pemerintah Kota Bekasi akan membangun Aeromovel Track sepanjang 12 km, sebagai akses lingkar Bekasi. Aeromovel yang digadang-gadang akan menjadi ikon transportasi Kota Bekasi ini sudah sangat dinantikan oleh masyarakat Bekasi.

Meningkatnya Pertumbuhan Investasi

Ketiga fakta yang sudah saya sebutkan di atas, mendorong para investor melakukan investasi di Bekasi. Investasi dimulai dengan makin banyaknya pembangunan gedung perkantoran dan beberapa pusat industri. Dalam hal tenaga kerja, para stakeholder tidak lagi kesulitan mencari karena di Bekasi banyak tersedia. Adanya pusat industri dan gedung perkantoran menjadi indeks pertumbuhan investasi Kota Bekasi meningkat. Tercatat pada tahun 2013 pertumbuhan investasi dalam negri mencapai rasio sebesar 78 %. Sedangkan pertumbuhan investasi yang berasal dari luar negri mencapai 76 %.

Pertumbuhan investasi ini tentu saja menjadi angin segar bagi para pemilik modal. Dan bukan tidak mungkin bahwa dalam kurun waktu 3 sampai 5 tahun ke depan Kota Bekasi akan menjadi kota mandiri dan terintegrasi.

Daya Beli Masyarakat Cukup Tinggi

Sekilas pola kehidupan masyarakat Bekasi nampak ada kemiripan dengan Jakarta. Setiap hari Bekasi didatangi oleh orang dari berbagai daerah. Perlahan tapi pasti situasi seperti ini membuat Bekasi mendapat label kota urban. Tak ubahnya dengan Jakarta, masyarakat urban yang ada di Bekasi memiliki kebutuhan standar hidup. Kebutuhan tersebut meliputi hunian, kesehatan, sekolah dan tidak ketinggalan fasilitas penunjang gaya hidup.

Ketersediaan standar hidup yang dibutuhkan oleh masyarakat, memicu daya beli. Nyatanya memang demikian, masyarakat Bekasi khususnya masyarakat urban memiliki daya beli tinggi. Contoh dari segi fashion dan kuliner, nampak sekali perubahannya. Pernah beberapa kali saya kerap menghadiri festival kuliner yang diadakan di Bekasi. Bukan itu saja, event-event besar seringkali digelar di  Bekasi. Semua menjadi pertanda positif bagi perkembangan ekonomi masyarakat Bekasi.

Melihat fakta tersebut di atas, sangat dimungkinkan jika banyak investor berdatangan ingin menanamkan modal di Kota Bekasi. Demi memenuhi segala kebutuhan masyarakat Bekasi  maka rasanya Kota Bekasi layak disulap menjadi Gangnam District Bekasi.

Bisa jadi kehadiran Gangnam District  Bekasi ini secara tidak langsung menepis cibiran para netizen tentang Kota Bekasi. Lebih dari itu diharapkan bisa mengangkat citra Kota bekasi secara umum. Salah satu bangunan yang akan berdiri di Gangnam District Bekasi adalah Apartemen. Bahkan dari luas keseluruhan yang berjumlah 3,7 Ha, sekitar 2,4 Ha akan dibangun apartemen dan sisanya dibangun fasilitas umum terutama stasiun Aeromovel.

Nah, sekarang saatnya saya membedah apartemen yang akan menjadi bangunan utama di Gangnam District Bekasi.

Salah satu fakta yang terus diburu oleh sebagian besar masyarakat urban adalah hunian atau tempat tinggal. Memiliki tempat tinggal menjadi barang penting dan tak bisa terelakkan. Jaman berubah begitu pula dengan tren masyarakat. Kalau dulu orang menganggap hunian hanya untuk ditempati sekarang tidak lagi. Sekarang ini memiliki hunian bukan untuk ditempati saja melainkan juga sebagai investasi. Makanya tidak heran jika saat ini beberapa orang memiliki hunian lebih dari satu.

Tren akan hunian juga ikut bergeser, dari rumah landed menjadi rumah vertikal alias apartemen. Di Indonesia sendiri tren apartemen sudah terjadi sejak 10 tahun silam. Dan sejak itu pula mulai bermunculan pembangunan apartemen, khususnya di kota besar. Salah satu Apartemen yang sedang dalam tahap pembangunan adalah Gangnam District Bekasi. Bagi mereka yang ingin atau sedang mencari hunian vertikal, baik untuk investasi atau untuk dihuni sekiranya Gangnam District Bekasi bisa jadi pilihan. Berdasarkan fakta tentang Bekasi yang sudah saya ungkap di atas, Gangnam District Bekasi sangat layak dimiliki. Berikut beberapa kelebihan yang ditawarkan oleh Gangnam District Bekasi…

Unit Apartemen Gangnam District Bekasi

Gangnam District Bekasi rencananya akan dibangun sebanyak 18 tower, masing-masing tower terdiri dari 13 lantai. Setiap lantai nantinya terdiri dari 22 unit apartemen. Jika ditotal secara keseluruhan termasuk fasilitas seperti gym dan lainnya kurang lebih sebanyak 5.624 unit apartemen. Dari luas 3,7 Ha seluas 2,4 Ha diperuntukkan pembangunan apartemen sedangkan sisanya akan dibangun area komersial seperti hotel dengan 150 kamar, office dan pusat perbelanjaan.

Sedangkan tipe unit yang ditawarkan hanya terdiri dari dua tipe saja, yaitu tipe studio dan tipe dua kamar tidur. Tipe studio memiliki luas 22.95 m2, tapi hanya 19.29 m2 saja yang terpakai. Sedangkan tipe dua kamar tidur luasnya 45.45 m2 dan hanya 38.23 m2 yang terpakai. Jika diperhatikan ada kelebihan luas di tiap unitnya, kelebihan luas ini bisa dipergunakan untuk balkon atau keperluan pribadi lainnya.

Sejujurnya dua tipe yang ditawarkan ini menurut saya sangat cocok buat konsep tinggal. Tinggal di apartemen memang lebih menonjolkan rasa privacy, aman dan nyaman.

Keamanan Dengan Teknologi Canggih

Salah satu faktor penting bagi penghuni apartemen adalah keamanan. Oleh sebab itu faktor keamanan menjadi perhatian yang diutamakan oleh pengembang. Jangan takut, Gangnam District Bekasi telah dilengkapi dengan sistem keamanan yang canggih yaitu Smart Home System. Apa itu Smart Home System ? Smart Home System adalah sebuah sistem yang bisa mengakses CCTV  langsung  melalui smartphone.  Wah, kalau gitu kita bisa tahu dong kondisi apartemen saat kita pergi. Bener banget, intinya penghuni bisa mengawasi keadaan apartemen kapan saja dan di mana saja. Jadi nggak perlu takut ada orang lain masuk, kalaupun kejadian penghuni bisa langsung lapor. Karena security apartemen ini bekerja selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu khusus melayani para penghuni.

Lebih canggihnya lagi bukan cuma keamanan saja yang bisa dipantau sewaktu-waktu. Sistem yang dioperasikan dengan menggunakan sensor gerak ini bisa juga  untuk  menyalakan lampu, AC dan alat elektronik lainnya. Pokoknya canggih pake banget lah…berasa hidup di planet lain. Ups !

Fasilitas Lengkap Dan Modern

Salah satu alasan orang betah tinggal di sebuah unit apartemen adalah tersedianya fasilitas lengkap dan modern. Dan alasan ini dimiliki oleh Gangnam District Bekasi dengan menghadirkan segala fasilitas penunjang lifestyle. Bayangkan dengan luas 1,3 Ha akan dibangun fasilitas tersebut. Fasilitas sekelas bintang lima yang bakalan hadir di situ seperti hotel, mall dengan konsep Korean, kolam renang, thematic water park, jogging track maupun fasilitas bermain dan belajar buat anak-anak. Dengan begitu orang tua tidak perlu cemas ketika anaknya bermain karena masih dalam satu area apartemen.

Begitu pula dengan jasa lainnya seperti laundry dan housekeeping, semua tersedia selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Daripada mupeng dengernya mendingan kita lihat dalam video pendek berikut ini…

 

Selain fasilitas yang saya rangkum dalam video, masih ada lagi nih fasilitas unik yaitu Sky Bridge dan Dinning Resto. Sky Bridge ini dibangun untuk memudahkan penghuni jika ingin menyeberang ke gedung lain. Wow…jadi nggak usah turun ke bawah lagi dong ! Sedangkan Dinning Resto, diperuntukkan buat penghuni yang males keluar unit sekedar mencari makanan. Dinning Resto ini menyediakan menu mulai dari sarapan hingga makan malam. Nah, kalau kebetulan penghuni sedang kehabisan stok makanan atau males masak bisa nih langsung ke Dinning Resto ini. Atau kalau kebetulan ada tamu datang, jadi bisa sekalian menjamu di sini.

 

Gimana, keren kaaaannn….coba deh pikir-pikir ada nggak apartemen yang memberikan fasilitas kek gini. Setahu saya sih emang belom nemuin konsep apartemen kayak gini selain Gangnam District Bekasi. Jangan kemana-mana dulu ya, masih ada lagi nih kelebihan lain selain yang sudah saya infoin di atas.

Dekat Dengan Fasilitas Sekitar

Meskipun kesehatan dan pendidikan tergolong kebutuhan sekunder, namun keduanya dianggap penting juga. Oleh sebab itu salah satu syarat  ketika mencari hunian tersedianya  fasilitas tersebut. Begitupula dengan Gangnam District Bekasi, sejak awal pemilihan lokasi pengembang sudah memikirkan soal itu. Dan hasilnya Gangnam District Bekasi didirikan dekat dengan fasilitas kesehatan dan pendidikan. Skema di bawah ini menggambarkan bahwa ada sekitar 200.000 lebih fasilitas pendidikan mulai dari TK sampai Universitas, begitu juga dengan pendidikan keterampilan. 

Begitupula dengan kesehatan, banyak terdapat rumah sakit dan klinik tersebar di sekitar apartemen ini. Adapun rumah sakit atau klinik yang tersebar memiliki reputasi baik, modern dan lengkap.

Lokasi Dan Akses Transportasi Yang Strategis

Dalam setiap pembangunan kawasan hunian, baik itu landed maupun vertikal faktor terpentingnya adalah lokasi strategis dan akses transportasi. Begitupula dengan Gangnam District Bekasi, dapat diakses melalui dua pintu tol,  Bekasi Barat dan Bekasi Timur. Dari kedua pintu keluar ini, hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar 20 menit. Waktu tempuh ini akan lebih cepat jika transportasi massal Aeromovel sudah beroperasi, yaitu 10 menit. Karena dalam perencanaannya persis di depan Apartemen Gangnam District Bekasi ini akan dibangun stasiun Aeromovel. Stasiun ini akan menghubungkan Bekasi Selatan dan Bekasi Barat melalui Jl. Siliwangi.

Sedangkan untuk pejalanan ke arah Selatan bisa melalui LRT yang menghubungkan jalur Cibubur – Bekasi Timur danCawang. Hanya saja semua ini dapat terealisasi tahun 2018, sekarang ini masih dalam tahap pengerjaan. Bagi penghuni yang ingin bepergian dengan menggunakan transportasi udara, dari unit apartemen membutuhkan waktu sekitar 1 jam ke Bandara International Cengkareng. Sedangkan untuk mencapai Bandara Halim Perdana Kusuma cuma membutuhkan waktu sekitar 25 menit.

Wismaya Residence Kini Hadir di Bekasi Sebagai Price For Living

Sabtu, 4 Februari 2017 lalu saya menghadiri lauching hunian vertikal di Bekasi. Adalah PT. Langgeng Makmur Perkasa yang menghadirkan Apartemen dengan brand Wismaya Residence. Memilih lokasi di tengah pemukiman padat menjadi alternatif tersendiri bagi Wismaya Residence. Dengan menggandeng kontraktor terkemuka, PT. Adhi Perkasa Gedung yang merupakan anak perusahaan dari PT. Adhi Karya ( Persero ) Wismaya Residence siap menjadi pilihan kaum urban di kota Bekasi. Rencananya sendiri akan berdiri dua buah tower di mana saat ini pembangunan sudah berjalan sekitar 35 persen. Dari keseluruhan unit terbagi lagi dalam  empat macam tipe, ada tipe studio, 1 kamar tidur,  2 kamar tidur dan 3 kamar tidur. Uniknya untuk tipe 3 kamar tidur hanya ada satu unit saja di tiap lantai dan menjadi produk unggulan.
Continue reading…

Suamiku Penderita Asma Akut

Fiks, Papieh—panggilan saya ke suami penderita asma akut ! Asmanya bukan sehari dua hari atau seminggu dua minggu tapi lima tahun. Selama 5 tahun itu pula Papieh berteman dengan asma. Asma bukan teman biasa, tapi juga bukan teman luar biasa. Sejak diturunkan dari sang Ibu, Papieh tidak bisa menolak kehadiran asma. Namun bukan berarti diterima juga. Walau bagaimanapun asma harus diobati, meskipun banyak yang bilang kalau asma susah sembuh. Yah…paling tidak diminimalkan agar jangan kambuh terus-terusan. Continue reading…

Menelusuri Kinerja Bea Cukai Sebagai Penjaga APBN

Dua minggu ini masyarakat Indonesia, terutama kaum Ibu Rumah Tangga dihempas oleh realita pasar. Pasalnya, harga cabe melonjak tajam di berbagai daerah bahkan ada yang sampai tembus 250.000 rupiah per kilogram. Realita ini bukan hanya menjadi mimpi buruk bagi Ibu Rumah Tangga tapi juga pengusaha restaurant dan katering. Berita tentang melonjaknya harga cabe ini menjadi viral baik di media sosial maupun media konvensional. Yang paling rame adalah di media sosial, karena banyaknya berita tanpa kejelasan. Masing-masing beropini sendiri dan mengklaim bahwa beritanyalah yang paling benar. Misalnya saja, bahwa meskipun harga cabe melonjak tajam tapi nasib petani cabe masih tidak ada perubahan. Continue reading…

Bakmi Mewah Siram Ayam Tauco

Beberapa waktu lalu saya ingin membuat sambal udang tauco. Cuma aja nggak pernah kebagian udangnya di tukang sayur, selalu kehabisan. Sambal udang tauco ini menjadi menu kesukaan saya dan Papieh—panggilan saya ke suami. Apalagi kalau makannya pakai nasi anget. Waktu mau bikin sambal udang tauco, saya juga sudah beli tauconya. Daripada nggak jadi dimasak, saya mau coba bikin menu yang lain. Kebetulan banget nih ada tantangan dari Bakmi Mewah untuk membuat kreasi menu.

Sebenarnya agak ragu juga sih mempertemukan tauco dengan Bakmi Mewah. Seperti bagai bumi dan langit. Yang satu sederhana sedangkan yang satu mewah. Tapi di balik keraguan timbul rasa penasaran juga. Apa sih rasanya tauco disiram ke atas mi, semacam toping gitu. Keknya nggak salah deh coba eksperimen masak mi dengan toping tauco. Rasanya pasti Indonesia banget ! Kalau Italy punya Spagheti, maka Indonesia punya mi siram tauco. Continue reading…

60 Tahun Astra Sokong Kehidupan Bangsa Sejahtera

Siapa sih yang nggak kenal Astra ? Hampir setiap orang, pemilik ataupun pengguna kendaraan bermotor pasti tak asing lagi mendengar kata Astra ? Yup…Astra adalah perusahaan yang mengembangkan diri dalam hal kebutuhan akan kendaraan. Begitupula saya, pertama kali tahu Astra ketika memiliki kendaraan roda dua dengan merk Honda. Motor bebek yang kemudian saya kenal dengan Honda Astrea ini saya beli pada tahun 1989.

Setelah duduk di bangku kuliah tahun sembilan puluhan, saya berganti kendaraan dari roda dua menjadi roda empat. Mengingat saat itu saya harus bekerja sambil kuliah, jadi saya putuskan untuk berganti kendaraan. Kendaraan yang saya pilih  sejenis sedan, yaitu Toyota Corrola warna putih. Meskipun mobil yang dibelikan Bapak tidak baru tapi saya merasa nyaman dengannya. Jadilah Corrola putih ini menjadi teman setia saya pergi kerja dan kuliah. Continue reading…

SWAM Expo 2016, Seminar Dan Wisata Kecantikan Bertaraf Internasional

Dua minggu berada di rumah sakit rasanya cukup membuat saya ‘butuh piknik’. Sebagus-bagusnya ruang kamar perawatan tetep aja yang namanya rumah sakit tuh nggak enak. Beda ketika nginep di hotel atau villa. Meskipun fasilitas kamarnya nggak jauh beda tapi ada rasa gimana gitu, karena kita sedang sakit. Pengalaman saya yang sering banget harus berada di kamar rawat—hampir dua tiga kali suami rawat inap, membuat saya butuh pinik. Ya, setiap kali pulang dari rawat inap saya selalu pergi piknik alias wisata.

Wisatanya juga macem-macem, kebanyakan kulineran terus bermalam di hotel yang nyaman dengan nuansa alam. Tapi nyatanya toh saya merasa bosan juga dengan wisata yang itu itu terus. Saya ingin sesekali wisata dengan sentuhan berbeda dari biasanya. Lama berpikir kira-kira wisata apa ya, yang nggak bosenin dan ada pengalaman lain. Continue reading…

Peluang Dan Tantangan Indonesia South Sea Pearl

Tak dapat dipungkiri lagi bahwa kita tinggal di negara kepulauan terbesar di dunia. Keadaan geografis ini menjadikan Indonesia memiliki garis pantai terpanjang nomor dua setelah Kanada. Garis pantai  sepanjang 54.716 kilometer menjadikan Indonesia memiliki laut yang amat luas. Luas lautnya sendiri sekitar 70% dari luas daratan yaitu 5,8 juta kilometer. Rasanya sangat tepat bila kemudian Indonesia dikenal dengan julukan negara maritim.

Julukan negara maritim menjadi anugrah tersendiri bagi Indonesia, karena di dalamnya terkandung harta melimpah. Hasil laut berupa ikan, tambang dan panorama bawah laut menjadi kekayaan yang sangat bernilai. Bangga bercampur sedih, karena ternyata anugrah ini tidak bisa dikelola dengan baik.  Jika saja kita bisa mengelolanya dengan baik, maka hajat hidup orang banyak akan tercukupi. Sayangnya perilaku semacam itu bagai panggang jauh dari api. Pencurian ikan yang dilakukan oleh kapal-kapal asing terjadi hampir di seluruh laut Indonesia. Hasil tambang minyak lebih santer ributnya ketimbang eksplorasinya. Begitupula dengan panorama bawah laut dan tak mau ketinggalan si cantik putih berkilat, mutiara.

ipf6
Koleksi pribadi

Hmmm…mendengar kata mutiara, naluri kewanitaan saya langsung bergairah, ingatan saya adalah perhiasan. Wanita mana sih yang kalbunya nggak terusik mendengar perhiasan, apalagi berbalut mutiara. Eh, tapi ngomong-ngomong apa kabar dengan mutiara ? Rasanya hampir beberapa tahun ini saya tidak lagi mendengar kabar mutiara, apalagi mutiara Laut Selatan. Apakah dia sudah menghilang dari negri ini ? Atau sudah pindah kewarganegaraan gitu ? Ah, daripada kebanyakan pertanyaan mendingan kita cari tahu  jawabannya.

Rabu, 12 Oktober 2016 saya berkesempatan menghadiri acara Pre-Event 6thIndonesian Pearl Festival 2016. Acara yang akan diadakan pada tanggal 9-13 November mendatang ini sebagai salah satu upaya untuk lebih mengenalkan lagi mutiara pada khalayak. Loh kok bisa begitu ? Ya, karena selama ini kita tidak mengenal mutiara dengan baik bahkan merasa memilikinya pun tidak. Perilaku inilah yang akhirnya menjadikan mutiara tidak terkenal lagi di negrinya sendiri tapi lebih kesohor di negri orang. Selain itu acara ini juga sebagai tempat ajang bertemunya pebisnis mutiara dan kolektor. Di mana kedua belah pihak bisa bersinergi dalam dunia bisnis maupun kecintaan pada mutiara Laut Selatan.

ipf4

Padahal, menurut data perdagangan mutiara di dunia Indonesia menjadi produsen terbesar, sebanyak 70%.  Selain menjadi produsen terbesar, Indonesia juga menjadi penghasil mutiara terbaik karena unggul dalam kualitas. Mutiara terbaik yang terkenal itu, berasal dari daerah Lombok, NTB dan dikenal dengan nama Mutiara Laut Selatan. Masyarakat dunia mengenalnya dengan  Indonesian South Sea Pearl disingkat menjadi  ISSP. Ciri-ciri South Sea Pearl dari Indonesia yaitu warnanya keputihan kemilau seperti emas, warna tidak pudar sepanjang masa, nacrenya lebih tebal dan bentuknya bulat utuh serta licin.

Pada kesempatan yang sama, Mentri Kelautan dan Perikanan Ibu Susi Pudjiastuti mengatakan, bahwa beliau tahu tentang kualitas mutiara Laut Selatan justru dari orang Amerika. Pernyataan Bu Susi ini karuan membuat semua undangan yang hadir terkejut, tanpa kecuali saya.  Ternyata judul lagu tentang mutiara yang hilang itu benar adanya. Pertanyaannya adalah kemanakah mutiara Laut Selatan Indonesia itu ?

ipf1

Sebatas yang saya tahu harga mutiara itu mahal, sangat mahal malah. Alih-alih, masyarakat Indonesia masih lebih memilih beli beras ketimbang beli mutiara. Karena itu mutiara hanya dimiliki oleh segelintir orang saja alias mereka yang berlebih secara ekonomi.   Mungkin hal ini yang menjadi penyebabnya atau mungkin salah satu penyebab mutiara mahal. Melihat kenyataan tersebut, saya jadi penasaran ingin tahu lebih banyak tentang mutiara yang hilang itu.

 Indonesia Penghasil Mutiara Laut Selatan Terbesar

Sejak tahun 2005 Indonesia menjadi negara penghasil mutiara terbesar dunia. Hal tersebut didasarkan pada hasil mutiara Laut Selatan Indonesia merupakan yang terbaik di kelasnya. Bentuk mutiara yang  sempurna  dapat terlihat pada saat diambil secara langsung dari cangkang tiram mutiara Laut Selatan. Lebih uniknya lagi, cangkang tiram mutiara yang dimiliki oleh Indonesia merupakan terlangka dan terbesar di dunia. Jadi hanya Indonesia satu-satunya negara yang memiliki tiram mutiara tersebut. Akan tetapi saat ini, ada beberapa negara lain yang juga memiliki tiram serupa hanya saja mereka tidak memiliki perairan seluas Indonesia. Beberapa negara yang memiliki tiram bernama ilmiah Pinctada Maxima ini adalah Myanmar, Filipina dan Australia jadi sekalipun mereka akan membudidayakan pasti sangat terbatas.

Tiram Pinctada Maxima ini ukurannya cukup besar sekitar 8 sampai 22 centimeter dan memiliki dua  warna bibir yaitu putih atau emas. Karena tiram mutiara ini besar, maka jenis mutiara yang dihasilkannya juga besar, yaitu berukuran 10 – 14 milimeter. Dengan begitu peluang Indonesia untuk menjadi negara penghasil  South Sea Pearl kualitas unggul sangat terbuka lebar.

issp4
South Sea Pearl ( dok. originalmutiara.com )

Mutiara South Sea Pearl  memiliki tiga warna yaitu putih, krem dan emas, di mana kesemuanya memiliki keindahan yang luar biasa. Tiram Pinctada Maxima banyak terdapat di Lombok, Kepulauan Indonesia Timur dan sedikit di beberapa wilayah lain seperti perairan hangat Australia, Filipina dan Burma. Tiram mutiara ini bisa dikatakan sudah langka dan memiliki kepekaan lebih tajam dari tiram lainnya. Bahkan ada yang mengatakan bahwa budidaya tiram ini jauh lebih sulit ketimbang tiram biasa.

Selain sulit, tiram ini juga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan satu butir mutiara, sekitar 2 – 4 tahun. Sifatnya yang peka dan selektif menerima setiap rangsangan dari luar yang masuk membuat tiram berhati-hati. Kalau boleh saya menamakan, tiram ini bisa dijuluki tiram eksklusif, tidak bisa sembarangan plankton masuk ke dalam tiram. Padahal plankton itu sendiri merupakan makanan bagi si tiram, artinya lebih selektif dalam memilih makanan. Jadi wajar rasanya kalau mutiara yang dihasilkan lama dan harganya  sangat mahal dibanding mutiara jenis lainnya.

ipf5
Koleksi pribadi

Selain mutiara Laut Selatan masih ada beberapa jenis mutiara lagi, yaitu :

  • Mutiara Akoya, diberi nama sesuai dengan bentuknya yang kecil dalam bahasa Jepang Akoya artinya kecil, terdapat di perairan dingin Kepulauan Jepang. Berukuran kecil, mulai dari 2 – 6 milimeter kebanyakan berwarna putih, tapi ada juga krem, pink dan emas. Meskipun kesohorannya masih di bawah mutiara Laut Selatan, mutiara Akoya dianggap salah satu mutiara terbaik dan cukup populer di dunia.
  • Mutiara Tahiti atau Tahitian, diberi nama sesuai dari tempatnya berasal yaitu Kepulauan Tropis Tahiti. Namun belakangan ini mutiara Tahiti sudah bisa dibudidaya di tempat lain seperti Kepulauan Cook dan wilayah sekitar Pasifik Selatan. Memiliki ukuran lebih besar dari mutiara Akoya, karena tiramnya juga besar ukuran mutiaranya 10 – 14 milimeter. Dari warnanya mutiara Tahiti berbeda dari dua mutiara sebelumnya, dominan pada warna kehitaman hal ini dikarenakan adanya warna hitam dari bibir tiramnya. Selain hitam, mutiara Tahiti memiliki warna lain, yaitu kebiruan, keunguan atau kehijauan.

 

issp3
Black Tahitian Pearl ( dok.missjoaquim.com )
  • Mutiara Air Tawar, mutiara air tawar adalah mutiara yang tumbuh dalam lingkungan non garam, tiramnya hidup di air tawar. Bentuk mutiara yang dihasilkan dari budidaya tiram air tawar ini jarang sekali berbentuk bulat utuh, melainkan oval atau baroque ( tidak teratur ). Bahkan tidak jarang seringkali ditemui dengan bentuk seperti siput atau sayap, padahal bentuk mutiara air tawar Lombok yang hampir bulat adalah bentuk yang paling banyak diminati.
issp1
Mutiara air tawar ( dok.missjoaquim.com )

Karena ukurann tiramnya relatif lebih kecil dibanding tiram air laut, maka mutiara yang dihasilkan juga kecil ukurannya hanya 6 sampai 8 milimeter. Sepintas mutiara air tawar terlihat lebih mirip dengan mutiara Akoya, mutiara air tawar yang berkualitas baik disertai  harga terjangkau menjadi paling disukai oleh pasaran saat ini. Di samping itu mutiara ini memiliki warna cukup banyak yaitu, lavender, pink, peach, abu dan hitam. Sebagai pengetahuan aja mutiara dijual layaknya mas, yaitu dalam bentuk gram, satu gram mutiara asli harganya berkisar antara 300.000 sampai 500.000 rupiah. Sedangkan untuk mutiara South Sea Pearl bisa sekitar 5 juta per gramnya, kebayangkan harganya yang sepuluh kali lipat dari mutiara biasa ? Harga mutiara didasarkan pada beberapa faktor, salah satunya berdasarkan gradenya. Ada lima hal yang menjadi patokan dalam menentukan grade sebutir mutiara, yaitu :

  1. Luster ( kilau )
  2. Shape ( bentuk )
  3. Nacre ( lapisan warna )
  4. Surface ( permukaan )
  5. Size ( ukuran )

Kelebihan Mutiara South Sea Pearl

Sebenarnya untuk saat ini mutiara yang benar-benar dihasilkan oleh proses alami di Laut Selatan sudah sulit ditemukan. Jadi mutiara yang beredar saat ini merupakan hasil budidaya dari peternakan-peternakan mutiara. Daerah terbesar dari pembudidaya mutiara Laut Selatan berada di lombok, Bali, Sumbawa, Maluku dan Papua. Daerah-daerah tersebut merupakan habitat dari tiram Pinctada Maxima, yaitu laut tropis yang hangat. Selain merupakan perairan  hangat, di perairan ini pula banyak hidup plankton-plankton yang mejadi makanan tiram Pinctada Maxima.

Pesona mutiara Laut Selatan memang tak tertandingi karena memiliki banyak kelebihan, yaitu memiliki nacre alami yang tebal dan megah. Kilau yang dihasilkan oleh mutiara Laut Selatan juga bersinar tiada bandingnya, cahayanya lembut dan bernada sejuk dalam pancaran cahaya berbeda-beda. Di situlah letak kelebihan dari mutiara Laut Selatan yang tidak dimiliki oleh mutiara dari daerah perairan lainnya.

Peluang Ekspor Mutiara Laut Selatan

Seperti sudah disinggung di atas soal kebutuhan mutiara dunia, Indonesia masih menguasainya sehingga menempati posisi teratas. Akan tetapi sekalipun sudah menduduki posisi teratas, faktanya kebutuhan mutiara dunia masih belum tercukupi. Bayangkan saja, dari 120 ton permintaan mutiara dunia, Indonesia hanya bisa memenuhi separonya saja. Padahal mutiara Indonesia memiliki potensi ekspor yang sangat tinggi. Dengan kata lain, kemilau mutiara Indonesia tidak sebanding dengan kesohoran namanya di dunia usaha mutiara Internasional.

Amat sangat disayangkan posisi teratas tersebut tidak diikuti dengan meningkatnya nilai ekspor mutiara. Saya jadi teringat pemaparan Ibu Susi Pudjiastuti saat acara kemarin, bahwa posisi  teratas dari kebutuhan mutiara dunia tidak serta merta meningkatkan nilai ekspor. Nyatanya pada tahun 2015 lalu, Indonesia hanya menempati urutan ke-9 perdagangan mutiara dunia dengan nilai ekspor sebesar US$ 29,4 juta atau setara dengan 2,07% dari total nilai ekspor seluruh jenis mutiara di dunia yang mencapai US$ 1,4 M. Jauh di bawah India, Jepang, Tiongkok, Australia, Tahiti, Amerika Serikat dan Inggris. Atau dengan Australia misalnya, yang mengklaim menguasai South Sea Pearl  dunia sebanyak 13% tapi memiliki nilai ekspor US$ 122 juta.

Nah, kalau Australia saja menguasai 13%  bisa mengekspor mutiara dengan nilai US$ 122 juta, mengapa Indonesia dengan penguasaan 70%  hanya senilai US$ 29,4 juta ? Dari sini timbul sebuah pertanyaan besar, kemanakah gerangan sisa mutiara yang belum diekspor tersebut ? Atau justru sebaliknya, sudah diekspor tapi tidak melalui jalur yang seharusnya alias ilegal. Oh tidak, jika hal ini sampai terjadi judul lagu “Mutiara yang hilang” menjadi benar-benar hilang entah berada di mana. Jadi dengan penguasaan mutiara dunia sebesar 70% tersebut, Indonesia seharusnya memiliki nilai ekspor lebih besar dari Australia.

Hmmm…fantastis sekali dengan nilai ekspor yang diterima saat ini, yaitu hanya sebesar US$ 29,4 juta. Berdasarkan hitungan ala kalkulator smartphone saya, bahwa terdapat kekurangan yang sangat signifikan. Sampai di sini saya hanya bisa tertegun, maunya sih bilang “Wow” tapi apa boleh buat saya benar-benar tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan mutiara Indonesia, khususnya South Sea Pearl.

Contohnya saja Nusa Tenggara Barat,  sebagai penghasil mutiara terbaik hanya bisa mengekspor mutiara sebesar 0,01%.  Padahal Lombok menguasai sebesar 43% South Sea Pearl. Adapun ekspor terbesar mutiara dari NTB adalah Malaysia ( US$47.192 Juta ) dilanjutkan Hongkong ( US$40.000 Juta).  Kuwait dan Tiongkok berada pada urutan berikutnya, di sinilah semua drama itu dimulai.

 Tantangan  Mutiara Laut Selatan

Bicara tentang dunia mutiara Indonesia memang sangat memprihatinkan. Usaha mutiara di Indonesia memang belum dijalankan secara optimal, banyak sekali faktor yang menjadi penghambatnya. Beberapa di antaranya adalah :

  1. Kemampuan untuk mengembangkan masih terbatas
  2. Kurang memiliki rasa kepemilikan dari dalam negri
  3. Rendahnya pengetahuan dan seluk beluk tentang ISSP
  4. Belum bisa memanfaatkan segi teknologi untuk pengembangannya

Dari keempat penghambat yang telah disebutkan di atas, masih ada faktor penghambat lainnya yaitu sertifikasi mutiara dari Pemerintah. Dampaknya, mutiara yang sudah diekspor ke berbagai negara dapat dengan mudah diklaim atau dilabeli oleh negara lain.  Keunggulan Indonesia South Sea Pearl   ini memang tak tertandingi, warna putihnya berkilau hingga memantulkan warna keemasan, sedangkan kilaunya tidak memudar sepanjang jaman. Padahal sertifikasi atau hak paten  tersebut dapat digunakan untuk menjaga keberadaan dan kepemilikan Indonesia South Sea Pearl.  Amat sangat disayangkan jika South Sea Pearl hilang begitu saja dan diakui oleh negara lain.

Tantangan dalam hal pengembangan atau budidaya misalnya, sebenarnya kerang/tiram yang dimiliki Indonesia yaitu Pinctada Maxima bisa hidup atau dibudidayakan di seluruh perairan Indonesia. Seperti yang sudah saya singgung di atas, bahwa Indonesia sebagai negara maritim menjadi anugrah luar biasa. Tapi nyatanya masih banyak perairan Indonesia yang belum terjamah untuk pembudidayaan mutiara ini. Bisa dibayangkan jika seluruh perairan Indonesia ditebar benih/indukan tiram South Sea Pearl maka bukan hanya isapan jempol belaka jika suatu saat nanti Indonesia akan menjadi negara pengekspor South Sea Pearl dengan kualitas nomor satu di dunia.

issp2
South Sea Pearl berdasarkan kedalaman ( dok.originalmutiara.com )

Begitupula dengan pengetahuan  Indonesia South Sea Pearl ( ISSP ), ternyata masih banyak pelaku bisnis mutiara khususnya pemula kurang begitu paham dengan mutiara. Saya rasa ini bukan masalah besar, bukankah ada Assosiasi Budidaya Mutiara Indonesia ( Asbuni ). Para calon pengusaha mutiara bisa menjadi anggotanya dan langsung aktif. Karena  salah satu fungsi dari Asbuni adalah menjembatani segala info tentang mutiara, baik seluk beluknya, penjualannya, budidayanya dan sebagainya. Kurangnya pengetahuan tentang mutiara ini juga dibenarkan oleh Joseph Taylor, seorang ahli biota laut asal Australia. Joseph Taylor dalam sebuah wawancara dengan CNN Indonesia mengatakan, bahwa masih banyak orang Indonesia yang tidak tahu menahu soal kualitas mutiara, bagus atau tidak.  Lepas dari semua tantangan yang ada, rasanya belum ada kata terlambat untuk memulai usaha mutiara.

Sebagai info saja, pada tanggal 9 – 13 November 2016 mendatang akan diadakan Indonesia Pearl Festival di Lippo Mall Kemang. Pameran yang diadakan untuk ke enam kalinya ini membuka wawasan seluas-luasnya tentang mutiara. Menurut saya, jangan sampai kesempatan ini terlewatkan begitu saja. Dalam ajang IPF ini akan banyak acara digelar, sebut saja ada lelang mutiara, klinik mutiara, lomba desain mutiara, charity fun raising dan masih banyak lagi. Inilah saat yang tepat bagi para pebisnis pemula bergerak untuk menjadi pengusaha mutiara. Bukankah uraian saya di atas cukup membuktikan, bahwa dunia masih membutuhkan banyak mutiara dari Indonesia, terutama South Sea Pearl.

Nah, tantangan terakhir dalam segi teknologi mutiara, sampai saat ini teknologi mutiara masih dipegang oleh Jepang. Semua masyarakat dunia tahu, dalam segi teknologi apapun Jepang selalu nomor satu. Negara yang pernah menjajah Indonesia ini memang sangat terdepan dalam segi teknologi. Akan tetapi bukan berarti Indonesia tidak bisa belajar tentang teknologi mutiara tersebut. Dalam berita ekonomi yang dirilis CNN Indonesia menyebutkan, pusat trading mutiara laut termasuk South Sea Pearl masih tetap di Jepang dan hampir 80% dari semua jenis mutiara laut ( South Sea Pearl, Akoya dan Tahiti ) akan masuk ke Jepang lebih dahulu sebelum didistribusikan ke negara lain. Adapun pengerjaan yang dilakukan bisa bermacam-macam seperti cutting, label, pewarnaan dan sebagainya.

Beruntung dan bersyukur rasanya dua kata tersebut cukup mewakili apa yang sudah tersaji. Tuhan sudah menyediakan beragam fasilitas di bumi makmur dan penuh potensi ini. Semua tergantung pada penduduknya mau atau tidak mengolah dan kerja keras untuk menghasilkan sesuatu yang nyata-nyata sudah ditunggu oleh dunia pemutiaraan. Tepiskan semua sifat yang berbau leyeh-leyeh atau santai, di belahan dunia manapun kesuksesan itu diperoleh dengan kerja keras, bukan dengan cara menggandakan.

Masih ada waktu beberapa hari lagi untuk memulai bisnis di dunia mutiara, datang ke acara 6thIndonesian Pearl Festival 2016  temukan kemilaunya dan raih keuntungannya. Jangan sampai ada orang asing yang lebih dulu mengambil kesempatan ini. Bukan suatu hal yang mustahil jika ada negara lain yang mengincar kekayaan laut Indonesia, khususnya mutiara. Jangan sampai nasib South Sea Pearl kita mengalami nasib yang sama dengan ikan, dicuri tanpa batas.  Ayo buktikan kalau kita BISA  !

Sumber tulisan :

  • m.liputan6.com
  • originalmutiara.com
  • missjoaquim.com
  • neraca.co.id
  • m.detik.com
  • cnnindonesia.com/ekonomi

Di Balik Kisah Sebuah Kacamata Tua Dan Kasih Sayang Suami

Sejak memasuki usia kepala empat, penglihatan saya sudah mulai berkurang. Gejala alam ini sudah saya rasakan beberapa tahun sebelumnya. Karena sejak awal saya memang tidak suka memakai kacamata, jadi saya biarkan saja melihat dengan kondisi remang-remang. Alasan saya memang agak mainstream, ingin menikmati masa di mana Allah tengah mempercepat usia. Sama ketika saya mendapati uban—rambut putih di kepala, saya juga tidak mencabutnya apalagi mewarnainya. Semua itu saya biarkan berjalan sesuai dengan takdirnya masing-masing.

Namun, rasa keukeh saya untuk tidak berkacamata tumbang juga setelah saya berkenalan dengan dunia digital.  Pasalnya adalah dunia digital tidak terlepas dari layar kaca, entah itu smartphone, laptop atau PC. Dengan kata lain mata saya harus bertatapan dengan tulisan yang tertera di layar kaca. Di mana yang sejak awal saya menyukai dunia literasi dengan membaca  buku dan menulis di agenda bekas, sekarang jadi beralih. Ya, dunia  digital ini telah memaksa saya  harus bersentuhan dengan layar kaca. Begitupula dengan menulis, dulu media yang saya pakai berupa agenda bekas sekarang menjadi tuts-tuts di atas keyboard.  Peralihan ini tentu saja tidak sepenuhnya membuat saya senang, malahan ada rasa sedih juga.

Kenapa ? Karena saya harus meninggalkan buku bacaan dan agenda tempat saya corat coret. Masih ada lagi kesedihan lain, saya harus memakai kacamata ! Jika tidak, saya sama sekali tidak bisa melihat dengan jelas huruf-huruf di atas keyboard atau keypad smartphone.  Sehari, seminggu, sebulan saya masih bertahan untuk tidak memakai kacamata saat berada di depan layar laptop. Lama kelamaan, mata saya terasa perih tapi saya tetap tidak mau pakai kacamata.

lazada4

Sebenarnya, Papieh—panggilan saya ke suami sudah menyuruh saya untuk membeli kacamata. Tapi karena sejak dulu saya kurang suka memakai kacamata, jadilah saya tetap bertahan. Karena saya masih nggak mau juga pakai kacamata, saya kembali membaca buku dan menulis pada agenda bekas. Sayangnya, mata saya benar-benar sudah tidak bisa melihat huruf yang tercetak dan tulisan juga jadi nggak karuan. Jauh di lubuk hati saya yang paling dalam, saya ingin memakai kacamata meskipun dengan berat hati.

Keinginan saya itu masih tersimpan dalam hati, lantaran saya gengsi mau minta dibelikan kacamata oleh Papieh. Ah, daripada saya minta dibelikan kacamata mendingan saya berhenti aja dulu dari semua aktivitas itu. Ternyata  saya benar-benar sudah tidak bisa melihat tulisan lagi baik di layar maupun di buku. Perubahan sikap saya itu mendatangkan pertanyaan dari Papieh. Papieh bertanya kenapa saya sudah tidak menulis dan membaca lagi  ? “

Kali ini saya tidak bisa menjawab pertanyaan Papieh, bahkan nyaris terdiam. Lalu tiba-tiba Papieh meminta saya untuk mengambil tas kecil miliknya. Saya mengambilnya dan segera memberikan padanya. Setelah membuka tas  kecil itu, Papieh menyodorkan sesuatu yang sangat saya kenal. Apalagi coba kalau bukan kacamata ! Tanpa sepengetahuan saya, diam-diam Papieh membelikan kacamata untuk saya. Bukan saya tidak menyangka, tapi kali ini Papieh lebih tahu kalau istrinya ini sedang mengalami sindrome memasuki masa tua. Jujur saya katakan, bahwa saya malu bila terlihat tua di mata suami. Tapi Papieh malah sangat mengerti, lebih dari sekedar pengertian.

Ya, Papieh tahu banget kalau saya butuh kacamata untuk melakukan semua aktivitas saya. Tapi saya malu mau bilang kalau saat ini saya  butuh kacamata. Ah, saya merasa ini adalah kado terbaik yang saya dapatkan dari Papieh. Sedangkan Papieh adalah kado terbaik yang diberikan Allah buat saya. Seorang suami yang sabar dan penuh pengertian merupakan kado yang terbaik, bukan itu saja tapi juga terindah dalam hidup saya.

lazada6
Lumayan kan pake kacamata tua

Sejak itu saya mulai menggunakan kacamata untuk segala aktivitas saya. Saya merasakan sekali perbedaanya, saya dapat kembali membaca berita dan menulis di blog pribadi. Saya juga semakin pede memakai kacamata bahkan nggak malu kalau ini kacamata tua. Ah, lambat laun toh mereka juga akan merasakan seperti apa yang saya alami saat ini. Selain buat membaca dan menulis blog, saya juga bisa berselancar di onlineshop yang sekarang sudah mulai menjamur.

Seperti dua hari lalu, setelah anak-anak berangkat sekolah saya langsung mengambil smartphone. Apalagi coba kalau bukan berselancar di dunia maya, membalas inbox yang masuk dan lainnya. Oh ya, setelah  selesai dan sebelum saya lupa saya juga membuka salah satu situs belanja online favorite. Dari banyaknya situs e-commerce, salah satu yang cukup terkenal dan sering saya kunjungi adalah LAZADA.

lazada5
Wrdah Kosmetik sedang promo juga loh

Saya benar-benar sangat terbantu sejak menjamurnya e-commerce atau situs belanja online. Banyak keuntungan yang saya dapatkan jika berbelanja di onlineshop, apalagi di LAZADA. Seperti  biasa kalau saya sedang membutuhkan sesuatu, onlineshop pertama yang saya buka LAZADA. Kebetulan lipstick saya habis, sewaktu saya buka situsnya ternyata LAZADA sedang memberikan Voucher LAZADA. Sontak saya langsung bilang ‘Wow’…! Hihihihi…norak banget yak. Maklum namanya juga emak-emak, jadi harus berhitung  kalau mau beli apa-apa termasuk lipstick.

lazada3
Lipstick yang saya pilih

Tapi kayaknya sih ini emang strategi saya banget kalau belanja online.  Selalu nyari yang lagi promo, sale, voucher, discount pokoknya murah dan murah lah.  Nggak butuh waktu berjam-jam saya sudah mendapatkan lipstick yang saya cari. Merknya juga sama seperti yang biasa saya pake, cuma warnanya saya ganti. Ah…itu sih dah biasa, saya emang nggak pernah beli lipstick dengan warna yang sama.

lazada2

Setelah melakukan pemesanan, kebiasaan saya nggak langsung menutup situs. Penasaran juga dengan voucher yang diberikan LAZADA, saya malah asyik liat-liat. Wah…wah…semua penawaran dengan Voucher LAZADA bikin lapar mata. Contohnya aja nih TV LED Silver 49” merk LG hanya seharga Rp. 6.500.000 saja. Padahal di tempat lain harganya di atas 7 jutaan loh dengan merk dan spesifikasi yang sama. Murah kaaaaannn…

Eh, tapi saya saranin sih beli kalau emang lagi butuh aja yak. Jangan mentang-mentang murah terus dibeli, ntar keperluan lain yang lebih penting nggak kebeli. Ini sih cuma saran, tapi semua terserah aja, toh duitnya juga bukan punya saya. Hehehehe…pis ah…

Hampir semua kebutuhan sehari-hari ada di dalam rangkaian Voucher LAZADA ini. Udah gitu, ada yang bikin kepo nih, Voucher LAZADA Diskon 30% All Product. Namanya voucher eksklusif, eiiitts… tunggu dulu, diskon ini khusus buat pelanggan baru LAZADA yang sudah bergabung jadi member Excite.  Dah tau kan Excite itu apa, kalau ada yang belom tau daftar aja langsung ke sini.

lazada1
Voucher LAZADA 30% all items

Lumayan kaaaannn…pas tanggung bulan begini belanjanya dapet diskon, 30% lagi. Saya aja lumayan bisa dapet lipstick lebih murah, tanpa ongkir pokoknya nggak ada tambahan apa-apa. Apalagi nih ya, sekarang ini saya lagi kurang enak badan nggak bisa pergi-pergi. Jadi saya beli lipsticknya dari  tempat tidur aja gitu pake smartphone. Wah…wah…kalau begini saya emang harus akui deh, jaman digital bikin hidup jadi serba mudah. Soal bayar juga gitu, LAZADA bisa bayar di tempat alias COD, ntar pas barangnya dateng baru deh bayar. Nggak usah transfer-transferan, apalagi kalau punya kartu kredit selain dapet diskon gede lebih gampang lagi bayarnya.

Eh…ngomong-ngomong saya jangan disambit yak, ngajakin belanja ditanggung bulan kayak gini. Saya sih cuma mau berbagi cerita aja sekalian kasih info kalau LAZADA lagi bagi-bagi Voucher.  Lagian pas kebetulan lipstick habis dan pas tanggung bulan juga. Ya udah deh cari aja e-commerce yang punya diskon guede dan bisa bayar di tempat. Yuk…ah belanja, eh salah yuk ah intip-intip Voucher LAZADAnya, sebelum habis masa berlakunya looohhh…*kabor sebelum ditimpuk beneran.

5 Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Menjaga Orang Sakit

Seinget saya, selama 40 tahun lebih saya belom pernah merasakan sakit berat, semoga sih jangan ya. Paling-paling cuma batuk, flu, pusing atau sakit perut. Apalagi sejak menikah, saya memang sudah bertekad untuk selalu sehat. Saya harus kuat. Saya nggak boleh sakit. Tekad saya itu bukan sembarang tekad tapi ada sebabnya juga. Kenapa saya harus sehat dan kuat, karena Papieh membutuhkan saya. Ya, Papieh—lelaki yang hampir 8 tahun telah menjadi pendamping butuh saya setiap saat. Tapi akhirnya tekad saya itu runtuh juga, karena harus menghadapi situasi yang membuat saya lelah lahir batin.

Sebenarnya kejadiannya sudah setahun lalu, bertepatan ketika Papieh sakit. Ya, ketika Papieh sakit saya juga ikutan sakit, padahal Papieh sedang membutuhkan saya. Cerita lengkapnya begini, ketika dokter memutuskan supaya Papieh dioperasi lagi saya lemes mendengarnya. Karena baru enam bulan lalu Papieh dioperasi, sekarang harus operasi lagi. Kata dokter sih operasi yang kemarin memang ada tahapannya. Waktu itu Papieh sempet gagal napas jadi operasinya dihentikan, secara medis memang tidak bisa diteruskan.

tera8
Implant yg sudah terpasang di tulang punggung Papieh

Nah, untuk operasi yang kedua kalinya ini, Papieh sudah setuju. Karena Papieh setuju ya udah mau nggak mau saya ikut setuju juga. Belum hilang rasa trauma saya enam bulan lalu, sekarang harus operasi lagi. Dokter juga menjelaskan jika tidak  ada kendala, operasinya akan lebih lama dari yang kemarin. Waktu saya tanya berapa lama, dokter bilang sekitar 6 – 8 jam. Mendengar waktu yang cukup lama, karuan aja saya langsung deg degan.  Jujur saja, setiap kali mendengar Papieh harus operasi saya selalu merasa deg degan. Padahal ini bukan operasi yang pertama tapi kedua kalinya.

tera3
Ruang tunggu operasi, semenit serasa sebulan

Akhirnya setelah menjalani semua prosedur operasi seperti CT Scan, MRI, X-Ray dan test laboratorium hari yang menegangkan pun tiba. Hari yang terlama sepanjang hidup saya adalah saat menunggu Papieh dioperasi. Setelah jam sudah melampaui batas yang ditentukan perasaan saya mulai was-was. Ya, dokter bilang operasinya akan berjalan sekitar 6 – 8 jam saja. Tapi nyatanya sudah hampir 10 jam belum ada tanda-tanda operasi selesai. Di saat perasaan saya tidak menentu, seorang perawat memanggil nama keluarga Budiharjo. Sontak saya langsung menjawab dan langsung menghampiri perawat tersebut. “Ibu dipanggil dokter,”kata perawat. Deg…! Jantung saya mau copot saja rasanya. “Ada apa ya suster ?”tanyaku. “Ikut saya aja Bu, biar dokter yang bicara langsung,”jawab suster.

tera5
Papieh, sedang cek darah preop

Alhamdulillah…operasi selesai juga. Tapi saya masih belum tenang, karena kondisi Papieh memburuk jadi langsung dimasukkan ke ICU. Ketegangan pertama telah berakhir, sekarang ketegangan kedua dimulai. Waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 1.30 dini hari. Ya, sejak Papieh masuk ke kamar operasi, mata saya tidak terlepas dari jam. Tiap detik begitu berharga buat saya, karena di situ sebuah nyawa sedang dipertaruhkan.

Mungkin sebagian sudah ada yang tahu kalau prosedur ICU itu sangat ketat. Saya tidak bisa full menemani Papieh yang sedang kritis. Saya juga tidak bisa bertanya setiap saat tentang kondisi Papieh. Saya hanya bisa menunggu panggilan dari perawat, apakah masa kritisnya lewat atau malah semakin memburuk.

Alhamdulillah…jam 14.30 masa kritis Papieh telah lewat, tapi masih harus dipantau dengan seksama. Empat hari Papieh dalam perawatan intensif di ruang ICU, hingga pada hari ke-5 Papieh baru bisa dipindahkan ke ruang perawatan biasa. Entah sudah berapa kali lidah ini mengucapkan Alhamdulillah. Dan entah sudah berapa kali hati ini menyiapkan amunisi untuk menghadapi sesuatu yang buruk. Saya sendiri bingung darimana lagi saya akan menyusun kekuatan. Karena saya  mulai merasakan kondisi tubuh yang juga minta diperhatikan. Tapi kekuatan hati berkata lain. Papieh lebih membutuhkan saya ketimbang diri saya sendiri. Begitu yang selalu saya dengar dari dalam hati.

tera4
Lorong ruang perawatan selalu penuh misteri

Saya kira setelah Papieh berada di ruang perawatan, saya bisa istirahat sebentar. Entah satu atau dua jam hanya untuk tidur, tapi nyatanya tidak. Bukan apa-apa, selama di ICU saya memang benar-benar tidak mengenal kata istirahat. Mata serasa ngantuk tapi tidak bisa terpejam, perut lapar tapi tidak nafsu makan. Kondisi inilah yang membuat fisik saya lemah. Terpaan kejadian, saya lalui tanpa tenaga dan pikiran yang stabil. Sampai akhirnya saya nyaris tidak sadarkan diri, beruntung kejadiannya di ruang perawatan.

Papieh yang masih belum begitu pulih berinisiatif memanggil perawat, maksudnya tentu saja ingin minta tolong. Suhu tubuh saya naik, mata berair dan agak demam. Kebetulan pas dokter yang menangani Papieh datang, saya ikut diperiksa juga. Dokter bilang rasa capek saya sudah melampaui batas, terlalu dipaksakan padahal tubuh sudah minta istrirahat. Apa yang dikatakan dokter memang sangat beralasan. Saya sendiri mengiyakan pendapat dokter, tapi mau gimana lagi. Ternyata mengurusi proses pasien mau operasi itu luar biasa melelahkan. Banyak prosedur medis yang harus dijalani dan semua itu butuh ekstra kesabaran. Bukan cuma kesabaran tapi teliti, mau bertanya dan taat pada setiap aturan.

tera6
Instagram adalah media yg saya gunakan utk mengeluarkan rasa—kamar rawat

Ya, saya terbaring sakit di ruangan tempat Papieh dirawat. Saya terbaring di sofa yang memang disediakan untuk penunggu pasien. Selimut tebal fasilitas pasien saya pakai, karena saya merasakan dingin yang amat sangat, padahal AC sudah dimatikan. Dari sini saya jadi teringat pesan beberapa kerabat yang datang menjenguk Papieh. Mereka berpesan agar saya menjaga kesehatan, jangan sampai yang jaga pasien ikut sakit juga. Apa mau dikata, saya kurang ngeh atas saran mereka karena pikiran saya hanya terfokus pada Papieh.

Dari kejadian tersebut di atas saya benar-benar mengambil pelajaran, bahwa kedepannya saya harus memperhatikan beberapa hal agar tetap sehat. Kalau sudah kejadian begini, sebenernya kasian Papieh juga, nggak ada yang ngurusin. Iya sih ada perawat tapi kan nggak bisa terus-terusan ngebel setiap saat. Beruntung sekali di Rumah Sakit ini perawatnya professional, pelayanannya sangat memuaskan. Bahkan terkadang mereka juga mengecek tensi darah saya, padahal saya kan bukan pasiennya.  Berikut ada 5 hal yang bisa saya jadikan pelajaran kenapa saya sampai jatuh sakit, ah…

 1. Perhatikan Makan

Bagi orang yang sedang menunggui pasien rawat inap, makan memang harus diperhatikan. Seinget saya, waktu itu saya memang sudah tidak makan sejak Papieh masuk kamar perawatan biasa. Jujur, saya agak tegang  menghadapi besok hari, karena operasi yang akan dilakukan termasuk operasi besar. Waktu itu saya makan juga dari sisa makanan jatah Papieh,  Papieh makannya ngga dihabiskan. Pikir saya, ah sayang kalau dibuang mendingan saya makan aja. Lagipula besok saya pasti nggak bisa makan, saya akan menunggu Papieh operasi. Nggak sempet makan dan nggak bisa makan juga, lebih karena perasaan saya nggak enak. Saya berjanji sendiri dalam hati, kalau operasi Papieh lancar saya baru makan.

Ternyata dugaan saya meleset,  Papieh kritis dan berlanjut ke ruang ICU. Ini juga yang menjadi penyebab saya sudah tidak memikirkan makan. Pikiran dan perasaan saya  berkecamuk, semua di luar dugaan saya dan dokter tentunya. Boro-boro mikirin makan, yang ada dalam hati saya ingin Papieh sembuh titik ! Mungkin di sinilah awal mula kelemahan saya, fisik saya melemah karena tidak ada makanan yang masuk. Nah, buat teman-teman yang sedang mengalami hal serupa seperti saya, harus diusahakan untuk makan ya. Makan tidak perlu banyak yang penting bisa masuk, karena menunggu pasien rawat inap itu butuh tenaga ekstra loh. *sok nasehatin

 2. Sempatkan  Tidur

Tidur menjadi ritual yang paling berharga, ketika menjaga pasien di rumah sakit. Jangankan di rumah sakit, di rumah aja kadang kalau anak sakit kita nggak bisa tidur. Begitu pula dengan saya waktu itu, selama Papieh di ruang ICU mata nyaris nggak terpejam. Selain ruang tunggu ICU yang tidak memungkinkan, saya juga harus berjaga kalau-kalau ada panggilan darurat dari perawat. Pokoknya bener-bener deh nggak ada kesempatan untuk tidur nyenyak.

Begitupula ketika Papieh sudah di kamar perawatan biasa, saya juga nggak bisa tidur. Sebentar-sebentar Papieh memanggil saya untuk hal-hal kecil seperti minta pijit kakinya atau sekedar mengajak ngobrol. Jadi kalau ditotal, saya kekurangan waktu tidur 5 jam per hari. Dengan kata lain saya hanya tidur 1 jam sehari, itupun nggak berkualitas artinya sebenta-sebentar terbangun. Hal inilah yang memicu tubuh saya semakin ngedrop dan akhirnya jatuh sakit, berbarengan dengan ketika Papieh sakit.

 3. Cari Teman Untuk Menemani Jaga

Nah, ini dia nih yang nggak boleh diabaikan carilah teman untuk menemani saat sedang menjaga keluarga dirawat. Pengalaman saya, ketika sedang menjaga sendirian itu repotnya minta ampun. Karena sewaktu-waktu bisa terjadi dan nggak mungkin meninggalkan pasien seorang diri. Kalau ada teman yang menenami kan jadi bisa gantian, entah untuk makan atau tidur. Teman dalam menjaga pasien rawat inap menurut saya sangat diperlukan. Selain bisa untuk saling bergantian, bisa diajak ngobrol atau tukar pikiran.

tera7
Hanya instagram yang jadi teman saya waktu itu

Terkadang kita perlu teman bicara untuk memutuskan sesuatu dalam kondisi mendadak. Saya sarankan sih sebaiknya yang saudara juga sama kita tapi jika nggak ada boleh juga teman dekat atau sahabat. Memang sulit mencari teman yang bisa diajak menemani saat keluarga ada yang dirawat. Semua pasti tidak punya waktu luang yang banyak, serba sibuk semuanya. Kendala itu juga yang saya alami ketika menjaga Papieh dirawat, akhirnya tenaga, pikiran dan perasaan terkuras sendirian. Tapi nggak apa-apa, toh demi sebuah pengabdian pada suami tersayang.

 4. Cari Bacaan Yang Ringan atau Menulis

Jenuh, itu sudah pasti dirasakan oleh orang yang sedang menunggu keluarga dirawat, tanpa kecuali saya. Bahkan TV kabel fasilitas ruangan juga nggak bisa membunuh kejenuhan. Sambil terus berpikir, kira-kira apa ya yang bisa saya lakukan untuk membunuh kejenuhan. Berada di ruang 2 x 2 meter dalam kurun waktu sekian hari benar-benar sangat jenuh. Jangankan sampai berhari-hari, sehari aja rasanya sudah sebulan. Itulah sebabnya kebanyakan orang lebih memilih sehat ketimbang sakit, apalagi harus rawat inap. Iiiihhh…nggak deh…!

tera9
Bacaan yang menghibur saya…

Akhirnya saya menemukan sesuatu yang bisa membunuh kejenuhan, yaitu membaca buku ringan atau agama. Ya, saya senang membaca buku tentang sejarah Rosululloh, rasanya tuh semangat aja kalau sudah baca. Pokoknya pilih buku yang membuat kita semangat, tapi sekali waktu saya juga baca buku yang lucu. Nah, kalau soal cerita lucu pengalaman saya sih cari aja di google, karena saya emang nggak punya buku bergenre humor. Selain membaca buku-buku motivasi saya juga menulis, tapi menulisnya bukan dilaptop melainkan di buku diary. Apa aja saya tulis di situ nggak ada temanya, tapi lebih menuangkan perasaan. Pengaduan kepada Allah Ta’ala menjadi tulisan yang paling sering saya lakukan.

5. Minum Vitamin atau Suplemen

Untuk yang terakhir ini saya bener-bener mengabaikan, boro-boro minum vitamin atau suplemen minum air mineral aja nggak sempet. Sebenarnya alasan nggak sempet tuh kuno banget yak, tapi emang begitu kenyataannya. Kalau dipikir, saya kan sedang berada di rumah sakit yang jelas-jelas semua macam vitamin dan suplemen tersedia, tinggal beli aja di apotik. Tapi pikiran saya malah lain lagi, ah di rumah sakit ini jadi kalau ada apa-apa kan gampang, ada dokter ini. Pikiran jelek yang kek gini harus dihilangkan, saya benar-benar nggak berpikir jauh kalau saya sakit siapa yang ngurus Papieh ?

Setelah saya beneran jatuh sakit, saya baru sadar kalau banyak banget ruginya karena saya cuma bisa melihat Papieh merintih. Saya nggak bisa membantu apa-apa, jangankan membantu buat bangun aja lemahnya minta ampun. Nggak ada yang nyuapin Papieh atau membantu minum jika Papieh minta minum. Papieh sendiri juga jadi sedih melihat istrinya terbaring lemah di sampingnya, tergolek di sofa tempat nunggu pasien. Ah, pokoknya sedih…sedih…sedih deh…

Tapi akhirnya saya minum vitamin juga tepatnya multivitamin-mineral. Ini juga nggak beli ko, waktu salah seorang kerabat datang jenguk Papieh—dia juga tahu saya sakit, dia membawakan saya multivitamin. Katanya sih untuk mempercepat pemulihan, namanya THERAGRAN-M. Kebetulan kerabat yang memberikan sudah mengkonsumsinya lebih dulu, katanya dah hampir dua tahunan gitu. Jadi saya nggak ragu-ragu untuk ikutan minumnya, karena saat itu saya sedang ingin cepet sembuh. Saya mau ngurus Papieh lagi bukankah itu sudah menjadi kewajiban saya sebagai istri ?

tera2

Satu strip THERAGRAN-M terdari dari 4 tablet salut gula—atau biasa disebut kapsul itu sih cuma bahasa apoteker aja. Dosis minumnya 1 kapsul 1 hari, jadi satu strip buat empat hari. Waktu itu saya dikasihnya 2 strip, lumayan juga ya, maklum saya kan nggak bisa pergi ke mana-mana untuk belinya. Setelah satu strip habis saya minum, saya memang merasakan kondisi tubuh berangsur bugar. Ternyata benar juga apa yang dibilang sama kerabat saya itu, kalau THERAGRAN-M itu vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan.

tera1

 “Kasiankan suamimu, kalau kamu sakit siapa yang urus dia,”ucapan kerabat yang sampai saat ini masih saya ingat. Ya, benar kalau saya sakit nggak ada yang bisa gantiin saya untuk mengurus segala keperluan Papieh. Bukankah istri adalah teman sekaligus orang terdekat dengan suami ? Ucapan kerabat membuat semangat saya dan saat itu juga saya ingin segera sembuh. Bukan cuma sembuh, saya juga ingin daya tahan dan kondisi tubuh seperti sediakala. Usut punya usut, THERAGRAN-M juga merupakan vitamin untuk mengembalikan daya tahan tubuh setelah sakit. Mengapa saya menginginkan semua itu ? Karena menurut dokter yang menangani Papieh, diperkirakan masa penyembuhan Papieh sedikit lebih lama jadi masih harus dirawat beberapa hari lagi. Artinya saya masih butuh tenaga ekstra untuk menunggui Papieh dirawat.

Mendengar kabar itu saya cukup terkejut juga, dari situlah saya bertekad untuk cepat sembuh dan kuat lagi. Semua itu semata-mata untuk mengurus Papieh yang harus tinggal lebih lama lagi di rumah sakit. Ah, jangankan cuma minum vitamin minum yang lain juga saya mau asal cepet pulih dan daya tahan tubuh kembali seperti dulu lagi. Ya, karena keinginan terbesar saya adalah bisa mengurus Papieh kembali mendampinginya disaat Papieh butuh saya. Syukur-syukur kita bisa bersama lagi dalam keadaan sehat wal-afiat.

Waktu saya sudah sehat kembali, saya cerita ke Papieh kalau penyembuhan saya dibantu dengan minum vitamin THERAGRAN-M. Lalu waktu dokter berkunjung untuk memeriksa, Papieh sempet nanya boleh nggak minum vitamin THERAGRAN-M. Kata dokter silakan aja itu kan cuma vitamin lagipula nggak ada hubungannya dengan operasinya ko. Malah kalau bisa lebih cepat pulih akan lebih baik. Sejak saat itu, tepatnya setahun yang lalu saya dan suami selalu mengkonsumsi THERAGRAN-M. Alhamdulillah pasca pergantian cuaca saat ini, kami terhindar dari sakit karena kami sudah sedia THERAGRAN-M sebelum hujan…

 

“Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang dislenggarakan oleh Blogger Perempuan dan Taisho

#BatikIndonesia Jati Diri Bangsa, Bangga Memilikinya

“Oooh… itu Bu, gang di depan belok kanan. Tempatnya ada di sebelah kanan. Nggak jauh ko Bu,” kata tukang bakso pada saya. Lalu, sayapun meminta tukang ojek melanjutkan perjalanan, mengikuti rute yang diberikan oleh tukang bakso tadi. Benar saja, tempatnya tidak jauh dari tempat saya bertanya tadi. Setelah melihat sekeliling, saya menelusuri gang sempit. Dan, tibalah saya di sebuah rumah sederhana. Saya tidak pernah menyangka di rumah sederhana inilah lahir karya seni bernilai tinggi, dikenal dikancah International. Karya seni yang menggambarkan sebuah peradaban masa lalu tapi dibungkus modern. Karya seni yang kental dengan filosofi dan tradisi, dan masyarakat bangsa ini mengenalnya dengan sebutan “BATIK”.

Adapun keperluan saya datang ketempat ini ingin membeli beberapa lembar kain batik. Sebenarnya saya cukup banyak memiliki batik tapi semuanya berciri khas Jawa. Sedangkan di tempat ini—yang akhirnya saya tahu bernama “Batik Terogong”dijual batik Betawi. Batik Terogong bukan merupakan jenis batik seperti batik lainnya. Dinamakan batik Terogong karena tempat ini berada di daerah Terogong, sebuah wilayah di Kelurahan Cilandak – Jakarta Selatan.

Pemilik Batik Terogong sendiri adalah Ibu Siti Laela, biasa dipanggil Bu Lela. Sebenarnya apa yang dilakukan Bu Lela menjadi bagian dari melestarikan batik, khususnya batik Betawi. Terus terang, saya sangat miris mengetahui keberadaan batik Betawi. Bukan dari sisi peminat tapi lebih pada pelestari. Bu Lela menjadi satu-satunya masyarakat Jakarta—sebut Betawi yang masih konsisten dengan batik Betawi.

Di gang sempit di tengah himpitan gedung menjulang, batik Betawi masih bisa lahir. Warna mencolok, motif ondel-ondel, pucuk rebung, beras tumpah dan tari yapong melintas bisu. Bisu karena sedikit sekali orang yang mengajaknya bicara. Semua motif itu benar-benar terdiam, kalah oleh corong mode dari berbagai Negara. Sungguh, tak pantas rasanya kita membiarkan warisan teronggok kehilangan selera seninya. Apa yang salah dan siapa yang salah ? Dua pertanyaan ini mencuat dari hati yang paling dalam, untuk selanjutnya berpikir keras bagaimana cara mengembalikan kejayaan batik Betawi di tanah leluhurnya ini.

Lahir Dari Sebuah Tradisi

Jika kita mendengar kata ‘batik’ pasti yang terlintas pertama kali di pikiran adalah tanah Jawa. Di tanah Jawa sendiri ada tiga kota yang terkenal dengan batiknya, Jogja, Solo dan Pekalongan. Saya sendiri pernah beberapa kali mengunjungi sentra-sentra batik di tiga kota tersebut.

Sebagaimana kita ketahui, selain Jawa beberapa daerah di Nusantara juga memiliki batik. Sebut saja, ada batik Palembang, batik Nias, batik Cirebon, batik Papua, batik Jambi, batik Kalimantan, batik Betawi dan lainnya. Masing-masing daerah pasti menyimpan sejarah yang panjang tentang batik. Itulah sebabnya batik Indonesia layak terkenal di kancah International.

Bicara soal tradisi, pastinya tidak terlepas dari martabat dan harga diri. Siapa sih orang yang tidak terusik jika harga dirinya diganggu. Oleh karena itu kita harus pandai-pandai menjaga martabat yang lahir dari sebuah tradisi, tanpa kecuali batik. Ya, batik memang sarat dengan tradisi karena hanya dipakai pada saat acara yang berbau adat istiadat saja. Orang memakai batik jika ada acara khusus. Sampai sekarang pun kita masih dengar orang berkata,”Mau kondangan ya ? ketika melihat kita berbatik.

Simbol lain yang menandakan batik lahir dari sebuah tradisi adalah motifnya. Kalau diperhatikan, motif yang tergores pada lembaran kain menjadi cerita sejarah dalam kurun waktu tertentu. Perjalanan sebuah tradisi mulai dari menikah, lahir dan mati semua tergambar dalam batik. Belum lagi gambaran alam berikut manusia di dalamnya. Saya rasa itulah yang menjadikan batik Indonesia unik dan memiliki ciri khas. Sebuah perayaan adat istiadat yang tidak terjadi di Negara lain selain Indonesia.

Rasanya hampir sebagian besar masyarakat Indonesia tahu, bahwa batik merupakan tradisi yang diwariskan leluhur bangsa ini. Kita juga tahu makna warisan begitu berarti, bahwa kita harus memiliki tanggung jawab, untuk menjaga dan melestarikan.

Secara sederhana saya gambarkan begini, misalnya kita diwariskan rumah oleh orang tua. Maka sebagai ahli waris tentu saja kita harus bisa menjaga, merawat bahkan melestarikannya. Bentuk menjaga, merawat dan melestarikan bisa bermacam-macam. Begitu pula dengan batik yang sudah menjadi warisan dari para leluhur bangsa ini.

Hingga akhirnya warisan itu sampai juga waktunya pada generasi sekarang. Generasi yang nota bene tengah disibukkan oleh dunia internet dan gawai. Dunia yang penuh dengan hingar bingar kemajuan mode dan segala tetek bengeknya. Sejatinya kondisi seperti ini tidak membuat kita lengah untuk tetap menjaga batik sebagai warisan. Sehingga dengan begitu batik tidak akan mengalami degradasi nilai, baik dari segi ekonomi maupun tradisi.

Jika semua permasalahan ini sudah bisa teratasi, maka kita hanya tinggal memikirkan untuk berinovasi. Sehingga, batik tidak akan diklaim lagi oleh bangsa manapun di dunia ini seperti yang pernah terjadi beberapa waktu lalu. Tanamkan kuat-kuat kecintaan dan kebanggan pada batik.

Dengan kata lain, mempertahankan batik sama dengan mempertahankan tradisi. Inilah yang tidak boleh dilupakan atau terlupakan oleh seluruh masyarakat. Sadar dan ingin selalu mempertahankan batik meskipun arus mode begitu deras. Perlu kesadaran tinggi bahwa batik bukan soal lembaran kain biasa, banyak makna filosofi yang terkandung di dalamnya. Batik itu sendiri juga menjadi simbol kebudayaan yang bernilai tinggi.

Apa yang dilakukan oleh pemerintah dengan mendapatkan hak paten batik dari UNESCO pada 2 Oktober 2009 belum dirasa cukup. Menurut saya, semua elemen bangsa harus tetap mewaspadai adanya keinginan negara lain untuk mengklaim atau bahkan mencurinya.
Ingat, mencuri batik berarti mencuri warisan leluhur… ! Dan kita tidak boleh tinggal diam.

Jika hal ini sampai terjadi tidak menutup kemungkinan, budaya bangsa ini perlahan akan punah. Kita semua pasti tidak ingin ini terjadi, karena jika tidak apalagi yang akan kita wariskan buat anak cucu nanti. Bahkan Direktur UNESCO untuk Indonesia, Prof. Dr. Hubert Gijzen pernah mengatakan bahwa batik Indonesia sarat dengan budaya. Unik, special dan mempunyai sejarah panjang, berbeda dengan batik dari Negara lain. Makanya tidak heran kalau batik Indonesia terkenal di seluruh dunia, karena ciri khasnya.

Apabila kita amati hanya batik, satu-satunya budaya asli Indonesia yang dapat dengan mudah melanglang ke dunia International. Seperti misalnya beberapa artis terkenal bertaraf Internationalpun kerap menggunakan batik Indonesia. Bukan apa-apa, batik bukan seperti candi Borobudur atau Komodo.

Jatidiri Bangsa

Beberapa puluh tahun silam, dalam hal busana Indonesia dikenal dengan kebaya buat wanita dan peci buat laki-lakinya. Keduanya menjadi ciri khas bangsa Indonesia, semua penghuni dunia tau dengan busana tersebut. Seiring dengan perjalanan waktu kedua identitas itu luntur berganti dengan batik. Saya pernah mengalaminya beberapa kali saat berkunjung ke Negara lain dengan memakai batik. Mereka dengan yakin menyapa saya,”Are you from Indonesia ? Dan saya pun membalasnya lebih yakin lagi,”Yes, I am from Indonesia.”

Ada rasa bangga membuncah dalam sanubari, ketika mereka tahu saya dari Indonesia hanya karena memakai batik. Bahkan pada perhelatan Olimpiade yang baru saja usai, kontingen Indonesia memakai baju seragam batik. Yup, batik sudah menjadi identitas bangsa Indonesia, cerminan jatidiri bangsa.

Schneider Mengajak Para Emak Blogger Paham Listrik

 

Pet…! Tiba-tiba listrik mati. “Pieeeh…listriknya mati,”panggilku ke suami. Gimana nih, tulisannya belom kelar,”seruku lagi. “Coba liat sekringnya,”kata suami. Saya keluar menuju tempat sekring tergantung. Benar saja, dari empat sekring yang ada satu sekring turun ke bawah. Saya langsung menaikkan sekring ke posisi semula.  “Sekringnya turun satu,”laporku pada suami. “Berarti ada yang korslet,”jelas suami. 

Tanpa komentar apa-apa lagi, saya kembali melanjutkan tulisan yang sempet tertunda gara-gara listrik mati. Kejadian ini bukan pertama kalinya terjadi di rumah, mungkin sudah beberapa kali. Kata suami itu hal biasa, sebabnya pasti ada salah satu peralatan listrik yang korslet. Yaaahh…begitulah suami, masalah listrik dianggap biasa padahal buat saya takutnya minta ampun. Makanya pada waktu Komunitas Emak Blogger mengundang acara bertagline “Cara Jitu Lindungi Rumah Dari Bahaya Listrik” saya langsung terpikat. Pikir saya, ah kapan lagi ada talkshow bertagline kelistrikan.

Dari Café ke Listrik

“Stop pak…,”kataku pada driver ojek online. “Ini tempatnya Bu…?”tanya driver ojek. “Iya, ini tempatnya, kenapa pak. Ada yang salah gitu ? “Loh…tadi Ibu bilang mau ke acara listrik ko tempatnya di café,”katanya bingung. “Ini pak ongkosnya,”kataku sambil menyodorkan uang. Sayapun berlalu meninggalkan driver ojek online yang masih terbengong-bengong.

keb2

Sejak memastikan diri menjadi seorang blogger, saya sudah terbiasa menghadiri acara dari satu café ke café atau resto ke resto. Sekarang ini, semua sudah naik daun, jangankan bicara soal listrik, soal jualan sarung saja lauchingnya di  hotel bintang lima. Setelah sampai di dalam café, saya disambut oleh salah seorang staff. Lalu, saya diarahkan untuk naik ke lantai dua tempat acara berlangsung. Sesampainya di atas, banyak rekan blogger yang sudah datang lebih dulu.

keb1
Salah satu sudut Hongkong Cafe

Acara dimulai dengan jamuan makan siang dan sholat Dzuhur. Setelah semua selesai tepat pukul satu acara dimulai dan dibuka oleh Mak Sumarti Saelan—kami biasa panggil Mak Icoel. Sebelum acara diserahkan ke moderator, kami disegarkan dengan game yang dipandu oleh Mak Tanti Amelia atau biasa dipanggil Mak Neng.

keb3
Mak Icoel membuka acara

Akhirnya sampai juga ke acara inti, yaitu pemaparan soal listrik dari A – Z oleh perwakilan dari Schneider. Mak Mira Sahid, yang pada saat itu didapuk menjadi moderator mengenalkan Pak Frankco Nasarino—biasa disapa Rino dengan gaya segar. Beruntung Pak Rino orangnya nggak ge eran, jadi dengan sigap bisa mengimbangi gaya Mak Mira. Sampai akhirnya kami pun mendengarkan penjelasan Pak Rino dengan seksama, sambil jari nggak berhenti mengetik. Apalagi coba kalau bukan menginformasikan tentang talkshow ini ke media sosial milik kami masing-masing.

keb4
Mak Mira sebagai moderator acara

 “Ibu-ibu ada yang tau MCB…,”tanya Pak Rino memulai pemaparannya. Sontak aja para emak blogger menjawab…nggaaaakkk. “Kalau sekring, tau nggak…?”ulang Pak Rino lagi. Dengan semangat para emak menjawab…tauuuuu. “Nah, sekring itu sama dengan MCB atau Miniatur Circuit Breaker. MCB ini merupakana produk yang digunakan dalam instalasi listrik dalam rumah tangga. Fungsinya untuk melindungi instalasi listrik bila terjadi pemakaian daya yang berlebihan dan hubungan singkat arus listrik atau short circuit atau korsleting,”jelas Pak Rino panjang lebar.

“Hmmm…ternyata yang sering turun di rumah pada box itu namanya MCB,”gumamku dalam hati.

Lalu, Pak Rino memperlihatkan bentuk MCB sambil terus menjelaskan. Berdasarkan penangkapan saya, Pak Rino juga menjelaskan berbagai produk yang dikeluarkan oleh Schneider. Sebut saja ada MCB, ELCB, Surge Arrester dan RCBO Slim. Pada dasarnya produk-produk tersebut mempunya fungsi yang sama, yaitu untuk melindungi jaringan listrik di rumah. Hanya saja, ada yang lebih spesifik lagi misalnya Surge Arrester melindungi peralatan elektronik seperti tv, computer, telepon/PABX terhadap sambaran petir tidak langsung yang dapat diproteksi oleh lighting rod/penangkal petir. Sedangkan RCBO Slim merupakan produk yang memiliki dua komponen yaitu MCB dan ELCB juga memiliki fungsi yang sama.

keb6

Oh ya, MCB ini juga bisa mengalami kegagalan loh, seperti munculnya percikan api karena hubungan singkat yang bisa berakibat fatal yaitu kebakaran. Saya jadi ingat pernah sekali waktu, ketika saya sedang menyetrika kabelnya keluar percikan api. Mirip seperti kembang api gitu. Sontak saya jadi kaget dan teriak, karena saya juga merasakan seperti kesetrum. Pas diliat oleh si Papieh ternyata ada kulit kabel yang mengelupas. Papieh, menyuruh saya untuk mematikan MCB dan segera mungkin memperbaiki kabel yang mengelupas tadi. Dengan menggunakan isolasi khusus pembungkus listrik, kabel dibungkus sedemikian rupa. “Ah…Alhamdulillah untung nggak apa-apa,”kataku lega.

“Pada instalasi listrik rumah, MCB terpasang di kWH meter listrik PLN dan juga di Box MCB. Biasanya MCB adalah produk yang dicari untuk menyalakan kembali listrik PLN, jika terjadi “anjlok” atau “jatuh” atau “trip”,”tambah Pak Rino lagi.

keb10
Pak Rino in action

Sebenarnya selain mencegah kebakaran, ada satu hal yang tak kalah penting. Mengingat dalam kehidupan kita tidak bisa lepas dari listrik, maka perlu pencegahan sedini mungkin. Apalagi jika hal itu menyangkut pada anggota tubuh kita seperti kesetrum dan lain sebagainya. Jadi selain MCB masih ada lagi produk yang berfungsi sebagai pengaman arus berlebih. Schneider telah mengeluarkan produk bernama ELCB yang dapat melindungi anggota keluarga dan rumah dari sengatan listrik.

Tahukah kamu bahaya yang mengintai pada manusia saat ada arus yang bocor ? Berikut tingkatan beserta akibatnya :

  • 1A< bisa mengakibatkan jantung berhenti
  • 80 mA bisa mengakibatkan denyut jantung terganggu
  • 30 mA – 50 mA bisa mengakibatkan kontraksi pada jantung
  • 10 mA mengakibatkan gangguan pada system pernapasan
  • 0,5 mA getaran kejut seperti kesemutan

Waduh, saya jadi takut nih…hiiiiiyyy ternyata serem juga ya bahaya dari sengatan listrik. Tuh kan, untung aja saya datang ke acara ini jadi tau deh bahaya listrik di sekitar rumah. Tapi nggak usah khawatir, Pak Rino juga langsung memberikan solusinya ko. Pak Rino mengingatkan agar berhati-hati dalam menggunakan peralatan elektronik. Pada dasarnya listrik sangat berguna bagi kehidupan manusia, tapi akan berbahaya jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu Schneider mengeluarkan produk bernama ELCB ( Earth Leakage Circuit Breaker ) atau dikenal juga dengan istilah RCCB ( Residual Current Circuit Breaker ). Alat inilah yang akan melindungi anggota keluarga dan rumah kita dari hal yang tidak diinginkan berkenaan dengan listrik.

Setelah Pak Rino selesai menjelaskan tentang kelistrikan, acara dilanjutkan dengan permainan. Kali ini emak-emak blogger ditantang untuk merakit pemasangan MCB, ELCB dan RCBO. Wah…bakalan seru nih, maklum aja selama ini kan emak-emak cuma tau bumbu dapur dan cucian doang. Permainan ini berkelompok, setiap kelompok harus bisa memasang komponen listrik dengan cepat dan benar. Sayang kelompok saya nggak menang, meski begitu kami tetap semangat dan ceria.

keb7
Game merakit MCB ( dok. Grace Melia )

Kopi break menandai acara segera berakhir, di sela-sela kopi break masih ada lagi game dari Mak Neng. Untuk kali ini saya sudah nggak fokus karena langsung ngopi dan cemal cemil. Ah…namanya juga emak-emak nggak boleh liat kopi dan cemilan. Pokoknya ngga rugi deh datang ke acara kemarin. Selain nambah teman blogger kita juga jadi nambah ilmu soal kelistrikan terutama cara mencegah kebakaran di rumah. Sebelum acara benar-benar berakhir pihak KEB memberikan cindera mata kepada Schneider yang diterimakan oleh Pak Rino.

keb9
Penyerahan cindera mata ( dok. Sally )

Akhirnya saya melambaikan tangan pada semua emak yang hadir…daaahhh sampai jumpa di acara berikutnya. Terimakasih KEB beserta para adminnya, terimakasih juga Schneider traktirannya. Jangan kapok ya undang emak-emak blogger lagi…hehehehe…!

keb5

Untuk lebih lengkapnya lagi atau kalau ingin tanya-tanya, tanya soal Pak Rino juga boleh #eh, bisa menghubungi alamat di bawah ini :

Pusat Layanan Pelanggan ( Jakarta )

HOTLINE   1500055

Fax. (62) 750-4415/16

Email : customercare.id@schneider-electric.com