Menelusuri Kinerja Bea Cukai Sebagai Penjaga APBN

Dua minggu ini masyarakat Indonesia, terutama kaum Ibu Rumah Tangga dihempas oleh realita pasar. Pasalnya, harga cabe melonjak tajam di berbagai daerah bahkan ada yang sampai tembus 250.000 rupiah per kilogram. Realita ini bukan hanya menjadi mimpi buruk bagi Ibu Rumah Tangga tapi juga pengusaha restaurant dan katering. Berita tentang melonjaknya harga cabe ini menjadi viral baik di media sosial maupun media konvensional. Yang paling rame adalah di media sosial, karena banyaknya berita tanpa kejelasan. Masing-masing beropini sendiri dan mengklaim bahwa beritanyalah yang paling benar. Misalnya saja, bahwa meskipun harga cabe melonjak tajam tapi nasib petani cabe masih tidak ada perubahan.

Begitupula yang terjadi dengan saya, sebagai Ibu Rumah Tangga tidak terlepas dari kenyataan tersebut. Nyatanya toh saya memang tetap harus membeli cabe untuk kebutuhan masak-memasak. Itulah sebabnya, perasaan saya sedikit terguncang ketika membaca berita di salah satu media online. Isi beritanya mengatakan bahwa Direktorat Jenderal Bea Cukai Manado telah melakukan pemusnahan cabe kering sebanyak 50 kilogram di Karantina Kelas I. Miris rasanya membaca berita tersebut, benar-benar sangat bersebrangan dengan realita sesungguhnya. Meskipun tulisan itu dilansir jauh sebelum harga cabe melambung tapi tetap saja membuat hati teriris. Bagaimana tidak, disaat harga cabe sedang tinggi tapi Bea Cukai malah memusnahkannya. Dan, dari sinilah timbul dua pertanyaan dalam hati saya.

Benarkah yang dilakukan Bea Cukai?

Adilkah yang dilakukan Bea Cukai?

Dari dua pertanyaan itulah, saya mulai melanglang menuju websitenya Bea Cukai. Saya mulai baca dan pelajari satu persatu setiap pemberitaan Bea Cukai. Saya tidak hanya menemukan berita tapi juga berbagai aktivitas, kinerja dan pencapaian Bea Cukai. Semua pemberitaan itu membuat terpana. Kecurigaan saya dan rasa negative yang muncul dari kasus cabe mahal mulai menemui titik terang. Kali ini saya akan membuka betapa selama ini Bea Cukai sudah melakukan banyak hal untuk kepentingan Bangsa dan Negara di bidang ekonomi dan pembangunan.

Keterpanaan saya berubah menjadi pemikiran bahwa selama ini saya sudah salah menilai lembaga yang berada di bawah naungan Kementrian Keuangan itu.

Betapa selama ini saya tidak mengenal Bea Cukai dengan baik, dan kini saatnya kesempatan datang. Saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk mengenal Bea Cukai lebih dalam lagi. Saya juga ingin mengajak para pembaca tulisan saya di blog ini untuk mengikuti Roadshow go to Bea Cukai. Semua ini tentu saja dimaksudkan agar kita mengetahui seluk beluk Sang Penjaga APBN.

Sekilas tentang bea cukai

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ( selanjutnya disebut Bea Cukai ) merupakan unit Eselon I yang berada di bawah kementrian Keuangan RI. Bea Cukai sering juga disebut sebagai institusi global, karena kedudukannya yang setara dengan kepolisian, kejaksaan, pengadilan bahkan tentara nasional. Dengan begitu Bea Cukai bisa dikatakan sebagai perangkat Negara dan dimiliki oleh setiap Negara di dunia. Pada masa Hindia Belanda, masyarakat mengenal Bea Cukai sebagai lembaga Kepabeanan. Penyebutan Bea yang berasal dari bahasa Sansekerta dikarenakan lembaga ini memiliki tugas memungut biaya impor maupun ekspor.

Di sini saya mulai tahu bahwa Bea Cukai itu bertugas untuk mengumpulkan dana yang berasal dari segala penerimaan. Adapun dana yang dikumpulkan oleh Bea Cukai berasal dari berbagai sumber. Beberapa sumber dana tersebut yaitu :

  • Pajak Internasional
  • Pajak Dalam Negri

  • Penerimaan Bukan Pajak

Sebagaimana diketahui bahwa sumber pemasukkan terbesar ke dalam kas Negara berasal dari sektor pajak termasuk di dalamnya adalah bea cukai.  Semua dana-dana itu akan dikumpulkan ke dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara dikenal dengan sebutan APBN.  Nah, APBN inilah yang menjadi sumber pembangunan nasional, baik fisik maupun non fisik. Berdasarkan data yang dirilis sepanjang tahun 2016 Bea Cukai telah memberikan sumbangsih sebesar 27 % dari total APBN. Adapun sumbangsih yang diberikan itu setara dengan pembangunan 117.000 Puskesmaa, 350.000 Sekolah dan 70.600 km jalan. Nilai tersebut membuktikan bahwa Bea Cukai telah menjalankan tugas pokoknya dengan baik. Selain dari tugas pokok tersebut, Bea Cukai juga masih memiliki tugas lain, adapun tugasnya akan saya paparkan di bawah ini.

Tugas bea cukai

Sebelum saya lanjutkan pemaparan tentang tugas Bea Cukai, rasanya sebutan Bea Cukai terdengar sangat formal. Dalam bahasa Inggrisnya Bea Cukai atau Pabean biasa disebut  Custom atau Duane dalam bahasa Belanda. Maka jangan kaget jika dalam beberapa tulisan akan ditemui kata tersebut. Melengkapi soal  tugas Bea Cukai  berikutnya yaitu :

  •  Mengawasi kegiatan ekspor dan impor
  • Mengawasi peredaran minuman yang mengandung alkohol atau etil alkohol
  • Mengawasi peredaran rokok atau barang hasil tembakau lainnya
  • Sebagai fasilisator perdagangan yang berwenang melakukan penundaan atau pembebasan pajak pada kasus-kasus tertentu
  • Membatasi barang-barang yang berdampak negative seperti : pornografi, kesehatan dari rokok, minuman keras, obat-obatan, makanan dan narkotika
  • Membatasi konsumsi barang-barang mewah
  • Melakukan perlindungan lingkungan dan sumber daya alam

Dari beberapa tugas inilah saya menyimpulkan mengapa Bea Cukai telah melakukan pemusnahan cabe kering atau bawang putih. Karena kedua bahan masakan tersebut telah terindikasi pada penyelendupan. Sejatinya ke dua bahan tersebut memang tidak merugikan, baik secara individu atau umum. Akan tetapi perbuatan dari pelaku usaha yang menyebabkan kerugian Negara. Dengan begitu tidak ada cukai yang masuk ke dalam APBN justru sebaliknya, merugikan Negara. Sampai di sini saya mulai paham tentang kinerja Bea Cukai demi terpenuhinya APBN. Kinerja terus menerus demi tercapainya pemerataan pembangunan bahkan berusaha lebih baik lagi. Kinerja yang dilakukan Bea Cukai terus meningkat, hingga mencapai hasil.

Pencapaian Bea Cukai

Kinerja Bea Cukai dibuktikan dengan meningkatnya peringkat Indonesia pada survey Ease of Doing Business ( EODB ) yang dilakukan oleh Bank Dunia. Di mana pada tahun 2015 Indonesia berada di urutan 106 lalu menjadi 91 tahun 2016. Survei ini menunjukkan kontribusi Bea Cukai terhadap kenaikan tersebut terkait dengan perdagangan lintas Negara. Perbaikan signifikan Bea Cukai  meliputi :

  1. Customer Service Improvement
  2. Pelayanan kepabeanan melalui implementasi INSW

Begitu pula dari sektor industri, Bea Cukai telah melakukan implementasi dengan menggandeng Industri Kecil Menengah ( IKM ). Adapun program dari Bea Cukai adalah pendampingan kepada usaha kecil yang sudah memiliki produk untuk diekspor tapi belum tahu prosesnya. Mengapa Bea Cukai peduli pada pengusaha kecil, karena IKM menyumbangkan 57 % produk domestik bruto Indonesia dan menyerap 97 % tenaga kerja.

Pencapaian lainnya yaitu di bidang pengawasan terhadap penindakan keluar masuk barang illegal seperti narkoba, flora dan fauna yang dilindungi dan barang-barang terkait kegiatan terorisme. Begitu pula dengan penindakan narkoba, psikotropika dan prekusor. Semua keberhasilan ini menunjukkan bahwa kinerja Bea Cukai #MenjadiLebihBaik dari tahun-tahun sebelumnya. Keberhasilan dalam menindak narkoba misalnya, ditandai dengan nyawa yang terselamatkan.

Melalui tulisan ini, sebagai masyarakat umum sekaligus Ibu Rumah Tangga, saya menjadi paham dan tidak teriris lagi dengan langkah Bea Cukai. Semua jadi terang benderang bahwa apa yang dilakukan oleh Bea Cukai semata-mata untuk kepentingan Bangsa dan Negara.

 

 

 

Bakmi Mewah Siram Ayam Tauco

Beberapa waktu lalu saya ingin membuat sambal udang tauco. Cuma aja nggak pernah kebagian udangnya di tukang sayur, selalu kehabisan. Sambal udang tauco ini menjadi menu kesukaan saya dan Papieh—panggilan saya ke suami. Apalagi kalau makannya pakai nasi anget. Waktu mau bikin sambal udang tauco, saya juga sudah beli tauconya. Daripada nggak jadi dimasak, saya mau coba bikin menu yang lain. Kebetulan banget nih ada tantangan dari Bakmi Mewah untuk membuat kreasi menu.

Sebenarnya agak ragu juga sih mempertemukan tauco dengan Bakmi Mewah. Seperti bagai bumi dan langit. Yang satu sederhana sedangkan yang satu mewah. Tapi di balik keraguan timbul rasa penasaran juga. Apa sih rasanya tauco disiram ke atas mi, semacam toping gitu. Keknya nggak salah deh coba eksperimen masak mi dengan toping tauco. Rasanya pasti Indonesia banget ! Kalau Italy punya Spagheti, maka Indonesia punya mi siram tauco.

Oh ya sebelum  mulai bereksperimen, saya mau kasih tau dulu nih seluk beluk tauco. Kalau saya tanya pasti dah pada tau dong dan kalau ditanya lagi, doyan atau nggak? Jawabannya rata-rata pasti nggak doyan. Padahal tauco itu banyak kandungan gizinya loh! Kenapa sih pada nggak suka tauco? Mereka bilang karena baunya yang gimana gitu. Makanya saya mau coba masak tauco supaya menjadi menu istimewa dan mewah.

Eits, tunggu dulu jangan dinilai dari aromanya ya, seperti saya bilang tadi tauco memiliki kandungan gizi  cukup tinggi. Tiap 100 gram tauco memiliki kandungan energy 166 kilo kalori, protein 10.4 gram, karbohidrat 24.1 gram dan lemak 4.9 gram. Selain itu masih ada lagi kandungan lain berupa kalsium, fosfor, zat besi, Vitamin A, B dan C.

Kandungan gizi tersebut diperoleh dari bahan baku tauco yaitu kacang kedelai. Pembuatan tauco sendiri tidak begitu rumit, hanya saja butuh kesabaran dan telaten. Kebanyakan sih tauco dibuat di industri rumahan. Prosesnya mudah saja, kedelai yang sudah direbus kemudian dihaluskan, diaduk dengan tepung dan dibiarkan sampai tumbuh jamur. Jangan salah dulu ya, yang dimaksud tumbuh jamur di sini adalah proses fermentasi.

Fermentasi tauco biasanya direndam dengan air garam, dijemur di bawah matahari langsung selama beberapa hari. Dan biasanya setelah semua proses itu dilakukan, kedelai akan berubah warna menjadi coklat. Hasil jadi apakah tauco sudah siap dipakai atau belom bisa diketahui dari aromanya. Jika aromanya sudah berbau menyengat itu tandanya tauco sudah siap digunakan. Beberapa daerah di Indonesia mempunyai ciri khas tauco masing-masing. Tauco yang terkenal berasal dari Jawa Barat, khususnya Cianjur dan Medan. Bahkan tauco sudah menjadi oleh-oleh khas dari kedua daerah ini.

Saya sendiri sudah mencoba tauco keduanya, dan rasanya memang enak. Banyak masakan yang bisa diolah dengan menggunakan tauco. Malahan kuliner dengan bahan tambahan tauco menjadi kuliner daerah masing-masing. Nah, sekarang saya mau coba tauco akan disiram di atas Bakmi Mewah. Langsung aja yuk kita masak. Sebelumnya saya sudah siapkan bahan-bahannya.

Kalau sudah siap semua kita bisa mulai memasak, caranya seperti ini :

 1. Rebus Bakmi Mewah, tiriskan dan sisihkan

 2. Tumis bawang Bombay dan bawang putih, sampai harum

 3. Masukkan daging ayam cincang, aduk sampai berubah warna

 4. Masukkan semua bumbu dalam kemasan Bakmi Mewah

 5. Tambahkan tauco, air dan kecap manis, aduk perlahan biarkan mendidih

 6. Angkat

Akhirnya acara masak memasakpun selesai, sekarang waktunya platting alias menata. Menurut sebagian chef menata makanan menjadi bagian penting dalam kuliner. Selera makan akan bertambah jika kita melihat makanan yang cantik dan rapi. Ternyata ini rahasianya kenapa selera makan kita selalu tinggi kalau makan di restauran. Percaya kan kalau makanan juga butuh penampilan. Menatanya gampang aja sih, tata mi yang sudah direbus ke dalam mangkuk. Kemudian siram dengan tauco ayam, tabur dengan irisan daun bawang. Jangan lupa percantik dengan garnish sesuai selera, bisa daun selada, tomat, cabe yang dibentuk aneka macam. Dan ini dia penampakkan hasil kreasi orisinil saya…

Wah, rasanya ko nggak sabar ya mau ngerasain Bakmi Mewah Siram  Ayam Tauco ini. Seperti biasa kalau saya sudah selesai memasak sebelum dimakan, poto dulu. Terus terang Papieh paling sebel kalau saya sibuk dengan memoto makanan. Bukan apa-apa, kata beliau kita kan mau makan bukan mau hunting poto apalagi kalau perut sudah keroncongan. Tapi untuk menu yang satu ini, saya bilang ke Papieh kalau ini buat lomba. Hihihihi…

Papieh selalu menjadi orang yang pertama kali mencoba, ini sebagai bukti kalau saya—sebagai istrinya sangat menghargainya.

“Gimana Pieh,”tanyaku.

“Hmmm…enak ko,”jawab Papieh sambil terus melahap Bakmi Mewah Ayam Tauco.

“Enak banget apa enak bingits,”candaku. Mi nya gimana ? Itu bukan mi yang biasa loh, tapi Bakmi Mewah.

“Oh…pantesan, agak beda. Lebih lembut tapi nggak lembek. Nggak bikin eneg juga, kayak mi yang…apa tuh…apa tuh…”ucap Papieh ingin menyebut sebuah merk tapi lupa.

“Pokoknya oke kaaaannn…”kataku akhirnya.

Oh ya, ini bukan pertama kalinya saya dan keluarga makan Bakmi Mewah. Sejak kehadirannya pada bulan Januari tahun 2016 lalu, saya langsung mencobanya. Terus terang saya penasaran dengan taglinenya “Bakmi Mewah seperti di Restoran mewah”. Saya dan keluarga emang punya restoran mi langganan. Jadi pas liat iklan Bakmi Mewah di tivi saya bilang dalam hati,”Wah…harus dicoba ini. Kalau beneran enak, lumayan kan bisa mengurangi makan mi di restoran. Apalagi seringnya kalau makan mi selalu gerombolan alias rombongan. Bener-bener bisa bikin dompet jebol sebelum waktunya.

Awal coba Bakmi Mewah emang saya duluan yang makan, baru kemudian anak-anak. Nggak sangka  mereka bilang mirip seperti yang di restoran itu…tu… Tau dong, kalau anak-anak  mahluk yang jujur. Saya juga nggak takut ngasih Bakmi Mewah  buat anak-anak, karena tidak mengandung MSG. Meskipun begitu saya tetep menyiasatinya dengan menambahkan sayuran.

Kalau ditanya soal rasa mi nya, jujur aja nih saya nggak tau mi yang kenyal itu gimana. Tapi yang saya dan keluarga rasain Bakmi Mewah  nggak bikin eneg, maksudnya kalau habis makan ya enak. Terus kalau pengen lagi dan lagi ya nggak juga sih. Biar bagaimanapun saya selalu membatasi diri makan mi instan. Cuma aja sekarang stok mi instannya ganti, dari merk lama ke Bakmi Mewah. Harganya gimana ? Buat saya, harga itu relatif kalau mau makan sesuatu yang sehat tentu lebih mahal. Mending mana, murah malah jadi sakit atau mahal tapi sehat. Kalau habis makan malah jadi sakit bukankah itu jadi lebih mahal ? Itu kalau saya loh…

Sebagai pendatang baru di dunia mi instan, Bakmi Mewah nggak cuma menawarkan tagline alias slogan saja. Kemewahannya pertama kali bisa dilihat dari kemasan. Tulisan dengan warna emas ditulis didasar berwarna hitam. Sungguh sebuah perpaduan yang kontras dan elegan. Cara buka kemasannya juga beda dengan mi instan lain. Cukup dengan menggunting bagian sisi yang sudah diberi batas gunting. Di dalam kemasan kita akan menemukan bagian terpenting dari sebuah cita rasa mi. Tiap bagian dibungkus sedemikian rupa sesuai bahannya masing-masing. Uniknya lagi bungkus saos sambalnya menyerupai botol saos. Di sisi lain, ditampilkan cara penyajian yang menurut saya  eksklusif.

Meskipun bukan produk baru, Bakmi Mewah menjadi mi pertama di Indonesia yang menyajikan mi dengan ayam asli. Di sinilah kelebihan Bakmi Mewah, ketika semua mi instan berlomba dalam segi rasa Bakmi Mewah justru tampil beda. Ayam asli dan taburan daun bawang kering benar-benar serupa dengan mi ayam tradisional ala resto. Inilah yang membuat saya kepincut, apalagi kalau malam-malam pas pengen makan mi ayam. Selain itu saya juga ingin menghilangkan rasa bersalah ketika harus makan mi instan pada waktu malam hari.

Hmmm…ternyata banyak banget yak keistimewaan Bakmi Mewah. Satu lagi yang paling penting, sertifikat halal juga tertera pada kemasan. Maaf…semua testimoni ini benar-benar apa yang saya rasa bukan atas desakan pihak sponsor manapun. Lagian emang nggak ada yang sponsorin ko, saya cuma mau berkreasi aja dengan Bakmi Mewah. Akhirnya saya bisa mengangkat derajat Tauco dengan menyandingkannya dengan Bakmi Mewah. Selamat menikmati !

60 Tahun Astra Sokong Kehidupan Bangsa Sejahtera

Siapa sih yang nggak kenal Astra ? Hampir setiap orang, pemilik ataupun pengguna kendaraan bermotor pasti tak asing lagi mendengar kata Astra ? Yup…Astra adalah perusahaan yang mengembangkan diri dalam hal kebutuhan akan kendaraan. Begitupula saya, pertama kali tahu Astra ketika memiliki kendaraan roda dua dengan merk Honda. Motor bebek yang kemudian saya kenal dengan Honda Astrea ini saya beli pada tahun 1989.

Setelah duduk di bangku kuliah tahun sembilan puluhan, saya berganti kendaraan dari roda dua menjadi roda empat. Mengingat saat itu saya harus bekerja sambil kuliah, jadi saya putuskan untuk berganti kendaraan. Kendaraan yang saya pilih  sejenis sedan, yaitu Toyota Corrola warna putih. Meskipun mobil yang dibelikan Bapak tidak baru tapi saya merasa nyaman dengannya. Jadilah Corrola putih ini menjadi teman setia saya pergi kerja dan kuliah.

Sejak saat itulah keluarga saya akrab dengan kendaraan besutan Astra, khususnya merk Honda untuk motor dan Toyota untuk mobil. Alasannya lebih pada masalah irit bahan bakar dan suku cadangnya mudah didapat, apalagi ketika itu belum banyak toko atau bengkel resmi Astra.

Seiring berjalannya waktu, untuk urusan kendaraan sampai saya menikah dan memiliki anak, saya tetap memilih kendaraan di bawah naungan Astra. Mobil keluarga yang saya miliki saat ini Daihatsu Xenia dan Toyota Kijang Innova. Meskipun saya sekeluarga sangat dekat dengan segala produk keluaran Astra, saya benar-benar buta dengan latar belakang dari Astra. Dan, lebih kagetnya lagi ternyata Astra telah memasuki usia ke – 60 tahun. Pikir saya, dari dulu kemana aja— baru tahu kalau Astra sudah cukup lama menjadi pengabdi bangsa ini.

Nah, supaya tidak berkepanjangan dalam kebutaan saya akan mengajak teman-teman untuk Roadshow go to Astra melalui tulisan. Saran saya siapkan saja secangkir kopi kesukaan teman-teman dan sedikit cemilan agar nggak bosen mengikuti roadshow di blog ini.

Oke, are you ready ? Yuk…ah cap cuss…

Tonggak Sejarah Lahirnya Astra

Perjalanan akan diawali dengan menelisik lahirnya Astra. Enam puluh tahun yang lalu, tepatnya tahun 1957 lahirlah sebuah perusahaan dagang bernama PT. Astra International Inc. Dalam kurun waktu dua belas tahun ( 1969 ), Astra sudah menjadi distributor kendaraan Toyota di Indonesia. Jika diumpakan seorang anak manusia, Astra masih terbilang bocah yang masih polos. Namun, berkat kerja keras disertai keuletan dan dedikasi tinggi seorang bocah telah menunjukkan eksistensi dirinya. Oleh karenanya, kepercayaan masyarakat dengan kondisi ekonomi serba pas-pas an—saya lahir tahun 1970, Astra sudah berani menancapkan kakinya di bidang otomotif.

Setapak demi setapak Astra terus bergerak mengembangkan bisnisnya hingga kurun waktu 60 tahun. Banyak pencapaian dan sumbangsih yang diberikan bagi masyarakat dan bangsa. Selama 60 tahun, dalam kiprahnya Astra memiliki tiga nyawa sebagai napas usahanya. Saya mengatakan demikian, karena pada hakekatnya tiga nyawa itulah yang sampai detik ini telah ikut menyokong kehidupan masyarakat dan bangsa secara berkelanjutan. Adapun ke tiga nyawa tersebut adalah :

PRODUK DAN LAYANAN

Cikal bakal berdirinya Astra memang menitik beratkan pada produk dan layanan. Produk dan layanan inilah yang pada akhirnya menjadi jembatan antara owner ( pemilik ) dan customer ( konsumen ). Meskipun titik berat berdirinya Astra pada produk dan layanan, hal ini tidak mengesampingkan tujuan awal. Didasari filosofi para pendiri perusahaan yang berpegang teguh pada Catur Dharma, Astra bertujuan untuk dapat sejahtera bersama bangsa. Dan dari sinilah lahir sebuah komitmen bahwa pelanggan merupakan pemangku kepentingan utama.

Sepanjang perjalanan itulah, Astra telah melahirkan terobosan dan inovasi tiada henti berupa produk dan layanan. Semua hasil tersebut menjadi bukti bahwa Astra tidak akan pernah berhenti untuk selalu Sejahtera Bersama Bangsa. Berikut bukti pencapaian yang telah dilahirkan oleh Astra :

Otomotif menjadi pilihan dagang dari Astra, terbukti selama 12 tahun perjalanannya barulah di tahun 1971, Astra mengembangkan diri dengan mendirikan badan usaha PT. Federal Motor dan PT. Toyota Astra Motor ( TAM ). Kedua perusahaan itu memiliki kapasitas bisnis masing-masing. PT. Federal Motor menjadi agen tunggal untuk sepeda motor merk Honda. Sedangkan PT. Toyota Astra Motor menjadi agen tunggal untuk mobil dengan merk Toyota. Langkah selanjutnya pada tahun 1972, lahir sebuah perusahaan yang mengurusi alat berat seperti tractor maka berdirilah PT. United Tractors.

Setelah United Tractors, kemudian berdiri lagi secara berturut-turut PT. Daihatsu Indonesia, PT. Pantja Motor dan PT. Astra Dian Lestari. Dari beberapa perusahaan otomotif itulah, masyarakat luas mengenal produk-produk keluaran Astra, seperti Toyota, Daihatsu, Isuzu, UD Trucks, Peugeot dan BMW. Sekalipun kita tidak memilikinya secara pribadi, minimal kita tahu bahwa mobil-mobil yang lalau lalang di jalan raya itu merupakan produk andalan Astra.

Hmmm…mungkin masih banyak juga yang ingat dengan sebutan mobil keluarga. Di mana dalam iklannya digambarkan mobil yang bisa mengangkut semua anggota keluarga. Ada Nenek, Kakek, Ayah, Ibu, Om dan Tante semua bisa ikut naik mobil. Nah, mobil bernama Kijang tersebut diluncurkan Astra pada tahun 1981 sebagai mobil keluarga. Belum lengkap rasanya mengeluarkan jenis kendaraan tanpa mengadakan komponennya. Melalui Astra Otoparts semua komponen kebutuhan kendaraan tersebut disediakan. Suku cadang yang disediakan juga asli bukan abal-abal dan hanya tersedia di bengkel resmi Astra. Di bawah naungan PT. Astra Dian Lestari semua komponen kendaraan itu disediakan dengan kondisi baik dan terjamin keasliannya.

Tidak berhenti pada bisnis otomotif saja, Astra juga mulai mengepakkan sayapnya pada jasa keuangan. Sebut saja ada Astra Credit Company ( ACC ), Toyota Astra Finance untuk pembiayaan mobil dan FIF Group untuk motor. Di sini Astra ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mencicipi hasil olahan Astra. Maklum karena beli kendaraannya dengan cara mencicil, jadi masih dalam taraf icip-icip dan belum dimiliki sepenuhnya.

Begitu pula dengan pengusaha tambang, mereka dibantu oleh Surya Artha Nusantara Finance dan Komatsu Astra Finance untuk pengadaan alat berat. Sebagaimana kita ketahui, dalam beberapa tahun ini usaha tambang menjadi usaha yang sangat menjanjikan. Alat berat seperti truck, bulldozer dan mesin pengeruk menjadi alat yang digunakan dalam usaha tersebut. Demi meringankan pengusaha tambang, Astra memberikan dukungan dengan system kredit buat kebutuhan alat-alat berat. Dengan begitu bagi pengusaha tambang yang modalnya pas-pas an masih bisa menjalankan usaha tambangnya. Sinergi usaha yang baik ini semata-mata dijalankan sebagai cerminan dari Catur Dharma ke tiga yaitu menghargai individu dan membina kerjasama.

Selain itu bagi masyarakat umum, jangan takut nggak kebagian jasa keuangan Astra. Karenanya Astra mengeluarkan produk asuransi bernama Astra Life dan Asuransi Astra. Di mana dewasa ini, asuransi atau proteksi diri sudah menjadi kebutuhan primer karena menyangkut kesehatan dan keselamatan diri. Masyarakat juga semakin cerdas dalam menyikapi kebutuhan akan dirinya sendiri. Bersikap bijak, dewasa dan mandiri menjadi symbol masyarakat urban yang selalu tidak ingin menyusahkan orang lain dan menyerahkannya pada pihak ketiga dalam hal ini asuransi.

Produk jasa keuangan lain yang tak kalah dekat dengan masyarakat adalah perbankan. Melalui Permata Bank, Astra meluncurkan aneka produk perbankan yang bersaing dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Bukan hanya Permata Bank saja, dalam hal pembiayaan untuk masyarakat, tahun 1982 Astra juga mendirikan PT. Raharja Sedaya yang berfungsi sebagai kredit konsumen. Semua jasa keuangan Astra ini benar-benar dipersembahkan bagi kebutuhan masyarakat luas dari semua lapisan, tanpa kecuali. Dari sini Astra memegang niat kuat untuk melaksanakan filosofi Catur Dharma yang ke dua memberikan pelayanan terbaik pada pelanggan.

Ibarat seorang petualang sejati, pengembaraan bisnis Astra semakin jauh melangkah. Namun begitu, bukan meninggalkan komitmen awal tapi justru keberhasilan bisnis otomotif dan jasa keuangan memacu untuk berbuat lebih. Alhasil, memasuki 26 tahun perjalanannya lebih tepatnya lagi pada tahun 1983 Astra mendirikan PT. Astra Agro Niaga sebagai cikal bakal PT. Astra Agro Lestari. Perusahaan yang menitik beratkan pada sektor agribisnis ini telah mengembangkan bisnis kelapa sawit terbesar dan terintegrasi di Indonesia.

Perjalanan kelapa sawit Astra tidak sepedih seperti sawit-sawit lainnya. Hal ini terbukti, hingga pada akhir tahun 2013 PT. Astra Agro Lestari, Tbk telah mencatatkan nilai positif di Bursa Efek Indonesia dengan kepemilikan saham sebesar 79,7%. Artinya bisnis sawit yang dikelola oleh Astra Agro Lestari telah menunjukkan nilai kapitalisasi pasar senilai 39,5 Triliun rupiah. Dari pencapaian ini yang patut kita catat adalah besarnya pajak dari nilai kapitalisasi tersebut. Sungguh sebuah pemasukan buat negara yang patut diapresiasi setinggi mungkin. Saya jadi tahu beginilah cara Astra memberikan sumbangsihnya pada bangsa ini.

Sumbangsih lain yang dipersembahkan Astra yaitu berkecimpung dalam bisnis pertambangan. Sebagaimana banyak dirilis melalui pemberitaan, bahwa tiga tahun belakangan ini usaha tambang batu bara sedang mengalami masa surut. Akan tetapi berkat komitmen yang tangguh dari Astra, maka PT. United Tractors melahirkan sebuah anak perusahaan bernama PT. Pamapersada Nusantara ( PAMA ). Sebagai kontraktor penambangan toh nyatanya PAMA berhasil menepis masa surut tersebut dengan memberikan kontribusi pendapatan yang terus meningkat.

Saat ini PAMA mengendalikan 14 perusahaan pemegang konsesi tambang skala menengah dan atas ternama di tanah air. Dalam bisnis berkelanjtannya PAMA menawarkan jasa penambangan kelas dunia yang mencakup :

• Rancang tambang

• Eksplorasi

• Pembangunan infrastruktur

• Penambangan

• Pengangkutan

• Barging dan loading

Untuk menjalankan penambangan tersebut PAMA menyediakan 3.311 unit alat berat seperti : bulldozer, excavator dan shovel, dump truck, prime mover, wheel loader dan motor grader. Sumbangsih yang diberikan oleh PAMA bukan hanya pemasukan materi saja tapi juga penyerapan tenaga kerja ahli yang tersebar di seluruh wilayah konsesi batu bara di seluruh Nusantara. Dengan begitu kendati dunia batu bara sedang lesu, tapi hal itu tidak berlaku buat Astra. Malah sebaliknya Astra terus memecut diri untuk tetap bisa eksis di dunia tambang dan berusaha untuk konsisten menyokong kehidupan bangsa.

Infrastruktur menjadi bagian pembangunan yang teramat penting bagi pertumbuhan ekonomi Nasional. Hal itu membuka peluang para pebisnis dalam bidang infrastruktur untuk ikut serta dalam pembangunannya. Begitu pula Astra, di bawah bendera PT. Astratel Nusantara telah membidik usaha infrastruktur dengan mengakuisisi saham PT. Marga Mandala Sakti ( MMS ) sebesar 34 %.

Salah satu bukti dari hasil bidikan itu yaitu Jalan Tol Tangerang – Merak sepanjang 72,4 km. Jalan tol ini menjadi jalan tol terpanjang di Indonesia yang dimiliki oleh swasta merupakan bagian dari jaringan jalan tol Trans Jawa. Secara langsung MMS telah mendukung pertumbuhan perekonomian provinsi Banten, begitupula dengan beberapa daerah lain.

Jika ada yang  pernah membeli mobil bekas di Mobil 88 berarti Anda telah datang ke tempat yang tepat. Mobil 88 ini menjadi usaha bisnis transportasi Astra di bawah payung PT. Sera Auto Raya. Selain mobil bekas yang telah disinyalir memberikan laba sebesar 41,2 % sehingga  menambah laba bersih sekitar 301 milyar pada tahun 2012. Sedangkan secara keseluruhan perolehan laba bersih dari SERA adalah 6,3 Triliun, naik dari tahun sebelumnya.

Dunia semakin berkembang, tak dapat dipungkiri lagi bahwa jaman sudah semakin melaju dengan cepat. Kehadiran Teknologi Informasi tak dapat terbendung, untuk kesekian kalinya Astra melalui PT. Astra Graphia, Tbk di mana Astra memiliki 76,9 % sahamnya turut serta dalam bisnis berbasis Document, Information & Communication Technology ( DICT ). Hal ini diakui karena pada tahun 2010 Astra Graphia telah meluncurkan mesin cetak/printer multifungsi yang ramah lingkungan bernama Fuji Xerox Color, sebagai sarana pendukung perkantoran.

Astra Graphia berperan  dalam pengelolaan informasi dan komunikasi digital berupa pengadaan gadget, notebook, server, network, perangkat lunak dan sistem operasi. Kegiatan bisnis ini sekaligus membuktikan bahwa Astra tidak melulu berkutat di bidang otomotif, sebagaimana yang sudah tebentuk di mata masyarakat.

Tak mau ketinggalan, Astra juga mengepakkan sayap usahanya dalam bidang properti di mana pada saat ini bisnis properti sedang naik daun.  Bukankah pertumbuhan properti itu seiring dengan laju bertambahnya penduduk ? Dengan begitu properti selalu menjadi kebutuhan yang tak bisa dikesampingkan. Melalui 5 anak perusahaannya, Astra telah ikut andil dalam pembangunan properti di bumi persada ini.

Kiprah Astra dalam perjalanan bisnisnya sudah tidak diragukan lagi, sampai sekarang Astra memiliki 200 anak perusahaan. Berapa banyak sumbangsih berupa pajak yang sudah diberikan pada bangsa ini. Bahkan kiprahnya itu tidak akan pernah berhenti sekalipun bangsa ini sudah berkecukupan. Pantas rasanya jika saya menyimpulkan bahwa Astra memiliki tiga nyawa. Perjalanan masih belum berakhir, kali ini saya akan ajak teman-teman untuk menyelami nyawa ke dua Astra.

KIPRAH 60 TAHUN ASTRA

SUMBER DAYA MANUSIA

Saya ingin melempar satu pertanyaan, apa sih yang bisa menggerakkan roda bisnis Astra ? Jawabnya mudah saja, Sumber Daya Manusia alias SDM. Astra telah menjadikan SDM sebagai aset utama yang memegang peranan penting bagi pencapaian kinerja perusahaan. Dengan kata lain, Astra sangat menghargai jerih payah setiap SDM yang berada di bawah perusahaannya. Merekalah penggerak roda bisnis tanpa mereka maka roda tidak akan berputar bahkan bisa berhenti. Melihat kenyataan yang demikian Astra berkomitmen untuk menjunjung tinggi setiap kerja dan keahlian para SDM nya. Salah satunya dengan menyelenggarakan Innov Astra, sebuah ajang tahunan untuk menghargai kemampuan berinovasi seluruh insan Astra di seluruh Tanah Air.

Diawali dengan didirikannya Astra Executive Training Centre ( AETC ) pada tahun 1989, sebagai wadah penggemblengan SDM. Astra menganggap hal ini penting karena pertumbuhan memerlukan SDM yang unggul dan berkelanjutan dengan didukung alih kaderisasi dan alih kepemimpinan. Dalam setiap perusahaan, peralihan tongkat estafet kepemimpinan menjadi sesuatu yang wajib dilakukan, dan Astra menginginkan pergantian itu dengan mulus. Disebabkan oleh hal itu maka Astra mendirikan AETC yang kemudian berubah nama menjadi Astra Management Development Institute pada tahun 1993. Perubahan nama ini juga bukan tanpa dasar, mengingat ilmu dan keahlian itu berjalan berdampingan. Maka dengan perubahan nama tersebut diharapkan akan lahir tenaga ahli yang berkompeten di bidangnya.

Tahun 1995 Astra memiliki POLTEK Manufaktur yang menyediakan pendidikan formal setingkat diploma di bidang manufaktur. Tentu saja ini juga merupakan komitmen Astra dalam mendukung keahlian kerja untuk menghasilkan produk bermutu. Komitmen ini tidakberhenti sampai di situ saja, tahun 2001 Astra juga menerbitkan panduan dalam etika bisnis dn etika kerja. Di mana kesemua itu mencangkup pada bidang yang sama agar semua dapat bersinergi. Bukankah kita semua tahu bahwa banyak sekali hubungan kerja terputus hanya gara-gara masalah sepele yaitu minimnya etika. Jadi sejak jauh-jauh hari Astra sudah mempersiapkan semuanya dengan matang agar hubungan antar karyawan dan klien terbina dengan baik.

Klik untuk memperbesar gambar

Harapannya tentu saja ada Astra menginginkan karyawan yang menjadi bagian dari roda bisnisnya dapat menajamkan pendidikan, mengelola talenta dan membangkitkan empowerment atau prestasi bekerja. Dengan begitu tujuan Astra untuk menghasilkan produk-produk yang sanggup bersaing bukan hanya dalam kancah lokal saja, tapi juga berani menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN dapat terwujud. Produk yang dijanjikan selalu unggul, terbaik dan terdepan karena didukung oleh karyawan dengan kemampuan dan ahli di bidangnya. Berkenaan dengan itu, Astra juga tidak menutup mata atas prestasi atau bahkan kesejahteraan para karyawannya yang sampai pada tahun 2015 telah mencapai angka 200 ribu lebih.

Hubungan antara perusahaan dan karyawan selalu dipegang erat oleh Astra dengan memenuhi peraturan serta persyaratan sesuai peraturan yang berlaku. Untuk memenuhi kondisi itu Astra menerbitkan AIRSI yaitu Astra Industrial Relation Strategic Initiatives. AIRSI berfungsi untuk memberikan solusi secara tepat, cepat dan saling menguntungkan jika terjadi sesuatu hubungan yang buruk antara perusahaan dan karyawan.

Masih soal kesejahteraan, Astra juga menerapkan sistem 3P yaitu : Pay for position, Pay for person dan Pay for performance. Kebijakan ini didasari oleh evaluasi kinerja yang dilaksanakan secara periodik kepada karyawan. Demi kesejahteraan karyawannya pula didirikanlah Koperasi Astra International ( KAI ) tahun 1990 ditujukan untuk menyediakan fasilitas simpan pinjam bagi karyawan. Bentuk manfaat lain selain untuk simpan pinjam yaitu memberikan beasiswa bagi anak karyawan.

Kesejahteraan karyawan masih terus berlanjut sampai memasuki masa Purna Bakti. Melalui Dana Pensiun Astra memberikan jaminan hari tua dan BPJS yang diselenggarakan oleh Pemerintah. Bagi para keluarganya Astra selalu mengadakan acara gathering yang melibatkan seluruh karyawan dan keluarganya. Beberapa acara lain adalah Pekan olah raga dan seni, Partnership Expedition, Family Day  juga tidak luput dari perhatian Astra. Acara tersebut selain mempererat hubungan antar karyawan Astra juga menjadi ajang pencarian bakat, terutama di Pekan olah raga dan seni. Tak ada kata lain selain begitu besar perhatian Astra terhadap karyawan beserta keluarganya.

Teman-teman Roadshow go Astra akan segera berakhir,  saya telah membuka sepak terjang Astra selama 60 tahun. Bukan tentang suka duka perjalanan bisnis, tapi kegigihan, keuletan yang didasari oleh niat pada Catur Dharma Astra telah membuktikan bahwa bisnis sesungguhnya harus dapat menyokong kehidupan Bangsa Sejahtera. Meskipun sejak awal lahir tidak terbersit sedikitpun tentang itu. Tapi Astra merasa bahwa bumi yang dipijak tempat menjalankan bisnis ini merupakan Bumi Indonesia. Setiap orang atau badan atau lembaga apapun bentuknya secara naluri harus memiliki sumbangsih kepada Bumi Persada ini. Perjalanan terakhir dari roadshow ini saya ingin mengetahui nyawa Astra yang ketiga tentang kontribusi sosial Astra. Berikut kiprahnya….

KONTRIBUSI SOSIAL ( CSR )

Sejak awal berdiri Astra menyadari betul bahwa bisnis yang dijalankannya berada di Bumi Persada bernama Indonesia. Jadi tidak ada alasan untuk tidak menyokong pembangunan dan kemajuannya. Bangsa yang memiliki keaneka ragaman budaya, suku, agama dan pemikiran ini sayang kalau sampai tidak didukung kemajuannya demi kesejahteraan masyarakat. Sadar pula bahwa Astra bisa menjadi besar seperti sekarang ini karena berpijak di Indonesia, dan tak terbayangkan jika berpijak di negara lain.

Atas dasar itulah maka Astra berkomitmen ikut serta berkontribusi bagi masyarakat dan lingkungan serta bertanggung jawab kepada karyawan. Semua dilakukan Astra dengan cara menciptakan keseimbangan antara kepentingan bisnis, sosial dan lingkungan. Dengan melakukan pendekatan yang terintegrasi dari 4 pilar CSR Astra ( Pendidikan, Kewirausahaan, Lingkungan dan Kesehatan ) Astra berkeinginan kuat agar keseimbangan  dapat terwujud.

Sepanjang perjalanan bisnisnya Astra telah mendirikan 9 yayasan yang merangkul seluruh pemangku kepentingan menjalankan program tanggung jawab sosial. Yayasan ini didirikan sebagai wadah koordinasi dalam merencanakan dan melaksanakan program CSR agar dapat memaksimalkan manfaat yang dihasilkan.

Saya merasakan minimnya fasilitas sekolah seperti buku dan alat-alat peraga pendidikan diawal memasuki dunia pendidikan Sekolah Dasar tahun 1977. Jangankan untuk Sains dan Teknologi, perpustakaan lengkap aja masih sebuah bayang-bayang. Padahal tahun 1974 Astra sudah mendirikan Yayasan Toyota dan Astra ( YTA ) yang mendedikasikan diri pada bidang pendidikan. Mungkin juga pada saat itu Astra masih sulit menjangkau tempat saya belajar. Sekarang saya jadi tahu bahwa sebenarnya Astra tidak tinggal diam mengetahui dunia pendidikan Indonesia yang masih minim dengan sarana dan prasarana.

Melalui yayasan pendidikan lainnya, Astra memberikan banyak program beasiswa sebut saja ada Yayasan Astra Bina Ilmu dan Yayasan Astra Honda Motor ( YAHM ). Bahkan YAHM selain memberikan program beasiswa juga memberikan praktek tentang Safety Riding Campaign. Tahun 2001 melalui Yayasan Amaliah Astra ( YMA ) membangun masyarakat luas di bidang IQ, EQ dan SQ. YMA juga membidik bidang sosial agama khususnya bagi agama Islam. Di bawah naungan Masjid Astra, mengembangakn dan membina calon pemimpin agama melalui Astra Mubaligh Development Program.

Selain bidang pendidikan, Astra CSR juga melakukan pengembangan kewirausahaan di bawah Yayasan Dharma Bakti Astra. Yayasan ini membantu para pelaku wirausaha kecil dan mengah. Sampailah pada program bernama SATU ( Semangat Astra Terpadu Untuk ) Indonesia yang sudah ke – 8 kalinya di gelar.  Maksud dari program ini yaitu ingin menemukan anak bangsa yang penuh inovasi dan mandiri.   Program ini juga menjadi payung buat seluruh kegiatan tanggung jawab sosial. Tujuan dari program ini adalah untuk membangun semangat kebangsaan dan persatuan demi pembangunan bangsa.

Astra juga selalu terdepan dalam menjaga pelestarian lingkungan hidup. Melalui gerakan Go Greennya, Astra mengajak seluruh karyawan untuk menanam satu pohon satu karyawan, sehingga berhasil menanam 116.807 pohon. Masih ada lagi pelestarian yang dicanangkan oleh Astra, yaitu menanam 550.000 pohon di Eco Edu Forest  Bogor.

Dari tabel di atas, saya bisa menyimpulkan betapa pedulinya Astra terhadap masyarakat dan bangsa ini. Astra sadar bahwa negri ini sedang membutuhkan bantuan dan berharap  bantuan itu berasal dari golongan pebisnis. Dan Astra telah melakukannya selama 60 tahun perjalanan bisnisnya. Astra telah ikut andil memberikan sumbangsihnya. Seperti sudah diramalkan bahwa bangsa ini masih membutuhkan bantuan  agar bisa mencapai  hidup berkualitas. Sungguh bukan sebuah pencapaian yang mudah selama 60 – tahun perjalanan. Semoga apa yang dilakukan Astra menjadi contoh bagi perusahaan lainnya untuk menyokong bangsa ini.

SWAM Expo 2016, Seminar Dan Wisata Kecantikan Bertaraf Internasional

Dua minggu berada di rumah sakit rasanya cukup membuat saya ‘butuh piknik’. Sebagus-bagusnya ruang kamar perawatan tetep aja yang namanya rumah sakit tuh nggak enak. Beda ketika nginep di hotel atau villa. Meskipun fasilitas kamarnya nggak jauh beda tapi ada rasa gimana gitu, karena kita sedang sakit. Pengalaman saya yang sering banget harus berada di kamar rawat—hampir dua tiga kali suami rawat inap, membuat saya butuh pinik. Ya, setiap kali pulang dari rawat inap saya selalu pergi piknik alias wisata.

Wisatanya juga macem-macem, kebanyakan kulineran terus bermalam di hotel yang nyaman dengan nuansa alam. Tapi nyatanya toh saya merasa bosan juga dengan wisata yang itu itu terus. Saya ingin sesekali wisata dengan sentuhan berbeda dari biasanya. Lama berpikir kira-kira wisata apa ya, yang nggak bosenin dan ada pengalaman lain.

Setelah sampai di rumah, sepulang dari rumah sakit saya membuka instagram. Sambil jari terus scroll ke atas dan ke bawah, pas ada salah satu follower yang ngeshare info tentang SWAM EXPO 2016. Penasaran dengan Exponya saya pun meluncur ke instagram yang dimention di situ. Ternyata akan ada perhelatan berskala International yang  digelar di Jakarta. Tepatnya sih di ICE-BSD Serpong, Tangerang Selatan. Makin penasaran dengan ajang tersebut saya terus melihat-lihat beberapa flyer yang sudah dishare di akun @swamexpo dan @abexpoid.

Pasti kamu penasaran juga kan dengan SWAM EXPO 2016, apaan sih ? Sama saya juga penasaran, nah daripada kita pada kepo berikut hasil pantauan saya dari ke dua akun instagram tersebut.

Apa itu SWAM EXPO 2016 ?

SWAM kepanjangan dari Seminar & Workshop Aesthetic in Medicine, yang akan menjadi ajang bertemunya 2000 dokter spesialis dibidang kecantikan. Salah satu spesialisasi dari kecantikan itu sendiri adalah anti aging. Bagi sebagian besar perempuan mungkin kedengarannya sudah tidak asing lagi, tapi tidak dengan laki-laki ? Anti aging adalah salah satu cara untuk menunda penuaan pada wajah, biasanya sih yang repot perempuan. Maklum, namanya juga perempuan naluri untuk selalu tampil cantik dan prima terus menggebu.

swam1

Oh ya terus 2000 dokter itu mau ngapain aja sih, mereka ingin menambah ilmu dengan belajar serta meningkatkan knowledges juga skill mereka dalam hal anti aging – estetika. Terus terang, ini benar-benar menjadi berita baru bagi saya. Bukan apa-apa sekalipun saya tidak berprofesi sebagai dokter tapi ini menjadi ilmu buat saya sebagai user dari produk kecantikan.  Dengan kata lain, kita bisa mengetahui tentang produk kecantikan agar tidak terjadi hal-hal menyeramkan. Atau lebih khususnya lagi, kita bisa jadi tahu soal seluk beluk anti aging yang lebih terarah. Bukankah sudah banyak terjadi kasus-kasus penggunaan produk kecantikan yang bukannya jadi cantik malah sebaliknya. Saat ini rasanya sudah sepantasnya para perempuan terutama, untuk lebih tahu lagi tentang produk kosmetik. Bukankah perempuan mahluk yang paling banyak menggunakan produk kecantikan ?

Nah, sekarang apa hubungannya antara wisata dan kecantikan. Di sinilah uniknya, SWAM Expo Aesthetic Beauty 2016 ini bukan hanya menggelar seminar dan workshop untuk dokter saja. Bahkan masyarakat umum juga akan dilibatkan dalam beberapa acara, seperti misalnya pameran, kompetisi tata rias dan senam zumba. Selain itu akan ada talkshow yang diisi oleh para ahli kecantikan dalam dan luar negeri. Dengan kata lain, expo ini juga terbuka untuk umum, bahkan kabarnya akan dihadiri oleh sekitar 10 ribu orang.

swam2

Karena ajang ini bertaraf International, tentu saja yang datang juga dari mancanegara. Selain untuk menambah wawasan tentang anti aging dan kecantikan,  SWAM Expo Aesthetic Beauty ini juga bisa menjadi tujuan wisata loh. Seperti saya bilang tadi, rasanya pengen deh wisata yang berbeda. Ternyata SWAM Expo Aesthetic Beauty ini bisa menjadi alternative tujuan wisata. Supaya nggak ketinggalan, catet nih tanggalnya yaitu dari tanggal 2 sampai 4 Desember 2016.

Wisata sambil menimba ilmu kecantikan ? Hmmm… keknya keren deh, kapan lagi bisa menjajal wisata sekaligus belajar tentang kecantikan dan anti aging estetika. Bahkan kabarnya acara ini juga akan dibanjiri oleh artis-artis lokal yang sudah mulai merambah bisnis kecantikan. Karena saya bukan type orang yang suka nonton gossip di tivi, jadi saya cuma angguk-angguk aja saat disebutin artisnya. Dan yang paling asyik acara ini gratis loh tanpa dipungut biaya tiket, wah…wah jadi makin nggak sabar deh untuk dateng.

swam3

Untuk acara detailnya bisa kunjungi fanpagenya SWAM  Aesthetic Beauty Expo

Peluang Dan Tantangan Indonesia South Sea Pearl

Tak dapat dipungkiri lagi bahwa kita tinggal di negara kepulauan terbesar di dunia. Keadaan geografis ini menjadikan Indonesia memiliki garis pantai terpanjang nomor dua setelah Kanada. Garis pantai  sepanjang 54.716 kilometer menjadikan Indonesia memiliki laut yang amat luas. Luas lautnya sendiri sekitar 70% dari luas daratan yaitu 5,8 juta kilometer. Rasanya sangat tepat bila kemudian Indonesia dikenal dengan julukan negara maritim.

Julukan negara maritim menjadi anugrah tersendiri bagi Indonesia, karena di dalamnya terkandung harta melimpah. Hasil laut berupa ikan, tambang dan panorama bawah laut menjadi kekayaan yang sangat bernilai. Bangga bercampur sedih, karena ternyata anugrah ini tidak bisa dikelola dengan baik.  Jika saja kita bisa mengelolanya dengan baik, maka hajat hidup orang banyak akan tercukupi. Sayangnya perilaku semacam itu bagai panggang jauh dari api. Pencurian ikan yang dilakukan oleh kapal-kapal asing terjadi hampir di seluruh laut Indonesia. Hasil tambang minyak lebih santer ributnya ketimbang eksplorasinya. Begitupula dengan panorama bawah laut dan tak mau ketinggalan si cantik putih berkilat, mutiara.

ipf6
Koleksi pribadi

Hmmm…mendengar kata mutiara, naluri kewanitaan saya langsung bergairah, ingatan saya adalah perhiasan. Wanita mana sih yang kalbunya nggak terusik mendengar perhiasan, apalagi berbalut mutiara. Eh, tapi ngomong-ngomong apa kabar dengan mutiara ? Rasanya hampir beberapa tahun ini saya tidak lagi mendengar kabar mutiara, apalagi mutiara Laut Selatan. Apakah dia sudah menghilang dari negri ini ? Atau sudah pindah kewarganegaraan gitu ? Ah, daripada kebanyakan pertanyaan mendingan kita cari tahu  jawabannya.

Rabu, 12 Oktober 2016 saya berkesempatan menghadiri acara Pre-Event 6thIndonesian Pearl Festival 2016. Acara yang akan diadakan pada tanggal 9-13 November mendatang ini sebagai salah satu upaya untuk lebih mengenalkan lagi mutiara pada khalayak. Loh kok bisa begitu ? Ya, karena selama ini kita tidak mengenal mutiara dengan baik bahkan merasa memilikinya pun tidak. Perilaku inilah yang akhirnya menjadikan mutiara tidak terkenal lagi di negrinya sendiri tapi lebih kesohor di negri orang. Selain itu acara ini juga sebagai tempat ajang bertemunya pebisnis mutiara dan kolektor. Di mana kedua belah pihak bisa bersinergi dalam dunia bisnis maupun kecintaan pada mutiara Laut Selatan.

ipf4

Padahal, menurut data perdagangan mutiara di dunia Indonesia menjadi produsen terbesar, sebanyak 70%.  Selain menjadi produsen terbesar, Indonesia juga menjadi penghasil mutiara terbaik karena unggul dalam kualitas. Mutiara terbaik yang terkenal itu, berasal dari daerah Lombok, NTB dan dikenal dengan nama Mutiara Laut Selatan. Masyarakat dunia mengenalnya dengan  Indonesian South Sea Pearl disingkat menjadi  ISSP. Ciri-ciri South Sea Pearl dari Indonesia yaitu warnanya keputihan kemilau seperti emas, warna tidak pudar sepanjang masa, nacrenya lebih tebal dan bentuknya bulat utuh serta licin.

Pada kesempatan yang sama, Mentri Kelautan dan Perikanan Ibu Susi Pudjiastuti mengatakan, bahwa beliau tahu tentang kualitas mutiara Laut Selatan justru dari orang Amerika. Pernyataan Bu Susi ini karuan membuat semua undangan yang hadir terkejut, tanpa kecuali saya.  Ternyata judul lagu tentang mutiara yang hilang itu benar adanya. Pertanyaannya adalah kemanakah mutiara Laut Selatan Indonesia itu ?

ipf1

Sebatas yang saya tahu harga mutiara itu mahal, sangat mahal malah. Alih-alih, masyarakat Indonesia masih lebih memilih beli beras ketimbang beli mutiara. Karena itu mutiara hanya dimiliki oleh segelintir orang saja alias mereka yang berlebih secara ekonomi.   Mungkin hal ini yang menjadi penyebabnya atau mungkin salah satu penyebab mutiara mahal. Melihat kenyataan tersebut, saya jadi penasaran ingin tahu lebih banyak tentang mutiara yang hilang itu.

 Indonesia Penghasil Mutiara Laut Selatan Terbesar

Sejak tahun 2005 Indonesia menjadi negara penghasil mutiara terbesar dunia. Hal tersebut didasarkan pada hasil mutiara Laut Selatan Indonesia merupakan yang terbaik di kelasnya. Bentuk mutiara yang  sempurna  dapat terlihat pada saat diambil secara langsung dari cangkang tiram mutiara Laut Selatan. Lebih uniknya lagi, cangkang tiram mutiara yang dimiliki oleh Indonesia merupakan terlangka dan terbesar di dunia. Jadi hanya Indonesia satu-satunya negara yang memiliki tiram mutiara tersebut. Akan tetapi saat ini, ada beberapa negara lain yang juga memiliki tiram serupa hanya saja mereka tidak memiliki perairan seluas Indonesia. Beberapa negara yang memiliki tiram bernama ilmiah Pinctada Maxima ini adalah Myanmar, Filipina dan Australia jadi sekalipun mereka akan membudidayakan pasti sangat terbatas.

Tiram Pinctada Maxima ini ukurannya cukup besar sekitar 8 sampai 22 centimeter dan memiliki dua  warna bibir yaitu putih atau emas. Karena tiram mutiara ini besar, maka jenis mutiara yang dihasilkannya juga besar, yaitu berukuran 10 – 14 milimeter. Dengan begitu peluang Indonesia untuk menjadi negara penghasil  South Sea Pearl kualitas unggul sangat terbuka lebar.

issp4
South Sea Pearl ( dok. originalmutiara.com )

Mutiara South Sea Pearl  memiliki tiga warna yaitu putih, krem dan emas, di mana kesemuanya memiliki keindahan yang luar biasa. Tiram Pinctada Maxima banyak terdapat di Lombok, Kepulauan Indonesia Timur dan sedikit di beberapa wilayah lain seperti perairan hangat Australia, Filipina dan Burma. Tiram mutiara ini bisa dikatakan sudah langka dan memiliki kepekaan lebih tajam dari tiram lainnya. Bahkan ada yang mengatakan bahwa budidaya tiram ini jauh lebih sulit ketimbang tiram biasa.

Selain sulit, tiram ini juga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan satu butir mutiara, sekitar 2 – 4 tahun. Sifatnya yang peka dan selektif menerima setiap rangsangan dari luar yang masuk membuat tiram berhati-hati. Kalau boleh saya menamakan, tiram ini bisa dijuluki tiram eksklusif, tidak bisa sembarangan plankton masuk ke dalam tiram. Padahal plankton itu sendiri merupakan makanan bagi si tiram, artinya lebih selektif dalam memilih makanan. Jadi wajar rasanya kalau mutiara yang dihasilkan lama dan harganya  sangat mahal dibanding mutiara jenis lainnya.

ipf5
Koleksi pribadi

Selain mutiara Laut Selatan masih ada beberapa jenis mutiara lagi, yaitu :

  • Mutiara Akoya, diberi nama sesuai dengan bentuknya yang kecil dalam bahasa Jepang Akoya artinya kecil, terdapat di perairan dingin Kepulauan Jepang. Berukuran kecil, mulai dari 2 – 6 milimeter kebanyakan berwarna putih, tapi ada juga krem, pink dan emas. Meskipun kesohorannya masih di bawah mutiara Laut Selatan, mutiara Akoya dianggap salah satu mutiara terbaik dan cukup populer di dunia.
  • Mutiara Tahiti atau Tahitian, diberi nama sesuai dari tempatnya berasal yaitu Kepulauan Tropis Tahiti. Namun belakangan ini mutiara Tahiti sudah bisa dibudidaya di tempat lain seperti Kepulauan Cook dan wilayah sekitar Pasifik Selatan. Memiliki ukuran lebih besar dari mutiara Akoya, karena tiramnya juga besar ukuran mutiaranya 10 – 14 milimeter. Dari warnanya mutiara Tahiti berbeda dari dua mutiara sebelumnya, dominan pada warna kehitaman hal ini dikarenakan adanya warna hitam dari bibir tiramnya. Selain hitam, mutiara Tahiti memiliki warna lain, yaitu kebiruan, keunguan atau kehijauan.

 

issp3
Black Tahitian Pearl ( dok.missjoaquim.com )
  • Mutiara Air Tawar, mutiara air tawar adalah mutiara yang tumbuh dalam lingkungan non garam, tiramnya hidup di air tawar. Bentuk mutiara yang dihasilkan dari budidaya tiram air tawar ini jarang sekali berbentuk bulat utuh, melainkan oval atau baroque ( tidak teratur ). Bahkan tidak jarang seringkali ditemui dengan bentuk seperti siput atau sayap, padahal bentuk mutiara air tawar Lombok yang hampir bulat adalah bentuk yang paling banyak diminati.
issp1
Mutiara air tawar ( dok.missjoaquim.com )

Karena ukurann tiramnya relatif lebih kecil dibanding tiram air laut, maka mutiara yang dihasilkan juga kecil ukurannya hanya 6 sampai 8 milimeter. Sepintas mutiara air tawar terlihat lebih mirip dengan mutiara Akoya, mutiara air tawar yang berkualitas baik disertai  harga terjangkau menjadi paling disukai oleh pasaran saat ini. Di samping itu mutiara ini memiliki warna cukup banyak yaitu, lavender, pink, peach, abu dan hitam. Sebagai pengetahuan aja mutiara dijual layaknya mas, yaitu dalam bentuk gram, satu gram mutiara asli harganya berkisar antara 300.000 sampai 500.000 rupiah. Sedangkan untuk mutiara South Sea Pearl bisa sekitar 5 juta per gramnya, kebayangkan harganya yang sepuluh kali lipat dari mutiara biasa ? Harga mutiara didasarkan pada beberapa faktor, salah satunya berdasarkan gradenya. Ada lima hal yang menjadi patokan dalam menentukan grade sebutir mutiara, yaitu :

  1. Luster ( kilau )
  2. Shape ( bentuk )
  3. Nacre ( lapisan warna )
  4. Surface ( permukaan )
  5. Size ( ukuran )

Kelebihan Mutiara South Sea Pearl

Sebenarnya untuk saat ini mutiara yang benar-benar dihasilkan oleh proses alami di Laut Selatan sudah sulit ditemukan. Jadi mutiara yang beredar saat ini merupakan hasil budidaya dari peternakan-peternakan mutiara. Daerah terbesar dari pembudidaya mutiara Laut Selatan berada di lombok, Bali, Sumbawa, Maluku dan Papua. Daerah-daerah tersebut merupakan habitat dari tiram Pinctada Maxima, yaitu laut tropis yang hangat. Selain merupakan perairan  hangat, di perairan ini pula banyak hidup plankton-plankton yang mejadi makanan tiram Pinctada Maxima.

Pesona mutiara Laut Selatan memang tak tertandingi karena memiliki banyak kelebihan, yaitu memiliki nacre alami yang tebal dan megah. Kilau yang dihasilkan oleh mutiara Laut Selatan juga bersinar tiada bandingnya, cahayanya lembut dan bernada sejuk dalam pancaran cahaya berbeda-beda. Di situlah letak kelebihan dari mutiara Laut Selatan yang tidak dimiliki oleh mutiara dari daerah perairan lainnya.

Peluang Ekspor Mutiara Laut Selatan

Seperti sudah disinggung di atas soal kebutuhan mutiara dunia, Indonesia masih menguasainya sehingga menempati posisi teratas. Akan tetapi sekalipun sudah menduduki posisi teratas, faktanya kebutuhan mutiara dunia masih belum tercukupi. Bayangkan saja, dari 120 ton permintaan mutiara dunia, Indonesia hanya bisa memenuhi separonya saja. Padahal mutiara Indonesia memiliki potensi ekspor yang sangat tinggi. Dengan kata lain, kemilau mutiara Indonesia tidak sebanding dengan kesohoran namanya di dunia usaha mutiara Internasional.

Amat sangat disayangkan posisi teratas tersebut tidak diikuti dengan meningkatnya nilai ekspor mutiara. Saya jadi teringat pemaparan Ibu Susi Pudjiastuti saat acara kemarin, bahwa posisi  teratas dari kebutuhan mutiara dunia tidak serta merta meningkatkan nilai ekspor. Nyatanya pada tahun 2015 lalu, Indonesia hanya menempati urutan ke-9 perdagangan mutiara dunia dengan nilai ekspor sebesar US$ 29,4 juta atau setara dengan 2,07% dari total nilai ekspor seluruh jenis mutiara di dunia yang mencapai US$ 1,4 M. Jauh di bawah India, Jepang, Tiongkok, Australia, Tahiti, Amerika Serikat dan Inggris. Atau dengan Australia misalnya, yang mengklaim menguasai South Sea Pearl  dunia sebanyak 13% tapi memiliki nilai ekspor US$ 122 juta.

Nah, kalau Australia saja menguasai 13%  bisa mengekspor mutiara dengan nilai US$ 122 juta, mengapa Indonesia dengan penguasaan 70%  hanya senilai US$ 29,4 juta ? Dari sini timbul sebuah pertanyaan besar, kemanakah gerangan sisa mutiara yang belum diekspor tersebut ? Atau justru sebaliknya, sudah diekspor tapi tidak melalui jalur yang seharusnya alias ilegal. Oh tidak, jika hal ini sampai terjadi judul lagu “Mutiara yang hilang” menjadi benar-benar hilang entah berada di mana. Jadi dengan penguasaan mutiara dunia sebesar 70% tersebut, Indonesia seharusnya memiliki nilai ekspor lebih besar dari Australia.

Hmmm…fantastis sekali dengan nilai ekspor yang diterima saat ini, yaitu hanya sebesar US$ 29,4 juta. Berdasarkan hitungan ala kalkulator smartphone saya, bahwa terdapat kekurangan yang sangat signifikan. Sampai di sini saya hanya bisa tertegun, maunya sih bilang “Wow” tapi apa boleh buat saya benar-benar tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan mutiara Indonesia, khususnya South Sea Pearl.

Contohnya saja Nusa Tenggara Barat,  sebagai penghasil mutiara terbaik hanya bisa mengekspor mutiara sebesar 0,01%.  Padahal Lombok menguasai sebesar 43% South Sea Pearl. Adapun ekspor terbesar mutiara dari NTB adalah Malaysia ( US$47.192 Juta ) dilanjutkan Hongkong ( US$40.000 Juta).  Kuwait dan Tiongkok berada pada urutan berikutnya, di sinilah semua drama itu dimulai.

 Tantangan  Mutiara Laut Selatan

Bicara tentang dunia mutiara Indonesia memang sangat memprihatinkan. Usaha mutiara di Indonesia memang belum dijalankan secara optimal, banyak sekali faktor yang menjadi penghambatnya. Beberapa di antaranya adalah :

  1. Kemampuan untuk mengembangkan masih terbatas
  2. Kurang memiliki rasa kepemilikan dari dalam negri
  3. Rendahnya pengetahuan dan seluk beluk tentang ISSP
  4. Belum bisa memanfaatkan segi teknologi untuk pengembangannya

Dari keempat penghambat yang telah disebutkan di atas, masih ada faktor penghambat lainnya yaitu sertifikasi mutiara dari Pemerintah. Dampaknya, mutiara yang sudah diekspor ke berbagai negara dapat dengan mudah diklaim atau dilabeli oleh negara lain.  Keunggulan Indonesia South Sea Pearl   ini memang tak tertandingi, warna putihnya berkilau hingga memantulkan warna keemasan, sedangkan kilaunya tidak memudar sepanjang jaman. Padahal sertifikasi atau hak paten  tersebut dapat digunakan untuk menjaga keberadaan dan kepemilikan Indonesia South Sea Pearl.  Amat sangat disayangkan jika South Sea Pearl hilang begitu saja dan diakui oleh negara lain.

Tantangan dalam hal pengembangan atau budidaya misalnya, sebenarnya kerang/tiram yang dimiliki Indonesia yaitu Pinctada Maxima bisa hidup atau dibudidayakan di seluruh perairan Indonesia. Seperti yang sudah saya singgung di atas, bahwa Indonesia sebagai negara maritim menjadi anugrah luar biasa. Tapi nyatanya masih banyak perairan Indonesia yang belum terjamah untuk pembudidayaan mutiara ini. Bisa dibayangkan jika seluruh perairan Indonesia ditebar benih/indukan tiram South Sea Pearl maka bukan hanya isapan jempol belaka jika suatu saat nanti Indonesia akan menjadi negara pengekspor South Sea Pearl dengan kualitas nomor satu di dunia.

issp2
South Sea Pearl berdasarkan kedalaman ( dok.originalmutiara.com )

Begitupula dengan pengetahuan  Indonesia South Sea Pearl ( ISSP ), ternyata masih banyak pelaku bisnis mutiara khususnya pemula kurang begitu paham dengan mutiara. Saya rasa ini bukan masalah besar, bukankah ada Assosiasi Budidaya Mutiara Indonesia ( Asbuni ). Para calon pengusaha mutiara bisa menjadi anggotanya dan langsung aktif. Karena  salah satu fungsi dari Asbuni adalah menjembatani segala info tentang mutiara, baik seluk beluknya, penjualannya, budidayanya dan sebagainya. Kurangnya pengetahuan tentang mutiara ini juga dibenarkan oleh Joseph Taylor, seorang ahli biota laut asal Australia. Joseph Taylor dalam sebuah wawancara dengan CNN Indonesia mengatakan, bahwa masih banyak orang Indonesia yang tidak tahu menahu soal kualitas mutiara, bagus atau tidak.  Lepas dari semua tantangan yang ada, rasanya belum ada kata terlambat untuk memulai usaha mutiara.

Sebagai info saja, pada tanggal 9 – 13 November 2016 mendatang akan diadakan Indonesia Pearl Festival di Lippo Mall Kemang. Pameran yang diadakan untuk ke enam kalinya ini membuka wawasan seluas-luasnya tentang mutiara. Menurut saya, jangan sampai kesempatan ini terlewatkan begitu saja. Dalam ajang IPF ini akan banyak acara digelar, sebut saja ada lelang mutiara, klinik mutiara, lomba desain mutiara, charity fun raising dan masih banyak lagi. Inilah saat yang tepat bagi para pebisnis pemula bergerak untuk menjadi pengusaha mutiara. Bukankah uraian saya di atas cukup membuktikan, bahwa dunia masih membutuhkan banyak mutiara dari Indonesia, terutama South Sea Pearl.

Nah, tantangan terakhir dalam segi teknologi mutiara, sampai saat ini teknologi mutiara masih dipegang oleh Jepang. Semua masyarakat dunia tahu, dalam segi teknologi apapun Jepang selalu nomor satu. Negara yang pernah menjajah Indonesia ini memang sangat terdepan dalam segi teknologi. Akan tetapi bukan berarti Indonesia tidak bisa belajar tentang teknologi mutiara tersebut. Dalam berita ekonomi yang dirilis CNN Indonesia menyebutkan, pusat trading mutiara laut termasuk South Sea Pearl masih tetap di Jepang dan hampir 80% dari semua jenis mutiara laut ( South Sea Pearl, Akoya dan Tahiti ) akan masuk ke Jepang lebih dahulu sebelum didistribusikan ke negara lain. Adapun pengerjaan yang dilakukan bisa bermacam-macam seperti cutting, label, pewarnaan dan sebagainya.

Beruntung dan bersyukur rasanya dua kata tersebut cukup mewakili apa yang sudah tersaji. Tuhan sudah menyediakan beragam fasilitas di bumi makmur dan penuh potensi ini. Semua tergantung pada penduduknya mau atau tidak mengolah dan kerja keras untuk menghasilkan sesuatu yang nyata-nyata sudah ditunggu oleh dunia pemutiaraan. Tepiskan semua sifat yang berbau leyeh-leyeh atau santai, di belahan dunia manapun kesuksesan itu diperoleh dengan kerja keras, bukan dengan cara menggandakan.

Masih ada waktu beberapa hari lagi untuk memulai bisnis di dunia mutiara, datang ke acara 6thIndonesian Pearl Festival 2016  temukan kemilaunya dan raih keuntungannya. Jangan sampai ada orang asing yang lebih dulu mengambil kesempatan ini. Bukan suatu hal yang mustahil jika ada negara lain yang mengincar kekayaan laut Indonesia, khususnya mutiara. Jangan sampai nasib South Sea Pearl kita mengalami nasib yang sama dengan ikan, dicuri tanpa batas.  Ayo buktikan kalau kita BISA  !

Sumber tulisan :

  • m.liputan6.com
  • originalmutiara.com
  • missjoaquim.com
  • neraca.co.id
  • m.detik.com
  • cnnindonesia.com/ekonomi

Di Balik Kisah Sebuah Kacamata Tua Dan Kasih Sayang Suami

Sejak memasuki usia kepala empat, penglihatan saya sudah mulai berkurang. Gejala alam ini sudah saya rasakan beberapa tahun sebelumnya. Karena sejak awal saya memang tidak suka memakai kacamata, jadi saya biarkan saja melihat dengan kondisi remang-remang. Alasan saya memang agak mainstream, ingin menikmati masa di mana Allah tengah mempercepat usia. Sama ketika saya mendapati uban—rambut putih di kepala, saya juga tidak mencabutnya apalagi mewarnainya. Semua itu saya biarkan berjalan sesuai dengan takdirnya masing-masing.

Namun, rasa keukeh saya untuk tidak berkacamata tumbang juga setelah saya berkenalan dengan dunia digital.  Pasalnya adalah dunia digital tidak terlepas dari layar kaca, entah itu smartphone, laptop atau PC. Dengan kata lain mata saya harus bertatapan dengan tulisan yang tertera di layar kaca. Di mana yang sejak awal saya menyukai dunia literasi dengan membaca  buku dan menulis di agenda bekas, sekarang jadi beralih. Ya, dunia  digital ini telah memaksa saya  harus bersentuhan dengan layar kaca. Begitupula dengan menulis, dulu media yang saya pakai berupa agenda bekas sekarang menjadi tuts-tuts di atas keyboard.  Peralihan ini tentu saja tidak sepenuhnya membuat saya senang, malahan ada rasa sedih juga.

Kenapa ? Karena saya harus meninggalkan buku bacaan dan agenda tempat saya corat coret. Masih ada lagi kesedihan lain, saya harus memakai kacamata ! Jika tidak, saya sama sekali tidak bisa melihat dengan jelas huruf-huruf di atas keyboard atau keypad smartphone.  Sehari, seminggu, sebulan saya masih bertahan untuk tidak memakai kacamata saat berada di depan layar laptop. Lama kelamaan, mata saya terasa perih tapi saya tetap tidak mau pakai kacamata.

lazada4

Sebenarnya, Papieh—panggilan saya ke suami sudah menyuruh saya untuk membeli kacamata. Tapi karena sejak dulu saya kurang suka memakai kacamata, jadilah saya tetap bertahan. Karena saya masih nggak mau juga pakai kacamata, saya kembali membaca buku dan menulis pada agenda bekas. Sayangnya, mata saya benar-benar sudah tidak bisa melihat huruf yang tercetak dan tulisan juga jadi nggak karuan. Jauh di lubuk hati saya yang paling dalam, saya ingin memakai kacamata meskipun dengan berat hati.

Keinginan saya itu masih tersimpan dalam hati, lantaran saya gengsi mau minta dibelikan kacamata oleh Papieh. Ah, daripada saya minta dibelikan kacamata mendingan saya berhenti aja dulu dari semua aktivitas itu. Ternyata  saya benar-benar sudah tidak bisa melihat tulisan lagi baik di layar maupun di buku. Perubahan sikap saya itu mendatangkan pertanyaan dari Papieh. Papieh bertanya kenapa saya sudah tidak menulis dan membaca lagi  ? “

Kali ini saya tidak bisa menjawab pertanyaan Papieh, bahkan nyaris terdiam. Lalu tiba-tiba Papieh meminta saya untuk mengambil tas kecil miliknya. Saya mengambilnya dan segera memberikan padanya. Setelah membuka tas  kecil itu, Papieh menyodorkan sesuatu yang sangat saya kenal. Apalagi coba kalau bukan kacamata ! Tanpa sepengetahuan saya, diam-diam Papieh membelikan kacamata untuk saya. Bukan saya tidak menyangka, tapi kali ini Papieh lebih tahu kalau istrinya ini sedang mengalami sindrome memasuki masa tua. Jujur saya katakan, bahwa saya malu bila terlihat tua di mata suami. Tapi Papieh malah sangat mengerti, lebih dari sekedar pengertian.

Ya, Papieh tahu banget kalau saya butuh kacamata untuk melakukan semua aktivitas saya. Tapi saya malu mau bilang kalau saat ini saya  butuh kacamata. Ah, saya merasa ini adalah kado terbaik yang saya dapatkan dari Papieh. Sedangkan Papieh adalah kado terbaik yang diberikan Allah buat saya. Seorang suami yang sabar dan penuh pengertian merupakan kado yang terbaik, bukan itu saja tapi juga terindah dalam hidup saya.

lazada6
Lumayan kan pake kacamata tua

Sejak itu saya mulai menggunakan kacamata untuk segala aktivitas saya. Saya merasakan sekali perbedaanya, saya dapat kembali membaca berita dan menulis di blog pribadi. Saya juga semakin pede memakai kacamata bahkan nggak malu kalau ini kacamata tua. Ah, lambat laun toh mereka juga akan merasakan seperti apa yang saya alami saat ini. Selain buat membaca dan menulis blog, saya juga bisa berselancar di onlineshop yang sekarang sudah mulai menjamur.

Seperti dua hari lalu, setelah anak-anak berangkat sekolah saya langsung mengambil smartphone. Apalagi coba kalau bukan berselancar di dunia maya, membalas inbox yang masuk dan lainnya. Oh ya, setelah  selesai dan sebelum saya lupa saya juga membuka salah satu situs belanja online favorite. Dari banyaknya situs e-commerce, salah satu yang cukup terkenal dan sering saya kunjungi adalah LAZADA.

lazada5
Wrdah Kosmetik sedang promo juga loh

Saya benar-benar sangat terbantu sejak menjamurnya e-commerce atau situs belanja online. Banyak keuntungan yang saya dapatkan jika berbelanja di onlineshop, apalagi di LAZADA. Seperti  biasa kalau saya sedang membutuhkan sesuatu, onlineshop pertama yang saya buka LAZADA. Kebetulan lipstick saya habis, sewaktu saya buka situsnya ternyata LAZADA sedang memberikan Voucher LAZADA. Sontak saya langsung bilang ‘Wow’…! Hihihihi…norak banget yak. Maklum namanya juga emak-emak, jadi harus berhitung  kalau mau beli apa-apa termasuk lipstick.

lazada3
Lipstick yang saya pilih

Tapi kayaknya sih ini emang strategi saya banget kalau belanja online.  Selalu nyari yang lagi promo, sale, voucher, discount pokoknya murah dan murah lah.  Nggak butuh waktu berjam-jam saya sudah mendapatkan lipstick yang saya cari. Merknya juga sama seperti yang biasa saya pake, cuma warnanya saya ganti. Ah…itu sih dah biasa, saya emang nggak pernah beli lipstick dengan warna yang sama.

lazada2

Setelah melakukan pemesanan, kebiasaan saya nggak langsung menutup situs. Penasaran juga dengan voucher yang diberikan LAZADA, saya malah asyik liat-liat. Wah…wah…semua penawaran dengan Voucher LAZADA bikin lapar mata. Contohnya aja nih TV LED Silver 49” merk LG hanya seharga Rp. 6.500.000 saja. Padahal di tempat lain harganya di atas 7 jutaan loh dengan merk dan spesifikasi yang sama. Murah kaaaaannn…

Eh, tapi saya saranin sih beli kalau emang lagi butuh aja yak. Jangan mentang-mentang murah terus dibeli, ntar keperluan lain yang lebih penting nggak kebeli. Ini sih cuma saran, tapi semua terserah aja, toh duitnya juga bukan punya saya. Hehehehe…pis ah…

Hampir semua kebutuhan sehari-hari ada di dalam rangkaian Voucher LAZADA ini. Udah gitu, ada yang bikin kepo nih, Voucher LAZADA Diskon 30% All Product. Namanya voucher eksklusif, eiiitts… tunggu dulu, diskon ini khusus buat pelanggan baru LAZADA yang sudah bergabung jadi member Excite.  Dah tau kan Excite itu apa, kalau ada yang belom tau daftar aja langsung ke sini.

lazada1
Voucher LAZADA 30% all items

Lumayan kaaaannn…pas tanggung bulan begini belanjanya dapet diskon, 30% lagi. Saya aja lumayan bisa dapet lipstick lebih murah, tanpa ongkir pokoknya nggak ada tambahan apa-apa. Apalagi nih ya, sekarang ini saya lagi kurang enak badan nggak bisa pergi-pergi. Jadi saya beli lipsticknya dari  tempat tidur aja gitu pake smartphone. Wah…wah…kalau begini saya emang harus akui deh, jaman digital bikin hidup jadi serba mudah. Soal bayar juga gitu, LAZADA bisa bayar di tempat alias COD, ntar pas barangnya dateng baru deh bayar. Nggak usah transfer-transferan, apalagi kalau punya kartu kredit selain dapet diskon gede lebih gampang lagi bayarnya.

Eh…ngomong-ngomong saya jangan disambit yak, ngajakin belanja ditanggung bulan kayak gini. Saya sih cuma mau berbagi cerita aja sekalian kasih info kalau LAZADA lagi bagi-bagi Voucher.  Lagian pas kebetulan lipstick habis dan pas tanggung bulan juga. Ya udah deh cari aja e-commerce yang punya diskon guede dan bisa bayar di tempat. Yuk…ah belanja, eh salah yuk ah intip-intip Voucher LAZADAnya, sebelum habis masa berlakunya looohhh…*kabor sebelum ditimpuk beneran.

5 Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Menjaga Orang Sakit

Seinget saya, selama 40 tahun lebih saya belom pernah merasakan sakit berat, semoga sih jangan ya. Paling-paling cuma batuk, flu, pusing atau sakit perut. Apalagi sejak menikah, saya memang sudah bertekad untuk selalu sehat. Saya harus kuat. Saya nggak boleh sakit. Tekad saya itu bukan sembarang tekad tapi ada sebabnya juga. Kenapa saya harus sehat dan kuat, karena Papieh membutuhkan saya. Ya, Papieh—lelaki yang hampir 8 tahun telah menjadi pendamping butuh saya setiap saat. Tapi akhirnya tekad saya itu runtuh juga, karena harus menghadapi situasi yang membuat saya lelah lahir batin.

Sebenarnya kejadiannya sudah setahun lalu, bertepatan ketika Papieh sakit. Ya, ketika Papieh sakit saya juga ikutan sakit, padahal Papieh sedang membutuhkan saya. Cerita lengkapnya begini, ketika dokter memutuskan supaya Papieh dioperasi lagi saya lemes mendengarnya. Karena baru enam bulan lalu Papieh dioperasi, sekarang harus operasi lagi. Kata dokter sih operasi yang kemarin memang ada tahapannya. Waktu itu Papieh sempet gagal napas jadi operasinya dihentikan, secara medis memang tidak bisa diteruskan.

tera8
Implant yg sudah terpasang di tulang punggung Papieh

Nah, untuk operasi yang kedua kalinya ini, Papieh sudah setuju. Karena Papieh setuju ya udah mau nggak mau saya ikut setuju juga. Belum hilang rasa trauma saya enam bulan lalu, sekarang harus operasi lagi. Dokter juga menjelaskan jika tidak  ada kendala, operasinya akan lebih lama dari yang kemarin. Waktu saya tanya berapa lama, dokter bilang sekitar 6 – 8 jam. Mendengar waktu yang cukup lama, karuan aja saya langsung deg degan.  Jujur saja, setiap kali mendengar Papieh harus operasi saya selalu merasa deg degan. Padahal ini bukan operasi yang pertama tapi kedua kalinya.

tera3
Ruang tunggu operasi, semenit serasa sebulan

Akhirnya setelah menjalani semua prosedur operasi seperti CT Scan, MRI, X-Ray dan test laboratorium hari yang menegangkan pun tiba. Hari yang terlama sepanjang hidup saya adalah saat menunggu Papieh dioperasi. Setelah jam sudah melampaui batas yang ditentukan perasaan saya mulai was-was. Ya, dokter bilang operasinya akan berjalan sekitar 6 – 8 jam saja. Tapi nyatanya sudah hampir 10 jam belum ada tanda-tanda operasi selesai. Di saat perasaan saya tidak menentu, seorang perawat memanggil nama keluarga Budiharjo. Sontak saya langsung menjawab dan langsung menghampiri perawat tersebut. “Ibu dipanggil dokter,”kata perawat. Deg…! Jantung saya mau copot saja rasanya. “Ada apa ya suster ?”tanyaku. “Ikut saya aja Bu, biar dokter yang bicara langsung,”jawab suster.

tera5
Papieh, sedang cek darah preop

Alhamdulillah…operasi selesai juga. Tapi saya masih belum tenang, karena kondisi Papieh memburuk jadi langsung dimasukkan ke ICU. Ketegangan pertama telah berakhir, sekarang ketegangan kedua dimulai. Waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 1.30 dini hari. Ya, sejak Papieh masuk ke kamar operasi, mata saya tidak terlepas dari jam. Tiap detik begitu berharga buat saya, karena di situ sebuah nyawa sedang dipertaruhkan.

Mungkin sebagian sudah ada yang tahu kalau prosedur ICU itu sangat ketat. Saya tidak bisa full menemani Papieh yang sedang kritis. Saya juga tidak bisa bertanya setiap saat tentang kondisi Papieh. Saya hanya bisa menunggu panggilan dari perawat, apakah masa kritisnya lewat atau malah semakin memburuk.

Alhamdulillah…jam 14.30 masa kritis Papieh telah lewat, tapi masih harus dipantau dengan seksama. Empat hari Papieh dalam perawatan intensif di ruang ICU, hingga pada hari ke-5 Papieh baru bisa dipindahkan ke ruang perawatan biasa. Entah sudah berapa kali lidah ini mengucapkan Alhamdulillah. Dan entah sudah berapa kali hati ini menyiapkan amunisi untuk menghadapi sesuatu yang buruk. Saya sendiri bingung darimana lagi saya akan menyusun kekuatan. Karena saya  mulai merasakan kondisi tubuh yang juga minta diperhatikan. Tapi kekuatan hati berkata lain. Papieh lebih membutuhkan saya ketimbang diri saya sendiri. Begitu yang selalu saya dengar dari dalam hati.

tera4
Lorong ruang perawatan selalu penuh misteri

Saya kira setelah Papieh berada di ruang perawatan, saya bisa istirahat sebentar. Entah satu atau dua jam hanya untuk tidur, tapi nyatanya tidak. Bukan apa-apa, selama di ICU saya memang benar-benar tidak mengenal kata istirahat. Mata serasa ngantuk tapi tidak bisa terpejam, perut lapar tapi tidak nafsu makan. Kondisi inilah yang membuat fisik saya lemah. Terpaan kejadian, saya lalui tanpa tenaga dan pikiran yang stabil. Sampai akhirnya saya nyaris tidak sadarkan diri, beruntung kejadiannya di ruang perawatan.

Papieh yang masih belum begitu pulih berinisiatif memanggil perawat, maksudnya tentu saja ingin minta tolong. Suhu tubuh saya naik, mata berair dan agak demam. Kebetulan pas dokter yang menangani Papieh datang, saya ikut diperiksa juga. Dokter bilang rasa capek saya sudah melampaui batas, terlalu dipaksakan padahal tubuh sudah minta istrirahat. Apa yang dikatakan dokter memang sangat beralasan. Saya sendiri mengiyakan pendapat dokter, tapi mau gimana lagi. Ternyata mengurusi proses pasien mau operasi itu luar biasa melelahkan. Banyak prosedur medis yang harus dijalani dan semua itu butuh ekstra kesabaran. Bukan cuma kesabaran tapi teliti, mau bertanya dan taat pada setiap aturan.

tera6
Instagram adalah media yg saya gunakan utk mengeluarkan rasa—kamar rawat

Ya, saya terbaring sakit di ruangan tempat Papieh dirawat. Saya terbaring di sofa yang memang disediakan untuk penunggu pasien. Selimut tebal fasilitas pasien saya pakai, karena saya merasakan dingin yang amat sangat, padahal AC sudah dimatikan. Dari sini saya jadi teringat pesan beberapa kerabat yang datang menjenguk Papieh. Mereka berpesan agar saya menjaga kesehatan, jangan sampai yang jaga pasien ikut sakit juga. Apa mau dikata, saya kurang ngeh atas saran mereka karena pikiran saya hanya terfokus pada Papieh.

Dari kejadian tersebut di atas saya benar-benar mengambil pelajaran, bahwa kedepannya saya harus memperhatikan beberapa hal agar tetap sehat. Kalau sudah kejadian begini, sebenernya kasian Papieh juga, nggak ada yang ngurusin. Iya sih ada perawat tapi kan nggak bisa terus-terusan ngebel setiap saat. Beruntung sekali di Rumah Sakit ini perawatnya professional, pelayanannya sangat memuaskan. Bahkan terkadang mereka juga mengecek tensi darah saya, padahal saya kan bukan pasiennya.  Berikut ada 5 hal yang bisa saya jadikan pelajaran kenapa saya sampai jatuh sakit, ah…

 1. Perhatikan Makan

Bagi orang yang sedang menunggui pasien rawat inap, makan memang harus diperhatikan. Seinget saya, waktu itu saya memang sudah tidak makan sejak Papieh masuk kamar perawatan biasa. Jujur, saya agak tegang  menghadapi besok hari, karena operasi yang akan dilakukan termasuk operasi besar. Waktu itu saya makan juga dari sisa makanan jatah Papieh,  Papieh makannya ngga dihabiskan. Pikir saya, ah sayang kalau dibuang mendingan saya makan aja. Lagipula besok saya pasti nggak bisa makan, saya akan menunggu Papieh operasi. Nggak sempet makan dan nggak bisa makan juga, lebih karena perasaan saya nggak enak. Saya berjanji sendiri dalam hati, kalau operasi Papieh lancar saya baru makan.

Ternyata dugaan saya meleset,  Papieh kritis dan berlanjut ke ruang ICU. Ini juga yang menjadi penyebab saya sudah tidak memikirkan makan. Pikiran dan perasaan saya  berkecamuk, semua di luar dugaan saya dan dokter tentunya. Boro-boro mikirin makan, yang ada dalam hati saya ingin Papieh sembuh titik ! Mungkin di sinilah awal mula kelemahan saya, fisik saya melemah karena tidak ada makanan yang masuk. Nah, buat teman-teman yang sedang mengalami hal serupa seperti saya, harus diusahakan untuk makan ya. Makan tidak perlu banyak yang penting bisa masuk, karena menunggu pasien rawat inap itu butuh tenaga ekstra loh. *sok nasehatin

 2. Sempatkan  Tidur

Tidur menjadi ritual yang paling berharga, ketika menjaga pasien di rumah sakit. Jangankan di rumah sakit, di rumah aja kadang kalau anak sakit kita nggak bisa tidur. Begitu pula dengan saya waktu itu, selama Papieh di ruang ICU mata nyaris nggak terpejam. Selain ruang tunggu ICU yang tidak memungkinkan, saya juga harus berjaga kalau-kalau ada panggilan darurat dari perawat. Pokoknya bener-bener deh nggak ada kesempatan untuk tidur nyenyak.

Begitupula ketika Papieh sudah di kamar perawatan biasa, saya juga nggak bisa tidur. Sebentar-sebentar Papieh memanggil saya untuk hal-hal kecil seperti minta pijit kakinya atau sekedar mengajak ngobrol. Jadi kalau ditotal, saya kekurangan waktu tidur 5 jam per hari. Dengan kata lain saya hanya tidur 1 jam sehari, itupun nggak berkualitas artinya sebenta-sebentar terbangun. Hal inilah yang memicu tubuh saya semakin ngedrop dan akhirnya jatuh sakit, berbarengan dengan ketika Papieh sakit.

 3. Cari Teman Untuk Menemani Jaga

Nah, ini dia nih yang nggak boleh diabaikan carilah teman untuk menemani saat sedang menjaga keluarga dirawat. Pengalaman saya, ketika sedang menjaga sendirian itu repotnya minta ampun. Karena sewaktu-waktu bisa terjadi dan nggak mungkin meninggalkan pasien seorang diri. Kalau ada teman yang menenami kan jadi bisa gantian, entah untuk makan atau tidur. Teman dalam menjaga pasien rawat inap menurut saya sangat diperlukan. Selain bisa untuk saling bergantian, bisa diajak ngobrol atau tukar pikiran.

tera7
Hanya instagram yang jadi teman saya waktu itu

Terkadang kita perlu teman bicara untuk memutuskan sesuatu dalam kondisi mendadak. Saya sarankan sih sebaiknya yang saudara juga sama kita tapi jika nggak ada boleh juga teman dekat atau sahabat. Memang sulit mencari teman yang bisa diajak menemani saat keluarga ada yang dirawat. Semua pasti tidak punya waktu luang yang banyak, serba sibuk semuanya. Kendala itu juga yang saya alami ketika menjaga Papieh dirawat, akhirnya tenaga, pikiran dan perasaan terkuras sendirian. Tapi nggak apa-apa, toh demi sebuah pengabdian pada suami tersayang.

 4. Cari Bacaan Yang Ringan atau Menulis

Jenuh, itu sudah pasti dirasakan oleh orang yang sedang menunggu keluarga dirawat, tanpa kecuali saya. Bahkan TV kabel fasilitas ruangan juga nggak bisa membunuh kejenuhan. Sambil terus berpikir, kira-kira apa ya yang bisa saya lakukan untuk membunuh kejenuhan. Berada di ruang 2 x 2 meter dalam kurun waktu sekian hari benar-benar sangat jenuh. Jangankan sampai berhari-hari, sehari aja rasanya sudah sebulan. Itulah sebabnya kebanyakan orang lebih memilih sehat ketimbang sakit, apalagi harus rawat inap. Iiiihhh…nggak deh…!

tera9
Bacaan yang menghibur saya…

Akhirnya saya menemukan sesuatu yang bisa membunuh kejenuhan, yaitu membaca buku ringan atau agama. Ya, saya senang membaca buku tentang sejarah Rosululloh, rasanya tuh semangat aja kalau sudah baca. Pokoknya pilih buku yang membuat kita semangat, tapi sekali waktu saya juga baca buku yang lucu. Nah, kalau soal cerita lucu pengalaman saya sih cari aja di google, karena saya emang nggak punya buku bergenre humor. Selain membaca buku-buku motivasi saya juga menulis, tapi menulisnya bukan dilaptop melainkan di buku diary. Apa aja saya tulis di situ nggak ada temanya, tapi lebih menuangkan perasaan. Pengaduan kepada Allah Ta’ala menjadi tulisan yang paling sering saya lakukan.

5. Minum Vitamin atau Suplemen

Untuk yang terakhir ini saya bener-bener mengabaikan, boro-boro minum vitamin atau suplemen minum air mineral aja nggak sempet. Sebenarnya alasan nggak sempet tuh kuno banget yak, tapi emang begitu kenyataannya. Kalau dipikir, saya kan sedang berada di rumah sakit yang jelas-jelas semua macam vitamin dan suplemen tersedia, tinggal beli aja di apotik. Tapi pikiran saya malah lain lagi, ah di rumah sakit ini jadi kalau ada apa-apa kan gampang, ada dokter ini. Pikiran jelek yang kek gini harus dihilangkan, saya benar-benar nggak berpikir jauh kalau saya sakit siapa yang ngurus Papieh ?

Setelah saya beneran jatuh sakit, saya baru sadar kalau banyak banget ruginya karena saya cuma bisa melihat Papieh merintih. Saya nggak bisa membantu apa-apa, jangankan membantu buat bangun aja lemahnya minta ampun. Nggak ada yang nyuapin Papieh atau membantu minum jika Papieh minta minum. Papieh sendiri juga jadi sedih melihat istrinya terbaring lemah di sampingnya, tergolek di sofa tempat nunggu pasien. Ah, pokoknya sedih…sedih…sedih deh…

Tapi akhirnya saya minum vitamin juga tepatnya multivitamin-mineral. Ini juga nggak beli ko, waktu salah seorang kerabat datang jenguk Papieh—dia juga tahu saya sakit, dia membawakan saya multivitamin. Katanya sih untuk mempercepat pemulihan, namanya THERAGRAN-M. Kebetulan kerabat yang memberikan sudah mengkonsumsinya lebih dulu, katanya dah hampir dua tahunan gitu. Jadi saya nggak ragu-ragu untuk ikutan minumnya, karena saat itu saya sedang ingin cepet sembuh. Saya mau ngurus Papieh lagi bukankah itu sudah menjadi kewajiban saya sebagai istri ?

tera2

Satu strip THERAGRAN-M terdari dari 4 tablet salut gula—atau biasa disebut kapsul itu sih cuma bahasa apoteker aja. Dosis minumnya 1 kapsul 1 hari, jadi satu strip buat empat hari. Waktu itu saya dikasihnya 2 strip, lumayan juga ya, maklum saya kan nggak bisa pergi ke mana-mana untuk belinya. Setelah satu strip habis saya minum, saya memang merasakan kondisi tubuh berangsur bugar. Ternyata benar juga apa yang dibilang sama kerabat saya itu, kalau THERAGRAN-M itu vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan.

tera1

 “Kasiankan suamimu, kalau kamu sakit siapa yang urus dia,”ucapan kerabat yang sampai saat ini masih saya ingat. Ya, benar kalau saya sakit nggak ada yang bisa gantiin saya untuk mengurus segala keperluan Papieh. Bukankah istri adalah teman sekaligus orang terdekat dengan suami ? Ucapan kerabat membuat semangat saya dan saat itu juga saya ingin segera sembuh. Bukan cuma sembuh, saya juga ingin daya tahan dan kondisi tubuh seperti sediakala. Usut punya usut, THERAGRAN-M juga merupakan vitamin untuk mengembalikan daya tahan tubuh setelah sakit. Mengapa saya menginginkan semua itu ? Karena menurut dokter yang menangani Papieh, diperkirakan masa penyembuhan Papieh sedikit lebih lama jadi masih harus dirawat beberapa hari lagi. Artinya saya masih butuh tenaga ekstra untuk menunggui Papieh dirawat.

Mendengar kabar itu saya cukup terkejut juga, dari situlah saya bertekad untuk cepat sembuh dan kuat lagi. Semua itu semata-mata untuk mengurus Papieh yang harus tinggal lebih lama lagi di rumah sakit. Ah, jangankan cuma minum vitamin minum yang lain juga saya mau asal cepet pulih dan daya tahan tubuh kembali seperti dulu lagi. Ya, karena keinginan terbesar saya adalah bisa mengurus Papieh kembali mendampinginya disaat Papieh butuh saya. Syukur-syukur kita bisa bersama lagi dalam keadaan sehat wal-afiat.

Waktu saya sudah sehat kembali, saya cerita ke Papieh kalau penyembuhan saya dibantu dengan minum vitamin THERAGRAN-M. Lalu waktu dokter berkunjung untuk memeriksa, Papieh sempet nanya boleh nggak minum vitamin THERAGRAN-M. Kata dokter silakan aja itu kan cuma vitamin lagipula nggak ada hubungannya dengan operasinya ko. Malah kalau bisa lebih cepat pulih akan lebih baik. Sejak saat itu, tepatnya setahun yang lalu saya dan suami selalu mengkonsumsi THERAGRAN-M. Alhamdulillah pasca pergantian cuaca saat ini, kami terhindar dari sakit karena kami sudah sedia THERAGRAN-M sebelum hujan…

 

“Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang dislenggarakan oleh Blogger Perempuan dan Taisho

#BatikIndonesia Jati Diri Bangsa, Bangga Memilikinya

“Oooh… itu Bu, gang di depan belok kanan. Tempatnya ada di sebelah kanan. Nggak jauh ko Bu,” kata tukang bakso pada saya. Lalu, sayapun meminta tukang ojek melanjutkan perjalanan, mengikuti rute yang diberikan oleh tukang bakso tadi. Benar saja, tempatnya tidak jauh dari tempat saya bertanya tadi. Setelah melihat sekeliling, saya menelusuri gang sempit. Dan, tibalah saya di sebuah rumah sederhana. Saya tidak pernah menyangka di rumah sederhana inilah lahir karya seni bernilai tinggi, dikenal dikancah International. Karya seni yang menggambarkan sebuah peradaban masa lalu tapi dibungkus modern. Karya seni yang kental dengan filosofi dan tradisi, dan masyarakat bangsa ini mengenalnya dengan sebutan “BATIK”.

Adapun keperluan saya datang ketempat ini ingin membeli beberapa lembar kain batik. Sebenarnya saya cukup banyak memiliki batik tapi semuanya berciri khas Jawa. Sedangkan di tempat ini—yang akhirnya saya tahu bernama “Batik Terogong”dijual batik Betawi. Batik Terogong bukan merupakan jenis batik seperti batik lainnya. Dinamakan batik Terogong karena tempat ini berada di daerah Terogong, sebuah wilayah di Kelurahan Cilandak – Jakarta Selatan.

Pemilik Batik Terogong sendiri adalah Ibu Siti Laela, biasa dipanggil Bu Lela. Sebenarnya apa yang dilakukan Bu Lela menjadi bagian dari melestarikan batik, khususnya batik Betawi. Terus terang, saya sangat miris mengetahui keberadaan batik Betawi. Bukan dari sisi peminat tapi lebih pada pelestari. Bu Lela menjadi satu-satunya masyarakat Jakarta—sebut Betawi yang masih konsisten dengan batik Betawi.

Di gang sempit di tengah himpitan gedung menjulang, batik Betawi masih bisa lahir. Warna mencolok, motif ondel-ondel, pucuk rebung, beras tumpah dan tari yapong melintas bisu. Bisu karena sedikit sekali orang yang mengajaknya bicara. Semua motif itu benar-benar terdiam, kalah oleh corong mode dari berbagai Negara. Sungguh, tak pantas rasanya kita membiarkan warisan teronggok kehilangan selera seninya. Apa yang salah dan siapa yang salah ? Dua pertanyaan ini mencuat dari hati yang paling dalam, untuk selanjutnya berpikir keras bagaimana cara mengembalikan kejayaan batik Betawi di tanah leluhurnya ini.

Lahir Dari Sebuah Tradisi

Jika kita mendengar kata ‘batik’ pasti yang terlintas pertama kali di pikiran adalah tanah Jawa. Di tanah Jawa sendiri ada tiga kota yang terkenal dengan batiknya, Jogja, Solo dan Pekalongan. Saya sendiri pernah beberapa kali mengunjungi sentra-sentra batik di tiga kota tersebut.

Sebagaimana kita ketahui, selain Jawa beberapa daerah di Nusantara juga memiliki batik. Sebut saja, ada batik Palembang, batik Nias, batik Cirebon, batik Papua, batik Jambi, batik Kalimantan, batik Betawi dan lainnya. Masing-masing daerah pasti menyimpan sejarah yang panjang tentang batik. Itulah sebabnya batik Indonesia layak terkenal di kancah International.

Bicara soal tradisi, pastinya tidak terlepas dari martabat dan harga diri. Siapa sih orang yang tidak terusik jika harga dirinya diganggu. Oleh karena itu kita harus pandai-pandai menjaga martabat yang lahir dari sebuah tradisi, tanpa kecuali batik. Ya, batik memang sarat dengan tradisi karena hanya dipakai pada saat acara yang berbau adat istiadat saja. Orang memakai batik jika ada acara khusus. Sampai sekarang pun kita masih dengar orang berkata,”Mau kondangan ya ? ketika melihat kita berbatik.

Simbol lain yang menandakan batik lahir dari sebuah tradisi adalah motifnya. Kalau diperhatikan, motif yang tergores pada lembaran kain menjadi cerita sejarah dalam kurun waktu tertentu. Perjalanan sebuah tradisi mulai dari menikah, lahir dan mati semua tergambar dalam batik. Belum lagi gambaran alam berikut manusia di dalamnya. Saya rasa itulah yang menjadikan batik Indonesia unik dan memiliki ciri khas. Sebuah perayaan adat istiadat yang tidak terjadi di Negara lain selain Indonesia.

Rasanya hampir sebagian besar masyarakat Indonesia tahu, bahwa batik merupakan tradisi yang diwariskan leluhur bangsa ini. Kita juga tahu makna warisan begitu berarti, bahwa kita harus memiliki tanggung jawab, untuk menjaga dan melestarikan.

Secara sederhana saya gambarkan begini, misalnya kita diwariskan rumah oleh orang tua. Maka sebagai ahli waris tentu saja kita harus bisa menjaga, merawat bahkan melestarikannya. Bentuk menjaga, merawat dan melestarikan bisa bermacam-macam. Begitu pula dengan batik yang sudah menjadi warisan dari para leluhur bangsa ini.

Hingga akhirnya warisan itu sampai juga waktunya pada generasi sekarang. Generasi yang nota bene tengah disibukkan oleh dunia internet dan gawai. Dunia yang penuh dengan hingar bingar kemajuan mode dan segala tetek bengeknya. Sejatinya kondisi seperti ini tidak membuat kita lengah untuk tetap menjaga batik sebagai warisan. Sehingga dengan begitu batik tidak akan mengalami degradasi nilai, baik dari segi ekonomi maupun tradisi.

Jika semua permasalahan ini sudah bisa teratasi, maka kita hanya tinggal memikirkan untuk berinovasi. Sehingga, batik tidak akan diklaim lagi oleh bangsa manapun di dunia ini seperti yang pernah terjadi beberapa waktu lalu. Tanamkan kuat-kuat kecintaan dan kebanggan pada batik.

Dengan kata lain, mempertahankan batik sama dengan mempertahankan tradisi. Inilah yang tidak boleh dilupakan atau terlupakan oleh seluruh masyarakat. Sadar dan ingin selalu mempertahankan batik meskipun arus mode begitu deras. Perlu kesadaran tinggi bahwa batik bukan soal lembaran kain biasa, banyak makna filosofi yang terkandung di dalamnya. Batik itu sendiri juga menjadi simbol kebudayaan yang bernilai tinggi.

Apa yang dilakukan oleh pemerintah dengan mendapatkan hak paten batik dari UNESCO pada 2 Oktober 2009 belum dirasa cukup. Menurut saya, semua elemen bangsa harus tetap mewaspadai adanya keinginan negara lain untuk mengklaim atau bahkan mencurinya.
Ingat, mencuri batik berarti mencuri warisan leluhur… ! Dan kita tidak boleh tinggal diam.

Jika hal ini sampai terjadi tidak menutup kemungkinan, budaya bangsa ini perlahan akan punah. Kita semua pasti tidak ingin ini terjadi, karena jika tidak apalagi yang akan kita wariskan buat anak cucu nanti. Bahkan Direktur UNESCO untuk Indonesia, Prof. Dr. Hubert Gijzen pernah mengatakan bahwa batik Indonesia sarat dengan budaya. Unik, special dan mempunyai sejarah panjang, berbeda dengan batik dari Negara lain. Makanya tidak heran kalau batik Indonesia terkenal di seluruh dunia, karena ciri khasnya.

Apabila kita amati hanya batik, satu-satunya budaya asli Indonesia yang dapat dengan mudah melanglang ke dunia International. Seperti misalnya beberapa artis terkenal bertaraf Internationalpun kerap menggunakan batik Indonesia. Bukan apa-apa, batik bukan seperti candi Borobudur atau Komodo.

Jatidiri Bangsa

Beberapa puluh tahun silam, dalam hal busana Indonesia dikenal dengan kebaya buat wanita dan peci buat laki-lakinya. Keduanya menjadi ciri khas bangsa Indonesia, semua penghuni dunia tau dengan busana tersebut. Seiring dengan perjalanan waktu kedua identitas itu luntur berganti dengan batik. Saya pernah mengalaminya beberapa kali saat berkunjung ke Negara lain dengan memakai batik. Mereka dengan yakin menyapa saya,”Are you from Indonesia ? Dan saya pun membalasnya lebih yakin lagi,”Yes, I am from Indonesia.”

Ada rasa bangga membuncah dalam sanubari, ketika mereka tahu saya dari Indonesia hanya karena memakai batik. Bahkan pada perhelatan Olimpiade yang baru saja usai, kontingen Indonesia memakai baju seragam batik. Yup, batik sudah menjadi identitas bangsa Indonesia, cerminan jatidiri bangsa.

Schneider Mengajak Para Emak Blogger Paham Listrik

 

Pet…! Tiba-tiba listrik mati. “Pieeeh…listriknya mati,”panggilku ke suami. Gimana nih, tulisannya belom kelar,”seruku lagi. “Coba liat sekringnya,”kata suami. Saya keluar menuju tempat sekring tergantung. Benar saja, dari empat sekring yang ada satu sekring turun ke bawah. Saya langsung menaikkan sekring ke posisi semula.  “Sekringnya turun satu,”laporku pada suami. “Berarti ada yang korslet,”jelas suami. 

Tanpa komentar apa-apa lagi, saya kembali melanjutkan tulisan yang sempet tertunda gara-gara listrik mati. Kejadian ini bukan pertama kalinya terjadi di rumah, mungkin sudah beberapa kali. Kata suami itu hal biasa, sebabnya pasti ada salah satu peralatan listrik yang korslet. Yaaahh…begitulah suami, masalah listrik dianggap biasa padahal buat saya takutnya minta ampun. Makanya pada waktu Komunitas Emak Blogger mengundang acara bertagline “Cara Jitu Lindungi Rumah Dari Bahaya Listrik” saya langsung terpikat. Pikir saya, ah kapan lagi ada talkshow bertagline kelistrikan.

Dari Café ke Listrik

“Stop pak…,”kataku pada driver ojek online. “Ini tempatnya Bu…?”tanya driver ojek. “Iya, ini tempatnya, kenapa pak. Ada yang salah gitu ? “Loh…tadi Ibu bilang mau ke acara listrik ko tempatnya di café,”katanya bingung. “Ini pak ongkosnya,”kataku sambil menyodorkan uang. Sayapun berlalu meninggalkan driver ojek online yang masih terbengong-bengong.

keb2

Sejak memastikan diri menjadi seorang blogger, saya sudah terbiasa menghadiri acara dari satu café ke café atau resto ke resto. Sekarang ini, semua sudah naik daun, jangankan bicara soal listrik, soal jualan sarung saja lauchingnya di  hotel bintang lima. Setelah sampai di dalam café, saya disambut oleh salah seorang staff. Lalu, saya diarahkan untuk naik ke lantai dua tempat acara berlangsung. Sesampainya di atas, banyak rekan blogger yang sudah datang lebih dulu.

keb1
Salah satu sudut Hongkong Cafe

Acara dimulai dengan jamuan makan siang dan sholat Dzuhur. Setelah semua selesai tepat pukul satu acara dimulai dan dibuka oleh Mak Sumarti Saelan—kami biasa panggil Mak Icoel. Sebelum acara diserahkan ke moderator, kami disegarkan dengan game yang dipandu oleh Mak Tanti Amelia atau biasa dipanggil Mak Neng.

keb3
Mak Icoel membuka acara

Akhirnya sampai juga ke acara inti, yaitu pemaparan soal listrik dari A – Z oleh perwakilan dari Schneider. Mak Mira Sahid, yang pada saat itu didapuk menjadi moderator mengenalkan Pak Frankco Nasarino—biasa disapa Rino dengan gaya segar. Beruntung Pak Rino orangnya nggak ge eran, jadi dengan sigap bisa mengimbangi gaya Mak Mira. Sampai akhirnya kami pun mendengarkan penjelasan Pak Rino dengan seksama, sambil jari nggak berhenti mengetik. Apalagi coba kalau bukan menginformasikan tentang talkshow ini ke media sosial milik kami masing-masing.

keb4
Mak Mira sebagai moderator acara

 “Ibu-ibu ada yang tau MCB…,”tanya Pak Rino memulai pemaparannya. Sontak aja para emak blogger menjawab…nggaaaakkk. “Kalau sekring, tau nggak…?”ulang Pak Rino lagi. Dengan semangat para emak menjawab…tauuuuu. “Nah, sekring itu sama dengan MCB atau Miniatur Circuit Breaker. MCB ini merupakana produk yang digunakan dalam instalasi listrik dalam rumah tangga. Fungsinya untuk melindungi instalasi listrik bila terjadi pemakaian daya yang berlebihan dan hubungan singkat arus listrik atau short circuit atau korsleting,”jelas Pak Rino panjang lebar.

“Hmmm…ternyata yang sering turun di rumah pada box itu namanya MCB,”gumamku dalam hati.

Lalu, Pak Rino memperlihatkan bentuk MCB sambil terus menjelaskan. Berdasarkan penangkapan saya, Pak Rino juga menjelaskan berbagai produk yang dikeluarkan oleh Schneider. Sebut saja ada MCB, ELCB, Surge Arrester dan RCBO Slim. Pada dasarnya produk-produk tersebut mempunya fungsi yang sama, yaitu untuk melindungi jaringan listrik di rumah. Hanya saja, ada yang lebih spesifik lagi misalnya Surge Arrester melindungi peralatan elektronik seperti tv, computer, telepon/PABX terhadap sambaran petir tidak langsung yang dapat diproteksi oleh lighting rod/penangkal petir. Sedangkan RCBO Slim merupakan produk yang memiliki dua komponen yaitu MCB dan ELCB juga memiliki fungsi yang sama.

keb6

Oh ya, MCB ini juga bisa mengalami kegagalan loh, seperti munculnya percikan api karena hubungan singkat yang bisa berakibat fatal yaitu kebakaran. Saya jadi ingat pernah sekali waktu, ketika saya sedang menyetrika kabelnya keluar percikan api. Mirip seperti kembang api gitu. Sontak saya jadi kaget dan teriak, karena saya juga merasakan seperti kesetrum. Pas diliat oleh si Papieh ternyata ada kulit kabel yang mengelupas. Papieh, menyuruh saya untuk mematikan MCB dan segera mungkin memperbaiki kabel yang mengelupas tadi. Dengan menggunakan isolasi khusus pembungkus listrik, kabel dibungkus sedemikian rupa. “Ah…Alhamdulillah untung nggak apa-apa,”kataku lega.

“Pada instalasi listrik rumah, MCB terpasang di kWH meter listrik PLN dan juga di Box MCB. Biasanya MCB adalah produk yang dicari untuk menyalakan kembali listrik PLN, jika terjadi “anjlok” atau “jatuh” atau “trip”,”tambah Pak Rino lagi.

keb10
Pak Rino in action

Sebenarnya selain mencegah kebakaran, ada satu hal yang tak kalah penting. Mengingat dalam kehidupan kita tidak bisa lepas dari listrik, maka perlu pencegahan sedini mungkin. Apalagi jika hal itu menyangkut pada anggota tubuh kita seperti kesetrum dan lain sebagainya. Jadi selain MCB masih ada lagi produk yang berfungsi sebagai pengaman arus berlebih. Schneider telah mengeluarkan produk bernama ELCB yang dapat melindungi anggota keluarga dan rumah dari sengatan listrik.

Tahukah kamu bahaya yang mengintai pada manusia saat ada arus yang bocor ? Berikut tingkatan beserta akibatnya :

  • 1A< bisa mengakibatkan jantung berhenti
  • 80 mA bisa mengakibatkan denyut jantung terganggu
  • 30 mA – 50 mA bisa mengakibatkan kontraksi pada jantung
  • 10 mA mengakibatkan gangguan pada system pernapasan
  • 0,5 mA getaran kejut seperti kesemutan

Waduh, saya jadi takut nih…hiiiiiyyy ternyata serem juga ya bahaya dari sengatan listrik. Tuh kan, untung aja saya datang ke acara ini jadi tau deh bahaya listrik di sekitar rumah. Tapi nggak usah khawatir, Pak Rino juga langsung memberikan solusinya ko. Pak Rino mengingatkan agar berhati-hati dalam menggunakan peralatan elektronik. Pada dasarnya listrik sangat berguna bagi kehidupan manusia, tapi akan berbahaya jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu Schneider mengeluarkan produk bernama ELCB ( Earth Leakage Circuit Breaker ) atau dikenal juga dengan istilah RCCB ( Residual Current Circuit Breaker ). Alat inilah yang akan melindungi anggota keluarga dan rumah kita dari hal yang tidak diinginkan berkenaan dengan listrik.

Setelah Pak Rino selesai menjelaskan tentang kelistrikan, acara dilanjutkan dengan permainan. Kali ini emak-emak blogger ditantang untuk merakit pemasangan MCB, ELCB dan RCBO. Wah…bakalan seru nih, maklum aja selama ini kan emak-emak cuma tau bumbu dapur dan cucian doang. Permainan ini berkelompok, setiap kelompok harus bisa memasang komponen listrik dengan cepat dan benar. Sayang kelompok saya nggak menang, meski begitu kami tetap semangat dan ceria.

keb7
Game merakit MCB ( dok. Grace Melia )

Kopi break menandai acara segera berakhir, di sela-sela kopi break masih ada lagi game dari Mak Neng. Untuk kali ini saya sudah nggak fokus karena langsung ngopi dan cemal cemil. Ah…namanya juga emak-emak nggak boleh liat kopi dan cemilan. Pokoknya ngga rugi deh datang ke acara kemarin. Selain nambah teman blogger kita juga jadi nambah ilmu soal kelistrikan terutama cara mencegah kebakaran di rumah. Sebelum acara benar-benar berakhir pihak KEB memberikan cindera mata kepada Schneider yang diterimakan oleh Pak Rino.

keb9
Penyerahan cindera mata ( dok. Sally )

Akhirnya saya melambaikan tangan pada semua emak yang hadir…daaahhh sampai jumpa di acara berikutnya. Terimakasih KEB beserta para adminnya, terimakasih juga Schneider traktirannya. Jangan kapok ya undang emak-emak blogger lagi…hehehehe…!

keb5

Untuk lebih lengkapnya lagi atau kalau ingin tanya-tanya, tanya soal Pak Rino juga boleh #eh, bisa menghubungi alamat di bawah ini :

Pusat Layanan Pelanggan ( Jakarta )

HOTLINE   1500055

Fax. (62) 750-4415/16

Email : customercare.id@schneider-electric.com

Kelembutan MamyPoko Simbol Kasih Ibu Sepanjang Masa

“Kasih Ibu kepada beta,

tak terhingga sepanjang masa

hanya memberi tak harap kembali

bagai sang surya menyinari dunia…”

Semua tentu masih ingat, lagu tersebut di atas tanpa kecuali saya. Kasih ibu memang sepanjang masa, tak lekang oleh waktu. Tapi tahukah kita apa yang menjadi dasar dari kasih sayang Ibu, tidak lain adalah pelukan. Ibu memeluk kita sedari bayi tanpa jeda waktu apalagi ketika sakit. Pelukan Ibu dikala sakit menjadi obat mujarab tanpa resep dokter. Bahkan saat dewasapun terkadang kita masih rindu dengan semua itu.

Ada rasa aman, nyaman dan hangat di situlah rasa yang tak bisa terganti oleh apapun. Terlebih lagi  jika kita mempunyai suatu masalah, pasti yang pertama dicari adalah pelukan Ibu. Setelah itu Ibu akan bertanya, ada apa ? Belum juga bercerita tentang masalahnya, hati sudah mencair. Masalahpun jadi sedikit berkurang dan perasaan jadi legaaaaaaa….

Semua nampak tergambar jelas, padahal sudah 36 tahun lebih saya hidup tanpa Ibu. Itu pertanda bahwa kasih ibu memang sepanjang masa, bagai sang surya menyinari dunia. Dan sekarang saatnya saya melakukan hal yang sama, di mana dulu pernah Ibu lakukan terhadap saya. Kepada Baby Adreena ( 18 bulan ), semua tercurah pelukan, kasih sayang, usapan, belaian dan masih banyak lagi.

Hanya satu kata yang terlintas dari aktivitas itu, kelembutan. Ya, di muka bumi ini kelembutan hanya dimiliki oleh dua insan, Ibu dan Bayi. Kelembutan Ibu tercipta dari kasih sayangnya sedangkan pada bayi terpancar dari kulitnya. Oleh sebab itu sentuhan antara Ibu dan Bayi dapat mendamaikan semuanya, si bayi khususnya.

Berangkat dari fakta inilah, MamyPoko hadir sekaligus melakukan kampain tentang pentingnya sebuah pelukan.  MamyPoko sangat memahami bahwa sentuhan atau pelukan kepada bayi sebagai salah satu cara  menstimulasi bayi.

mami14

Bahkan, Unicharm Jepang telah melakukan studi  berkolaborasi dengan Prof. Hideki Ohira dari Nagoya University.  Hasilnya adalah pelukan  yang dilakukan oleh ibu kepada bayi dengan bernapas dalam akan terjadi penurunan interval denyut jantung.  Penurunan denyut jantung pada bayi inilah yang menimbulkan rasa tenang dan rileks tiga kali lipat daripada saat ibu bernapas biasa.

 

mami10
Salah satu sudut arena MamyPoko ( dok. Fb Wardah Fajri )

Penelitian tersebut dipaparkan oleh Irma Dwi Oktaviani, selaku Senior Brand Manager PT. Unicharm Indonesia pada acara Blogger Gathering. Acara yang digelar hari Kamis ( 22/9 ) lalu menandai diluncurkannya kampain tersebut.  Saya yang hadir atas undangan dari Komunitas Blogger Crony, sangat terpukau melihat salah satu sudut Mall Central Park bernuansa kebiru-biruan. Bukan itu saja, sudut atrium ini juga disulap menjadi arena permainan anak, penuh kelembutan. MamyPoko mengubahnya menjadi sedemikian rupa dan menamakan arena ini “Pokojang Land”.  Kesan saya lucu dan menggemaskan…

Masih dari hasil studi tentang pentingnya pelukan atau sentuhan terhadap bayi, setelah berpelukan, akan timbul efek rasa nyaman dan bahagia yang meningkat sampai 106%. Meningkatnya rasa aman dan nyaman ini dirasakan oleh kedua belah pihak, Ibu dan Bayi. Buat saya sendiri, studi pelukan ini memang tidak dapat dipungkiri. Saya merasa nyaman jika sedang memeluk Baby Adreena, ada atau tanpa masalah. Begitupula yang dirasakan oleh Baby Adreena, dia hanya bisa tertidur dalam buaian atau gendongan saya.

mami2

Mendekap di bagian dada saya lakukan sejak usia nol sampai 12 bulan. Setelah usia satu tahun pola tidurnya pun berubah, Baby Adreena sudah tidak mau lagi tidur dengan posisi dibuai tapi digendong dengan kepala bersandar di bahu. Satu hal yang tidak boleh ketinggalan adalah menyanyi, jika saya berhenti menyanyi maka matanya kembali terbuka. Ah…saat-saat yang paling membahagiakan dan tak mungkin terulang kembali.

Pokojang Land

mami11

Terus terang, saya baru mendengar Pokojang Land pas diundang ke acara ini. Sebelumnya sempet bertanya-tanya, apaan sih Pokojang Land itu ? Ternyata, semua terjawab ketika saya telah sampai di Atrium Laguna Mall Central Park. Setelah masuk dari pintu utama, mata saya hanya tertuju pada booth MamyPoko. Baru setelah menyusuri sisinya saya melihat tulisan berwarna putih bertuliskan “Pokojang Land”. Persis di depan tulisan ini saya bertemu dengan rekan sesama blogger datang bersama pasangan dan anaknya.

mami6
Gerbang masuk ke area Pokojang Land

Setelah menyapa, saya lalu meminta si buah hati untuk berfoto dengan latar belakang tulisan “Pokojang Land” tersebut. Oh…ya tak lupa pula saya menyapa dan memeluk si buah hati dengan perasaan mendalam.  Bagi saya, memeluk buah hati bukan hanya kepada anak kandung saja. Karena emang dasarnya saya suka dengan anak kecil, terutama balita. Entah mengapa ada rasa berbeda saat memeluk si bayi meskipun dia bukan anak saya.

mami7
Saya berlatar belakang Pokojang Land ( dok pri )

Memasuki arena acara, saya langsung dihadapkan pada sebuah boneka besar. Boneka warna putih mengenakan kaos biru muda dengan tulisan “HUG ME”.  Penasaran, saya coba sentuh boneka putih besar—-yang kemudian saya kenal dengan nama Boneka Pokojang Hug Meter menjadi maskot “kelembutan”. Dan benar saja, boneka besar itu lembut, selembut dan sebesar kasih Ibu kepada buah hatinya. Saya tidak hanya menyentuh tapi juga memeluknya dan merasa seperti memeluk Baby Adreena yang berada di rumah.

Kehadiran Boneka Pokojang Hug Meter dalam acara ini bukan tanpa sebab. Ada sebuah kegiatan charity, di mana setiap satu pelukan kepada boneka akan diakumulasi dengan satu buah popok. Popok yang terkumpul dari pelukan tersebut nantinya akan diberikan kepada anak yatim piatu di bawah naungan Yayasan Sayap Ibu. Saya, bukan pertama kali mendengar nama Yayasan Sayap Ibu, bahkan pernah juga beberapa kali berkunjung. Selain dekat dari tempat  tinggal saya, Yayasan Sayap Ibu menjadi pelopor yayasan-yayasan serupa dalam membantu anak-anak kurang beruntung.

mami5
Boneka Pokojang ( dok. pri )

Digagas oleh seorang wanita mulia bernama Ibu Sulistina Sutomo, beliau dikenal sebagai istri dari Pahlawan Nasional Bung Tomo. Didirikan pada tahun 1955 di rumah dinas penggagas, dengan langkah awal sebagai daycare bagi keluarga tidak mampu. Langkah ini kemudian berkembang terus sampai akhirnya berdirilah Yayasan Sayap Ibu dan memiliki dua kantor cabang di Yogyakarta dan Bintaro. Saat ini Yayasan Sayap Ibu berada di bawah kepemimpinan Ibu Tjondrowati Subiyanto ( periode 2013 – 2016 ). Yayasan Sayap Ibu  menyediakan pelayanan dan pendampingan untuk anak yatim piatu, anak yang ditelantarkan orang tuanya, anak-anak dari orang tua yang tidak mampu mengasuh dan merawat,  serta bayi-bayi. Dalam acara kemarin Ibu Tjondrowati Subiyanto juga berkenan hadir sebagai nara sumber.

Berkantor pusat di Jalan Barito, Jakarta Selatan Yayasan Sayap Ibu telah menjadi mitra resmi pemerintah untuk proses adopsi bayi legal dan anak kurang mampu. Selain itu Yayasan Sayap Ibu juga sudah melakukan adopsi anak lintas negara dan sampai saat ini lebih dari 1.000 anak sudah diadopsi.

Karena acara belum dimulai, saya menyempatkan diri berkeliling di arena Pokojang Land. Wow…wonderful, seperti dunia mimpi bagi anak-anak. Penasarankan ada apa aja di arena Pokojang Land ini, berikut cerita saya…

Jembatan Musik

Untuk sampai di arena Pokojang Land saya harus melalui lorong waktu–ini sih kata saya nggak tau deh namanya apa. Setelah beberapa langkah melalui lorong waktu, di hadapan saya sudah terbentang sebuah jembatan. Jembatan bukan sembarang jembatan, tapi jembatan unik. Apa sih uniknya ? Jadi jika ada anak yang melintasi jembatan tersebut maka jembatan itu akan mengeluarkan bunyi musik. Musik yang lembut membuat anak tidak takut melintasinya. Kebayangkan seandainya jembatan ini ada di dunia nyata, maka anak-anak tidak akan menangis untuk menyeberang jalan atau sungai. Waaahhh…idenya kreatif nih…

mami13
Jembatan Musik ( dok. Fb Wardah Fajri )

Pohon Kapas

Di sisi kanan jembatan musik ada sebuah pohon looohhh…. Menurut saya sih ini pohon ajaib, karena daunnya berwarna putih dan lembuuuuut banget ! Nama pohonnya pohon kapas tapi bukan seperti pohon kapas sebenarnya. Dinamai pohon kapas karena daunnya terbuat dari kapas yang lembut itu loh ! Eh, saya berhasil foto bareng Cheo, anaknya Kaka Jun. Cheo ini anaknya pemalu tapi kalau sudah kenal asyik deh diajak ngobrolnya. Hai…Cheo, makasih ya dah mau foto bareng Bude–panggilan Cheo ke saya.

mami3
Saya dan Cheo ( dok. pri )

Kolam Cinta

Semua anak-anak pasti tau permainan mandi bola, itu loh mandi dengan bola warna warni. Di Pokojang Land  ada juga tempat mandi bola, tapi bolanya diganti dengan spon berbentuk hati “LOVE”. Kolam cinta ini berada persis di depan pohon kapas, jadi setelah Cheo foto bareng saya, dia langsung mandi di kolam cinta. Filosofi yang saya tangkap dari permainan ini, bahwa anak-anak merasa senang jika mereka benar-benar mandi cinta. Cinta dari orang tua mereka masing-masing, liat aja saat bermain di kolam cinta mereka senangnya minta ampun, apalagi kalau mandi cinta sesungguhnya. Yuk…ah kita cintai anak-anak dengan sepenuh hati agar mereka bahagia lahir batin.

mami1
Kolam Cinta ( dok. Jun )

Istana Raja

Setelah anak-anak berhasil melewati jembatan dan mandi di kolam cinta, mereka bisa langsung bermain di Istana Raja. Istana Raja dibentuk sedemikian rupa dengan permainan aktivitas. Untuk masuk ke dalam Istana Raja, anak-anak harus menaiki tangga. Setelah beberapa saat berada di dalam, mereka keluar dengan cara meluncur. Pikiran saya langsung ke rumah, di mana rumah menjadi tempat bermain yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Mereka juga diajarkan berusaha untuk memasuki setiap ruangan di dalam rumah, seperti membuka, menutup pintu dan sebagainya. Begitu pula dengan Istana Raja, anak-anak yang mau masuk ke dalam harus berjuang lebih dulu dengan cara menaiki tangga dan meluncur. Toss…sebuah permainan yang memberikan nilai-nilai positif pada anak.

mami4
Rumah Istana ( dok. pri )

Bagi saya Pokojang Land bukan sekedar arena main biasa, tapi juga mengajarkan banyak hal pada anak-anak. Ketangkasan, jiwa seni, saling mencintai dan perjuangan semua tertuang di sini. Saya melihat sendiri betapa riangnya anak-anak bermain. Bukan itu saja, anak-anak juga merasa aman dan nyaman karena properti permainan dibuat selembut dan seaman mungkin. Sebagai orang tua, saya nggak perlu was-was ketika anak bermain di situ. Oh ya, dunia anak-anak rasanya belum lengkap tanpa kehadiran cotton candy  yang bisa diperoleh dengan gratis.

mami16

Selain tempat bermain, masih ada satu sudut tempat untuk berfoto. Ya, di arena Pokojang Land ada foto boothnya juga. Sayang karena acara sudah mau dimulai saya belum sempet berfoto.

mami12
Photo booth ( dok. Fb wardah fajri )

“Sentuhan, love touch, kepada bayi sangat berpengaruh pada kulit. Melalui saraf sensoris kulit akan merangsang efek psikologis bayi, yang akan tercermin pada kondisi kulit. Bayi yang nyaman, aman, merasa disayang dapat terlihat dari kulitnya. Tandanya kulit sehat, berseri, cerah, bersih, tidak kusam, tidak pucat, lembut saat disentuh, kenyal, halus dan tidak bersisik,”papar dr. Titi Lestari Sugito, Sp.KK ( K ) pada salah satu sesion sharing.

Selanjutnya Ketua Perdoski ( Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit & Kelamin Periode 2008 – 2011 ) menjelaskan, selain pelukan dan sentuhan psikis bayi  sehat juga bisa dilihat dari perawatan kulit bayi yang tepat. Oleh sebab itu kulit bayi harus terjaga kebersihan dan terproteksi dari kotoran. Dr. Titi menyarankan untuk memberikan skincare demi menjaga kebersihan kulit bayi. Akan tetapi hal utama yang perlu diperhatikan adalah penggunaan popok sekali pakai. Dengan kata lain, setiap kali mengganti popok kebersihan kulit bayi perlu lebih diperhatikan.

mami9
Para nara sumber setelah acara selesai ( dok. Fb Wardah Fajri )

Apa yang diuraikan oleh dr. Titi sudah dilakukan oleh seorang Ibu muda inspiratif. Kariernya di bidang entertainment tidak membuat dirinya lupa memeluk putra pertamanya, Owen Gani Sandjaja ( 8 bulan ). Adalah Laura Basuki, bagi Laura sesibuk apapun seorang Ibu anak harus tetap mendapat perhatian nomor satu. “Anak tidak bisa dinomor duakan, perhatian dan kasih sayang lewat pelukan harus diberikan secara utuh,”ungkap Laura membagikan pengalaman kesehariannya bersama Owen.

Laura sendiri sudah membiasakan diri memeluk anaknya sejak lahir. Ia merasakan bahwa dengan pelukan skin to skin membuat Owen lebih tenang, bahkan bisa meredakan demam saat si buah hati sakit. Langkah selanjutnya, hanya tinggal mengatur waktu kapan bisa memeluk anak. Misalnya saja, ketika berangkat sekolah, pulang sekolah atau sebelum tidur. Toh pelukan tidak membutuhkan waktu dan tempat yang khusus. Pokoknya setiap ada kesempatan bersama anak, usahakan untuk memeluknya. Laura juga sangat mengapresiasi aksi berbagi popok untuk balita yatim piatu melalui kampain #MamyPokoLoveTouch. Dari sesuatu yang lumrah Ibu dapat berdonasi popok, hal kecil ini sangat berarti bagi orang lain.

Saya, Baby Adreena & MamyPoko

Sebenarnya selain kampain berbagi pelukan yang dilakukan secara offline, MamyPoko juga mengadakan kampain online.  Adapun kampain secara online, MamyPoko mengajak seluruh keluarga di Indonesia untuk berbagi kelembutan dengan sentuhan cinta. Sentuhan cinta yang dimaksud tentu saja bukan secara verbal, tapi dengan cara mengumpulkan foto Ibu dan Buah hatinya sedang berpelukan. Foto dishare di akun media sosial pribadi dengan hesteg #MamyPokoLoveTouch.  Foto yang terkumpul akan diakumulasi dengan jumlah pelukan pada boneka Pokojang Hug Meter. Total foto dan pelukan nanti diganti dengan popok MamyPoko dan disumbangkan pada anak yatim. Kampain yang menggunakan hesteg #MamyPokoLoveTouch ini menjadi tujuan utama dari semua rangkaian acara. Diharapkan bahwa seluruh keluarga  Indonesia bisa memberikan pelukan kepada anak yatim meski tidak secara langsung.

mami19
Total donasi yang diterima 15.259 ( dok. web MamyPoko )

Saya sangat sependapat dengan Laura Basuki, bahwa aktivitas #MamyPokoLoveTouch ini patut diapresiasi. Selain setiap harinya memeluk buah hati, kita juga bisa memeluk anak yatim dengan berdonasi. Kegiatan ini benar-benar menjadi sebuah pembelajaran yang positif bagi anak, tanpa kecuali Baby Adreena. Sama ketika saya memilih popok bayi sekali pakai MamyPoko, di situlah saya merasa jangan ada yang hilang. Sentuhan dan pelukan memang bukan simbol tapi sebuah bentuk cinta kasih dari orang tua. Saya tidak ingin Baby Adreena kehilangan sentuhan yang lembut. Saya mungkin hanya bisa memeluknya sewaktu-waktu bukan setiap saat, sedangkan popok MamyPoko bisa memeluknya sepanjang hari.

mami15

Itulah yang menjadi alasan saya untuk memakai popok sekali pakai MamyPoko. Saya ingin Baby Adreena selalu berada dalam pelukan lembut dari popok yang dipakainya. Saya sudah membuktikannya sendiri, lapisan atas popok MamyPoko tidak pernah bocor sekalipun Baby Adreena pipisnya banyak. Pernah sekali waktu Baby Adreena terkena ruam, saya akui itu bukan karena popoknya tapi lebih karena kelalaian saya sendiri. Popok yang seharusnya diganti setiap 4 jam sekali ternyata lupa diganti. Memasuki usia 17 bulan Baby Adreena sudah bisa bilang kalau popoknya penuh, caranya dengan menepuk-nepuk popoknya. Jadi hampir setahun lebih saya memilih popok bayi MamyPoko buat Baby Adreena. Saya lihat Baby Adreena sangat nyaman dengan popok MamyPoko, padahal dia tergolong balita yang aktif. Popok tetap kering sehingga Baby Adreena nyaman bermain.

mami17

Terus terang, saya memilih MamyPoko karena brand yang berada di belakangnya. Mungkin sebagian besar masyarakat di kota besar sudah tidak asing lagi mendengar brand Unicharm. Unicharm sendiri sudah berada di Indonesia sejak tahun 1997 ( 19 tahun ), dengan memulai bisnis feminine care sampai akhirnya berkembang dengan tiga fokus, yaitu feminine care, baby care dan health care. Unicharm sendiri telah memperoleh market share terbesar berkat dukungan konsumen di Indonesia. Dan untuk produk popok sekali pakai MamyPoko, mendapat market share terbesar yaitu sebesar 64,5%. Sedangkan di dunia, Unicharm menduduki peringkat ketiga penjualan produk perawatan bayi dengan pangsa pasar 9,1%.

MamyPoko hadir dalam berbagai ukuran, mulai dari newborn sampai ukuran XXXL. Sedangkan Baby Adreena sendiri  menggunakan MamyPoko Pants ukuran XL karena berat badannya  sudah mencapai 10 kilogram. Saking aktifnya Baby Adreena jadi banyak minum, inilah yang menyebabkan pipisnya  mulai banyak. Bahkan sekarang malah tiap 3 jam harus ganti popok, mentang-mentang dia sudah bisa bilang kalau popoknya penuh.

mami20
Produk Unicharm lain yang saya pakai

Perjalanan bisnis Unicharm terus berkembang, hingga pada tahun 2009 Unicharm meluncurkan produk terbarunya yaitu popok untuk orang tua dan tissue bayi. Untuk kedua produk ini, Unicharm masih berada di posisi kedua dan tiga. Akan tetapi untuk market share di kawasan Asia, Unicharm Indonesia menjadi perusahaan yang berkembang paling pesat. Selain popok MamyPoko, saya juga menggunakan pembalut Unicharm dan tissue bayi.  Satu hal yang saya yakini bahwa di balik sebuah brand besar ada produk unggulan, salah satunya Unicharm Indonesia dengan popok bayi sekali pakai. Apalagi  menyangkut kebutuhan bayi, saya nggak mau sembarangan dalam memilih kebutuhan bayi, tanpa kecuali popok.

Pesan saya jadilah popok bayi yang tetap berkualitas dan memberikan sentuhan kelembutan. Tetaplah memeluk si bayi dengan penuh kelembutan, jaga dia dari ruam dan segala kotoran. Saya sangat percaya kalau MamyPoko bisa menjadi partner dalam menjaga kelembutan dan kesehatan kulit bayi.  Akhirnya…saya cuma bisa bilang terimakasih MamyPoko…!

5 Faktor Penghambat Gaya Hidup Sehat

Belum sebulan saya sudah mulai menerapkan gaya hidup sehat dengan mengatur pola makan. Begitu pula dengan aktivitas rutin, jalan kaki selama 30 menit setiap hari. Karena saya bukan perokok, jadi mudah saja untuk menjalaninya demikian dengan paparan asap rokok. Saya tidak segan-segan menegur orang yang merokok di dekat saya. Oh ya, bukan cuma itu mengawasi tekanan darah dan mengelola stress, hampir bisa saya lakukan semua.

Akan tetapi dalam prakteknya, ternyata apa yang dilakukan tidak semudah yang dibayangkan. Komitmen dan tekad sudah memang bulat, tapi tetep aja masih ada godaannya. Di sinilah terkadang saya mulai melemah ingin kembali pada gaya hidup lama. Dalam tulisan ini, saya mau sedikit curhat soal beberapa penghambat Gaya Hidup Sehat yang sedang saya jalani.

  1. Godaan Makan dan Ngemil

Jujur saja, siapa sih yang nggak tergoda dengan undangan makan ? Apalagi makan di tempat mewah seperti Asian Resto atau hotel bintang lima. Begitupula dengan saya, sebagai blogger aktif, saya kerap mendapat undangan liputan. Kebanyakan soal launching produk yang biasanya diadakan di hotel atau resto. Setelah pressconferce, biasanya diikuti dengan sesi makan, Di sinilah saya mulai tergoda dengan aneka hidangan. Masalah lain yaitu saya kesulitan untuk berhenti ngemil. Padahal ngemil menjadi musuh utama buat orang yang sedang menjalani program diet. Untung saya inget, pesan dari ahli gizi, jangan makan hanya karena lapar mata. Jadi tunggu sampai perut benar-benar lapar. STOP LAPAR MATA !

  1. Malas Gerak

Bagi pengguna media sosial, rasanya nggak asing lagi mendengar istilah mager alias malas gerak. Hal ini juga sering banget saya alami, kalau sudah di depan laptop untuk menulis saya bisa duduk berjam-jam. Bergeraknya hanya  mau sholat saja, lupa makan dan minum. Akibatnya kaki saya bengkak, malahan sudah sebulan ini telapak kaki sakit. Saran dokter untuk orang dengan aktivitas seperti saya, harus menggerakkan tubuh setelah duduk 2 jam. Maksudnya supaya aliran darah lancar dan tidak berhenti pada kaki. Lakukan gerakan di tempat saja asal semua anggota tubuh seperti kaki, tangan, kepala, leher dan pinggang digerakkan seringan mungkin. Dalam dunia lifestyle malas gerak biasa disebut juga sebagai sedentary. Gaya hidup sedentary ini bisa menjadi penghambat gaya hidup sehat. Kebanyakan gaya hidup sedentary ini melekat pada masyarakat urban.

  1. Begadang

Aktivitas saya sebagai penulis membuat jam kerja tak beraturan. Di mana ada waktu untuk menulis, di situlah saya mulai bekerja. Bahkan tidak menutup kemungkinan saya harus begadang demi tulisan siap tayang. Akhirnya saya kekurangan jam tidur, padahal keesokan harinya saya harus berjibaku dengan rutinitas sehari-hari.   Saya benar-benar tidak bisa menghindari begadang, hampir 3 sampai 4 hari dalam seminggu. Sejatinya waktu tidur selama 7 – 9 jam perhari harus terpenuhi, karena jantung butuh istirahat juga. Secepatnya saya harus mengubah kebiasaan ini, sampai akhirnya saya menata kembali jadwal pekerjaan. Bukankah saya sudah berkomitmen untuk menjalankan gaya hidup sehat ?

  1. Takut atau Malas Cek Kesehatan

Salah satu kebiasaan buruk masyarakat Indonesia adalah malas berobat, termasuk saya. Sebenarnya memeriksakan diri ke dokter itu nggak perlu nunggu sakit dulu. Saya sendiri berobat  kalau sudah tidak kuat lagi menahan sakit. Padahal, semakin parah maka semakin sulit diobati ditambah pula biaya yang besar. Kesadaran untuk memeriksakan diri ke dokter sebelum jatuh sakit sangat rendah.

Karena saya sudah berkomitmen untuk menjalankan gaya hidup sehat, maka mau tidak mau saya harus rutin mengecek kesehatan terutama tensi darah dan gula darah. Mulai sekarang saya akan membiasakan diri mengecek kesehatan sebagai bukti sayang pada jantung. Layaknya seorang pekerja, jantung juga harus diberi upah dan upah yang tepat agar jantung selalu sehat adalah dengan menjaganya.

  1. Jarang Olahraga

Faktor lain yang menjadi penyempurna gaya hidup sehat yaitu olahraga. Sayangnya, banyak sekali orang mengabaikan kegiatan ini, termasuk saya. Bukan soal bangun pagi, tapi lebih pada rasa malas. Padahal saya nggak perlu jauh atau sampai ke luar rumah, karena saya memiliki beberapa alat olahraga statis. Bagi saya olahraga benar-benar menjadi musuh dalam selimut, sulit banget melawannya. Padahal saya merasakan sendiri manfaat sehabis olahraga, badan terasa lebih relaks dan pegel-pegel jadi hilang. Sampai saat ini cara yang bisa saya tempuh untuk rajin berolahraga yaitu membayangkan sesuatu yang buruk. Dengan begitu timbul semangat dalam diri untuk bergerak.

Sebenarnya masih banyak hambatan yang saya alami ketika harus menjalani diet. Apa yang saya ungkapkan di atas hanya beberapa contoh yang kemungkinan juga dialami oleh orang lain. Intinya kesadaran tinggi tentang gaya hidup sehat saja tidak cukup tanpa disertai dengan dukungan di sekitar. Saya merasakan sendiri, ketika anggota keluarga mendukung saya untuk menjalani hidup sehat di situ semangat terbangun. Cara lain yaitu bisa dengan mengajak teman, sahabat atau kerabat untuk bersama menjalani gaya hidup sehat. Dengan begitu, kita bisa saling mengingatkan jika salah satu ada yang melemah. Selamat menjalani gaya hidup sehat demi jantung sehat !

Jadikan Hari Jantung Sedunia Untuk Memulai Gaya Hidup Sehat

Hidup sehat itu mahal, tapi tidak semahal kalau sakit. Kalimat tersebut terus menerus saya dengungkan agar tetap semangat menjalani gaya hidup sehat. Saya sadar bahwa memulai sesuatu apalagi mengubah gaya hidup bukan hal mudah. Banyak kebiasaan yang sudah melekat harus dikesampingkan demi hidup lebih berkualitas. Akan tetapi semua pasti setuju bahwa sehat merupakan nikmat tertinggi dari semua nikmat.

jantung2

Nah, berkenaan dengan itulah saya bertekad bulat ingin mengubah gaya hidup  secara serius. Beberapa waktu lalu, saya mendatangi sebuah klinik penurunan berat badan untuk menjalani program diet. Bukankah diet juga ada hubungannya dengan gaya hidup sehat ?

Singkat cerita, saya sudah berhadapan dengan dokter umum. Garis besarnya, dokter mengatakan bahwa saya masuk kategori overweight dengan BB 102,2 kg. Hasil lainnya, saya memiliki kelebihan lemak sekitar 59,4% dengan tinggi badan 150 cm.

diet5

Secara blak-blakan, dokter memberitahu bahwa kegemukan sudah menjadi penyakit dan jangan dianggap remeh. Dokter menyarankan agar saya sesegera mungkin menjalani penurunan berat badan. Info lain juga menyebutkan, bertambahnya usia tubuh membakar kalori lebih sedikit. Dengan kata lain kelebihan berat badan menyebabkan jantung bekerja lebih berat. Kondisi ini akan menyebabkan timbulnya gejala penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes dan kolesterol.

Setelah selesai konsul dengan dokter umum, dilanjutkan oleh ahli gizi. Ahli gizi mengatakan bahwa mayoritas penyebab kegemukan berawal dari pola makan yang salah. Jadi jika Anda ingin mengubah gaya hidup menjadi sehat, yang pertama kali harus diubah yaitu pola makan.

jantung4

Minggu, 25 September 2016 Yayasan Jantung Indonesia memperingati Hari Jantung Sedunia  di Gelora Bung Karno, Jakarta. Dalam kesempatan ini saya ikut hadir, dengan maksud ingin memperoleh informasi sebanyak-banyaknya tentang jantung. Di samping itu saya sadar bahwa hampir 45 tahun saya sudah melalaikan kesehatan jantung. Benar saja, saya banyak mendapatkan informasi tentang jantung, salah satunya yaitu mengubah gaya hidup. Semua ini saya lakukan demi mewujudkan gaya hidup sehat. Dan inilah 5 langkah awal untuk memulai gaya hidup sehat :

  1. Ubah Pola Makan

Makan bukan harus kenyang tapi seimbang dengan semua asupan gizi. Seimbang di sini juga harus sesuai dengan aktivitas yang kita lakukan sehari-hari. Ahli gizi menyarankan pada saya untuk menjauhi tepung, minyak dan gula. Semua makanan dengan bahan tersebut harus dikonsumsi sedikit mungkin, kalau bisa dihindari. Ganti makanan tersebut dengan buah dan sayur, artinya harus mau diet tinggi serat.

jantung6

  1. Jauhi Rokok dan Asapnya

Siapa bilang asap rokok tidak berbahaya, justru bahaya terbesar ada pada perokok pasif yaitu orang yang menghisap asap rokok.  Seperti saya misalnya, saya bukan perokok tapi saya selalu menghindari orang yang merokok. Tidak cukup sampai di situ, saya juga menegur orang yang merokok agar mematikan rokoknya jika ada perokok di dekat saya. Kalau dia mau membunuh dirinya sendiri silakan, tapi jangan membunuh saya dan orang lain dengan asapnya. Apalagi jika ada perempuan yang sedang hamil, tanpa disadari si perokok akan membunuh dua nyawa sekaligus.

  1. Hadapi dan Atasi Stress

Mana ada sih orang yang hidupnya nggak stress, bahkan masalah  remeh aja bisa jadi pemicu stress. Saya sendiri merasa stress ketika  menghadapi deadline tulisan. Ya, sebagai penulis lepas saya banyak diminta  menulis di beberapa kanal media online. Jika sampai pada batas waktu pengiriman tulisan, masih belum menulis di situlah saya stress. Cara saya menghadapi stress mudah saja,  hadapi dulu, tarik nafas dalam-dalam melalui hidung dan keluarkan lewat mulut. Begitulah cara saya mengelola stress, sederhana bukan ?

  1. Awasi Tekanan Darah

Berhubung suami punya jadwal rutin ke dokter, saya selalu memanfaatkan dengan ikut memeriksa tensi darah. Jadi setiap sebulan sekali saya selalu tahu tekanan darah dan menanyakan hasilnya pada perawat. Kemarin pada saat acara Hari Jantung Sedunia, saya juga mengecek tekanan darah dan kadar gula darah. Tekanan darah saya 137/89 mmHg, pas saya tanya apa tergolong normal, petugas mengatakan masih dikatakan normal. Sedangkan gula darah 124 md/dl   karena ambang batas normalnya <200. Sampai saat ini saya masih bisa bernapas lega, tapi tetep harus menjaga gaya hidup sehat.

jantung3

  1. Olahraga Dengan Benar dan Teratur

Untuk menyeimbangkan gaya hidup sehat, dokter juga menyarankan saya olahraga dengan benar dan teratur. Olahraga selama 30 menit asal dilakukan rutin setiap hari menjadi penutup gaya hidup sehat. Saya sendiri bukan termasuk orang yang aktif, oleh karena itu saya akan memulainya dengan gerakan ringan dan frekuensi kecil.

jantung5

Informasi lain yang saya dapatkan dari acara ini yaitu bahwa penyakit jantung menyebabkan 1 dari 3 wanita meninggal setiap tahun. Memasuki usia 46 tahun, rasanya saya sudah harus memberi peringatan pada diri sendiri agar bisa mengubah gaya hidup. Jangan terlena oleh godaan-godaan yang buruk terutama menyangkut pola makan.  Usia yang sangat rentan terhadap segala kemungkinan buruk. Akhirnya gaya hidup sehat sudah bukan menjadi wacana lagi tapi harus dilakukan, mulai dari sekarang. GO…Gaya Hidup Sehat demi Jantung Sehat…!