XL Meluncurkan XL HOME Untuk Kebutuhan Internet Keluarga

Hampir tiga bulan ini, internet di rumah lelet banget. Bahkan sering mati, terutama pas hujan petir dan malam hari. Masalah nggak cukup sampai di situ, anak-anak sekarang juga sudah mulai membutuhkan internet. Kebanyakan sih buat cari data kalau ada tugas dari sekolah.  Pas dipikir-pikir kayaknya harus nambah jaringan internet. Lalu, saya pun mulai gerilya  tanya sana sini guna mencari informasi soal provider.

Adapun provider yang saya inginkan hanya internet saja tanpa tivi kabel. Sedangkan saat ini kebanyakan provider menawarkan satu paket, wifi dan tivi kabel. Karena belom dapet juga, untuk sementara anak-anak  pake kuota biasa. Toh semua pake XL  jadi bisa pilih paket yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Tanggal 15 Maret 2017 kemarin, atas undangan dari sebuah komunitas saya datang ke acara media gathering XL. Acara yang diadakan di salah satu restoran Jepang itu dihadiri oleh beberapa blogger dan media. Acara dimulai dengan makan siang, kemudian dibuka oleh pihak XL. Dari situ saya kemudian tahu kalau XL akan meluncurkan produk terbarunya. Apa itu? Berikut laporan pandangan mata saya, sebelum memandang ke yang lain. #ehem

Lunch dulu yuuukkk..

Mas Fajar—GM Finance and Management Service XL Jabodetabek mengungkapkan, “Sejak layanan 4G LTE diluncurkan 2014 lalu, jumlah pelanggan yang mengakses internet XL terus meningkat, begitu juga dengan trafik layanan data. Saat ini konsumsi penggunaan layanan data naik menjadi sekitar 3,5 GB/bulan, dari semula 500 MB/bulan. Bahkan untuk pengguna layanan 4G, rata-rata pemakaian data saat ini mencapai lebih dari 6 GB/bulan. Pengguna layanan juga berasal dari berbagai kalangan. Karena itu, XL Axiata tidak ragu untuk meluncurkan “XL Home”.

Mas Fajar

Wah…ternyata produk yang diluncurkan adalah XL Home. Bukan tanpa sebab jika XL Axiata meluncurkan XL Home. Melihat bahwa semakin meningkatnya pengguna internet di masa sekarang maka pantas kalau XL Axiata meluncurkan XL Home. Apalagi saat ini, dalam tiap keluarga ada 2 atau 3 orang  pengguna internet. Contohnya saja di rumah, awalnya cuma saya yang menggunakan internet tapi sekarang ada 4 orang. Itupun hanya dalam waktu singkat, empat bulan saja. Sampai akhirnya saya harus menganggarkan biaya untuk langganan internet.

Kehadiran XL Home memang sangat dibutuhkan oleh keluarga, seperti saya. XL Home menjawab kebutuhan internet Xtra cepat dan stabil di rumah dengan cara yang praktis. Bahkan perangkat yang belum memiliki spesifikasi penerima 4G juga akan mendapatkan koneksi 4G melalui router XL Home. Selain itu, koneksi jaringan 4G juga menggunakan spesifikasi khusus yang mendapat akses internet 4G LTE dengan kualitas tinggi. Hadir dalam kesempatan itu pula Bapak Bambang Parikesit—Vice President XL Jabodetabek. Beliau memaparkan bahkan pelanggan XL di Jabodetabek semakin meningkat. Itu karena XL selalu ingin memberikan yang terbaik dan terdepan dalam hal koneksitas.

Pak Bambang

Kalau masih bingung  sederhananya begini, XL Home itu tidak ubahnya dengan jaringan wi-fi. Hanya saja XL Home tidak menggunakan kabel— biasa dikenal dengan nirkabel. Inilah yang membedakan XL Home dengan provider lain. Jadi lebih simple dan malahan bisa dibawa kemana-mana atau dipindah tempatkan. Mungkin kata yang tepat adalah wifi portable kali yak. Ya, XL Home memang praktis nggak butuh kabel yang panjangnya sampe meteran cukup colokan listrik aja.

Nah, sekarang kita cek detailnya yuk…

Apa itu XL Home?

XL Home ternyata sudah diluncurkan sejak awal bulan Maret, mengingat kebutuhan internet keluarga meningkat. Berbeda dengan provider lain, XL Home bisa didapatkan dalam paket bundling kartu prabayar. Kuota yang terdapat di kartu prabayar nggak tanggung-tanggung yaitu 240 GB. Masa aktif atau masa pakai kartu tersebut 3 bulan dapat digunakan selama 24 jam. Dalam paket bundling ini terdapat perangkat Router Huawei tipe B310. Paket bundling XL Home dibanderol dengan harga 999.000 rupiah saja.

Waktu saya coba bandingkan harganya dengan provider lain, bedanya jauh banget sampe 4,5 kali lipat. Provider lain dengan kuota 240 GB harganya bisa mencapai 4.800.000 ( baca : empat juta delapan ratus ribu rupiah ). Harga itu merujuk pada harga eceran untuk 1 GB berkisar sekitar 15.000 – 20.000 rupiah.

Masih dalam dus

Kesimpulannya : XL Home itu murah bangeeeeeettt….

Sebenarnya ini bukan soal murah atau enggak, sejak awal XL Axiata selalu berkomitmen untuk terus melakukan yang terbaik. Begitu juga dengan XL Home, lebih mengedepankan kecepatan dan kestabilan sinyal. Bukan putus nyambung putus nyambung seperti internet di rumah saya. Komitmen inilah yang terus dijaga oleh XL, hingga layanan XL Home mendapatkan dukungan jaringan semakin luas. Terbukti layanan XL Home menjangkau hampir 100 kota di Indonesia, terutama di wilayah yang jaringannya sudah 4G LTE.

Menyinggung soal 4G LTE, XL juga memiliki kapasitas yang besar yaitu 15 MHZ sebagai penjaga kecepatan dan stabilnya sinyal. Layanan mobile broadband ini mampu menghadirkan kecepatan akses internet hingga 150 Mbps. Dengan spesifikasi teknis yang baik, perangkat ini mampu menangkap sinyal 4G LTE di dalam ruangan secara kuat. Perangkat Router XL Home merupakan perangkat wifi yang berfungsi untuk konektivitas internet. Waktu saya tanya bagaimana sinyal di lantai 25 apartemen, pihak XL menyarankan saya untuk membuktikannya langsung. Karena memang selama diluncurkan belum diuji coba pada ketinggian tersebut.

Kembali pada XL Home, apabila masa aktifnya sudah berakhir pelanggan dapat memperpanjang dengan menyiapkan pulsa regular biasa. Adapun besaran biaya pulsa regular sebesar 300.000 rupiah yang diisikan pada bulan ke empat. Akan tetapi jika kuota habis sebelum masa aktif,  XL menyediakan Paket Booster. Terdapat dua pilihan Paket Booster yaitu 5GB seharga 50 K dan 15GB harganya 100 K. Setiap pelanggan yang menambahkan Paket Booster, XL akan memberikan bonus sebesar 1G. Oh ya, Paket Booster ini sudah terkoneksi dengan jaringan 4G LTE sebagaiman diketahui jaringan 4G LTE memiliki kekuatan sinyal di atas rata-rata.

Pada waktu acara gathering kemarin, kami juga diajak untuk menjajal kemampuan XL Home. Router Huawei B310s diletakkan pada sudut meja, kemudian kami diminta menggunakan wifi secara bersamaan. Saya yang ikut menggunakan XL Home mengakui bahwa XL Home bisa diandalkan dalam hal koneksitas. Saat itu ada sekitar 8 orang yang menggunakan  XL Home. Terbukti ! Kalau XL Home sanggup mengakomodir penggunaan wifi dengan banyak perangkat.

Ini dia perangkat XL Home Wi-fi Router Huawei B310s

Saya membayangkan seandainya XL Home sudah bertengger di rumah saya. Di rumah ada 4 orang yang menggunakan internet jadi masih bisa bertambah. Bayangan soal kecepatan dan stabilnya jaringan membuat kinerja makin tepat waktu. Apalagi aktivitas saya sebagai penulis konten blog dan aktif di media sosial. Tentu saja saya sangat membutuhkan internet dengan sinyal cepat, kuat dan stabil. Saya juga penasaran apa yang menjadi XL Home memiliki sinyal seperti itu.  Ternyata kelebihannya ada pada perangkat wifi yaitu Router. Emang apa sih kelebihan dari routernya?

Kelebihan Wi-Fi Router Huawei B310s

  • Mendukung koneksi dengan kecepatan hingga 150 Mbps
  • Jangkauan luas hingga 250 meter
  • Sharing hingga ke 32 perangkat
  • Garansi 100% uang kembali

Dari empat kelebihan router yang digunakan oleh XL Home sudah tidak diragukan lagi sinyalnya. Kecepatan hingga 150 Mbps sudah sangat luar biasa loh. Pantesan aja internet di rumah saya lelet banget, ternyata kecepatan sinyalnya cuma 15 Mbps. Selain itu wifi di rumah hanya berjarak 5 meter, lebih dari itu sinyal langsung hilang alias tenggelem. Perbedaan lainnya pada garansi 100% uang kembali. Perangkat wifi yang saya gunakan di rumah terikat perjanjian pemakaian selama 1 ( satu ) tahun. Artinya, kalau sudah terpasang meskipun dengan sinyal jelek, pelanggan baru bisa memutuskan perjanjian setelah satu tahun. Hasilnya, pelanggan akan sering melakukan pengaduan karena sinyal yang ‘nggak banget deh’. Saya baru sadar dengan harga yang sama atau lebih mahal sedikit tapi beda banget sinyalnya.

So, tunggu apalagi sepertinya saya sudah menemukan provider yang saya inginkan. Only one for internet nothing else. Yuk…ah capcus ke counter atau outlet di mana ada gerai XL. Tiga kata buat XL : cepat, kuat, stabil !

 

Keuntungan Merayakan Ulang Tahun Anak

Niat awal mau ngerayain ulang tahun Baby Adreena tuh cuma buat kumpul keluarga. Tapi pas ditimbang-timbang sekalian aja deh ngajarin Baby Adreena dalam beberapa hal. Menurut saya merayakan ulang tahun anak itu ada keuntungannya juga loh. Sejauh mana keuntungan yang bisa didapat semua akan bergantung dari penerapannya. Selama tidak menyusahkan atau memberatkan rasanya sah saja merayakan ulang tahun anak.  Berikut keuntungan merayakan ulang tahun anak versi saya :

  1. Membuat anak bahagia dan merasa diperhatikan oleh orang-orang di sekitarnya.

  2. Mengajarkan kepada anak sifat berbagi terhadap sesama.

  3. Dapat meningkatkan  rasa percaya diri pada anak melatih untuk pede

  4. Belajar bersosialisasi dengan teman-temannya dan mengenal keluarga inti

  5. Mengajarkan tentang konsep usia, bahwa saat usianya bertambah maka bertambah pula tanggung jawabnya

  6. Mengingatkan anak agar selalu bersyukur dengan bertambahnya usia

  7. Meningkatkan kedekatan antara anak dan orang tua ( bonding ) yang berarti betapa anak sangat berharga

  8. Mengajarkan team work pada anak saat mempersiapkan pesta

Akhirnya dimulailah kerepotan itu. Mulai dari undangan, cari godie bag, makanan, kue ulang tahun dan masih sederat keperluan lainnya. Semua dikerjain sendiri, maksudnya bagi-bagi tugas sih. Ada yang kebagian dekor ruangan, bagian setel lagu, MC sampai permainan.

Seru, pastinya dong !

Sampai tibalah pada hari H tepatnya hari Minggu lalu, tanggal 5 Maret 2017.  Undangannya jam 10 dengan pertimbangan karena besok hari sekolah supaya anak-anak nggak capek. Soal jam undangan ini saja, saya bisa mengambil sebuah pelajaran dari anak-anak. Ternyata belum jam 10 mereka sudah pada datang. Apa coba namanya kalau bukan disiplin karena mereka datang lebih dari ontime. Hal yang sangat jarang terjadi pada orang dewasa. Satu pelajaran berharga  saya kantongi, entah ada berapa hal lagi. Begitu pula dengan Baby Adreena dia juga sudah siap sejak tadi untuk menyambut sang tamu.

Acara dimulai, anak-anak senang begitupun dengan yang ultah. Karena ini perayaan ulang tahun pertama jadi Baby Adreena masih keliatan agak kikuk. Kami semua, Om, Tante, Eyang tanpa kecuali kedua orang tua terus semangat. Maksudnya agar Baby Adreena juga ikut semangat. Apalagi sang MC yang tidak lain juga menjadi guru less kakak-kakaknya, namanya Bu Nur. Hari itu Bu Nur juga keliatan cantik dengan menggunakan blazer wanita warna coklat muda. Profesi Bu Nur sehari-hari sebagai guru TK, makanya nggak heran kalau Bu Nur nggak canggung lagi.

Tiga jam berlalu, acara selesai dengan meninggalkan kesan dan…lelah ! Iya lah capek, ternyata pesta kecil begitu aja dah bikin capek. Saya kembali bagi-bagi tugas untuk beberes dan menata ruangan kembali seperti semula. Tapi apa mau dikata, semua menolak karena capek ! Oalaaaahhh…gimana ini, sejak awal semua semangat menyiapkan ini itu. Namun setelah acara kelar semua nolak untuk membereskan bekas pesta, baik itu perabotan juga makanan.

Saya kira semua akan baik-baik saja nyatanya tidak ! Kalau begini jadinya, sejak awal saya pakai jasa Event Organizer ( EO ) ultah aja deh. Akhirnya saya baru ingat, kalau saya sedang asyik membuka facebook suka melintas salah satu jasa EO ultah. Dan kalau nggak salah ingat, EO itu juga spesialisasi ultah anak. Daripada penasaran, saya langsung membuka facebook dan segera mencari akun tersebut. Ah, ketemu juga liat-liat dulu deh…

TENTANG 3D KIDZ

3D Kidz merupakan event organizer yang mengkhususkan pada perayaan ulang tahun anak. Seperti halnya EO,  semua kebutuhan pesta ulang tahun anak akan dipersiapkan oleh 3D Kidz. Misalnya seperti undangan, kue ulang tahun, dekorasi ruangan, godiebag, acara dan lainnya. Kehadiran 3D Kidz bisa dikatakan membantu para Momy untuk membuat pesta ulang tahun lebih berkesan.  Berbeda dengan EO ultah lainnya,  3D Kidz mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Salah satu contohnya aja soal permainan atau game yang dijadikan acara ultah.

Permainan yang dibuat oleh 3D Kidz lebih pada edukasi bukan sekedar permainan biasa. Tahu sendiri kan anak-anak itu cepat bosan, apalagi dengan durasi waktu acara yang panjang. Seperti yang terjadi pada pesta Baby Adreena kemarin, acara baru jalan satu jam anak-anak sudah mulai rewel. Ada yang mau pulang lah bahkan  ada yang menangis. Untuk mengatasi kejenuhan itulah, 3D Kidz sebagai EO pesta ultah anak, menyiasatinya dengan aneka permainan edukasi dan menghibur tentunya. Berangkat dari kasus itu maka, 3D Kidz menciptakan sebuah acara yang diminati oleh anak-anak.

Bentuk permainannya seperti apa, semua akan didiskusikan saat Momy akan menggunakan jasa 3D Kidz. Menurut saya, apa yang ditawarkan oleh 3D Kidz sangat menarik. Bukan cuma dari segi permainan saja, kehadiran 3D Kidz dirasa bisa membantu. Maksudnya tentu saja supaya kejadian yang terjadi pada saya setelah pesta usai tidak akan terjadi. Meskipun hanya sebuah pesta kecil, tapi tetep aja berasa capek. Soal biaya, 3D Kidz menyediakan jasa konsultan gratis loh. Jadi Momy bisa tanya-tanya dulu atau langsung aja bilang bugdetnya segini. Pokoknya pelayanan prima dan persahabatan menjadi faktor utama dalam melayani pelanggan.

Penasaran? Langsung aja kepoin medsosnya di sini untuk tanya-tanya atau di nomor kontak 0822 1848 4757. Nah, tunggu apalagi jangan sampe deh kejadian seperti saya kemarin menimpa Momy?

Honestbee Ciptakan Gaya Wisata Belanja Asyik Dan Mudah

Alhamdulilah akhirnya sampe juga ke tempat acara, setelah berjibaku di kereta api dan nyaris pingsan. Ya, ini adalah pertama kalinya saya datang ke acara dengan transportasi kereta api. Itu pun harus janjian dengan teman seprofesi nan cantik jelita, Lita Chan Lai di stasiun Tanah Abang. Thank’s a lot Lita, do’aku semoga cepet dapet pendamping yang bertanggung jawab ya. Amiin.

Kali ini saya akan menghadiri acara Wisata Belanja. Wuih…enak banget, maksudnya wisata sambil belanja gitu? Terus terang saya sendiri belum kebayang acaranya kayak apa. Sedari awal saya ingin datang ke acara ini, karena mau liat acara demo masak. Tau nggak kenapa saya ngebet banget pengen liat demo masak? Soalnya ada chef keren dan ganteng, konon dia itu foundernya @resepdapurayah. Itu loh yang Instagramnya selalu saya kepoin, nggak kuat sama postingan kulinernya. Selain bisa ketemu langsung dengan sang chef pasti ada ilmu masak juga. Cerita soal chef keren dan ganteng ini nggak aka nada habisnya, Insha Allah akan saya posting di lain waktu ya.

Sampai di tempat acara sudah banyak teman-teman yang datang. Seperti biasa setelah melalui meja register, saya langsung diarahkan oleh mbak panitia untuk mengambil snack. Lalu, saling bersapa dengan teman yang mayoritas sudah saya kenal. Sambil menunggu acara dimulai saya mencari angle yang lucuk dan unik buat poto-poto. Hampir tiga puluh menit berlalu, rasa penasaran pun mulai menghinggapi saya.

Register ( dok. @kriyaindonesia )

Kapan sih acara wisata belanjanya dimulai? Akhirnya saya coba bertanya dengan teman yang lain. Ternyata…oh ternyata…! Wisata belanjanya itu dengan menggunakan aplikasi yang baru saja diluncurkan, tepatnya tanggal 25 Januari 2017 lalu. Nama aplikasinya Honestbee dengan logo lebah kuning. Kalau mau tanya-tanya dulu juga boleh sama Kaka yang memakai kaos berwarna kuning ada logo lebahnya.

Jadi belanjanya tuh nggak kemana-mana cukup dari smartphone aja. Tanpa ragu-ragu saya menghampiri kaka berkaos kuning dan menanyakan beberapa hal. Dengan antusias dan penuh semangat si kaka menjelaskan tentang Honestbee.

“Dah donlot belom Bu,”pertanyaan pertama dari Kaka. Kalau sudah langsung register aja. Saya langsung melakukan apa yang diminta oleh Kaka. “Sudah nih,”kataku. Setelah ke dua proses tadi selesai, saya lalu dipandu untuk belanja di merchant yang sudah berafiliasi dengan Honestbee. Kebetulan banget merchant langganan belanja saya tiap bulan sudah berafiliasi. Sayangnya sebelum saya selesai belanja, acara sudah akan dimulai. Saya pun menutup aplikasi Honestbee dan akan melanjutkannya di rumah. Ternyata yang namanya wisata itu mengasyikkan ya, termasuk wisata ke museum. Jadi mari kita hentikan dulu wisata belanjanya dan kita wisata ke tempat yang lain.

Di tengah riuhnya suara undangan, dari mikropon terdengar suara memanggil para undangan agar tertib. Seseorang itu bukan siapa-siapa, saya mengenalnya dengan baik. Mba Astri namanya, orangnya humble dan daya kreatifitasnya tinggi. Salah satu contohnya aja acara yang sedang berlangsung saat ini. Semua atas ide Mba Astri dengan, kata lain Mba Astri lah di balik kesuksesan acara ini.

Ki-ka : Mba Astri, Ibu Misari, Fanny ( dok. @kriyaindonesia )

Setelah Mba Astri menyampaikan sepatah dua patah kata, kesempatan berikutnya diberikan kepada perwakilan dari pihak museum. Dalam kesempatan ini, Ibu Misari—penanggung jawab museum mengatakan senang dengan kedatangan para blogger ke museum ini. Dengan begitu, informasi tentang museum akan tersebar dan banyak lagi orang yang datang. Nampak sekali kalau Ibu Misari merasa terharu melihat kontribusi dari blogger demi menyebarkan informasi tentang museum.

Wisata Belanja di Museum Tekstil Jakarta

Mayoritas perempuan, terutama Ibuk-ibuk pasti akan loncat kegirangan jika mendengar kata ‘wisata belanja’. Pastinya yang ada dalam kepala adalah berwisata sambil belanja segala kebutuhan. Coba aja liat kalau Ibuk-ibuk habis pergi piknik, pas pulang pasti tentengan alias bawaannya nambah. Padahal secara matematika nggak begitu, berangkat berat pulang enteng. Tapi yang terjadi malah sebaliknya, berangkat berat pulang tambah berat.

Duh…!

Sayangnya tidak semua wisata disukai oleh Ibuk-ibuk, contohnya aja wisata museum khususnya Museum Tekstil Jakarta.  Itu pula yang terjadi pada saya. Bisa dihitung deh lebih banyak mana belanja ke Tanah Abang atau ke Museum Tekstil. Pasti lebih banyak belanja ke Tanah Abangnya. Padahal Museum Tekstil ini letaknya di depan Pasar Tanah Abang tapi tidak dilirik sedikitpun oleh saya. Jujur aja ya, saya sendiri baru pertama kali datang ke Museum Tekstil itupun karena ada iming-iming ‘wisata belanja’ dan ‘demo masak’ nya. *alamaaaakkk tepok jidat

Museum tekstil Jakarta ( dok pri )

Sejarah Singkat Museum Tekstil Jakarta

Beralamat di Jl. KS. Tubun No. 2-4, Jakarta Barat Museum Tekstil Jakarta ini dibangun pada akhir abad ke – 19. Sebelum beralih fungsi menjadi Museum Tekstil, awalnya merupakan rumah tinggal warga berkebangsaan Perancis. Kemudian melalui proses jual beli, berpindah kepemilikan menjadi milik Konsul Turki bernama Abdul Aziz Al Mussawi Al Katiri.

Pada tahun 1924 berpindah tangan lagi, kali ini dibeli oleh warga Belanda DR. Karel Christian Cruq. Tahun 1945, di mana sejarah mencatatnya sebagai masa perang kemerdekaan, Gedung Museum Tekstil digunakan sebagai markas Pemuda Barisan Pelopor dan Barisan Keamanan Rakyat ( BKR ).

Dua tahun kemudian tepatnya tahun 1947, salah seorang warga keturunan Tiongkok bernama Lie Sion Pin membeli gedung ini, akan tetapi lima tahun berikutnya dibeli lagi oleh Departemen Sosial RI. Hingga pada tahun 1976 kepemilikannya diserahkan kepada Pemda DKI dan diperuntukkan sebagai Museum Tekstil Jakarta, sampai sekarang. Dan pada tahun yang sama, tepatnya tanggal 28 Juni, Museum Tekstil Jakarta diresmikan oleh Ibu Tien Soeharto.

Dengan mengemban visi sebagai salah satu tujuan wisata edukasi pertekstilan bagi masyarakat umum, Museum Tekstil Jakarta terus menambah koleksi tekstilnya. Saat ini Museum Tekstil Jakarta berada di bawah pengelolaan UP, Museum Seni Rupa Jakarta, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.

Perkenalan sejarah tentang berdirinya Museum Tekstil yang disampaikan oleh Ibu Misari selesai.  Secara simbolis beliau mempersilakan para blogger untuk masuk ke dalam museum dan melihat koleksinya.

Koleksi lainnya dalam lemari kaca ( dok.pri )

Pada tanggal 2 Oktober 2010, galeri batik resmi dibuka dengan menempati ruang pameran tetap. Keberadaan galeri ini sebagai apresiasi masyarakat terhadap batik Indonesia. Galeri batik ini dikelola langsung oleh Yayasan Batik Indonesia. Berbagai macam batik yang berasal dari seluruh Nusantara terpajang di sini. Sebut sja ada batik Sumatera, Jawa Barat, Cirebon dan lainnya.

Kain panjang terawat ( dok.pri )

Adalah Fanny, seorang warga berkebangsaan Italy yang juga menjadi relawan budaya dengan piawai menerangkan koleksi batik yang ada di situ. Ada sekitar 2.350 koleksi batik yang terpajang di situ, kebanyakan koleksinya berupa kain batik yaitu sekitar 886 lembar. Selain kain batik ada juga koleksi berupa peralatan, busana dan tekstil kontemporer. Selain itu masih ada lagi berupa bahan pewarna batik alami, motif-motif cap batik, tata cara membatik dan berbagai macam interior yang bermotif batik.

Blogger sangat antusias mendengarkan paparan dari guide

Fanny terus menerangkan pada blogger tentang riwayat batik yang terpajang di situ. Semua koleksi batik terawat dengan baik dan rata-rata tersimpan dalam lemari kaca. Sedangkan batik yang sudah jadi busana ada juga yang langsung dipakai di manekein. Ruangan pameran yang tak begitu luas ini memiliki banyak goresan cerita tentang batik.

Teman blogger Leyla Hana dengan koleksi Museum Tekstil ( dok.pri )

Jauh di dalam lubuk hati saya merasa pilu, bagaimana mungkin seorang Fanny yang berkebangsaan asing bisa dengan fasih menjelaskan batik dengan detail. Sedangkan kami pemilik asli batik hanya bisa manggut-manggut dan mengiyakan saja. Sebuah realita tentang budaya yang perlu mendapat perhatian tambah dari pemilik asli. Sadarkah kita bahwa batik pernah diklaim oleh bangsa lain menjadi miliknya. Di sini nurani saya tertantang untuk segera lebih mengenalkan batik kepada masyarakat luas. Thank’s Fanny!

Selesai mengeksplor museum yang mengoleksi aneka ragam batik, acara belum usai. Tapi sebagai acara pamungkas kami akan menyaksikan demo masak oleh Chef Jun Juno. Pemilik akun instagram @resepdapurayah ini akan menyajikan dua macam menu, Ayam Rica-rica dan Puding Gula Merah. Demo yang dilaksanakan di bagian belakang museum ini membuat antusias blogger. Bukan apa-apa, ini adalah kali pertama Chef Jun tampil di hadapan blogger setelah sekian lama dinanti.

Bahan-bahan Ayam Rica-rica ( dok. Kang Dudi )

Hanya butuh waktu kurang dari dua jam, acara masak pun selesai. Sambil icip-icip masakan yang didemokan kami menyantap makan siang. Sungguh sebuah acara yang sarat dengan ilmu, budaya dan tentu saja kebersamaan. Waktu beranjak siang, dengan menumpang di mobil salah satu teman blogger dari Bekasi, saya pun pulang dengan hati riang dan sejuta cerita.

Chef Jun founder IG @resepdapurayah ( dok. Syaifudin Sayuti )

Di rumah, keesokan harinya saya masih punya tugas untuk menuntaskan belanja yang tertunda di Museum Tekstil kemarin. Kebetulan pas tanggal muda, jadi memangsudah waktunya belanja segala keperluan. Nah, sekarang saatnya saya mengeksplor aplikasi Honestbee untuk belanja bulanan. Saya akan membuktikan sendiri kemudahan belanja dengan menggunakan aplikasi ini. Sebelum saya kasih testimoninya, saya mau kasih tau dulu step by step nya ya…

Pertama-tama buka aplikasi Honestbee yang sudah kita donlot, lalu lanjutkan dengan register. Soal register ini mudah ko sama aja seperti kalau kita register di online shop lain.

Setelah itu kita akan dihadapkan pada merchant atau toko yang sudah berafiliasi dengan Honestbee. Sampai saat ini hanya ada empat merchant yang sudah berafiliasi. Pilih merchant, kalau saya  memilih Transmart Carefour.

Mulai belanja kebutuhan bulanan,  seperti mie instant, cemilan, obat gosok dan pewangi pakaian. Untuk sementara hanya itu dulu yang saya belanjakan. Semua produk yang kita pilih otomatis masuk ke dalam chart atau troli.

Langkah berikutnya klik alamat pengiriman, lalu isi deh alamat lengkap rumah kita.

Kemudian pilih cara pembayaran, saat ini Honestbee baru menerima dua sistem pembayaran dengan kartu kredit atau kes. Jadi pas barang diantar ke rumah, langsung dibayar. Dalam aplikasi kita juga diminta untuk memilih jam pengantaran barang.

Setelah semua sudah terisi, tunggu sampai ada pemberitahuan kalau belanjaan sudah diterima dengan baik. Jika sukses, beberapa saat kemudian pihak Honestbee akan mengkonfirmasi dengan menghubungi langsung via telepon. Apabila semua sudah selesai tunggu berdasarkan waktu kirim yang sudah kita pilih pada aplikasi.

Dan barang belanjaan pun tiba di rumah dengan selamat tanpa harus kena macet dan segala rintangan lainnya.

Gimana??? Gampang kaaaan, bukan cuma gampang tapi Honestbee menjadi solusi belanja mudah dan asyik. Apalagi di saat musim hujan kek sekarang ini, rasanya ko mager alias males gerak. Untung aja ada Honestbee sebagai solusi belanja. Setelah saya pikir-pikir, banyak banget keuntungan belanja di Honestbee, salah satunya terhindar dari godaan belanja yang nggak dibutuhkan.

Sebagai pendatang baru di dunia startup, mustahil jika Honestbee nggak punya kekurangan. Menurut saya sih atau lebih tepatnya saran saya perbanyak lagi merchant-merchantnya. Dengan mengusung belanja mudah kapan saja dan di mana saja, maka ciptakanlah suasana belanja yang mendukung. Sebagai contoh, ada suara musik pada aplikasi supaya customer nggak bosen. Nah, saya sudah coba belanja di Honestbee bagaimana dengan kamu? Coba yuuukkk…

Me Time Cooking Class Bareng UFM 94.7 Dan Kecap Sedaap

Buat saya me time itu perlu banget, semata-mata untuk memberi reward pada diri sendiri. Itupun nggak saya lakukan seminggu sekali atau sebulan sekali. Kadang-kadang saja, ketika diri sudah memberi sinyal maka saya langsung mikir. Kira-kira apa nih yang enak dilakukan untuk me time. Kali ini pilihan saya jatuh pada cooking class alias belajar memasak. Kenapa memasak ? Pertama seru aja, alasan lainnya banyaklah seperti bertemu dengan orang baru dan mencicipi masakan chef ternama.

Me with brand Vicenza and Kecap Sedaap

Hari Sabtu kemarin tanggal 25 Februari 2017 saya ikut dalam acara cooking class. Acara yang menghadirkan Executive Chef Sugiyanto ini mengusung menu sajian hotel bintang lima. Ada dua macam menu yang didemokan yaitu Wasabi Prwan with Caviar dan Pan Fried Dory Fish served with green chili, shallot dan garlic ditambah satu dessert Chocolate Mouse. Acara yang sudah ke sepuluh kalinya digelar ini diprakarsai oleh UFM 94.7 fm dan bekerjasama dengan Vicenza, Kecap Sedaap, Oxon dan Hotel Kristal Jakarta.

Wasabi Prwan with Caviar
Pan Fried Dory Fish served with green chili, shallot and garlic
Chocolate mouse

Saya menjadi peserta pertama yang datang, itu karena jarak dari rumah ke Hotel Kristal sangat dekat. Suasana masih belum ramai, panitia dari brand sponsor nampak masih mempersiapkan segala sesuatunya. Sambil menunggu yang lain datang, kesempatan ini saya manfaatkan untuk poto-poto. Suasana Terrazzo Kristal Hotel and Serviced Residence nampak asri. Oleh karenanya tiap sudut tidak ada yang terlewatkan untuk dipoto.

Tiba jam 10 lewat sepuluh, acara dimulai dengan dipandu oleh MC keren—belakangan saya tahu namanya Mas Arif Tirtosudiro. Ternyata Mas Arif ini bukan MC panggilan loh, tapi salah satu punggawa di UFM 94.7 jabatannya sebagai Chief Community Officer. Hmmm…keren kaaan bukan cuma ganteng tapi juga bertalenta.

Mas Arief selfie

Hadir dalam acara itu Mba Diah Windrawati dari Hotel Kristal Jakarta. Secara singkat Mba Diah menyampaikan ucapan terimakasih dan menceritakan sedikit tentang Hotel Kristal. Nanti deh kalau saya sudah sempet bermalam di Hotel Kristal saya akan cerita lebih detail lagi.

Diah Windrawati—Business Development Director

“Kalau sudah dimasukkan ke dalam bumbu, lalu masukkan ke dalam tepung sagu,”kata Chef Sugiyanto dalam instruksinya. Ketika ada salah satu peserta menanyakan kenapa tepung yang digunakan harus sagu, Chef Sugiyanto menerangkan. Kalau pake sagu hasil gorengannya lebih krispy dibandingkan pake terigu. Nah, hal-hal seperti inilah yang saya sukai ketika mengikuti kelas memasak. Ada tips yang diberikan langsung dari sang chef, di mana kita tidak bisa mendapatkan di tempat lain. Chef yang sudah memenangkan 11 kali acara Allez Cuisine ini banyak memberikan tips memasak dan mempercantik masakan.

Chef Sugiyanto

Nggak terasa hari beranjak siang, tiga macam menu sudah selesai dimasak. Setelah kami merapikan meja bekas memasak, kami bergegas menuju Orchid Resto. Orchid Resto ini terletak di bangunan utama Hotel Kristal. Jadi kami harus berjalan kaki kurang lebih sepuluh meter dari tempat demo masak. Oh ya, sebelum menuju resto masih ada dua acara lagi, yaitu doorprice dan foto bersama. Sayangnya doorprice kali ini nomor saya belum beruntung. Tapi secara keseluruhan rasanya saya puas banget bisa ikutan acara ini.

Mba Debbie ( kiri ) menyerahkan hadiah doorprice

Setibanya di resto saya tidak langsung mengambil makanan, tapi berkeliling dulu sambil foto-foto. Resto Orchid menyediakan aneka menu, mulai dari Asia, Oriented sampai menu Nusantara. Setelah berkeliling dan ngevlog, saya memesan Lontong Cap Gomeh ala Surabaya. Beberapa potong cake, ice lemon tea dan rujak. Hah…rujak, nggak salah tuh masak sih di resto ada rujak. Nah, makanya daripada penasaran datang aja ke Orchid Resto yang berada di Hotel Kristal Jakarta.

Sambil menikmati Lontong Cap Gomeh dan rujak, saya sempatkan untuk bertanya pada Mba Debbie Majida Shinta soal UFM 94.7 ini.  Mba Debbie gabung di UFM sudah sejak tahun 2004, wow dah lama juga ya sekitar 13 tahunan. Sekarang ini Mba Debbie sebagai Community Manager UFM, apa dan bagaiman kerjanya next time saya akan tulis deh di sini.  Berikut hasil obrolan saya dengan Mba Debbie…

Me and Mba Debbie

Jika mendengar namanya ini pasti sebuah stasiun radio. Eh, kira-kira masih banyak nggak ya di jaman sekarang yang dengerin radio? Jawabnya tentu saja masih banyak dong, saya sendiri masih sering mendengarkan radio terutama saat diperjalanan. Nah, UFM 94.7 ini merupakan radionya para Momy alias Mahmud atau mamah Muda. Berhubung stasiun radio ini spesialis buat para Momy jadi isi acaranya banyak berkaitan dengan aktivitas Momy. Misalnya aja nih, soal komunitas perempuan, penulis buku perempuan, blogger perempuan dan masih banyak lagi.

Masih kata Mba Debbie, sebenarnya sih stasiun radio ini memang untuk para perempuan, baik single maupun menikah. Tapi saat ini UFM 94.7 lebih banyak fokus ke urusan Momy karena informasi seputar parenting sedang tren. Bukannya ikut-ikutan loh, tapi lebih pada kebutuhan aja terutama buat Momy yang masih pemula garis miring unyu-unyu.

Dhintan peserta termuda

Buat para Momy yang berada di Jakarta dan sekitarnya, yuuuk dengerin UFM 94.7 pokoknya dijamin deh banyak obrolan seru. Salah satunya acara cooking class ini, liat aja tuh poto-potonya keren kan acaranya. Atau buat Momy yang rajin main facebook intip aja fanpagenya UFM Moms Community. Di fanpagenya juga banyak ko informasi seputar parenting yang dibutuhkan oleh Moms. Bukan itu aja loh, UFM juga sering mengadakan kuis dengan hadiah keceh badai. Makanya ayo lah kita gabung di fanpagenya UFM supaya nggak ketinggalan berbagai acara dan kuisnya, informasinya update terus ko.

Tanpa terasa obrolan saya dan Mba Debbie telah menghabiskan sepiring rujak yang rasanya mbok-plong. Akhirnya Mba Debbie pamit duluan karena masih ada acara di lain tempat. Saya tak lupa mengucapkan terimakasih karena bisa gabung diacara super keren ini. Sambil berlalu, Mba Debbie mengingatkan jangan lupa pantengin terus UFM 94.7 dan fanpagenya. Sampai ketemu lagi ya mba…kataku menutup hari me time. Sungguh hari ini saya benar-benar melalui me time dengan penuh kegembiraan.

Hunian Modern Baru Gangnam District Kini Hadir di Bekasi

Mendengar kata Gangnam ( 강남; 江南 ) pengucapan Korea Kannam; ingatan saya langsung pada lagu yang dinyanyikan oleh PSY beberapa tahun lalu. Lagu berjudul Gangnam Style itu langsung ngehits ke seantero dunia. Bagaimana tidak, sang vokalis yang bertubuh tambun  dengan energik menyanyi dan menari di atas bangunan Asem. Latar belakang video musik itu adalah gedung Trade Tower. Gedung Asem dan Trade Tower berada dalam satu kawasan bernama  World Trade Centre Seoul.  Kepopuleran lagu ini sontak membuat Gangnam District yang berada di Seoul  Korea Selatan menjadi ikut popular. Bahkan sejak itu, Gangnam District menjadi district terbesar ke tiga di Seoul dalam waktu hanya beberapa tahun saja.

Tapi, postingan saya kali ini bukan ingin membahas lagu tersebut, melainkan Gangnam District tempat video musik itu dibuat. Sebenarnya, sebelum lagu Gangnam Style populer Gangnam District juga sudah terkenal. Ada beberapa hal yang mendorong district ini cepat terkenal, sebut saja karena kemodernannya. Padahal jauh sebelum district ini dibangun, Gangnam bukanlah apa-apa. Cukup mengejutkan jika sekarang Gangnam District disejajarkan dengan Beverly Hills, California.

Suasana malam di Gangnam District Seoul

Mimpi untuk bisa memiliki rumah di kedua wilayah tersebut hanya isapan jempol belaka. Jangankan memiliki rumah, berkunjung ke sana dalam jangka waktu tertentu saja rasanya ko mustahil. Beberapa hari lalu, saya mendapat info kalau mimpi saya itu bukan isapan jempol. Pasalnya, akan segera dibangun sebuah kawasan sekelas Gangnam District. Lokasinya juga nggak jauh-jauh amat dari Jakarta, tepatnya di Kota Bekasi.

Mendengar kata Bekasi sontak saya langsung kaget, bukan kaget karena senang tapi kaget nggak percaya. Hah, Bekasi ! Begitu yang terlontar dalam kepala saya. Ciyus…nih ! Apa nggak salah tuh ! Masak sih  Bekasi. Kota yang pernah dibully oleh netizen karena nggak ada  dalam peta.

Ternyata bukan saya aja yang nggak percaya kalau di Bekasi akan dibangun district sekelas Gangnam, tapi juga Moon Geun Young pemeran Han Se-Kyung dalam drama seri berjudul Cheongdam-dong Alice.

Bukan apa-apa pada tahun 2012 Gangnam District Seoul dijadikan lokasi shooting untuk drama seri tersebut. Jadi nggak salah kan kalau do’i penasaran dengan Gangnam District Bekasi. Untuk menjawab rasa penasaran sekaligus ingin membuktikan, saya langsung mencari tahu soal info tersebut. Saya juga janji kalau sudah dapet infonya segera akan mengirimkan foto dan vlog padanya.

Gangnam District  ( 강남구; 江南區 ) Bekasi

Jika di antara kamu ada yang pernah berkunjung ke Gangnam District  Seoul, pasti sudah tahu dong kawasan elite dan modern itu. Kali ini Bekasi telah dilirik oleh sebuah pengembang terkemuka asal negri Singa Putih untuk merealisaskan sebuah kawasan sekelas Gangnam District. Gangnam Distrcit Bekasi adalah superblock dengan lifestyle yang diadaptasi dari Gangnam District Seoul, Korea. Seperti di tempat asalnya, kawasan ini juga akan menjadi ajang tempat berkumpulnya anak muda yang kreatif sehingga mampu menjadi kawasan keren dan modern.

Sebagai Apartemen terbaru di Bekasi, Gangnam District  mengusung konsep smart home yang modern,  dilengkapi dengan peralatan berteknologi canggih. Peralatan canggih yang dimaksud yaitu feature Smart Home System sehingga penghuni dapat mengakses CCTV langsung dari smartphone mereka dan mengontrol beberapa perangkat rumah secara mudah.

Gangnam District Bekasi menawarkan konsep bukan sekedar hunian biasa tapi mixed use lifestyle lengkap dengan Apartemen, Korean Concept Mega Mall, Hotel, pusat retail perbelanjaan seperti SOHO, Thematic water Park, Taman Nature Park, café-café dan masih banyak lagi.

Mengapa Bekasi  ?

Maaf, ini bukan pertanyaan sindiran tapi agak heran saja. Saya yakin investor tentu punya alasan sendiri kenapa memilih Bekasi sebagai tempat dibangunnya Gangnam District ini. Kalau ditelisik lebih jauh sebenarnya Bekasi memiliki 5 fakta mengejutkan. Mau tahu faktanya apa ?

Kepadatan Penduduk

Sebagai kota satelit dari Jakarta, penduduk di Kota Bekasi terus bertambah setiap tahunnya. Ada dua faktor yang menjadi  penyebabnya yaitu  lahir dan pendatang. Adapun alasan pendatang menyerbu Bekasi semata-mata untuk mencari pekerjaan. Ini terbukti dari rasio jenis kelamin laki-laki lebih banyak daripada perempuan. Hal ini mengindikasikan bahwa tenaga kerja di Kota Bekasi cukup banyak.

Namun begitu tidak sedikit pula penduduk Bekasi yang bekerja di Jakarta, tapi tetap memilih tinggal di Bekasi. Berdasarkan data statistik Kota Bekasi, selama empat tahun ( 2010 – 2014 ) pertumbuhan penduduk Bekasi naik sebesar 10.5 %. Jumlah penduduk Bekasi yang empat kali lebih banyak dari penduduk Gangnam District Seoul ( 5 ratus ribu jiwa ) menjadi asset paling penting saat ini. Bahkan Bekasi menjadi kota ke dua terpadat se Jawa Barat setelah Bandung.

Pertumbuhan Infrastruktur dan Fasilitas Umum

Pertumbuhan penduduk yang signifikan mendorong Pemerintah Daerah dan Pihak Swasta membangun infrastruktur, berupa jalan akses utama. Selain jalan protokol di dalam kota, telah dibangun jalan penghubung Bekasi – Jakarta dikenal dengan Tol Becakayu ( Bekasi-Cawang-Kampung Melayu ) yang terhubung  pula dengan Tol JORR. Kemudian ada pembangunan Light Rail Transit ( LRT ) yang sedang dalam perencanaan juga.

Selain infrastruktur ada beberapa pihak swasta membangun fasilitas umum seperti mall-mall berkelas, gedung perkantoran, sekolah-sekolah elite, rumah sakit, hotel dan aktvitas lain yang mendukung gaya hidup untuk bersosialita. Pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum ini,  menjadi daya tarik bagi pendatang. Tanpa sadar, Bekasi telah menjadi kota alternative ke dua untuk mencari kerja dan menetap selain Jakarta tentunya.

Penambahan Moda Transportasi Umum

Salah satu indikasi makin maju sebuah kota terletak pada akses transportasi berupa jalan. Pembangunan jalan  juga harus dibarengi dengan pengadaan alat transportasi. Apalah artinya pembangunan jalan jika tidak ada alat transportasi. Begitupula dengan Bekasi, geliat pengadaan alat transpotasi menjadi bagian utama dan telah nampak hasilnya. Akses transportasi jalan dan moda transportasi umum ini membuat jarak dari Bekasi ke kota sekitar, menjadi lebih dekat dan cepat. Sebagai contoh telah beroperasinya Transjakarta sejak tahun lalu, sebagai upaya kerjasama antara DKI Jakarta dan Kota Bekasi.

Bahkan kabar terbaru, Pemerintah Kota Bekasi akan membangun Aeromovel Track sepanjang 12 km, sebagai akses lingkar Bekasi. Aeromovel yang digadang-gadang akan menjadi ikon transportasi Kota Bekasi ini sudah sangat dinantikan oleh masyarakat Bekasi.

Meningkatnya Pertumbuhan Investasi

Ketiga fakta yang sudah saya sebutkan di atas, mendorong para investor melakukan investasi di Bekasi. Investasi dimulai dengan makin banyaknya pembangunan gedung perkantoran dan beberapa pusat industri. Dalam hal tenaga kerja, para stakeholder tidak lagi kesulitan mencari karena di Bekasi banyak tersedia. Adanya pusat industri dan gedung perkantoran menjadi indeks pertumbuhan investasi Kota Bekasi meningkat. Tercatat pada tahun 2013 pertumbuhan investasi dalam negri mencapai rasio sebesar 78 %. Sedangkan pertumbuhan investasi yang berasal dari luar negri mencapai 76 %.

Pertumbuhan investasi ini tentu saja menjadi angin segar bagi para pemilik modal. Dan bukan tidak mungkin bahwa dalam kurun waktu 3 sampai 5 tahun ke depan Kota Bekasi akan menjadi kota mandiri dan terintegrasi.

Daya Beli Masyarakat Cukup Tinggi

Sekilas pola kehidupan masyarakat Bekasi nampak ada kemiripan dengan Jakarta. Setiap hari Bekasi didatangi oleh orang dari berbagai daerah. Perlahan tapi pasti situasi seperti ini membuat Bekasi mendapat label kota urban. Tak ubahnya dengan Jakarta, masyarakat urban yang ada di Bekasi memiliki kebutuhan standar hidup. Kebutuhan tersebut meliputi hunian, kesehatan, sekolah dan tidak ketinggalan fasilitas penunjang gaya hidup.

Ketersediaan standar hidup yang dibutuhkan oleh masyarakat, memicu daya beli. Nyatanya memang demikian, masyarakat Bekasi khususnya masyarakat urban memiliki daya beli tinggi. Contoh dari segi fashion dan kuliner, nampak sekali perubahannya. Pernah beberapa kali saya kerap menghadiri festival kuliner yang diadakan di Bekasi. Bukan itu saja, event-event besar seringkali digelar di  Bekasi. Semua menjadi pertanda positif bagi perkembangan ekonomi masyarakat Bekasi.

* * * * * * * * * *

Melihat fakta tersebut di atas, sangat dimungkinkan jika banyak investor berdatangan ingin menanamkan modal di Kota Bekasi. Demi memenuhi segala kebutuhan masyarakat Bekasi  maka rasanya Kota Bekasi layak disulap menjadi Gangnam District Bekasi.

Bisa jadi kehadiran Gangnam District  Bekasi ini secara tidak langsung menepis cibiran para netizen tentang Kota Bekasi. Lebih dari itu diharapkan bisa mengangkat citra Kota bekasi secara umum. Salah satu bangunan yang akan berdiri di Gangnam District Bekasi adalah Apartemen. Bahkan dari luas keseluruhan yang berjumlah 3,7 Ha, sekitar 2,4 Ha akan dibangun apartemen dan sisanya dibangun fasilitas umum terutama stasiun Aeromovel.

Nah, sekarang saatnya saya membedah apartemen yang akan menjadi bangunan utama di Gangnam District Bekasi.

Salah satu fakta yang terus diburu oleh sebagian besar masyarakat urban adalah hunian atau tempat tinggal. Memiliki tempat tinggal menjadi barang penting dan tak bisa terelakkan. Jaman berubah begitu pula dengan tren masyarakat. Kalau dulu orang menganggap hunian hanya untuk ditempati sekarang tidak lagi. Sekarang ini memiliki hunian bukan untuk ditempati saja melainkan juga sebagai investasi. Makanya tidak heran jika saat ini beberapa orang memiliki hunian lebih dari satu.

Tren hunian juga ikut bergeser, dari rumah landed menjadi rumah vertikal alias apartemen. Di Indonesia sendiri tren apartemen sudah ada sejak 10 tahun silam. Sejak itu mulai bermunculan pembangunan apartemen, khususnya di kota besar. Salah satu Apartemen yang sedang dalam tahap pembangunan adalah Gangnam District Bekasi. Bagi mereka yang ingin atau sedang mencari hunian vertikal, baik untuk investasi atau untuk dihuni rasanya Gangnam District Bekasi bisa jadi pilihan. Berdasarkan fakta tentang Bekasi yang sudah saya ungkap di atas, Gangnam District Bekasi sangat layak dimiliki. Sebagai hunian modern baru di Bekasi,  Gangnam District sudah berhasil memikat calon investor dan penghuni dengan beberapa keunggulan. Mau tahu apa keunggulannya ? Berikut beberapa keunggulan yang ditawarkan oleh Gangnam District Bekasi…

Unit Apartemen Gangnam District Bekasi

Gangnam District Bekasi rencananya akan dibangun sebanyak 18 tower, masing-masing tower terdiri dari 13 lantai. Setiap lantai nantinya terdiri dari 22 unit apartemen. Jika ditotal secara keseluruhan termasuk fasilitas seperti gym dan lainnya kurang lebih sebanyak 5.624 unit apartemen. Dari luas 3,7 Ha seluas 2,4 Ha diperuntukkan pembangunan apartemen sedangkan sisanya akan dibangun area komersial seperti hotel dengan 150 kamar, office dan pusat perbelanjaan.

Sedangkan tipe unit yang ditawarkan hanya terdiri dari dua tipe saja, yaitu tipe studio dan tipe dua kamar tidur. Tipe studio memiliki luas 22.95 m2, tapi hanya 19.29 m2 saja yang terpakai. Sedangkan tipe dua kamar tidur luasnya 45.45 m2 dan hanya 38.23 m2 yang terpakai. Jika diperhatikan ada kelebihan luas di tiap unitnya, kelebihan luas ini bisa dipergunakan untuk balkon atau keperluan pribadi lainnya.

Sejujurnya dua tipe yang ditawarkan ini menurut saya sangat cocok buat konsep tinggal. Tinggal di apartemen memang lebih menonjolkan rasa privacy, aman dan nyaman.

Keamanan Dengan Teknologi Canggih

Salah satu faktor penting bagi penghuni apartemen adalah keamanan. Oleh sebab itu faktor keamanan menjadi perhatian yang diutamakan oleh pengembang. Jangan takut, Gangnam District Bekasi telah dilengkapi dengan sistem keamanan yang canggih yaitu Smart Home System. Apa itu Smart Home System ? Smart Home System adalah sebuah sistem yang bisa mengakses CCTV  langsung  melalui smartphone.  Wah, kalau gitu kita bisa tahu dong kondisi apartemen saat kita pergi. Bener banget, intinya penghuni bisa mengawasi keadaan apartemen kapan saja dan di mana saja. Jadi nggak perlu takut ada orang lain masuk, kalaupun kejadian penghuni bisa langsung lapor. Karena security apartemen ini bekerja selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu khusus melayani para penghuni.

Smart Home System

Lebih canggihnya lagi bukan cuma keamanan saja yang bisa dipantau sewaktu-waktu. Sistem yang dioperasikan dengan menggunakan sensor gerak ini bisa juga  untuk  menyalakan lampu, AC dan alat elektronik lainnya. Pokoknya canggih pake banget lah…berasa hidup di planet lain. Ups !

Fasilitas Lengkap Dan Modern

Salah satu alasan orang betah tinggal di sebuah unit apartemen adalah tersedianya fasilitas lengkap dan modern. Dan alasan ini dimiliki oleh Gangnam District Bekasi dengan menghadirkan segala fasilitas penunjang lifestyle. Bayangkan dengan luas 1,3 Ha akan dibangun fasilitas tersebut. Fasilitas sekelas bintang lima yang bakalan hadir di situ seperti hotel, Polux mall dengan konsep Korean, kolam renang, thematic water park, jogging track maupun fasilitas bermain dan belajar buat anak-anak. Dengan begitu orang tua tidak perlu cemas ketika anaknya bermain karena masih dalam satu area apartemen.

Begitu pula dengan jasa lainnya seperti laundry dan housekeeping, semua tersedia selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Daripada mupeng dengernya mendingan kita lihat dalam video pendek berikut ini…

 

Selain fasilitas yang saya rangkum dalam video, masih ada lagi nih fasilitas unik yaitu Sky Bridge dan Dinning Resto. Sky Bridge ini dibangun untuk memudahkan penghuni jika ingin menyeberang ke gedung lain. Wow…jadi nggak usah turun ke bawah lagi dong ! Sedangkan Dinning Resto, diperuntukkan buat penghuni yang males keluar unit sekedar mencari makanan. Dinning Resto ini menyediakan menu mulai dari sarapan hingga makan malam. Nah, kalau kebetulan penghuni sedang kehabisan stok makanan atau males masak bisa nih langsung ke Dinning Resto ini. Atau kalau kebetulan ada tamu datang, jadi bisa sekalian menjamu di sini.

 

Oh ya, selain apartemen di atas tanah seluas 1,3 Ha juga akan dibangun hotel. Karena harapannya semakin banyak investor yang datang ke Bekasi maka akan banyak pula tamu. Hotel yang akan dibangun akan menambah semaraknya kawasan district dan menjadi pemicu keramaian.

Contoh kamar hotel

Gimana, keren kaaaannn….coba deh pikir-pikir ada nggak apartemen yang memberikan fasilitas kek gini. Setahu saya sih emang belom nemuin konsep apartemen kayak gini selain Gangnam District Bekasi. Jangan kemana-mana dulu ya, masih ada lagi nih kelebihan lain selain yang sudah saya infoin di atas.

Dekat Dengan Fasilitas Sekitar

Meskipun kesehatan dan pendidikan tergolong kebutuhan sekunder, namun keduanya dianggap penting juga. Oleh sebab itu salah satu syarat  ketika mencari hunian harus ada  fasilitas tersebut. Demikian pula Gangnam District Bekasi, sejak awal pemilihan lokasi pengembang sudah memikirkan dua hal  itu. Dan hasilnya Gangnam District Bekasi didirikan dekat dengan fasilitas kesehatan dan pendidikan. Skema di bawah ini menggambarkan bahwa ada sekitar 200.000 lebih fasilitas pendidikan mulai dari TK sampai Universitas, begitu juga dengan pendidikan keterampilan. 

Peta sebaran fasilitas sekitar Apartemen Gangnam District Bekasi

Sedangkan untuk fasilitas kesehatan, terdapat rumah sakit dan klinik tersebar di sekitar apartemen ini. Adapun rumah sakit atau klinik yang tersebar memiliki reputasi baik, modern dan lengkap. Kalau sudah begini kemudahan apa lagi yang masih kau ingkari ?

Lokasi Dan Akses Transportasi Yang Strategis

Seperti pepatah mengatakan “Lokasi menentukan prestasi” pepatah ini berlaku juga buat pembangunan hunian. Apakah bangunan itu landed atau vertikal, karena lokasi yang strategis banyak diminati. Selain lokasi strategis ada satu yang tak kalah penting yaitu kemudahan akses transportasi. Gangnam District Bekasi didirikan di lokasi yang dapat diakses melalui dua pintu tol,  Bekasi Barat dan Bekasi Timur. Dari kedua pintu tol keluar ini, hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar 20 menit. Waktu tempuh akan terasa lebih cepat jika transportasi massal Aeromovel sudah beroperasi, hanya sekitar 10 menit. Karena dalam perencanaannya, persis di depan Apartemen Gangnam District Bekasi  akan dibangun stasiun Aeromovel. Stasiun ini akan menghubungkan Bekasi Selatan dan Bekasi Barat melalui Jl. Siliwangi.

Sedangkan untuk pejalanan ke arah Selatan bisa melalui LRT yang menghubungkan jalur Cibubur – Bekasi Timur dan Cawang. Hanya saja semuanya dapat terealisasi tahun 2018 mendatang, sekarang  masih dalam tahap pengerjaan. Bagi penghuni bila ingin bepergian dengan menggunakan transportasi udara, entah berlibur atau perjalanan bisnis waktu yang dibutuhkan untuk sampai di  Bandara International Soekarno Hatta, Cengkareng cukup satu jam saja. Sedangkan untuk mencapai Bandara Halim Perdana Kusuma  membutuhkan waktu kurang dari satu jam yaitu sekitar 25 menit.

Lokasi dan akses transportasi yang mudah

* * * * * *

Terus terang aja nih, saya merasa benar-benar seperti sedang berada di Gangnam District Seoul. Menikmati setiap fasilitas yang disediakan oleh Gangnam District Bekasi. Rasanya sudah nggak sabar lagi menunggu Gangnam District Bekasi segera terwujud.

Seperti janji saya pada Moon Geun Young, saya pun langsung mengirimkan link artikel ini ke do’i. Tentu saja mau ngasih tahu  kalau di Bekasi beneran bakal ada Gangnam District sekelas Gangnam District Seoul. Jadi beritanya bukan hoax.  Saya yakin do’i pasti seneng banget dengernya. Tapi ternyata dugaan saya salah, nggak berapa lama setelah link artikel ini saya kirim do’i pun bales. Balesannya cukup singkat, cuma pake emoticon ‘menangis’.

Pasalnya sang kekasih sudah lebih dulu tahu tentang Apartemen Gangnam District Bekasi ini. Bahkan sang kekasih berniat untuk mengambil beberapa unit. Oh…pantesan aja do’i langsung nangis gitu.

* * * * * * * * * *

Gara-gara chatting sama Moon Geun Young, saya hampir aja lupa mau ngasih tau bagian pentingnya. Saya yakin bagian penting ini akan membuat mata terbelalak. Apa ayo coba tebak ! Apalagi kalau bukan soal harga dan kemudahan pembayaran.

Harga Dan Kemudahan Cara Pembayaran

Apa artinya segala fasilitas dan letak yang strategis, kalau ternyata harganya mahal. Eits…tunggu dulu soal harga, Gangnam District Bekasi menawarkan sangat special. Mengapa saya bilang begitu ? Karena saya lumayan tahu soal harga apartemen di Bekasi, dan saya berani bilang kalau harga satu unit Apartemen Gangnam District bekasi masih di bawah harga apartemen lain. Emang berapa sih harga per unitnya, jadi penasaran kan ?

Harga untuk tipe studio dimulai dari 268 juta saja, sedangkan tipe 1 kamar tidur 536 juta. Hmmm…kenapa pake kata dimulai yak, itu artinya tiap unit harganya nggak sama. Sebagaimana yang saya tahu harga tiap unit apartemen itu memang beda-beda. Perbedaannya tergantung dari beberapa hal, misalnya lantai berapa dan view nya ke mana. Itu yang saya tahu looohhh…

Tapi nggak usah takut menurut saya sih harga segitu sebanding dengan fasilitasnya bahkan lebih. Lagi pula jika kamu berminat untuk memiliki dua atau lebih unit apartemen, pembayarannya mudah ko. Ada enam cara pembayaran yang bikin rekening nggak bolong, caranya yaitu :

 1. Bayar TUNAI atau KONTAN ( pake duit yak jangan pake daon )

 2. Installments 12 kali alias diangsur atau dicicil sebanyak 12 kali setahun LUNAS.

 3. Angsuran 24 kali jadi kurang lebih dua tahun, kalau nggak nunggak

 4. Angsuran 36 kali atau selama 3 tahun, anak lulus SMP sudah LUNAS

 5. Angsuran 48 kali atau 4 tahun, anak lulus SMU dah kerja baru LUNAS

 6. Melalui KPA ( Kredit kePemilikan Apartemen ) dengan DP 30% dicicil 12 kali. Ingat PAKE DP !

Semua cara pembayaran di atas dilakukan melalui bank yang sudah menjalin kerjasama dengan Gangnam District Bekasi. Sampai saat ini sudah ada delapan bank yang bekerjasama, yaitu : BRI, MayBank, Mandiri, MNC, CIMB Niaga, ICBC, Artha Graha dan BTN. Semoga ada lagi bank yang akan menandatangani MOU dengan pengembang.

Ada sedikit pertanyaan yang menggelitik, untung mana sih beli ruko atau beli apartemen. Saya akan coba simulasikan sedikit ya…

Ruko : 1 unit 3 Milyar jika disewakan setahun hanya laku sekitar 50 – 90 juta itu kalau ada yang sewa, kalau nggak ada jatuhnya malah rugi.  Apartemen : 10 unit 3 Milyar ( asumsinya unit 1 Kamar Tidur ) disewakan 10 x 30 juta/tahun = 300 – 400 juta.

Nah, jelas banget kan perbedaannya lebih untung beli apartemen daripada ruko. Sebenarnya dalam hal apapun memang dibutuhkan kecermatan dan ketelitian sebelum memutuskan sesuatu.

Tiba-tiba saja smartphone saya berbunyi. Dari Moon Geung Young, do’i ngasih tau kekasih pujaan hatinya akan segera membeli beberapa unit apartemen Gangnam District Bekasi. Katanya buat investasi tapi…yang bikin do’i stress kalau sang pacar ingin tinggal di sana juga. Di Bekasi…! Iya…di Bekasi…!

 

Sebelum mengakhiri tulisan ini, ada satu pertanyaan dari diri saya sendiri. Siapakah di balik maha proyek ini ? Berani benar menginvestasikan modalnya di Bekasi. Ini dia penjelasannya…

Adalah Pollux Properties, pengembang yang berasal dari Negri SIngapura ini bukan pertama kali membangun gedung pencakar langit. Beberapa gedung yang pernah dibangunnya yaitu : World Capital Tower Jakarta, Paragon 2 Semarang, Amarsvati Lombok, Pollux Tower Mega Kuningan dan masih beberapa lagi. Berbagai macam penghargaan juga sudah didapat atas prestasinya. Jadi sudah tidak diragukan lagi kredibilitas perusahaan ini. Semoga saja pembangunan Gangnam District Bekasi cepat selesai, rasanya dah nggak sabar mau nongkrong cantik di Pollux Mall.

Rumah jauh lebih dari sekedar tempat berteduh. Sebuah rumah seharusnya dapat menggugah perasaan dan meningkatkan spiritualitas penghuninya—John Saladino; arsitek

 

 Kayaknya bakalan ada yang mau nyusul ke Gangnam District Bekasi nih…

T A M A T

Wismaya Residence Kini Hadir di Bekasi Sebagai Price For Living

Sabtu, 4 Februari 2017 lalu saya menghadiri lauching hunian vertikal di Bekasi. Adalah PT. Langgeng Makmur Perkasa yang menghadirkan Apartemen dengan brand Wismaya Residence. Memilih lokasi di tengah pemukiman padat menjadi alternatif tersendiri bagi Wismaya Residence. Dengan menggandeng kontraktor terkemuka, PT. Adhi Perkasa Gedung yang merupakan anak perusahaan dari PT. Adhi Karya ( Persero ) Wismaya Residence siap menjadi pilihan kaum urban di kota Bekasi. Rencananya sendiri akan berdiri dua buah tower di mana saat ini pembangunan sudah berjalan sekitar 35 persen. Dari keseluruhan unit terbagi lagi dalam  empat macam tipe, ada tipe studio, 1 kamar tidur,  2 kamar tidur dan 3 kamar tidur. Uniknya untuk tipe 3 kamar tidur hanya ada satu unit saja di tiap lantai dan menjadi produk unggulan.
Continue reading…

Suamiku Penderita Asma Akut

Fiks, Papieh—panggilan saya ke suami penderita asma akut ! Asmanya bukan sehari dua hari atau seminggu dua minggu tapi lima tahun. Selama 5 tahun itu pula Papieh berteman dengan asma. Asma bukan teman biasa, tapi juga bukan teman luar biasa. Sejak diturunkan dari sang Ibu, Papieh tidak bisa menolak kehadiran asma. Namun bukan berarti diterima juga. Walau bagaimanapun asma harus diobati, meskipun banyak yang bilang kalau asma susah sembuh. Yah…paling tidak diminimalkan agar jangan kambuh terus-terusan. Continue reading…

Menelusuri Kinerja Bea Cukai Sebagai Penjaga APBN

Dua minggu ini masyarakat Indonesia, terutama kaum Ibu Rumah Tangga dihempas oleh realita pasar. Pasalnya, harga cabe melonjak tajam di berbagai daerah bahkan ada yang sampai tembus 250.000 rupiah per kilogram. Realita ini bukan hanya menjadi mimpi buruk bagi Ibu Rumah Tangga tapi juga pengusaha restaurant dan katering. Berita tentang melonjaknya harga cabe ini menjadi viral baik di media sosial maupun media konvensional. Yang paling rame adalah di media sosial, karena banyaknya berita tanpa kejelasan. Masing-masing beropini sendiri dan mengklaim bahwa beritanyalah yang paling benar. Misalnya saja, bahwa meskipun harga cabe melonjak tajam tapi nasib petani cabe masih tidak ada perubahan. Continue reading…

Bakmi Mewah Siram Ayam Tauco

Beberapa waktu lalu saya ingin membuat sambal udang tauco. Cuma aja nggak pernah kebagian udangnya di tukang sayur, selalu kehabisan. Sambal udang tauco ini menjadi menu kesukaan saya dan Papieh—panggilan saya ke suami. Apalagi kalau makannya pakai nasi anget. Waktu mau bikin sambal udang tauco, saya juga sudah beli tauconya. Daripada nggak jadi dimasak, saya mau coba bikin menu yang lain. Kebetulan banget nih ada tantangan dari Bakmi Mewah untuk membuat kreasi menu.

Sebenarnya agak ragu juga sih mempertemukan tauco dengan Bakmi Mewah. Seperti bagai bumi dan langit. Yang satu sederhana sedangkan yang satu mewah. Tapi di balik keraguan timbul rasa penasaran juga. Apa sih rasanya tauco disiram ke atas mi, semacam toping gitu. Keknya nggak salah deh coba eksperimen masak mi dengan toping tauco. Rasanya pasti Indonesia banget ! Kalau Italy punya Spagheti, maka Indonesia punya mi siram tauco. Continue reading…

60 Tahun Astra Sokong Kehidupan Bangsa Sejahtera

Siapa sih yang nggak kenal Astra ? Hampir setiap orang, pemilik ataupun pengguna kendaraan bermotor pasti tak asing lagi mendengar kata Astra ? Yup…Astra adalah perusahaan yang mengembangkan diri dalam hal kebutuhan akan kendaraan. Begitupula saya, pertama kali tahu Astra ketika memiliki kendaraan roda dua dengan merk Honda. Motor bebek yang kemudian saya kenal dengan Honda Astrea ini saya beli pada tahun 1989.

Setelah duduk di bangku kuliah tahun sembilan puluhan, saya berganti kendaraan dari roda dua menjadi roda empat. Mengingat saat itu saya harus bekerja sambil kuliah, jadi saya putuskan untuk berganti kendaraan. Kendaraan yang saya pilih  sejenis sedan, yaitu Toyota Corrola warna putih. Meskipun mobil yang dibelikan Bapak tidak baru tapi saya merasa nyaman dengannya. Jadilah Corrola putih ini menjadi teman setia saya pergi kerja dan kuliah. Continue reading…

SWAM Expo 2016, Seminar Dan Wisata Kecantikan Bertaraf Internasional

Dua minggu berada di rumah sakit rasanya cukup membuat saya ‘butuh piknik’. Sebagus-bagusnya ruang kamar perawatan tetep aja yang namanya rumah sakit tuh nggak enak. Beda ketika nginep di hotel atau villa. Meskipun fasilitas kamarnya nggak jauh beda tapi ada rasa gimana gitu, karena kita sedang sakit. Pengalaman saya yang sering banget harus berada di kamar rawat—hampir dua tiga kali suami rawat inap, membuat saya butuh pinik. Ya, setiap kali pulang dari rawat inap saya selalu pergi piknik alias wisata.

Wisatanya juga macem-macem, kebanyakan kulineran terus bermalam di hotel yang nyaman dengan nuansa alam. Tapi nyatanya toh saya merasa bosan juga dengan wisata yang itu itu terus. Saya ingin sesekali wisata dengan sentuhan berbeda dari biasanya. Lama berpikir kira-kira wisata apa ya, yang nggak bosenin dan ada pengalaman lain. Continue reading…

Peluang Dan Tantangan Indonesia South Sea Pearl

Tak dapat dipungkiri lagi bahwa kita tinggal di negara kepulauan terbesar di dunia. Keadaan geografis ini menjadikan Indonesia memiliki garis pantai terpanjang nomor dua setelah Kanada. Garis pantai  sepanjang 54.716 kilometer menjadikan Indonesia memiliki laut yang amat luas. Luas lautnya sendiri sekitar 70% dari luas daratan yaitu 5,8 juta kilometer. Rasanya sangat tepat bila kemudian Indonesia dikenal dengan julukan negara maritim.

Julukan negara maritim menjadi anugrah tersendiri bagi Indonesia, karena di dalamnya terkandung harta melimpah. Hasil laut berupa ikan, tambang dan panorama bawah laut menjadi kekayaan yang sangat bernilai. Bangga bercampur sedih, karena ternyata anugrah ini tidak bisa dikelola dengan baik.  Jika saja kita bisa mengelolanya dengan baik, maka hajat hidup orang banyak akan tercukupi. Sayangnya perilaku semacam itu bagai panggang jauh dari api. Pencurian ikan yang dilakukan oleh kapal-kapal asing terjadi hampir di seluruh laut Indonesia. Hasil tambang minyak lebih santer ributnya ketimbang eksplorasinya. Begitupula dengan panorama bawah laut dan tak mau ketinggalan si cantik putih berkilat, mutiara.

ipf6
Koleksi pribadi

Hmmm…mendengar kata mutiara, naluri kewanitaan saya langsung bergairah, ingatan saya adalah perhiasan. Wanita mana sih yang kalbunya nggak terusik mendengar perhiasan, apalagi berbalut mutiara. Eh, tapi ngomong-ngomong apa kabar dengan mutiara ? Rasanya hampir beberapa tahun ini saya tidak lagi mendengar kabar mutiara, apalagi mutiara Laut Selatan. Apakah dia sudah menghilang dari negri ini ? Atau sudah pindah kewarganegaraan gitu ? Ah, daripada kebanyakan pertanyaan mendingan kita cari tahu  jawabannya.

Rabu, 12 Oktober 2016 saya berkesempatan menghadiri acara Pre-Event 6thIndonesian Pearl Festival 2016. Acara yang akan diadakan pada tanggal 9-13 November mendatang ini sebagai salah satu upaya untuk lebih mengenalkan lagi mutiara pada khalayak. Loh kok bisa begitu ? Ya, karena selama ini kita tidak mengenal mutiara dengan baik bahkan merasa memilikinya pun tidak. Perilaku inilah yang akhirnya menjadikan mutiara tidak terkenal lagi di negrinya sendiri tapi lebih kesohor di negri orang. Selain itu acara ini juga sebagai tempat ajang bertemunya pebisnis mutiara dan kolektor. Di mana kedua belah pihak bisa bersinergi dalam dunia bisnis maupun kecintaan pada mutiara Laut Selatan.

ipf4

Padahal, menurut data perdagangan mutiara di dunia Indonesia menjadi produsen terbesar, sebanyak 70%.  Selain menjadi produsen terbesar, Indonesia juga menjadi penghasil mutiara terbaik karena unggul dalam kualitas. Mutiara terbaik yang terkenal itu, berasal dari daerah Lombok, NTB dan dikenal dengan nama Mutiara Laut Selatan. Masyarakat dunia mengenalnya dengan  Indonesian South Sea Pearl disingkat menjadi  ISSP. Ciri-ciri South Sea Pearl dari Indonesia yaitu warnanya keputihan kemilau seperti emas, warna tidak pudar sepanjang masa, nacrenya lebih tebal dan bentuknya bulat utuh serta licin.

Pada kesempatan yang sama, Mentri Kelautan dan Perikanan Ibu Susi Pudjiastuti mengatakan, bahwa beliau tahu tentang kualitas mutiara Laut Selatan justru dari orang Amerika. Pernyataan Bu Susi ini karuan membuat semua undangan yang hadir terkejut, tanpa kecuali saya.  Ternyata judul lagu tentang mutiara yang hilang itu benar adanya. Pertanyaannya adalah kemanakah mutiara Laut Selatan Indonesia itu ?

ipf1

Sebatas yang saya tahu harga mutiara itu mahal, sangat mahal malah. Alih-alih, masyarakat Indonesia masih lebih memilih beli beras ketimbang beli mutiara. Karena itu mutiara hanya dimiliki oleh segelintir orang saja alias mereka yang berlebih secara ekonomi.   Mungkin hal ini yang menjadi penyebabnya atau mungkin salah satu penyebab mutiara mahal. Melihat kenyataan tersebut, saya jadi penasaran ingin tahu lebih banyak tentang mutiara yang hilang itu.

 Indonesia Penghasil Mutiara Laut Selatan Terbesar

Sejak tahun 2005 Indonesia menjadi negara penghasil mutiara terbesar dunia. Hal tersebut didasarkan pada hasil mutiara Laut Selatan Indonesia merupakan yang terbaik di kelasnya. Bentuk mutiara yang  sempurna  dapat terlihat pada saat diambil secara langsung dari cangkang tiram mutiara Laut Selatan. Lebih uniknya lagi, cangkang tiram mutiara yang dimiliki oleh Indonesia merupakan terlangka dan terbesar di dunia. Jadi hanya Indonesia satu-satunya negara yang memiliki tiram mutiara tersebut. Akan tetapi saat ini, ada beberapa negara lain yang juga memiliki tiram serupa hanya saja mereka tidak memiliki perairan seluas Indonesia. Beberapa negara yang memiliki tiram bernama ilmiah Pinctada Maxima ini adalah Myanmar, Filipina dan Australia jadi sekalipun mereka akan membudidayakan pasti sangat terbatas.

Tiram Pinctada Maxima ini ukurannya cukup besar sekitar 8 sampai 22 centimeter dan memiliki dua  warna bibir yaitu putih atau emas. Karena tiram mutiara ini besar, maka jenis mutiara yang dihasilkannya juga besar, yaitu berukuran 10 – 14 milimeter. Dengan begitu peluang Indonesia untuk menjadi negara penghasil  South Sea Pearl kualitas unggul sangat terbuka lebar.

issp4
South Sea Pearl ( dok. originalmutiara.com )

Mutiara South Sea Pearl  memiliki tiga warna yaitu putih, krem dan emas, di mana kesemuanya memiliki keindahan yang luar biasa. Tiram Pinctada Maxima banyak terdapat di Lombok, Kepulauan Indonesia Timur dan sedikit di beberapa wilayah lain seperti perairan hangat Australia, Filipina dan Burma. Tiram mutiara ini bisa dikatakan sudah langka dan memiliki kepekaan lebih tajam dari tiram lainnya. Bahkan ada yang mengatakan bahwa budidaya tiram ini jauh lebih sulit ketimbang tiram biasa.

Selain sulit, tiram ini juga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan satu butir mutiara, sekitar 2 – 4 tahun. Sifatnya yang peka dan selektif menerima setiap rangsangan dari luar yang masuk membuat tiram berhati-hati. Kalau boleh saya menamakan, tiram ini bisa dijuluki tiram eksklusif, tidak bisa sembarangan plankton masuk ke dalam tiram. Padahal plankton itu sendiri merupakan makanan bagi si tiram, artinya lebih selektif dalam memilih makanan. Jadi wajar rasanya kalau mutiara yang dihasilkan lama dan harganya  sangat mahal dibanding mutiara jenis lainnya.

ipf5
Koleksi pribadi

Selain mutiara Laut Selatan masih ada beberapa jenis mutiara lagi, yaitu :

  • Mutiara Akoya, diberi nama sesuai dengan bentuknya yang kecil dalam bahasa Jepang Akoya artinya kecil, terdapat di perairan dingin Kepulauan Jepang. Berukuran kecil, mulai dari 2 – 6 milimeter kebanyakan berwarna putih, tapi ada juga krem, pink dan emas. Meskipun kesohorannya masih di bawah mutiara Laut Selatan, mutiara Akoya dianggap salah satu mutiara terbaik dan cukup populer di dunia.
  • Mutiara Tahiti atau Tahitian, diberi nama sesuai dari tempatnya berasal yaitu Kepulauan Tropis Tahiti. Namun belakangan ini mutiara Tahiti sudah bisa dibudidaya di tempat lain seperti Kepulauan Cook dan wilayah sekitar Pasifik Selatan. Memiliki ukuran lebih besar dari mutiara Akoya, karena tiramnya juga besar ukuran mutiaranya 10 – 14 milimeter. Dari warnanya mutiara Tahiti berbeda dari dua mutiara sebelumnya, dominan pada warna kehitaman hal ini dikarenakan adanya warna hitam dari bibir tiramnya. Selain hitam, mutiara Tahiti memiliki warna lain, yaitu kebiruan, keunguan atau kehijauan.

 

issp3
Black Tahitian Pearl ( dok.missjoaquim.com )
  • Mutiara Air Tawar, mutiara air tawar adalah mutiara yang tumbuh dalam lingkungan non garam, tiramnya hidup di air tawar. Bentuk mutiara yang dihasilkan dari budidaya tiram air tawar ini jarang sekali berbentuk bulat utuh, melainkan oval atau baroque ( tidak teratur ). Bahkan tidak jarang seringkali ditemui dengan bentuk seperti siput atau sayap, padahal bentuk mutiara air tawar Lombok yang hampir bulat adalah bentuk yang paling banyak diminati.
issp1
Mutiara air tawar ( dok.missjoaquim.com )

Karena ukurann tiramnya relatif lebih kecil dibanding tiram air laut, maka mutiara yang dihasilkan juga kecil ukurannya hanya 6 sampai 8 milimeter. Sepintas mutiara air tawar terlihat lebih mirip dengan mutiara Akoya, mutiara air tawar yang berkualitas baik disertai  harga terjangkau menjadi paling disukai oleh pasaran saat ini. Di samping itu mutiara ini memiliki warna cukup banyak yaitu, lavender, pink, peach, abu dan hitam. Sebagai pengetahuan aja mutiara dijual layaknya mas, yaitu dalam bentuk gram, satu gram mutiara asli harganya berkisar antara 300.000 sampai 500.000 rupiah. Sedangkan untuk mutiara South Sea Pearl bisa sekitar 5 juta per gramnya, kebayangkan harganya yang sepuluh kali lipat dari mutiara biasa ? Harga mutiara didasarkan pada beberapa faktor, salah satunya berdasarkan gradenya. Ada lima hal yang menjadi patokan dalam menentukan grade sebutir mutiara, yaitu :

  1. Luster ( kilau )
  2. Shape ( bentuk )
  3. Nacre ( lapisan warna )
  4. Surface ( permukaan )
  5. Size ( ukuran )

Kelebihan Mutiara South Sea Pearl

Sebenarnya untuk saat ini mutiara yang benar-benar dihasilkan oleh proses alami di Laut Selatan sudah sulit ditemukan. Jadi mutiara yang beredar saat ini merupakan hasil budidaya dari peternakan-peternakan mutiara. Daerah terbesar dari pembudidaya mutiara Laut Selatan berada di lombok, Bali, Sumbawa, Maluku dan Papua. Daerah-daerah tersebut merupakan habitat dari tiram Pinctada Maxima, yaitu laut tropis yang hangat. Selain merupakan perairan  hangat, di perairan ini pula banyak hidup plankton-plankton yang mejadi makanan tiram Pinctada Maxima.

Pesona mutiara Laut Selatan memang tak tertandingi karena memiliki banyak kelebihan, yaitu memiliki nacre alami yang tebal dan megah. Kilau yang dihasilkan oleh mutiara Laut Selatan juga bersinar tiada bandingnya, cahayanya lembut dan bernada sejuk dalam pancaran cahaya berbeda-beda. Di situlah letak kelebihan dari mutiara Laut Selatan yang tidak dimiliki oleh mutiara dari daerah perairan lainnya.

Peluang Ekspor Mutiara Laut Selatan

Seperti sudah disinggung di atas soal kebutuhan mutiara dunia, Indonesia masih menguasainya sehingga menempati posisi teratas. Akan tetapi sekalipun sudah menduduki posisi teratas, faktanya kebutuhan mutiara dunia masih belum tercukupi. Bayangkan saja, dari 120 ton permintaan mutiara dunia, Indonesia hanya bisa memenuhi separonya saja. Padahal mutiara Indonesia memiliki potensi ekspor yang sangat tinggi. Dengan kata lain, kemilau mutiara Indonesia tidak sebanding dengan kesohoran namanya di dunia usaha mutiara Internasional.

Amat sangat disayangkan posisi teratas tersebut tidak diikuti dengan meningkatnya nilai ekspor mutiara. Saya jadi teringat pemaparan Ibu Susi Pudjiastuti saat acara kemarin, bahwa posisi  teratas dari kebutuhan mutiara dunia tidak serta merta meningkatkan nilai ekspor. Nyatanya pada tahun 2015 lalu, Indonesia hanya menempati urutan ke-9 perdagangan mutiara dunia dengan nilai ekspor sebesar US$ 29,4 juta atau setara dengan 2,07% dari total nilai ekspor seluruh jenis mutiara di dunia yang mencapai US$ 1,4 M. Jauh di bawah India, Jepang, Tiongkok, Australia, Tahiti, Amerika Serikat dan Inggris. Atau dengan Australia misalnya, yang mengklaim menguasai South Sea Pearl  dunia sebanyak 13% tapi memiliki nilai ekspor US$ 122 juta.

Nah, kalau Australia saja menguasai 13%  bisa mengekspor mutiara dengan nilai US$ 122 juta, mengapa Indonesia dengan penguasaan 70%  hanya senilai US$ 29,4 juta ? Dari sini timbul sebuah pertanyaan besar, kemanakah gerangan sisa mutiara yang belum diekspor tersebut ? Atau justru sebaliknya, sudah diekspor tapi tidak melalui jalur yang seharusnya alias ilegal. Oh tidak, jika hal ini sampai terjadi judul lagu “Mutiara yang hilang” menjadi benar-benar hilang entah berada di mana. Jadi dengan penguasaan mutiara dunia sebesar 70% tersebut, Indonesia seharusnya memiliki nilai ekspor lebih besar dari Australia.

Hmmm…fantastis sekali dengan nilai ekspor yang diterima saat ini, yaitu hanya sebesar US$ 29,4 juta. Berdasarkan hitungan ala kalkulator smartphone saya, bahwa terdapat kekurangan yang sangat signifikan. Sampai di sini saya hanya bisa tertegun, maunya sih bilang “Wow” tapi apa boleh buat saya benar-benar tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan mutiara Indonesia, khususnya South Sea Pearl.

Contohnya saja Nusa Tenggara Barat,  sebagai penghasil mutiara terbaik hanya bisa mengekspor mutiara sebesar 0,01%.  Padahal Lombok menguasai sebesar 43% South Sea Pearl. Adapun ekspor terbesar mutiara dari NTB adalah Malaysia ( US$47.192 Juta ) dilanjutkan Hongkong ( US$40.000 Juta).  Kuwait dan Tiongkok berada pada urutan berikutnya, di sinilah semua drama itu dimulai.

 Tantangan  Mutiara Laut Selatan

Bicara tentang dunia mutiara Indonesia memang sangat memprihatinkan. Usaha mutiara di Indonesia memang belum dijalankan secara optimal, banyak sekali faktor yang menjadi penghambatnya. Beberapa di antaranya adalah :

  1. Kemampuan untuk mengembangkan masih terbatas
  2. Kurang memiliki rasa kepemilikan dari dalam negri
  3. Rendahnya pengetahuan dan seluk beluk tentang ISSP
  4. Belum bisa memanfaatkan segi teknologi untuk pengembangannya

Dari keempat penghambat yang telah disebutkan di atas, masih ada faktor penghambat lainnya yaitu sertifikasi mutiara dari Pemerintah. Dampaknya, mutiara yang sudah diekspor ke berbagai negara dapat dengan mudah diklaim atau dilabeli oleh negara lain.  Keunggulan Indonesia South Sea Pearl   ini memang tak tertandingi, warna putihnya berkilau hingga memantulkan warna keemasan, sedangkan kilaunya tidak memudar sepanjang jaman. Padahal sertifikasi atau hak paten  tersebut dapat digunakan untuk menjaga keberadaan dan kepemilikan Indonesia South Sea Pearl.  Amat sangat disayangkan jika South Sea Pearl hilang begitu saja dan diakui oleh negara lain.

Tantangan dalam hal pengembangan atau budidaya misalnya, sebenarnya kerang/tiram yang dimiliki Indonesia yaitu Pinctada Maxima bisa hidup atau dibudidayakan di seluruh perairan Indonesia. Seperti yang sudah saya singgung di atas, bahwa Indonesia sebagai negara maritim menjadi anugrah luar biasa. Tapi nyatanya masih banyak perairan Indonesia yang belum terjamah untuk pembudidayaan mutiara ini. Bisa dibayangkan jika seluruh perairan Indonesia ditebar benih/indukan tiram South Sea Pearl maka bukan hanya isapan jempol belaka jika suatu saat nanti Indonesia akan menjadi negara pengekspor South Sea Pearl dengan kualitas nomor satu di dunia.

issp2
South Sea Pearl berdasarkan kedalaman ( dok.originalmutiara.com )

Begitupula dengan pengetahuan  Indonesia South Sea Pearl ( ISSP ), ternyata masih banyak pelaku bisnis mutiara khususnya pemula kurang begitu paham dengan mutiara. Saya rasa ini bukan masalah besar, bukankah ada Assosiasi Budidaya Mutiara Indonesia ( Asbuni ). Para calon pengusaha mutiara bisa menjadi anggotanya dan langsung aktif. Karena  salah satu fungsi dari Asbuni adalah menjembatani segala info tentang mutiara, baik seluk beluknya, penjualannya, budidayanya dan sebagainya. Kurangnya pengetahuan tentang mutiara ini juga dibenarkan oleh Joseph Taylor, seorang ahli biota laut asal Australia. Joseph Taylor dalam sebuah wawancara dengan CNN Indonesia mengatakan, bahwa masih banyak orang Indonesia yang tidak tahu menahu soal kualitas mutiara, bagus atau tidak.  Lepas dari semua tantangan yang ada, rasanya belum ada kata terlambat untuk memulai usaha mutiara.

Sebagai info saja, pada tanggal 9 – 13 November 2016 mendatang akan diadakan Indonesia Pearl Festival di Lippo Mall Kemang. Pameran yang diadakan untuk ke enam kalinya ini membuka wawasan seluas-luasnya tentang mutiara. Menurut saya, jangan sampai kesempatan ini terlewatkan begitu saja. Dalam ajang IPF ini akan banyak acara digelar, sebut saja ada lelang mutiara, klinik mutiara, lomba desain mutiara, charity fun raising dan masih banyak lagi. Inilah saat yang tepat bagi para pebisnis pemula bergerak untuk menjadi pengusaha mutiara. Bukankah uraian saya di atas cukup membuktikan, bahwa dunia masih membutuhkan banyak mutiara dari Indonesia, terutama South Sea Pearl.

Nah, tantangan terakhir dalam segi teknologi mutiara, sampai saat ini teknologi mutiara masih dipegang oleh Jepang. Semua masyarakat dunia tahu, dalam segi teknologi apapun Jepang selalu nomor satu. Negara yang pernah menjajah Indonesia ini memang sangat terdepan dalam segi teknologi. Akan tetapi bukan berarti Indonesia tidak bisa belajar tentang teknologi mutiara tersebut. Dalam berita ekonomi yang dirilis CNN Indonesia menyebutkan, pusat trading mutiara laut termasuk South Sea Pearl masih tetap di Jepang dan hampir 80% dari semua jenis mutiara laut ( South Sea Pearl, Akoya dan Tahiti ) akan masuk ke Jepang lebih dahulu sebelum didistribusikan ke negara lain. Adapun pengerjaan yang dilakukan bisa bermacam-macam seperti cutting, label, pewarnaan dan sebagainya.

Beruntung dan bersyukur rasanya dua kata tersebut cukup mewakili apa yang sudah tersaji. Tuhan sudah menyediakan beragam fasilitas di bumi makmur dan penuh potensi ini. Semua tergantung pada penduduknya mau atau tidak mengolah dan kerja keras untuk menghasilkan sesuatu yang nyata-nyata sudah ditunggu oleh dunia pemutiaraan. Tepiskan semua sifat yang berbau leyeh-leyeh atau santai, di belahan dunia manapun kesuksesan itu diperoleh dengan kerja keras, bukan dengan cara menggandakan.

Masih ada waktu beberapa hari lagi untuk memulai bisnis di dunia mutiara, datang ke acara 6thIndonesian Pearl Festival 2016  temukan kemilaunya dan raih keuntungannya. Jangan sampai ada orang asing yang lebih dulu mengambil kesempatan ini. Bukan suatu hal yang mustahil jika ada negara lain yang mengincar kekayaan laut Indonesia, khususnya mutiara. Jangan sampai nasib South Sea Pearl kita mengalami nasib yang sama dengan ikan, dicuri tanpa batas.  Ayo buktikan kalau kita BISA  !

Sumber tulisan :

  • m.liputan6.com
  • originalmutiara.com
  • missjoaquim.com
  • neraca.co.id
  • m.detik.com
  • cnnindonesia.com/ekonomi