3 Perabot Yang Pertama Kali Dimiliki Setelah Menikah

Dulu, setelah menikah saya dan suami memilih untuk langsung mengontrak rumah. Keputusan itu kami ambil karena pertimbangan keadilan aja.

Adil, karena kami tidak tinggal di rumah orang tua kami masing-masing. Toh kami berdua mempunyai penghasilan yang cukup. Setahun mengontrak kami mulai membangun rumah. Jadilah kami harus mengontrak di tahun ke dua, sambil menunggu rumah selesai dibangun.

Nggak sampai setahun tepatnya sembilan bulan, rumah mungil pun selesai dibangun. Maka terhitung tahun ke tiga pernikahan kami sudah menempati rumah baru, hasil patungan kami berdua.

Setelah rumah baru itu kami tempati, masih dalam keadaan kosong. Kami mulai memikirkan tentang barang apa dulu yang harus dibeli. Lalu, kami sepakat untuk membeli barang yang paling urgent alias penting banget. Ingat yaaa…penting pake banget!

Setelah kami diskusi maka muncullah beberapa barang atau perabotan yang akan kami beli. Nah, apa aja sih perabot yang saya dan suami sepakati dibeli lebih dahulu? Ini dia niiiihhh…

 1. Tempat tidur

Yup…tempat tidur menjadi perabot pertama yang kami beli. Untuk urusan model dan matrial kami juga sepakat untuk membeli tempat tidur yang terbuat dari kayu jati. Meskipun banyak model dengan desain modern, kami tidak tergiur. Nggak apa-apalah dibilang jadul juga, toh yang pake juga kami bukan orang lain.

Oh ya, kami hanya membeli tempat tidurnya aja loh. Sedangkan matrasnya pake milik suami, bantal dan gulingnya juga kami beli tapi bukan yang mahal.

Dok. pri

Belum lengkap rasanya ada tempat tidur kalau belum ada bed cover dan sprei. Untuk bed cover dan sprei, saya tidak membelinya. Waktu menikah, ada beberapa kerabat dan teman-teman dekat yang memberikan kado bed cover dan sprei.

Alhamdulillah…akhirnya kepake juga kado dari para undangan.

Dulu sih, kira-kira sepuluh tahunan mau beli bed cover yang satu stel sama sprei harus ke Tanah Abang atau Mangga Dua. Tapi sekarang nggak usah jauh-jauh banget lah. Kan sekarang dah jaman onlineshop, banyak loh onlineshop yang jual sprei dan bed cover murah.

2. Televisi

Keinginan membeli tivi emang ragu-ragu juga sih, tapi daripada sepi ya mendingan ada tivi. Maklum rumah kami ini jauh dari tetangga, jadi lumayan agak sepi baik siang apalagi malam. Jadi maksudnya supaya rumah agak lebih rame dengan siaran tivi. Mungkin kalau nanti sudah ada anak, beda lagi kali yak suasananya.

Gbr. Pixabay

Tapi saya kan nggak tahu kapan buah hati itu lahir. Toh saya juga bukan penggemar siaran tivi kecuali berita-berita ajah. Akhirnya saya tetep beli tivi, entah ditonton atau enggak.

Sementara saya masih ditemani oleh tivi, saya juga mulai mengoleksi buku-buku atau novel. Jujur aja sejak menjelang menikah, saya jarang banget baca buku. Saya juga nggak beli novel terbaru, bekas aja nggak apa-apa yang penting ceritanya bagus dan bisa memotivasi.

3. Peralatan Dapur

Nah, ini dia nih yang paling saya tunggu-tunggu apalagi coba kalau bukan belanja segala keperluan masak. Masak akan menjadi kegiatan yang paling menyenangkan. Selain saya bisa menyalurkan hobi, sekaligus bisa menyenangkan suami. Malahan biasanya kalau saya sudah di dapur suka lupa waktu. Segala macam saya masak, lalu saya tata di atas piring ala kadarnya trus…poto deh.

Bukan cuma panci dan wajan saja yang saya beli, pisau dapur juga saya beli. Soal wajan dan panci saya nggak terlalu milih-milih, asal matrialnya tebel ya udah saya beli. Beda dengan pisau dapur, saya mau yang awet tajamnya dan nggak berbau.

Gbr. pixabay

Pengalaman saya sih, saya selalu memilih pisau dari stainlessteel. Alasannya ya itu tadi, nggak cepet tumpul dan nggak berbau terutama untuk memotong sayuran. Sayangnya di pasar tradisional dekat rumah, toko kelontongnya nggak begitu lengkap.  Padahal kalau saja ada toko yang menjual pisau dapur terlengkap saya pasti sudah beli beberapa buah.

Eh…masih ada satu lagi nih, perabot dapur yang nggak boleh ketinggalan yaitu cobek. Saya juga baru tahu kalau suami—kemudian saya panggil Papieh, suka dengan sambal. Dan, Papieh lebih suka kalau sambalnya diulek dengan cobek, bukan diblender apalagi sambal botol. Pokoknya harus diulek langsung deh, lebih puas dan mantaf rasanya.

dok.pri

Nah, seinget saya keknya tiga perabot itu deh yang pertama kali saya punya setelah menikah. Sambil terus nulis, saya juga lagi inget-inget apalagi ya barang yang saya punya. Ntr kalau dah ketemu saya tambahin lagi deh di postingan ini. Saya baru inget tiga aja karena sangat penting, buat yang sudah menikah bisa share dong barang yang kamu punya setelah menikah…

Save

Save

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz