5 Fakta Gaya Hidup Sederhana Yang Membuat Jantung Berhenti

“Siapa yang meninggal Mpok ?”tanyaku pada assisten rumah tangga. “Oh…itu Bu, Pak Wage. “Sakit apa ?”tanyaku lagi. “Sakit Jantung, Bu…”jawab Mpok Nani singkat.

Siapakah Pak Wage ?

Pak Wage adalah tetangga saya, pekerjannya sebagai penjaga di lingkungan rumah. Pak Wage orangnya ramah, murah senyum dan hidupnya sangat sederhana. Dia disukai banyak orang karena dikenal sebagai orang yang ringan tangan. Saya banyak mengambil pelajaran dari kisah hidup Pak Wage.  Salah satunya soal hidup sederhana yang dijalaninya. Makanya aneh ketika tahu Pak Wage mengidap penyakit jantung !

jantung1

Setahu saya, penyakit jantung itu identik dengan orang kaya yang hidupnya jor-joran. Lewat cerita dari istrinya, saya merangkum gaya hidup sederhana Pak Wage dalam beberapa point berikut :

Pola Makan Seadanya

Sebenernya apa sih yang salah dengan pola makan seadanya ? Menurut saya sah-sah aja, toh makan seadanya bisa terhindar dari makanan yang banyak mengandung kolesterol. Hanya dengan menu tahu atau tempe goreng, rasanya nggak ada yang salah. Apalagi kalau menunya ada lalap terutama lalap mentah. Nah lo, lalapan mentah juga bagus kan ? Nasi hangat, lalap, sambel terasi dan ikan asin merupakan perpaduan menu penggugah selera. Banyak orang kalap makan ketika menu ini tersaji di depan mata.

Ternyata dari berbagai sumber tentang gaya hidup sehat, pola makan seadanya dianggap salah. Pola makan seadanya memang sangat sederhana, tapi tidak bisa memenuhi standar gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Jadi, pola makan yang baik harus mencakup kesemua jenis makanan. Gaya hidup sehat mengaturnya dalam Piramida Makanan. Tau kan bentuk Piramida, itu loh semakin ke atas semakin mengecil. Dalam Piramida Makanan, porsi terbanyak dimiliki oleh buah dan sayur yang berada di dasar,  porsi terkecilnya karbohidrat dengan posisi di atas.

Kelebihan Jam Tidur

Seperti kita ketahui profesi keamanan/security yang notabene jam kerjanya malam, membuat pola tidur berubah. Bukan hanya waktunya saja yang berubah tapi durasinya pun berubah. Perubahan ini membuat durasi tidur jadi lebih lama. Bagi sebagian orang kelebihan jam tidur masih dianggap sebagai pola hidup sederhana. Mengapa ? Karena kelebihan jam tidur bisa mengurangi aktivitas yang memerlukan materi. Contohnya saja, makan makanan enak, belanja baik online maupun offline, nonton TV atau internetan sekalipun. Bukankah semua aktivitas itu memerlukan biaya ? Padahal untuk mencapai Gaya Hidup Sehat, kebutuhan tidur juga harus diperhatikan. Untuk usia orang dewasa 26 – 64 tahun jam tidur yang dibutuhkan sekitar 7 – 9 jam per hari.

Berat Tubuh Ideal

Semua pasti setuju hidup sederhana akan berimbas pada berat tubuh ideal. Berat tubuh ideal bisa menjadi tolok ukur sehat juga. Tapi sayang, beberapa kasus penderita jantung bahkan sampai pada kematian ada yang memiliki berat badan ideal. Sewaktu saya mengantar suami kontrol ke dokter jantung, saya sempet menanyakan hal ini. Jawabannya sungguh mengejutkan. Berat badan ideal belum tentu sehat, bisa saja ada organ dalam  yang sakit. Untuk mengetahuinya  dokter menyarankan  Medical Check Up. Untuk awal bisa melakukan cek kolesterol, tensi darah dan asam urat,  jika perlu baru dilakukan cek lanjutan.

Jalan Kaki

Olah raga jalan kaki menjadi pilihan banyak orang ketika memulai gaya hidup sehat. Selain murah, jalan kaki juga bisa dilakukan kapanpun dan di manapun. Akan tetapi banyak juga yang salah melakukannya, termasuk saya. Ternyata olah raga sederhana ini tidak boleh dilakukan terus menerus dalam waktu yang lama. Bahkan ada waktu yang tepat agar jalan kaki bisa lebih bermanfaat. Berjalan kaki 45 menit di malam hari akan membuat para wanita khususnya memiliki ketahanan dan kontrol yang lebih baik terhadap nafsu makan. Bukankah salah satu gaya hidup sehat itu bisa menahan dan mengendalikan nafsu makan ? Mulai sekarang lakukanlah jalan kaki lebih tepat lagi.

Berpikir Positif

Memperbaiki cara berpikir juga menjadi salah satu bagian dari Gaya Hidup Sehat. Sejatinya kehidupan  sederhana bisa membentuk seseorang berpikir positif. Alasannya tentu saja karena dengan hidup sederhana tidak memikirkan banyak hal.  Hidupnya serba simple alias nggak neko-neko. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, kebanyakan mereka dengan pola hidup sederhana justru lebih cepat terpancing oleh masalah sepele. Bahkan tidak jarang dari mereka banyak memendam masalah. Kondisi seperti ini tentu saja dapat memicu timbulnya penyakit jantung. Jangan salah, jantung menjadi organ pertama yang dirangsang oleh otak. Jadi, cobalah untuk berpikir positif selagi itu gratis !

Akhirnya saya berkesimpulan, bahwa tidak semua gaya hidup sederhana itu bisa menyelamatkan jantung. Padahal seharusnya gaya hidup sederhana menjadi dasar untuk melangkah ke gaya hidup sehat. Dalam hal ini saya memang tidak melakukan uji coba apa-apa, hanya  sekedar ingin menjawab pertanyaan hati. Mengapa orang dengan pola hidup sederhana justru terkena penyakit jantung.

Ternyata masih perlu ilmu untuk bisa menata kembali gaya hidup sederhana menjadi gaya hidup sehat. Syukur-syukur mau datang langsung ke ahlinya agar semua lebih jelas dan terarah. Sampai saat ini tidak ada yang salah dengan hidup sederhana, hanya tinggal meluruskan saja. Jadi ke 5 fakta tersebut di atas, bisa dicontoh karena saya sudah memberikan pelurusannya berdasarkan keterangan dari ahlinya.

Seperti kutipan seorang pakar diet “Sehat itu bukan tujuan tapi jadikan sebagai kebiasaan sehari-hari”.

780 kata

Tulisan ini diikut sertakan dalam lomba blog yang diadakan oleh Yayasan Jantung Indonesia dan Indonesiana

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz