60 Tahun Astra Sokong Kehidupan Bangsa Sejahtera

Siapa sih yang nggak kenal Astra ? Hampir setiap orang, pemilik ataupun pengguna kendaraan bermotor pasti tak asing lagi mendengar kata Astra ? Yup…Astra adalah perusahaan yang mengembangkan diri dalam hal kebutuhan akan kendaraan. Begitupula saya, pertama kali tahu Astra ketika memiliki kendaraan roda dua dengan merk Honda. Motor bebek yang kemudian saya kenal dengan Honda Astrea ini saya beli pada tahun 1989.

Setelah duduk di bangku kuliah tahun sembilan puluhan, saya berganti kendaraan dari roda dua menjadi roda empat. Mengingat saat itu saya harus bekerja sambil kuliah, jadi saya putuskan untuk berganti kendaraan. Kendaraan yang saya pilih  sejenis sedan, yaitu Toyota Corrola warna putih. Meskipun mobil yang dibelikan Bapak tidak baru tapi saya merasa nyaman dengannya. Jadilah Corrola putih ini menjadi teman setia saya pergi kerja dan kuliah.

Sejak saat itulah keluarga saya akrab dengan kendaraan besutan Astra, khususnya merk Honda untuk motor dan Toyota untuk mobil. Alasannya lebih pada masalah irit bahan bakar dan suku cadangnya mudah didapat, apalagi ketika itu belum banyak toko atau bengkel resmi Astra.

Seiring berjalannya waktu, untuk urusan kendaraan sampai saya menikah dan memiliki anak, saya tetap memilih kendaraan di bawah naungan Astra. Mobil keluarga yang saya miliki saat ini Daihatsu Xenia dan Toyota Kijang Innova. Meskipun saya sekeluarga sangat dekat dengan segala produk keluaran Astra, saya benar-benar buta dengan latar belakang dari Astra. Dan, lebih kagetnya lagi ternyata Astra telah memasuki usia ke – 60 tahun. Pikir saya, dari dulu kemana aja— baru tahu kalau Astra sudah cukup lama menjadi pengabdi bangsa ini.

Nah, supaya tidak berkepanjangan dalam kebutaan saya akan mengajak teman-teman untuk Roadshow go to Astra melalui tulisan. Saran saya siapkan saja secangkir kopi kesukaan teman-teman dan sedikit cemilan agar nggak bosen mengikuti roadshow di blog ini.

Oke, are you ready ? Yuk…ah cap cuss…

Tonggak Sejarah Lahirnya Astra

Perjalanan akan diawali dengan menelisik lahirnya Astra. Enam puluh tahun yang lalu, tepatnya tahun 1957 lahirlah sebuah perusahaan dagang bernama PT. Astra International Inc. Dalam kurun waktu dua belas tahun ( 1969 ), Astra sudah menjadi distributor kendaraan Toyota di Indonesia. Jika diumpakan seorang anak manusia, Astra masih terbilang bocah yang masih polos. Namun, berkat kerja keras disertai keuletan dan dedikasi tinggi seorang bocah telah menunjukkan eksistensi dirinya. Oleh karenanya, kepercayaan masyarakat dengan kondisi ekonomi serba pas-pas an—saya lahir tahun 1970, Astra sudah berani menancapkan kakinya di bidang otomotif.

Setapak demi setapak Astra terus bergerak mengembangkan bisnisnya hingga kurun waktu 60 tahun. Banyak pencapaian dan sumbangsih yang diberikan bagi masyarakat dan bangsa. Selama 60 tahun, dalam kiprahnya Astra memiliki tiga nyawa sebagai napas usahanya. Saya mengatakan demikian, karena pada hakekatnya tiga nyawa itulah yang sampai detik ini telah ikut menyokong kehidupan masyarakat dan bangsa secara berkelanjutan. Adapun ke tiga nyawa tersebut adalah :

PRODUK DAN LAYANAN

Cikal bakal berdirinya Astra memang menitik beratkan pada produk dan layanan. Produk dan layanan inilah yang pada akhirnya menjadi jembatan antara owner ( pemilik ) dan customer ( konsumen ). Meskipun titik berat berdirinya Astra pada produk dan layanan, hal ini tidak mengesampingkan tujuan awal. Didasari filosofi para pendiri perusahaan yang berpegang teguh pada Catur Dharma, Astra bertujuan untuk dapat sejahtera bersama bangsa. Dan dari sinilah lahir sebuah komitmen bahwa pelanggan merupakan pemangku kepentingan utama.

Sepanjang perjalanan itulah, Astra telah melahirkan terobosan dan inovasi tiada henti berupa produk dan layanan. Semua hasil tersebut menjadi bukti bahwa Astra tidak akan pernah berhenti untuk selalu Sejahtera Bersama Bangsa. Berikut bukti pencapaian yang telah dilahirkan oleh Astra :

Otomotif menjadi pilihan dagang dari Astra, terbukti selama 12 tahun perjalanannya barulah di tahun 1971, Astra mengembangkan diri dengan mendirikan badan usaha PT. Federal Motor dan PT. Toyota Astra Motor ( TAM ). Kedua perusahaan itu memiliki kapasitas bisnis masing-masing. PT. Federal Motor menjadi agen tunggal untuk sepeda motor merk Honda. Sedangkan PT. Toyota Astra Motor menjadi agen tunggal untuk mobil dengan merk Toyota. Langkah selanjutnya pada tahun 1972, lahir sebuah perusahaan yang mengurusi alat berat seperti tractor maka berdirilah PT. United Tractors.

Setelah United Tractors, kemudian berdiri lagi secara berturut-turut PT. Daihatsu Indonesia, PT. Pantja Motor dan PT. Astra Dian Lestari. Dari beberapa perusahaan otomotif itulah, masyarakat luas mengenal produk-produk keluaran Astra, seperti Toyota, Daihatsu, Isuzu, UD Trucks, Peugeot dan BMW. Sekalipun kita tidak memilikinya secara pribadi, minimal kita tahu bahwa mobil-mobil yang lalau lalang di jalan raya itu merupakan produk andalan Astra.

Hmmm…mungkin masih banyak juga yang ingat dengan sebutan mobil keluarga. Di mana dalam iklannya digambarkan mobil yang bisa mengangkut semua anggota keluarga. Ada Nenek, Kakek, Ayah, Ibu, Om dan Tante semua bisa ikut naik mobil. Nah, mobil bernama Kijang tersebut diluncurkan Astra pada tahun 1981 sebagai mobil keluarga. Belum lengkap rasanya mengeluarkan jenis kendaraan tanpa mengadakan komponennya. Melalui Astra Otoparts semua komponen kebutuhan kendaraan tersebut disediakan. Suku cadang yang disediakan juga asli bukan abal-abal dan hanya tersedia di bengkel resmi Astra. Di bawah naungan PT. Astra Dian Lestari semua komponen kendaraan itu disediakan dengan kondisi baik dan terjamin keasliannya.

Tidak berhenti pada bisnis otomotif saja, Astra juga mulai mengepakkan sayapnya pada jasa keuangan. Sebut saja ada Astra Credit Company ( ACC ), Toyota Astra Finance untuk pembiayaan mobil dan FIF Group untuk motor. Di sini Astra ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mencicipi hasil olahan Astra. Maklum karena beli kendaraannya dengan cara mencicil, jadi masih dalam taraf icip-icip dan belum dimiliki sepenuhnya.

Begitu pula dengan pengusaha tambang, mereka dibantu oleh Surya Artha Nusantara Finance dan Komatsu Astra Finance untuk pengadaan alat berat. Sebagaimana kita ketahui, dalam beberapa tahun ini usaha tambang menjadi usaha yang sangat menjanjikan. Alat berat seperti truck, bulldozer dan mesin pengeruk menjadi alat yang digunakan dalam usaha tersebut. Demi meringankan pengusaha tambang, Astra memberikan dukungan dengan system kredit buat kebutuhan alat-alat berat. Dengan begitu bagi pengusaha tambang yang modalnya pas-pas an masih bisa menjalankan usaha tambangnya. Sinergi usaha yang baik ini semata-mata dijalankan sebagai cerminan dari Catur Dharma ke tiga yaitu menghargai individu dan membina kerjasama.

Selain itu bagi masyarakat umum, jangan takut nggak kebagian jasa keuangan Astra. Karenanya Astra mengeluarkan produk asuransi bernama Astra Life dan Asuransi Astra. Di mana dewasa ini, asuransi atau proteksi diri sudah menjadi kebutuhan primer karena menyangkut kesehatan dan keselamatan diri. Masyarakat juga semakin cerdas dalam menyikapi kebutuhan akan dirinya sendiri. Bersikap bijak, dewasa dan mandiri menjadi symbol masyarakat urban yang selalu tidak ingin menyusahkan orang lain dan menyerahkannya pada pihak ketiga dalam hal ini asuransi.

Produk jasa keuangan lain yang tak kalah dekat dengan masyarakat adalah perbankan. Melalui Permata Bank, Astra meluncurkan aneka produk perbankan yang bersaing dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Bukan hanya Permata Bank saja, dalam hal pembiayaan untuk masyarakat, tahun 1982 Astra juga mendirikan PT. Raharja Sedaya yang berfungsi sebagai kredit konsumen. Semua jasa keuangan Astra ini benar-benar dipersembahkan bagi kebutuhan masyarakat luas dari semua lapisan, tanpa kecuali. Dari sini Astra memegang niat kuat untuk melaksanakan filosofi Catur Dharma yang ke dua memberikan pelayanan terbaik pada pelanggan.

Ibarat seorang petualang sejati, pengembaraan bisnis Astra semakin jauh melangkah. Namun begitu, bukan meninggalkan komitmen awal tapi justru keberhasilan bisnis otomotif dan jasa keuangan memacu untuk berbuat lebih. Alhasil, memasuki 26 tahun perjalanannya lebih tepatnya lagi pada tahun 1983 Astra mendirikan PT. Astra Agro Niaga sebagai cikal bakal PT. Astra Agro Lestari. Perusahaan yang menitik beratkan pada sektor agribisnis ini telah mengembangkan bisnis kelapa sawit terbesar dan terintegrasi di Indonesia.

Perjalanan kelapa sawit Astra tidak sepedih seperti sawit-sawit lainnya. Hal ini terbukti, hingga pada akhir tahun 2013 PT. Astra Agro Lestari, Tbk telah mencatatkan nilai positif di Bursa Efek Indonesia dengan kepemilikan saham sebesar 79,7%. Artinya bisnis sawit yang dikelola oleh Astra Agro Lestari telah menunjukkan nilai kapitalisasi pasar senilai 39,5 Triliun rupiah. Dari pencapaian ini yang patut kita catat adalah besarnya pajak dari nilai kapitalisasi tersebut. Sungguh sebuah pemasukan buat negara yang patut diapresiasi setinggi mungkin. Saya jadi tahu beginilah cara Astra memberikan sumbangsihnya pada bangsa ini.

Sumbangsih lain yang dipersembahkan Astra yaitu berkecimpung dalam bisnis pertambangan. Sebagaimana banyak dirilis melalui pemberitaan, bahwa tiga tahun belakangan ini usaha tambang batu bara sedang mengalami masa surut. Akan tetapi berkat komitmen yang tangguh dari Astra, maka PT. United Tractors melahirkan sebuah anak perusahaan bernama PT. Pamapersada Nusantara ( PAMA ). Sebagai kontraktor penambangan toh nyatanya PAMA berhasil menepis masa surut tersebut dengan memberikan kontribusi pendapatan yang terus meningkat.

Saat ini PAMA mengendalikan 14 perusahaan pemegang konsesi tambang skala menengah dan atas ternama di tanah air. Dalam bisnis berkelanjtannya PAMA menawarkan jasa penambangan kelas dunia yang mencakup :

• Rancang tambang

• Eksplorasi

• Pembangunan infrastruktur

• Penambangan

• Pengangkutan

• Barging dan loading

Untuk menjalankan penambangan tersebut PAMA menyediakan 3.311 unit alat berat seperti : bulldozer, excavator dan shovel, dump truck, prime mover, wheel loader dan motor grader. Sumbangsih yang diberikan oleh PAMA bukan hanya pemasukan materi saja tapi juga penyerapan tenaga kerja ahli yang tersebar di seluruh wilayah konsesi batu bara di seluruh Nusantara. Dengan begitu kendati dunia batu bara sedang lesu, tapi hal itu tidak berlaku buat Astra. Malah sebaliknya Astra terus memecut diri untuk tetap bisa eksis di dunia tambang dan berusaha untuk konsisten menyokong kehidupan bangsa.

Infrastruktur menjadi bagian pembangunan yang teramat penting bagi pertumbuhan ekonomi Nasional. Hal itu membuka peluang para pebisnis dalam bidang infrastruktur untuk ikut serta dalam pembangunannya. Begitu pula Astra, di bawah bendera PT. Astratel Nusantara telah membidik usaha infrastruktur dengan mengakuisisi saham PT. Marga Mandala Sakti ( MMS ) sebesar 34 %.

Salah satu bukti dari hasil bidikan itu yaitu Jalan Tol Tangerang – Merak sepanjang 72,4 km. Jalan tol ini menjadi jalan tol terpanjang di Indonesia yang dimiliki oleh swasta merupakan bagian dari jaringan jalan tol Trans Jawa. Secara langsung MMS telah mendukung pertumbuhan perekonomian provinsi Banten, begitupula dengan beberapa daerah lain.

Jika ada yang  pernah membeli mobil bekas di Mobil 88 berarti Anda telah datang ke tempat yang tepat. Mobil 88 ini menjadi usaha bisnis transportasi Astra di bawah payung PT. Sera Auto Raya. Selain mobil bekas yang telah disinyalir memberikan laba sebesar 41,2 % sehingga  menambah laba bersih sekitar 301 milyar pada tahun 2012. Sedangkan secara keseluruhan perolehan laba bersih dari SERA adalah 6,3 Triliun, naik dari tahun sebelumnya.

Dunia semakin berkembang, tak dapat dipungkiri lagi bahwa jaman sudah semakin melaju dengan cepat. Kehadiran Teknologi Informasi tak dapat terbendung, untuk kesekian kalinya Astra melalui PT. Astra Graphia, Tbk di mana Astra memiliki 76,9 % sahamnya turut serta dalam bisnis berbasis Document, Information & Communication Technology ( DICT ). Hal ini diakui karena pada tahun 2010 Astra Graphia telah meluncurkan mesin cetak/printer multifungsi yang ramah lingkungan bernama Fuji Xerox Color, sebagai sarana pendukung perkantoran.

Astra Graphia berperan  dalam pengelolaan informasi dan komunikasi digital berupa pengadaan gadget, notebook, server, network, perangkat lunak dan sistem operasi. Kegiatan bisnis ini sekaligus membuktikan bahwa Astra tidak melulu berkutat di bidang otomotif, sebagaimana yang sudah tebentuk di mata masyarakat.

Tak mau ketinggalan, Astra juga mengepakkan sayap usahanya dalam bidang properti di mana pada saat ini bisnis properti sedang naik daun.  Bukankah pertumbuhan properti itu seiring dengan laju bertambahnya penduduk ? Dengan begitu properti selalu menjadi kebutuhan yang tak bisa dikesampingkan. Melalui 5 anak perusahaannya, Astra telah ikut andil dalam pembangunan properti di bumi persada ini.

Kiprah Astra dalam perjalanan bisnisnya sudah tidak diragukan lagi, sampai sekarang Astra memiliki 200 anak perusahaan. Berapa banyak sumbangsih berupa pajak yang sudah diberikan pada bangsa ini. Bahkan kiprahnya itu tidak akan pernah berhenti sekalipun bangsa ini sudah berkecukupan. Pantas rasanya jika saya menyimpulkan bahwa Astra memiliki tiga nyawa. Perjalanan masih belum berakhir, kali ini saya akan ajak teman-teman untuk menyelami nyawa ke dua Astra.

KIPRAH 60 TAHUN ASTRA

SUMBER DAYA MANUSIA

Saya ingin melempar satu pertanyaan, apa sih yang bisa menggerakkan roda bisnis Astra ? Jawabnya mudah saja, Sumber Daya Manusia alias SDM. Astra telah menjadikan SDM sebagai aset utama yang memegang peranan penting bagi pencapaian kinerja perusahaan. Dengan kata lain, Astra sangat menghargai jerih payah setiap SDM yang berada di bawah perusahaannya. Merekalah penggerak roda bisnis tanpa mereka maka roda tidak akan berputar bahkan bisa berhenti. Melihat kenyataan yang demikian Astra berkomitmen untuk menjunjung tinggi setiap kerja dan keahlian para SDM nya. Salah satunya dengan menyelenggarakan Innov Astra, sebuah ajang tahunan untuk menghargai kemampuan berinovasi seluruh insan Astra di seluruh Tanah Air.

Diawali dengan didirikannya Astra Executive Training Centre ( AETC ) pada tahun 1989, sebagai wadah penggemblengan SDM. Astra menganggap hal ini penting karena pertumbuhan memerlukan SDM yang unggul dan berkelanjutan dengan didukung alih kaderisasi dan alih kepemimpinan. Dalam setiap perusahaan, peralihan tongkat estafet kepemimpinan menjadi sesuatu yang wajib dilakukan, dan Astra menginginkan pergantian itu dengan mulus. Disebabkan oleh hal itu maka Astra mendirikan AETC yang kemudian berubah nama menjadi Astra Management Development Institute pada tahun 1993. Perubahan nama ini juga bukan tanpa dasar, mengingat ilmu dan keahlian itu berjalan berdampingan. Maka dengan perubahan nama tersebut diharapkan akan lahir tenaga ahli yang berkompeten di bidangnya.

Tahun 1995 Astra memiliki POLTEK Manufaktur yang menyediakan pendidikan formal setingkat diploma di bidang manufaktur. Tentu saja ini juga merupakan komitmen Astra dalam mendukung keahlian kerja untuk menghasilkan produk bermutu. Komitmen ini tidakberhenti sampai di situ saja, tahun 2001 Astra juga menerbitkan panduan dalam etika bisnis dn etika kerja. Di mana kesemua itu mencangkup pada bidang yang sama agar semua dapat bersinergi. Bukankah kita semua tahu bahwa banyak sekali hubungan kerja terputus hanya gara-gara masalah sepele yaitu minimnya etika. Jadi sejak jauh-jauh hari Astra sudah mempersiapkan semuanya dengan matang agar hubungan antar karyawan dan klien terbina dengan baik.

Klik untuk memperbesar gambar

Harapannya tentu saja ada Astra menginginkan karyawan yang menjadi bagian dari roda bisnisnya dapat menajamkan pendidikan, mengelola talenta dan membangkitkan empowerment atau prestasi bekerja. Dengan begitu tujuan Astra untuk menghasilkan produk-produk yang sanggup bersaing bukan hanya dalam kancah lokal saja, tapi juga berani menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN dapat terwujud. Produk yang dijanjikan selalu unggul, terbaik dan terdepan karena didukung oleh karyawan dengan kemampuan dan ahli di bidangnya. Berkenaan dengan itu, Astra juga tidak menutup mata atas prestasi atau bahkan kesejahteraan para karyawannya yang sampai pada tahun 2015 telah mencapai angka 200 ribu lebih.

Hubungan antara perusahaan dan karyawan selalu dipegang erat oleh Astra dengan memenuhi peraturan serta persyaratan sesuai peraturan yang berlaku. Untuk memenuhi kondisi itu Astra menerbitkan AIRSI yaitu Astra Industrial Relation Strategic Initiatives. AIRSI berfungsi untuk memberikan solusi secara tepat, cepat dan saling menguntungkan jika terjadi sesuatu hubungan yang buruk antara perusahaan dan karyawan.

Masih soal kesejahteraan, Astra juga menerapkan sistem 3P yaitu : Pay for position, Pay for person dan Pay for performance. Kebijakan ini didasari oleh evaluasi kinerja yang dilaksanakan secara periodik kepada karyawan. Demi kesejahteraan karyawannya pula didirikanlah Koperasi Astra International ( KAI ) tahun 1990 ditujukan untuk menyediakan fasilitas simpan pinjam bagi karyawan. Bentuk manfaat lain selain untuk simpan pinjam yaitu memberikan beasiswa bagi anak karyawan.

Kesejahteraan karyawan masih terus berlanjut sampai memasuki masa Purna Bakti. Melalui Dana Pensiun Astra memberikan jaminan hari tua dan BPJS yang diselenggarakan oleh Pemerintah. Bagi para keluarganya Astra selalu mengadakan acara gathering yang melibatkan seluruh karyawan dan keluarganya. Beberapa acara lain adalah Pekan olah raga dan seni, Partnership Expedition, Family Day  juga tidak luput dari perhatian Astra. Acara tersebut selain mempererat hubungan antar karyawan Astra juga menjadi ajang pencarian bakat, terutama di Pekan olah raga dan seni. Tak ada kata lain selain begitu besar perhatian Astra terhadap karyawan beserta keluarganya.

Teman-teman Roadshow go Astra akan segera berakhir,  saya telah membuka sepak terjang Astra selama 60 tahun. Bukan tentang suka duka perjalanan bisnis, tapi kegigihan, keuletan yang didasari oleh niat pada Catur Dharma Astra telah membuktikan bahwa bisnis sesungguhnya harus dapat menyokong kehidupan Bangsa Sejahtera. Meskipun sejak awal lahir tidak terbersit sedikitpun tentang itu. Tapi Astra merasa bahwa bumi yang dipijak tempat menjalankan bisnis ini merupakan Bumi Indonesia. Setiap orang atau badan atau lembaga apapun bentuknya secara naluri harus memiliki sumbangsih kepada Bumi Persada ini. Perjalanan terakhir dari roadshow ini saya ingin mengetahui nyawa Astra yang ketiga tentang kontribusi sosial Astra. Berikut kiprahnya….

KONTRIBUSI SOSIAL ( CSR )

Sejak awal berdiri Astra menyadari betul bahwa bisnis yang dijalankannya berada di Bumi Persada bernama Indonesia. Jadi tidak ada alasan untuk tidak menyokong pembangunan dan kemajuannya. Bangsa yang memiliki keaneka ragaman budaya, suku, agama dan pemikiran ini sayang kalau sampai tidak didukung kemajuannya demi kesejahteraan masyarakat. Sadar pula bahwa Astra bisa menjadi besar seperti sekarang ini karena berpijak di Indonesia, dan tak terbayangkan jika berpijak di negara lain.

Atas dasar itulah maka Astra berkomitmen ikut serta berkontribusi bagi masyarakat dan lingkungan serta bertanggung jawab kepada karyawan. Semua dilakukan Astra dengan cara menciptakan keseimbangan antara kepentingan bisnis, sosial dan lingkungan. Dengan melakukan pendekatan yang terintegrasi dari 4 pilar CSR Astra ( Pendidikan, Kewirausahaan, Lingkungan dan Kesehatan ) Astra berkeinginan kuat agar keseimbangan  dapat terwujud.

Sepanjang perjalanan bisnisnya Astra telah mendirikan 9 yayasan yang merangkul seluruh pemangku kepentingan menjalankan program tanggung jawab sosial. Yayasan ini didirikan sebagai wadah koordinasi dalam merencanakan dan melaksanakan program CSR agar dapat memaksimalkan manfaat yang dihasilkan.

Saya merasakan minimnya fasilitas sekolah seperti buku dan alat-alat peraga pendidikan diawal memasuki dunia pendidikan Sekolah Dasar tahun 1977. Jangankan untuk Sains dan Teknologi, perpustakaan lengkap aja masih sebuah bayang-bayang. Padahal tahun 1974 Astra sudah mendirikan Yayasan Toyota dan Astra ( YTA ) yang mendedikasikan diri pada bidang pendidikan. Mungkin juga pada saat itu Astra masih sulit menjangkau tempat saya belajar. Sekarang saya jadi tahu bahwa sebenarnya Astra tidak tinggal diam mengetahui dunia pendidikan Indonesia yang masih minim dengan sarana dan prasarana.

Melalui yayasan pendidikan lainnya, Astra memberikan banyak program beasiswa sebut saja ada Yayasan Astra Bina Ilmu dan Yayasan Astra Honda Motor ( YAHM ). Bahkan YAHM selain memberikan program beasiswa juga memberikan praktek tentang Safety Riding Campaign. Tahun 2001 melalui Yayasan Amaliah Astra ( YMA ) membangun masyarakat luas di bidang IQ, EQ dan SQ. YMA juga membidik bidang sosial agama khususnya bagi agama Islam. Di bawah naungan Masjid Astra, mengembangakn dan membina calon pemimpin agama melalui Astra Mubaligh Development Program.

Selain bidang pendidikan, Astra CSR juga melakukan pengembangan kewirausahaan di bawah Yayasan Dharma Bakti Astra. Yayasan ini membantu para pelaku wirausaha kecil dan mengah. Sampailah pada program bernama SATU ( Semangat Astra Terpadu Untuk ) Indonesia yang sudah ke – 8 kalinya di gelar.  Maksud dari program ini yaitu ingin menemukan anak bangsa yang penuh inovasi dan mandiri.   Program ini juga menjadi payung buat seluruh kegiatan tanggung jawab sosial. Tujuan dari program ini adalah untuk membangun semangat kebangsaan dan persatuan demi pembangunan bangsa.

Astra juga selalu terdepan dalam menjaga pelestarian lingkungan hidup. Melalui gerakan Go Greennya, Astra mengajak seluruh karyawan untuk menanam satu pohon satu karyawan, sehingga berhasil menanam 116.807 pohon. Masih ada lagi pelestarian yang dicanangkan oleh Astra, yaitu menanam 550.000 pohon di Eco Edu Forest  Bogor.

Dari tabel di atas, saya bisa menyimpulkan betapa pedulinya Astra terhadap masyarakat dan bangsa ini. Astra sadar bahwa negri ini sedang membutuhkan bantuan dan berharap  bantuan itu berasal dari golongan pebisnis. Dan Astra telah melakukannya selama 60 tahun perjalanan bisnisnya. Astra telah ikut andil memberikan sumbangsihnya. Seperti sudah diramalkan bahwa bangsa ini masih membutuhkan bantuan  agar bisa mencapai  hidup berkualitas. Sungguh bukan sebuah pencapaian yang mudah selama 60 – tahun perjalanan. Semoga apa yang dilakukan Astra menjadi contoh bagi perusahaan lainnya untuk menyokong bangsa ini.

Leave a Reply

2 Comments on "60 Tahun Astra Sokong Kehidupan Bangsa Sejahtera"

Notify of
avatar
Sort by:   newest | oldest | most voted
Yulia
Guest

Bener banget, Astra itu komoditi paling banyak pemakainnya di Indonesia.. Astra keren pokonya

wpDiscuz