Antisipasi Anyang-anyangan di Usia Menopause Dengan Prive Uri-cran

Dua minggu menjelang bulan puasa, saya merasa ada sesuatu yang tidak beres pada aktifitas buang air kecil—maaf selanjutnya saya mau bilang pipis. Pasalnya saya merasa ingin pipis terus menerus. Akhirnya saya harus bolak balik ke toilet. Bahkan sampai duduk lama di kloset karena air seni yang keluar sedikit-sedikit. Pikir saya, daripada capek bolak balik mendingan duduk lama aja di kloset. Dugaan saya ini pasti anyang-anyangan, karena saya pernah mengalaminya beberapa kali. Kalau nggak salah ingat, dalam setahun sudah tiga kali saya kena anyang-anyangan.

Dulu pernah ada seorang teman yang menyarankan untuk minum air putih sebanyak-banyaknya. Tapi toh nggak berhasil juga. Malahan keinginan untuk pipis jadi makin sering. Saya lupa hilangnya karena apa, yang pasti anyang-anyangan bikin capek dan badan jadi lemes. Selain itu saya juga merasakan sakit buang air kecil, seperti nyeri gitu. Emang sih sakitnya nggak seberapa. Tapi kalau didiamkan bisa jadi tambah parah.

Kekesalan itu  langsung saya ceritakan ke Papieh—panggilan saya ke suami. Kemudian Papieh menyarankan saya untuk cek ke dokter ahli Urologi di rumah sakit tempat biasa kami berobat. Keesokan harinya saya langsung pergi ke rumah sakit, tujuannya ke dokter Urologi. Maklum, menjelang usia menopause saya semakin rutin memeriksakan diri terutama yang berhubungan dengan organ kewanitaan. Beberapa kematian yang disebabkan oleh kanker membuat saya sangat waspada dan hati-hati. Seperti yang baru saja dialami oleh beberapa artis terkenal, naudzubilah min jalik.

Benar saja, dokter berkulit putih dengan kepala plontos itu mengatakan, kalau saya terkena Anyang-anyangan. Sampai sebatas ini, penyakit itu masih bisa diatasi dengan obat yang bisa melancarkan pipis. Akan tetapi selanjutnya dokter menyarankan saya untuk mengantisipasi agar anyang-anyangan tidak terjadi lagi. Dokter bilang anyang-anyangan ini bisa terjadi berulang-ulang. Bukan hanya sekali saja, bahkan berdasarkan fakta 5 dari 10 perempuan terindikasi kena anyang-anyangan.

Ketika sesi pengobatan berlangsung, saya bercerita sedikit kalau saya sudah memasuki usia menopause. Lalu, dokter menjelaskan bahwa menopause memang menjadi salah satu faktor terjadinya anyang-anyangan. Hal ini disebabkan menurunnya hormon esterogen yang biasa terjadi pada wanita menjelang menopause. Dengan begitu, usia menopause sangat rentan terkena anyang-anyangan.

Waktu saya tanya seberapa parah penyakit anyang-anyangan ini, dokter bilang semua penyakit akan menjadi parah jika tidak segera diobati. Tanpa bermaksud menakut-nakuti, dokter juga bilang kalau anyang-anyangan bisa menimbulkan gejala gangguan Infeksi Saluran Kemih ( ISK ). Waduh ! Ngeri juga yak, kataku dalam hati. Dokter juga menanyakan beberapa gejala seperti ada nyeri atau nggak, panas atau nggak. Sejauh yang saya rasakan, gejala itu belum ada. Jadi dokter masih menganggap wajar. Saya juga tidak diminta untuk tes urine. Kurang dari 30 menit, acara konsultasi selesai. Sambil mengucapkan terimakasih saya bergegas keluar dari ruang periksa.

Oh ya, waktu konsultasi tadi saya juga menanyakan  penyebab timbulnya anyang-anyangan. Kata dokter faktor utama adalah kurangnya menjaga kebersihan pakaian dalam dan organ wanita, terutama setelah melakukan hubungan intim.  Jika hal ini sampai terjadi maka akan memicu pertumbuhan bakteri. Kondisi lembab bahkan cenderung basah, menjadi penyebab bakteri tumbuh subur.

Apa yang dikatakan oleh dokter saya catat benar-benar dalam kepala. Pasalnya saya harus lebih meningkatkan lagi kebersihan pada organ kewanitaan dan pakaian dalam tentunya. Begitupula dengan perilaku sehari-hari, karena memasuki masa menopause semakin rentan terhadap segala macam bakteri. Udah bakterinya banyak, penangkalnya menurun lagi. Hiiiiiiyyyy…saya jadi ngeri membayangkannya, resiko banget ya jadi wanita. Ya…begitulah, kalau mau sehat memang harus lebih ekstra lagi merawat dan menjaganya.

Sebenarnya masih banyak sih faktor penyebab anyang-anyangan seperti  kurang minum air mineral.  Bahkan 80% penyebab infeksi saluran kemih disebabkan oleh  Bakteri E. Coli. Saya jadi ingat, dulu Papieh juga pernah mengalami hal yang sama. Dan setelah melakukan tes urine lengkap, ditemukan bakteri pada pipisnya. 

Cara masuk  bakteri ini melompat dari saluran anus ke saluran kemih yang jaraknya memang dekat. Makanya, cara yang benar untuk membersihkan anus setelah buang air besar dari arah depan ke belakang.  Kalau sudah masuk Bakteri E. Coli akan menempel pada dinding kandung kemih. Kabar buruknya Bakteri E. Coli bisa merusak sistem kekebalan tubuh inilah yang disebut infeksi. 

Sedangkan faktor lainnya seperti yang sedang saya alami yaitu Menopause. Sebagaimana kita ketahui, menopause merupakan fase yang akan dialami oleh setiap wanita. Menopause berarti berhentinya masa haid yang menjadi tanda kesuburan. Di mana pada saat itu hormon-hormon kesuburan masih aktif. Sedangkan yang terjadi pada menopause adalah sebaliknya, yaitu  menurunnya hormon esterogen. Kondisi ini menjadi pencetus timbulnya anyang-anyangan. Fase menopause memang tidak bisa dihindari tapi kita bisa mengantisipasi timbulnya anyang-anyangan.Selain anyang-anyangan masih ada penyakit yang biasa hinggap pada perempuan meopause, seperti : sakit pinggang, sakit kepala, osteoporosis dan lainnya.

Seperti saya bilang, ini adalah ketiga kalinya saya mengalami anyang-anyangan. Namun baru pertama kali ini saya periksa ke dokter spesialis. Sebelumnya saya masih merasa enjoy dengan anyang-anyangan, tapi sekarang nggak lagi. Alasannya tentu saja takut kalau tambah parah, apalagi kalau sampai kena infeksi saluran kemih. Anyang-anyangan juga menjadi penyebab sakit saat buang air kecil, dan itu saya rasakan juga. Seinget saya, penyebab anyang-anyangan yang sepele yaitu sering menunda pipis. Padahal biasanya sudah kebelet banget, tapi karena malas terutama kalau sedang tidur. Hal ini pun tidak bisa dibiarkan begitu saja. Segeralah buang air kecil jika memang sudah saatnya, jangan ditunda!

Sejak memasuki usia menopause, saya memang lebih perhatian dengan segala bentuk sakit dan gejala lainnya. Salah satunya anyang-anyangan, karena setahun ini saya sudah mengalaminya tiga kali. Makanya saya nggak mau sampai terjadi apa-apa, jadilah saya ikuti perintah Papieh periksa ke dokter. Padahal biasanya saya paling malas kalu disuruh ke dokter. Saya sadar bahwa semakin bertambahnya usia, maka semakin banyak pula penyakit yang hinggap.

Saya masih terus memikirkan anyang-anyangan ini. Saya takut jika sampai berlanjut bisa berakibat infeksi saluran kemih. Sedangkan sampai sekarang saya masih belum tahu obatnya apa. Sebenarnya saya lebih sreg kalau ada obat tradisionalnya. Sampai akhirnya saya menemukan cara mengatasi anyang-anyangan dengan herbal.

Alhamdulillaah…ucapku dalam hati.

Obat tradisional yang dimaksud berasal dari buah Cranberry, termasuk dalam jenis tanaman semak. Buah Cranberry ini mirip dengan Blueberry, hanya warnanya saja yang beda. Cranberry berwarna merah tua. Buah ini memiliki kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Di samping itu, buah ini juga kaya akan serat, mineral dan Flavonoid antosianidin, merupakan salah satu sumber anti oksidan polifenol.

Konon buah Cranberry sudah diketahui khasiatnya sejak jaman Nenek Moyang suku Indian Kuno, sebagai obat luka akibat terkena panah. Dan, beberapa tahun terakhir ini Cranberry sering digunakan sebagai sumber vitamin untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah sariawan serta anti oksidan. Khasiat lain dari buah Cranberry yaitu bisa mencegah infeksi saluran kemih pada wanita yang berusia di atas 20 tahun. Para wanita yang terkena infeksi saluran kemih tersebut, mengkonsumsi buah Cranberry dengan cara dijus yaitu dihaluskan dengan alat penghalus.

Semakin lama, khasiat buah Cranberry semakin  terkenal sehingga banyak yang melakukan uji coba dan riset. Alhasil, tahun 2004 bulan April sebuah Lembaga Pengawas Obat dan Makanan Perancis, AFSSA mengeluarkan ijin untuk mengkonsumsi jus buah Cranberry sebagai anti bakteri. Jus Cranberry ini lebih dikhususkan buat kesehatan saluran kencing.

Sayangnya, buah Cranberry ini tidak terdapat di Indonesia melainkan di bagian Utara Amerika dan Kanada. Pupus sudah keinginan  mengkonsumsi obat herbal untuk mengatasi anyang-anyangan.

Eits…tunggu dulu, jangan putus asa dulu dong ! Meskipun kita tidak bisa mengkonsumsi jus Cranberry, kita masih bisa mengkonsumsi ekstraknya. Ya…ekstrak buah Cranberry yang terkenal banyak khasiatnya itu telah hadir dalam bentuk kapsul dan serbuk. Hadir di Indonesia dengan nama Prive Uri-cran berada di bawah naungan Combiphar. Prive Uri-cran memiliki dua jenis varian, yaitu kapsul dan serbuk dalam kemasan sachet. Berikut penjelasan tentang masing-masing variannya :

Prive Uri-cran berbentuk kapsul dengan komposisi 250 mg Ekstrak Cranberry. Dosis yang dianjurkan dalam sehari bisa diminum 1-2 kapsul.

Sedangkan yang bentuknya serbuk sachet dinamakan Prive Uri-cran Plus. Adapun komposisi dalam Prive Uri-cran Plus lebih bervariasi yaitu :

  • 375 mg Ekstrak Cranberry,
  • 60 mg Vitamin C,
  • 0.1 mg Lactobacillus Achidopillus,
  • 0.1 mg Bifido Bacterium bifidum.                                                                                                               Dosis yang disarankan adalah 1-2 sachet per hari.

Nah, sekarang dah nggak bingung lagi kan, saya jadi tahu kalau anyang-anyangan itu ternyata ada obatnya, herbal pula. Prive Uri-cran sudah ada di Indonesia dan bisa didapatkan di apotik langganan. Buat saya ini sebuah kabar yang menggembirakan. Terutama buat wanita  yang sudah berada di usia menopause seperti saya. Atau bahkan wanita yang sudah menopause juga harus cepat mengatasi anyang-anyangan dengan Prive Uri-cran.

Maklum lah, fase menopause seringkali menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian besar kaum wanita. Janganlah ketakutan itu ditambah lagi dengan anyang-anyangan. Sebisa mungkin saya dan wanita lain harus lebih sehat dalam menghadapi fase menopause ini. Makanya, kehadiran Prive Uri-cran bisa menjadi solusi sehat bagi kaum wanita terutama dalam fase menopause. Menopause itu sesuatu yang pasti sedangkan sehat itu pilihan. Sudah barang tentu saya memilih sehat buat masa-masa tua, begitupula wanita lain. Saya yakin semua pasti setuju dengan hal ini.

 

 


 

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Leave a Reply

24 Comments on "Antisipasi Anyang-anyangan di Usia Menopause Dengan Prive Uri-cran"

Notify of
avatar
Sort by:   newest | oldest | most voted
Hermini Yuliawati
Guest

Noted, bisa jadi solusi nih obat. Thanks for sharing kak.

Liswanti
Guest

Anyang-anyangan memang bikin ga nyaman banget ya

Dzulkhulaifah Rahmat
Guest

Wah ngeri juga ya… Saya juga pernah anyang-anyangan sampai harus ke dokter. Alhamdulillah sih langsung sembuh dan belum pernah anyang-anyangan lagi setelah itu. Penting banget ya untuk menjaga kebersihan organ kewanitaan.

Leyla
Guest

Duh wanita rentan banget dgn anyang2an ya. Aku jg udah cobain uri cran ini.

Ryen Hincelois
Guest

Repot memang kalo anyang-anyangan, bolak balik toilet, apalagi kalo ada acara penting ngeganggu banget, untung aja sekarang sudah ada uri-cran ^-^

Eko prasetyo
Guest

Walaupun saya laki-laki, tapi memberikan informasi ini kepada wanita yang kita sayang sangatlah diperlukan guna mengingatkan pentingnya kebersihan agar terhindar dari bakteri atau hal-hal yang tidak diinginkan. Thx informasinya mba Ety.

Nurul Sufitri
Guest

Wah tipsnya oke banget. Zaman sekarang serba canggih ya obat buat anyang-anyangan aja bisa lekas menyembuhkan.

kania
Guest

Rasanya enak seger Uricran ini, tapi buat anakku terlalu asam mungkin ditmabah airnya kali yaa

Arkian
Guest

wah ternyata the cranberries ya .. sangat bermanfaat postingannya

Ahmed Tsar
Guest

Ooh baru tahu gejala anyang-anyangan gitu Bu. Kalau gejala sayang-sayangan gimana Bu? Jiaah

Ndy Pada
Guest

Prive Uricran aman karena terbuat dari bahan alami. Yang sachet, dicampur air dingin, suegeeer.. Manfaatnya maksimal. Thanks for sharing Mba Ety 🙂

Maria Soraya
Guest

waktu hamil pernah ngalamin anyang2an, sangat gak nyaman, karena perut makin buncit dan bawaannya mau pipis mulu … prive uri-cran ini bisa jadi solusi ya mbak ety

wpDiscuz