Acara

Asia Pacific Predator League 2019 Kembali Digelar Untuk Kedua Kalinya

Setelah sukses menggelar kompetisi eSport pada bulan Januari lalu di Jakarta, kini eSport akan digelar kembali. Acara bergengsi yang mempertemukan para gamers sejati se Asia Pasific ini melibatkan 14 negara. Pagelaran yang kedua kalinya akan diselenggarakan di kota Bangkok pada bulan Februari 2019 mendatang. Ada dua kategori game yang dipertandingkan, yaitu DOTA 2 dan Player Unknown’s Battlegrounds ( PUBG ). Bagi para gamers, kedua kategori game tersebut sudah tidak asing lagi didengar. Bahkan, kompetisi ini bakal memperebutkan gelar Team DOTA 2 terbaik. Gelar bergengsi tersebut masih ditambah lagi dengan hadiah senilai US$ 400.000 atau setara dengan Rp. 6 Milyar.

Kompetisi ini dimulai dengan babak penyisihan yang dilaksanakan di negara masing-masing. Adapun jadwal babak penyisihan akan berlangsung selama tiga bulan, dimulai pada bulan November 2018 sampai Januari 2019. Di Indonesia sendiri, babak penyisihan akan diadakan di 14 kota dimulai pada bulan November 2018. Selanjutnya, para pemenang dari babak penyisihan ini akan berlaga difinal. Seperti diinfokan di atas, bahwa pertandingan final diadakan di Bangkok pada bulan Februari 2019 mendatang.

Seperti telah diketahui, beberapa waktu lalu Acer mengeluarkan produk terbarunya bernama Predator Helios 300, dengan Prosesor Intel Core. Disinyalir laptop  gaming ini memiliki kekuatan performa untuk para gamer dan pekerja content creator. Hal tersebut disebabkan kedua profesi itu membutuhkan kekuatan laptop dengan performa tinggi dan berbalutkan desain elegan nan modern.  Sebagai contoh misalnya para gamers, mereka membutuhkan kecepatan dan ketepatan untuk melumpuhkan lawannya.

Kemarin, pada waktu peluncuran dimulainya kompetisi Predator League saya berkesempatan menyaksikan pertandingan perdana. Saya melihat, meskipun peserta lomba duduk manis di kursinya, tapi game sangat seru dimainkan. Semua itu karena ditunjang oleh laptop yang canggih dan tahan dalam kondisi apapun. Maka, sebagai brand terkemuka dalam pengadaan laptop Acer mengapresiasi kegiatan kompetisi ini dengan mendukung perangkatnya. Acer bukan hanya mengapresiasi tapi juga mendukung segala sesuatu yang bersifat milenial. Acer telah membuktikan bahwa bermain game dengan menggunakan layar, baik di smartphone maupun di laptop bisa mendatangkan hal positif. Berangkat dari hal itulah maka Acer tidak tanggung-tanggung langsung mengadaptasi kegiatan ini.

Sedangkan jika melihat pangsa pasar, bertumbuhnya gamers dari berbagai segmen se Asia Pasific merupakan angin segar bagi industri PC Gaming. Untuk memenughi kebutuhan tersebut Acer dengan bangga mengeluarkan Predator.  Beberapa Predator yang sudah luncur di pasaran yaitu Predator Orion, Predator Triton dan Predaor Helios.

Sedangkan dari sisi pasar game, berdasarkan data statistik tahun 2018 pendapatan pasar global tumbuh sekitar 13,3%. Ini merupakan bukti kalau pasar game di Asia Pasific tiap tahun mengalami peningkatan. Contohnya negara Indonesia dan India, perkembangan smartphone yang semakin canggih dan layanan internet terbaik menjadi pemicu penigkatan ini. Alasan mengapa game PUBG dan DOTA 2 yang dikompetisikan, karena game tersebut merupakan game terbesar di dunia.

Acara ini benar-benar menambah pengalaman bagi saya. Di mana saya selama ini selalu meremehkan game yang dimainkan oleh anak-anak. Saya baru terpana bahwa game atau eSport bisa menjadi aktivitas yang positif. Saya yang selama ini selalu memicingkan mata, tatkala anak-anak asyik bermain game dengan smartphonenya. Semoga kedepannya, kompetisi ini akan terus berlangsung. Dan, akan lahir para gamer yang tidak sekedar bermain saja tapi juga menunjukkan prestasi.

 

Simple dan konsisten

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of