Kuliner

Bukber di Bebek Kaleyo Bebek Paling Enak dan Paling Ramai

Tiga Minggu selama bulan puasa ini saya around buka puasa dari resto ke resto. Banyaknya sih resto yang satu atap dengan hotel. Maklum ini sesuai dengan passion saya sebagai reviewer hotel. Menu hotel memang sangat bervariasi akan tetapi hampir memiliki rasa dan tekstur yang sama.

Saya bosen juga buka puasa di resto hotel. Hmmm….pengen juga sih makan sesuatu yang agak tradisional. Tapi apa ya? Nah, kebetulan hari ini saya sedang around di sekitar Tomang untuk mengantarkan beberapa bingkisan lebaran.

Jam sudah menunjukkan pukul 16.30 dan saya belom sholat ashar. Sambil nyari-nyari mesjid atau mushola mata saya tertumbuk pada tulisan ngejreng bertuliskan ” Bebek Kaleyo “. Alih-alih mau nyari mesjid saya malah ke resto. Masuk ke resto saya langsung tanya pada staff nya di mana mushola. Dengan ramah staff resto pun menunjukkan keberadaan mushola.

Selesai sholat saya langsung balik ke resto. Sekelebat saya mencium aroma bebek goreng. Seketika perut saya berbunyi, selain emang karena lapar aroma bebek gorengnya sungguh mengaduk-aduk selera. Saya melirik jam di henpon, hah masih jam 17.00. Ooohh…kenapa mendadak waktu satu jam jadi lama sekali. Ini pasti karena aroma bebek goreng.

Daripada menyalahkan makanan mendingan saya eksplor restonya aja lagi. Secara keseluruhan resto Bebek Kaleyo sudah 12 tahun berdiri. Diawali dengan berjualan ala kaki lima di sebuat tempat di Jakarta . Pelan tapi pasti sang pemilik mulai mengembagkan warung tenda kaki limanya, hingga berupa resto. Salah satu restonya yang berada di daerah Tomang ini dan merupakan outlet ke 24. Mau tahu hasil pandangan mata saya di resto Bebek Kaleyo terkenal dengan   Bebek Paling Enak di Jakarta ini.

SUASANA RESTO

Bebek Kaleyo terdiri dari dua ruangan yaitu ber AC dan non AC. Menurut aku sih dua-duanya enak ko. Tapi kalau saya sendiri sih pilih yang ruangannya dingin. Mungkin ini faktor cuaca yang lagi panas-panasnya ditambah  sedang puasa.

Tentang interior ruangannya, di dinding resto banyak ornamen berbeda-beda. Ada dinding yang dihias dengan rumput dan bunga artificial sedangkan dinding lainnya jejeran foto dan potongan berita tentang Bebek Kaleyo di media offline.

Di sudut lain ada dinding dengan tulisan lettering yang lagi hitz. Saya bilang sih ini spot kekinian alias Instagram able. Ternyata meskipun menu utama konsepnya tradisional tapi tetap memasukkan unsur kekiniannya. Ternyata eh ternyata resto dengan predikat Bebek Paling Ramai ini memang sedang mengubah konsep restonya jadi kekinian.

Saya sih amazing yah, perpaduan antara menu tradisional dan konsep resto yang kekinian. Kesan yang mau disampaikan bahwa resto Bebek Kaleyo Tomang ini akan menjadi resto idola semua kalangan. Bukan hanya keluarga beranak pinak saja tapi juga anak-anak milenial juga. Satu kata deh buat ide nya TOP. Capek juga yah keliling sambil foto-foto restonya. Tapi jadi lupa lho sama laper. Hahaha….

Saya mau lanjut menu yang ada di resto nih. Aduuuhh…kalau udah ngomongin menu apalagi bebek perut saya bereaksi lagi. Nggak nyesel sih mampir mau sholat ke resto ini. Malahan saya ga bingung lagi nyari resto buat buka puasa. Jadi gimana nih, lanjut nggak ya bahas soal menu-menunya. Lanjut yaaaa….

….sabar ini ujian pembacah….😀

 

 

 

Simple dan konsisten

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of