Acara

Film Koboy Kampus Mengobati Rindu Dengan Dunia Kampus

Siapa bilang dunia kampus nggak bikin kangen? Justru saya paling kangen dengan dunia kampus. Dunia yang bikin saya merasa benar-benar jadi dewasa. Bisa memutuskan segala hal meskipun ujung-ujungnya tetep pake apa kata Bapak. Buat saya, kampus segala-galanya, berorganisasi juga enak karena kita bebas mengeluarkan pikiran dan eksekusi. Maksudnya, tanpa ada campur tangan dari pihak universitas. Paling-paling kalau melanggar aturan pihak universitas tinggal DO alias drop out alias dikeluarkan! Gimana soal cinta? Hmmm…enak juga sih, jadi pengen cerita nih soal masa cinta di kampus.

Saya sendiri sempet bolak balik naksir cowok tapi yang bener-bener jadian cuma tiga orang. Wuih…laku keras dong? Ah…enggak juga malahan banyak ko yang lebih dari saya. Cowok yang terakhir udah sreg banget meskipun banyak kendala sana sini. Tapi saya terus bertahan dengan segala cara. Sampai akhirnya cowok itu pergi dan menikah dengan perempuan lain. Sedih? Bangeeeeeeeetttt…..

Semua kejadian yang saya ceritakan di atas bikin kangen. Kumpul bareng, nyontek, balapan motor rasanya pengen diulang kembali. Makanya waktu dapet undangan gala premier Film Koboy Kampus, saya langsung iyain aja. Wah…pasti filmnya cerita seputar kampus nih, begitu kira-kira pikirku. Apalagi waktu saya stalking di igeknya @filmkoboykampus dan liat trailernya saya makin girang. Pasalnya film Koboy Kampus diangkat dari novel yang ditulis oleh penulis kondang. Masyarakat pecinta film Indonesia pasti tahu dong dengan film Dilan? Nah, penulisnya juga orang yang sama yaitu Kang Pidi Baiq.

Kalau Dilan bercerita tentang dunia SMA sedangkan Koboy Kampus tentang dunia kampus. Ada satu hal yang bikin beda dari kedua film ini, dalam film Koboy Kampus Kang Pidi Baiq merangkap jadi sutradara. Kenapa ya, ko Kang Pidi mau jadi sutradara? Usut punya usut novel yang ditulisnya itu merupakan kisah beliau semasa kuliah dulu. Mungkin dengan begitu filmnya lebih berasa kali yak. Ah, itu mah pendapat pribadi ku aja. Hahaha…

Kisah sewaktu jadi mahasiswa dengan segala lika likunya, mulai dari kekonyolan hingga sikap nasionalisme. Sikap nasionalisme diangkat karena pada saat kuliah Kang Pidi Baiq mengalami juga situasi politik yang sedang memanas. Situasi politik yang mengharuskan mahasiswa turun ke jalan untuk demo. Di mana  sebagian besar rakyat Indonesia tahu dengan peristiwa Mei 98. Kang Pidi Baiq sendiri diperankan oleh Jason Ranti — sebagai Pidi,  tak lain adalah musisi yang lagi ngehitz saat ini. Makanya beberapa alur cerita dari film  diwarnai oleh petikan gitar dari Jason Ranti. Kebanyakan lagu-lagu yang dinyanyikan lebih menyentil kondisi politik saat itu. Terus terang saya tambah kagum dengan Kang Pidi, selain menulis ternyata Kang Pidi pandai bernyanyi juga.

Saya juga baru denger nama Jason Ranti setelah menonton film Koboy Kampus. Saya kira malahan tadinya perempuan eh…taunya laki-laki. Sebagai sutradara Kang Pidi tidak sendiri, dia ditemani oleh Tubagus Deddy. Sama seperti di SMA, masa kuliah juga mengenal teman se-geng begitu pula Pidi. Teman segengnya terdiri dari lima orang. Salah satu teman se-gengnya ada Ricky Harun — sebagai Ninu. Alur komedi juga diselipkan dalam cerita dengan begitu penonton tidak bosan. Sedangkan kisah asmara masih mengadaptasi masa SMA, malu-malu dan patah hati ketika cinta ditolak.

Buat saya, film Koboy Kampus sanggup mengusir rasa kangen semasa kuliah dulu. Bukan cuma ceritanya aja yang mengobati kangen tapi para pemain lawasnya juga. Ada Chicha Koeswoyo dan Ria Irawan berperan sebagai seorang Ibu. Sebenarnya masih ada satu segmen yang paling inti dari film Koboy Kampus. Hmm…untuk segmen ini saya nggak mau cerita ah, silakan tonton aja sendiri. Catat aja tanggalnya mulai 25 Juli 2019 film Koboy Kampus siyap tayang di seluruh bioskop Indonesia. 

Simple dan konsisten

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of