Freelancer Tanpa NPWP Apa Kata Tetangga ?

Saat ini profesi blogger sedang naik kuda daun, dari yang nulisnya suka-suka ternyata bisa menjadi sarang duit. Wah, rasanya sayang sekali jika kesempatan itu tidak digunakan sebaik-baiknya. Bayangkan coba hanya nulis 140 karakter pada media twitter aja bisa jadi duit. Kicauan yang menyegarkan dengan kalimat-kalimat menggelitik mampu membawa para followers menikmati kicauan itu. Atau di blog sendiri, bisa juga dijadikan sarang duit dengan mengikuti lomba menulis blog.

Menurut saya pribadi menulis di blog itu termasuk menulis suka-suka. Bagaimana tidak, susunan kata yang tidak teratur, tata bahasa yang amburadul ditambah lagi kalimat ngetrend tanpa makna. Semua itu bisa tertuang dalam blog pribadi.

writing
Sumber Gambar

Saya sendiri pernah beberapa kali menang lomba menulis di blog, kayaknya lebih sering kalahnya sih. Jujur, menang dalam lomba blog bikin saya jingkrak-jingkrak tujuh hari tujuh malam. Pasalnya adalah tulisan yang suka-suka ko ya bisa menang. Kalau bagus, apanya yang bagus ? He…he…saya mah apa atuh cuma peserta amatiran.

Rasa bahagia tersebut tidak berlangsung lama, setelah sang Panitia lomba meminta saya untuk menyerahkan data pribadi, nomor telepon yang bisa dihubungi, nomor rekening dan… NPWP. Sampai di sini saya berhenti jingkrak-jingkrak, langsung ciut. Ah, ternyata sampai hari ini saya belum juga punya NPWP, padahal bikin NPWP itu mudah plus gratis…tis..tis…! Mudahnya cukup bawa fotocopy KTP doang, langsung jadi. Dan katanya pula nggak ada formulir yang harus diisi secara detail banget.

Apa karena gratisnya saya jadi males bikin NPWP, wah kalau begini sih mesti ada pelayanan bikin NPWP keliling. Itu loh, yang mirip bikin SIM keliling atau jemput bola dengan mendatangi semua warga agar bikin NPWP. Kayaknya sih kalau begitu, saya pasti bikin NPWP deh. Biasa habitnya masyarakat Indonesia kalau dah kepepet baru bikin, demi kelancaran proses pertransferan. Kalau dilihat kayaknya emang nggak berimbang banget, dapet hadiahnya mau tapi ngurus NPWP aja nggak mau.

Emang sebenarnya seberapa penting sih NPWP buat seorang freelancer ? Lantas apa sih sebenarnya NPWP itu ? Dari hasil kunjungan saya ke http://www.pajak.go.id didapat pengertian tentang NPWP. Nomor Pokok Wajib Pajak disingkat NPWP adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrai perpajakan. NPWP bisa juga digunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.

Oh ya lewat pertemanan di facebook, saya mengenal seorang Konsultan Pajak bernama Zeti Arina. Beliau adalah pemilik Artha Raya Consultant, kegiatan beliau sehari-hari memang bergelut dengan dunia perpajakan. Selain itu beliau juga aktif memberikan penyuluhan tentang pajak, termasuk seperti kasus saya di atas.

Jadi NPWP itu wajib dimiliki juga oleh seorang freelancer, karena berdasarkan pada Undang-undang PPh Tahun 2008 ; Terdapat syarat Objektif pada Pasal 4 ayat ( 1 ) disebutkan bahwa :

Yang menjadi objek pajak adalah penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apa pun, termasuk :

a. Penggantian atau imbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa yang diterima atau diperoleh termasuk gaji, upah, tunjangan, honorarium, komisi, bonus, gratifikasi, uang pensiun, atau imbalan dalam bentuk lainnya, kecuali ditentukan lain dalam Undang-undang ini;
b. Hadiah dari undian atau pekerjaan atau kegiatan, dan penghargaan;
c. Laba usaha :
d. Keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta termasuk… dan seterusnya.

Nah, sekarang jelas, dari pasal yang telah disebutkan di atas telah diterangkan kenapa freelancer atau blogger sekalipun wajib memiliki NPWP. Karena kegiatan yang saya lakukan dapat menambah kemampuan ekonomis. Kalau begitu saya rasa sesegera mungkin saya akan membuat NPWP. Kebetulan Kantor Pajak di daerah tempat saya tinggal tidak jauh dari rumah. Emang sih terkadang terselip rasa malu juga bila mendapatkan hadiah, pas diminta NPWP belum punya. Padahal dalam tiap aturan lomba selalu disyaratkan bahwa pajak hadiah ditanggung pemenang.

Mungkin hal ini dimaksudkan agar pajak yang dipotong dari hadiah kita bisa dilaporkan secara benar dan jujur, bukan diambil oleh pihak lain. Oke deh, sekarang saya jadi jelas mengapa freelancer seperti saya harus memiliki NPWP. Daripada ditegur tetangga gara-gara nggak punya NPWP, kan mendingan bikin dari sekarang. Yuk ah bikin…!

Leave a Reply

2 Comments on "Freelancer Tanpa NPWP Apa Kata Tetangga ?"

Notify of
avatar
Sort by:   newest | oldest | most voted
Heru S.
Guest

Saya kira apa kata dunie akhirat bund.. hehe… Salam kenal!

wpDiscuz