Acara

Jajaran ASUS ROG 9th Gen Intel Core di Mata Seorang Ibu

Ini bukan tentang masa sekarang, tapi tentang masa depan. Ini juga bukan tentang aku tapi tentang Arjuna…

Pukul 11.30 wib, saya sudah sampai di Grand Ballroom Hotel Pullman Central Park Jakarta. Info dari grup wa bahwa registrasi akan dibuka tepat pukul 12.00. Sambil menunggu waktu registrasi, saya sempatkan diri  poto-poto di sekitar area Ballroom. Setelah jam menunjukkan angka 12.00 saya kembali ke meja registrasi untuk mendapatkan kartu identitas sebagai bukti undangan. Setelah selesai registrasi saya langsung menuju Ballroom. Acara diawali dengan makan siang dan sholat bagi yang menjalankannya. Setelah selesai makan siang, para undangan yang terdiri dari awak media, dealer, blogger, vlogger, gamer dan fans berat produk ASUS diminta untuk masuk ke Ballroom.

Kamis, 11 Juli 2019 saya dan 600 lebih undangan akan menjadi saksi lahirnya jajaran laptop gaming ASUS. Memasuki Grand Ballroom nan megah membuat saya terpukau. Sungguh, saya tidak membayangkan bahwa acaranya akan semegah dan semeriah ini. Maklum saya lebih sering datang ke acara resmi seperti resepsi pernikahan atau semacamnya.  Dentum musik yang berasal dari discjokey, mengajak tubuh bergoyang. Tata lighting penuh warna warni bertabur gemerlap ke  seluruh ruangan. Konsep ruangan gaya milenial dibuat  senada dengan produk yang akan diluncurkan nanti. Saya pun semakin penasaran, seperti apa sih laptop gaming ASUS yang akan diluncurkan? Selentingan saya dengar bahwa laptop gaming ASUS dengan tenaga 9th Gen Intel Core akan merajai pangsa pasar laptop gaming dekade ini.

Wuih…gilaaaaaak!

Sambil tengak tengok mencari Mbak Katerina, dengan maksud menanyakan tempat duduk, saya terus melangkah. Dari kursi paling depan Mbak Katerina melihat saya, dan memberi kode bahwa kursinya ada di bagian belakang. Saya memilih tempat duduk yang sekiranya nyaman yaitu agar kelihatan sampe panggung. Tak lama kemudian, beberapa teman juga ikut duduk di deretan kursi yang sama.

In the blue

Saya terus mengabadikan suasana dengan kamera ponsel, sesekali edit dan share ke medsos. Saya semakin nggak sabar, lebih tepatnya deg-deg an menunggu detik-detik peluncuran laptop gaming ASUS. Acara bertagline “Be Unstoppable” ini terus menggugah rasa penasaran saya. Akan tetapi entah kenapa pikiran saya malah melayang pada bocah kecil di rumah. Sedang apakah dia? Sudah makan belum? Atau dia terus terusan bermain game dengan tablet? Duh, kalau ingat dia bawaannya galau melulu. Karena hari-harinya dihabiskan pada game online. Sepulang sekolah langsung main game. Tanpa ganti baju apalagi cuci tangan.

Daripada galau sendirian mending saya curhat di sini aja deh. Namanya Arjuna, usianya 8 tahun 4 bulan masih sekolah dasar. Hobinya bener-bener bikin saya geleng-geleng kepala. Apalagi coba kalau bukan main game online dan nonton yutube. Sehari bisa empat jam main game plus nonton yutube. Dua jam setelah pulang sekolah dan dua jam sehabis maghrib. Pe er dikerjakan malam hari, ketika mata sudah ngantuk.

Arjuna

Tahun ajaran 2019 ini Arjuna naik ke kelas tiga. Saya agak kecewa dengan hasil rapotnya kemarin, nilainya turun. Padahal saya sudah berkomitmen untuk tidak memarahi atau memberi hukuman. Bagi saya bukan jamannya lagi memarahi anak hanya karena nilai rapotnya turun. Tapi saya juga nggak mau tinggal diam. Waktu lagi nyantai, saya tanya cita-citanya apa. Maksudnya saya mau kasih nasehat supaya belajar lebih giat lagi di kelas 3 nanti.

Jawabannya di luar dugaan, katanya dia mau jadi yutuber atau gamer. Tadinya saya kira dia mau jawab pilot atau profesi lainnya. Ternyata bukan!

Sebenarnya jawaban Arjuna tidak begitu mengagetkan. Pasalnya dia sudah akrab dengan gadget sejak usia 5 tahun. Menonton yutube atau bermain game nggak asing lagi. Saya sendiri yang mengenalkannya. Sebab saya sadar, Arjuna lahir di jaman milenial dengan sebutan generasi Z. Badan statistik Kanada, menghitung Generasi Z mulai dari anak-anak yang lahir pada tahun 1995 sampai 2011—wikipedia.org. Oleh karena itu semua harus dipersiapkan dari sekarang. Karena 10 tahun mendatang dunia digital akan terus bergerak dengan kecepatan mumpuni.

Nggak ada yang salah dengan hobinya. Mungkin saya aja yang terlalu longgar.

Contohnya saat ini, siapa  sangka kita mengenal berbagai profesi yang sepuluh tahun lalu tidak pernah terdengar. Seperti misalnya  vlogger, influencer, buzzer, gamer dan juga yutuber. Bisa jadi apa yang dicita-citakan Arjuna hanya sebatas omongan belaka. Yah, namanya juga anak-anak setiap menit pikirannya berubah-ubah. Tapi, nggak salah juga kan kalau dari sekarang saya persiapkan. Minimal saya kenalkan dulu dengan perangkatnya. Sama ketika saya mengenalkan gadget pada usia dini.

Bukan mustahil jika nanti Arjuna akan bersanding dengan perangkat modern dan canggih, yang sebentar lagi akan diluncurkan. Sebelum dia kenal, saya harus lebih dulu kenal. Jujur, saya awam banget soal dunia gaming. Nama-nama game online yang lagi ngehitz aja saya nggak tau. Beda dengan Arjuna, dia tahu banyak soal game. Bahkan dia juga mengidolakan seorang yutuber Indonesia, Atta Halilintar. Itulah alasan mengapa saya datang ke acara spektakuler ini, ingin melihat secara langsung peluncuran laptop gaming ASUS beserta jajarannya.

Welcome Republic OF Gamers

Gemuruh tepuk tangan dan teriakan membuyarkan pikiran saya. Di atas panggung sudah berdiri seorang laki-laki yang siap membeberkan laptop gaming ASUS. Dan…..welcome ASUS Republic Of Gamer for the future. Satu persatu, laki-laki tersebut yang tidak lain adalah Jimmy Lin, ASUS Regional Director, Southeast Asia memperkenalkan jajaran ASUS ROG.

Maka dengan bangga saya kenalkan juga jajaran ASUS ROG berkekuatan power full 9th Gen Intel Core tersebut khusus buat pembaca blog saya :

ASUS ROG Zephyrus, laptop gaming paling tipis dan powerfull di dunia – ASUS ROG Strix G531, laptop pertama di dunia diinspirasi oleh BMW Designworks – ASUS ROG Mothership, Desktop replacement paling powerfull di dunia

Ketika asa dan teknologi bertemu, tak ada lagi yang patut ditakuti kecuali satu kata ‘sesal’.

Menyaksikan sendiri dengan mata telanjang kehadiran ASUS ROG, membuat jiwa keadilan saya terusik. Bagaimana tidak, semua produk yang diluncurkan berlabel spektakuler. Ibarat perasaan seorang Ibu, punya sepotong kue dan akan diberikan kepada satu orang anak dari tiga anak yang dimilikinya. Pasti berat untuk memilih salah satu dari mereka. Dalam kondisi seperti ini, satu-satunya yang bisa diandalkan adalah naluri. Ya, naluri seorang Ibu! Ketiga ASUS ROG memiliki performa yang tidak terdapat pada laptop sekelasnya. Semuanya hebat, canggih dan power full. Akan tetapi saya harus memilih salah satu. Saya akan memutuskan seadil-adilnya. Dan, keputusan saya adalah…. ( deg deg an lagi )

ASUS ROG Zephyrus

Ufff….! Dengan berat hati disertai keadilan saya telah memilih ASUS ROG Zephyrus. Bukan karena yang lain tidak hebat, bahkan mungkin lebih hebat dari pilihan saya. Saya pilih ROG Zephyrus karena untuk saat ini, Zephyrus sangat tepat buat Arjuna. Sebelum saya membawanya pulang ke rumah, ada baiknya saya kupas dulu buat pembaca blog ini. Daripada kalian bertengkar hanya gara-gara beda pilihan lebih baik dibaca dulu sampai tuntas. Gimana?

Lanjutkan!

ASUS ROG Zephyrus Memiliki Bodi Paling Ringan dan Tipis di Kelasnya

Udah liat fotonya Arjuna di atas? Buat anak seusianya dia tergolong kecil, kurus dan tidak tinggi. Sebenarnya dia sering banget mengeluh soal tabletnya yang sudah ketinggalan jaman. Lelet dan sering ngehang, apalagi kalau main gamenya dengan team alias berkelompok. Pantesan aja, saya pernah melihat dia kesel lantaran tabletnya berhenti. Padahal permainan belum selesai, dan akhirnya dia kalah. Meskipun tabletnya itu tipis dan ringan tapi udah ngok-ngok-an ( bahasanya dia ). Belum lagi kalau sang adik mau pinjam, pasti ada adegan rebutan tak terelakkan.

Masalah lain timbul ketika tablet kecilnya itu dicharge dan dia mau main game. Ya tabletnya sering banget dicharge karena baterainya cuma bisa bertahan tiga jam saja! Pernah beberapa kali saya lihat dia main game dengan tablet dicolok ke stopkontak. Tentu saja saya melarangnya, karena sangat berbahaya. Jangankan main game, untuk browsing media sosial aja bahaya. Kalau saya sudah larang, maka dia akan pinjam laptop kakaknya. Laptop kakaknya berat dan tebal. Sambil tergopoh-gopoh dia meletakkan laptop kakaknya di meja belajar. Ketika sedang mainpun dia masih mengeluh, nggak nyaman dan nggak bebas bergerak.

Sebagai Ibu, saya memang tidak melarangnya bermain. Namun begitu saya tetap mengawasinya. Saya bisa lihat dari daftar pencarian di yutube. Dari situlah saya bisa tahu game apa saja yang dia mainkan. Kemarin waktu saya cek, game online yang sering dia mainkan di antaranya : Nevingaming Bedwars, Manticor vs Dragon Ark, Manticor vs Broodmother, Garena Free Fire, Frontal Gaming dan lainnya. Sedangkan yutuber yang dia suka tonton adalah Niana Guerrero, Dyland Pros, Saai Halilintar, Atta Halilintar ( yang ini favoritenya ) dan Gen Halilintar.

disubcribe sama Arjuna

Ringan dan Tipis. Alasan inilah yang membuat saya memutuskan memilih ROG Zephyrus. Nah, sekarang coba bayangkan ketika Arjuna ngegame dengan ROG Zephyrus. Dia pasti sudah pindah-pindah tempat. Ringan karena yang pasti dia bisa angkat kemana-mana. Bahkan kalau pergi sekalipun dia pasti bawa dan duduk manis di mobil. Penyimpanannya pun cukup praktis nggak usah pake tas khusus laptop. Tinggal selipkan di kantong belakang jok mobil.

ROG Zephyrus S (dokpri)

ROG Zephyrus hadir dalam dua varian yaitu Zephyrus S dan M. Secara spesifik Zephyrus S GX502 memiliki layar 15,6 inci dengan form-factor super ringkas ditambah dengan fitur gaming yang sangat lengkap. Begitu pula dengan bobotnya yang 42% lebih ringan dari kompetitornya. Saya analogikan begini, jika bobot kompetitor 2 kilogram maka bobot yang dimiliki oleh Zephyrus sebesar 1,16 kilogram. Sedangkan untuk ukuran bodi 25% lebih tipis, ketebalannya sekitar 18,9 mm. Hmmm…ringan banget kan, cocok buat anak seusia Arjuna.

Kita memang tidak bisa mengubah waktu, tapi kita bisa mengubah teknologi, capailah dengan ilmu, hati dan pikiran

Menurut kamu apa sih hal terpenting dari sebuah laptop? Jawabnya : layar. Setuju nggak?

Sejak pertama kali berdiri, ASUS selalu menjadi perusahaan yang terdepan dalam hal teknologi. Terbukti, produk yang baru saja diluncurkan mengadaptasi teknologi Super Narrow Bezzel pada layarnya. Dengan begitu laptop gaming ini memiliki layar dengan bezzel sangat tipis.

Layar menjadi sangat penting, karena di situlah visualisasi dibangun. ASUS juga selalu memikirkan para penggunanya dalam hal visualisasi tersebut. Oleh karena itu ASUS menghadirkan layar dengan refresh rate hingga 240 Hz dan response time 3 ms. Hasilnya, tidak tanggung-tanggung yaitu warna yang akurat! Game serba cepat berjalan lancar dengan warna tajam. Untuk masalah visualisasi ASUS mengantongi sertifikasi Pantone Validated Display. Sertifikasi ini membuktikan bahwa ASUS bukan hanya untuk para gamer saja tapi juga profesional on-the-go. Asyiiiik…kalau begitu saya dan kakaknya bisa juga pake ROG Zephyrus dong!

From IG Asus.rog

Cuma itu doang kelebihannya? Enggaklah. Masih ada lagi nih, paling unik malah. Namanya anak-anak, Arjuna paling susah disuruh cuci tangan. Apalagi kalau habis makan coklat atau es krim, kan jarinya jadi lengket. Pernah sekali waktu dia pinjem gadget saya, pas dibalikin layarnya burem dan lengket. Nah, kejadian kayak gini nggak akan terjadi pada ROG Zephyrus S GX502. Secara teknis ROG Zephyrus S GX502 sudah dirancang untuk tidak mudah kotor bekas sidik jari. Sekarang saatnya bilang, bye…bye…burem dan lengket!

Kekuatan Prosesornya Bukan Sekedar Imajinasi

Masih mau tahu nggak kelebihannya apa lagi? Layar 15,6 inci yang dimiliki oleh ROG Zephyrus S GX502 tidak akan ada artinya tanpa dipersenjatai oleh performa mumpuni. ROG Zephyrus S GX502 memadukan dua prosesor yaitu 9th Gen Intel Core dan chip grafis NVIDIA GeForce RTX 2060 atau RTX 2070. Kedua prosesor itu belakangan dikenal dengan teknologi grafis terkini. Kayaknya cocok banget nih buat para desain grafis.

Untuk urusan stabil alias tidak ngehang bila digunakan dalam waktu lama, ROG Zephyrus S GX502 mengandalkan teknologi Active Aerodynamic System ( AAS ). Teknologi tersebut berdasar pada filosofi Pendingin Cerdas di mana terdapat ventilasi tambahan untuk meningkatkan udara sebesar 22%. Ketahanan ROG Zephyrus semakin membabi buta dengan daya tahan baterai berkapasitas 76 WHrs yang sanggup bertahan selama 8 jam. Wah, kalau soal anti ngehang Arjuna pasti seneng banget. Lawan mainnya bakal dikalahkan semua. Apalagi soal baterai, nggak ada lagi tuh rebutan powerbank atau bolak balik ngecharge.

Bagaimana dengan ROG Zephyrus M? Karena masih sodara dengan Zephyrus S jadi pasti beda-beda tipis lah. Soal bodi misalnya, ketebalannya lebih tebal sedikit yaitu 20 mm. Masih dilindungi oleh teknologi Super Narrow Bezel, laptop gaming ini tetap lebih kecil dibanding kompetitornya. Perbedaannya hanya pada sistem pendinginnya saja. ROG Zephyrus M GU502 ini tidak menganut pendingin Active Aerocooling System ( AAS ). Tapi jangan takut, pendinginnya tetap ada hanya digantikan dengan sistem pendingin khusus dilengkapi dengan teknologi Anti-Dust Cooling. Artinya, teknologi tersebut mampu mencegah debu dan partikel lainnya menyumbat pendingin. Hal ini mencegah terjadinya kerusakan pada komponennya.

ROG Zephyrus M ( dokpri )

Soal layar, ROG Zephyrus M GU502 mengusung layar 15.6 inci masih sama ya dengan Zephyrus S, hanya saja resolusinya full HD. Meskipun layarnya tergolong lebar, jika dibawa terasa seperti layar 14 inci. Adalah teknologi NanoEdge Display yang memungkinkan layar ROG Zephyrus M GU502 memiliki bezel sangat tipis.

Menyinggung performa ROG Zephyrus M GU502 tetap mengandalkan prosesor 9th Gen Intel Core, tepatnya Intel Core i7-9750H. Prosesor dengan konfigurasi 6 core dan 12 thread, mampu berjalan hingga 4,5GHz pada mode turbo. Jumlah core dan thread yang cenderung lebih banyak ini memungkinkan seseorang melakukan multitasking. Seorang gamer yang sedang bermain game AAA bisa melakukan streaming atau merekam sekaligus. Begitupula dengan kreator siap melakukan lebih banyak kreasi dengan waktu lebih sedikit.

Mupeng nggak sih dengan spesifikasi yang cetar membahana gitu? Saya sendiri nggak habis-habisnya berdecak kagum. Bukan cuma saya, tapi seluruh undangan yang hadir. Sungguh, perkembangan dunia gaming begitu sangat cepat. Dalam hal ini bukan lagi saling menyalip tapi kejar-kejaran. Sebuah perlombaan yang nggak akan pernah ada garis finishnya. Akhirnya sampai pada pertanyaan yang begitu mendesak, harganya berapa? Satu unit laptop gaming ROG Zephyrus ini dibanderol……. ( slide di bawah ) :

harga Zephyrus

Gimana…gimana, pasti nggak kuat kan buat nahan nggak beli? Begitupun dengan saya, sepertinya saya harus ikhlas buat nggak beli skincare demi satu unit ROG Zephyrus. Tenang. Sabar. Ini masih belum sampe ke puncak, masih ada dua varian lagi yang belom muncul. Tapi sebelum saya lanjutkan perkenalannya saya juga mau kasih tahu kalau acara kemarin ASUS tidak hadir sendiri. ASUS dengan bangga juga menghadirkan brand-brand terkemuka untuk menunjang performa seorang gamer sejati.

Bertemunya Dua Maha Karya Besar, Asus & Intel

Ini dia rahasia terbesarnya, mengapa Jajaran ASUS ROG yang baru saja dirilis bisa menjadi laptop gaming power full. Tak dapat dipungkiri memang, prosesor 9th Intel Gen Core menjadi andalan ASUS ROG yang baru saja diluncurkan. Prosesor keluaran terbaru dari Intel tersebut mampu menghadirkan performa lebih baik dari generasi sebelumnya. Sejak awal menjalin kerjasama dengan Intel, ASUS selalu berkomitmen untuk memberikan yang terdepan bagi penggunanya. ASUS semakin menyadari bahwa pasar yang dibidiknya bukan hanya gamers, tapi juga profesional muda. Itulah alasannya, ketika Intel mengeluarkan prosesor terbaru Intel Core i7 9th Gen hingga Intel Core i9 9th Gen, ASUS lagsung meminangnya.

Waktu saya berkunjung ke website intel, ada info yang menarik soal teknologi intel. Disebutkan bahwa, untuk menikmati kinerja game yang luar biasa, mengedit dan berbagi video 360 dengan mudah, serta menikmati hiburan 4K Ultra HD dibarengi pula dengan transfer data super cepat dibutuhkan teknologi Thunderbolt 3. Prosesor mobile Intel Core Generasi ke-9 meningkatkan performa laptop bagi kalangan enthusiast ke level paling tinggi. Kesepakatan kerjasama itu ditandai dengan hadirnya Santhosh Viswanathan, Managing Director of Intel Global Marketing & Partners, Salesa & Marketing Group Asia Pasific Territory.

Shantosh and Jimmy Lin

Kolaborasi Ciamik ASUS dan Under Armour

Masih dalam kesempatan yang sama ASUS mengumukan juga kolaborasinya dengan produsen fashion olahraga berlabel Under Armour. Emang sih keduanya merupakan brand dengan konsentrasi yang berbeda. Tapi keduanya memiliki spirit yang sama yaitu menghadirkan produk berkualitas tanpa kompromi. Adapun produk yang diluncurkan atas kerjasama ini adalah jaket eksklusif. Di desain khusus, dengan dominasi warna hitam dan sedikit merah pada bagian dada membuat siapapun yang memakainya nampak lebih garang. Aura gamers sejatinya langsung muncul ketika memakai jaket eksklusif tersebut. Sayangnya jaket eksklusif ini tidak dijual bebas tapi bundling dengan produk ASUS ROG. Ketersediaanya juga sangat etrbatas.

Spektakuler, Perpaduan ASUS dan BMW Designworks Group

Kebayang nggak sih memadukan antara laptop gaming dengan mobil? Terus terang akal Ibu rumah tangga macam saya nggak bakalan nyampe. Kalau memadukan aneka masakan dan lauk pauk baru deh nyampe. Hal ini nggak berlaku buat ASUS. Buktinya, di acara yang berlangsung gemerlap ASUS mengenalkan ROG Face Off. ROG Face Off merupakan hasil perpaduan laptop gaming dengan BMW Designworks Group. Performa apa sih yang akan ditampilkan antara BMW ke laptop ASUS?

Laptop konsep ini hadir dengan desain futuristik yang belum pernah ada dan digunakan pada laptop manapun. Tampil dengan nuansa elegan namun tetap mengedepankan fungsional. Mirip seperti mobil sport besutan BMW, ROG Face Off akan hadir dengan bodi ramping dan berkesan mewah. Ditambah dengan sentuhan garis-garis yang dilengkapi LED backlight seolah menegaskan performa laptop ini. Beberapa desain yang dirasa tradisional pada laptop terdahulu akan digantikan. Contohnya tombol power berbasis pegas, diganti dengan sistem bolt-action. Dengan kata lain, laptop gaming ROG Face Off benar-benar akan tampil ‘glamour’ dan ekslusif. Jadi nggak salah pasar jika ROG Face Off diperuntukkan buat para eksekutif dan profesional muda. Meskipun semua kesempurnaan itu masih berupa konsep dan belum bisa dihadirkan dalam bentuk nyata, tapi beberapa aspek desainnya sudah digunakan oleh jajaran ROG ASUS.

Tanpa menunggu waktu lama lagi, kini hadir laptop gaming di mana desainnya berasal dari konsep BMW. Inilah dia, ASUS ROG Strix yang siap mengguncang para profesional muda dan gamers.

ROG Face Off

ASUS ROG Strix

Ingin menyalurkan hobi eSport kamu? Lalu, mencoba bertanding di pertandingan bergengsi dunia? Kamu harus memulainya dengan ASUS ROG Strix. Laptop gaming ini dirancang secara khusus dengan mengedepankan dua performa, tingkat respon dan akurasi yang tinggi. Masih mengandalkan prosesor 9th Gen Intel Core dan chip grafis NVDIA GeForce RTX, ROG Strix dapat menjadi senjata paling ampuh di pertandingan eSport. Dengan mengadaptasi desain ROG Face Off, ROG Strix memiliki elemen desain yang berbeda dari laptop lainnya. Misalnya saja pada engsel layar, terinspirasi oleh desain pada pintu mobil sport. ASUS ROG Strix sendiri memiliki tiga varian, yaitu SCAR III, HERO III dan Strix G531/G731.

ROG Strix SCAR III ( dokpri )

Elemen lainnya yang tampak berbeda yaitu elemen pendingin dan bentuk bodinya. Seluruh port ditempatkan pada sisi belakang dan samping kiri. Maksudnya agar tidak mengganggu pergerakan mouse. ROG Strix memiliki fitur terbaru bernama ‘keystone’ berfungsi untuk mengakses aneka fitur. Keystone dipasang pada bodi, dapat menyimpan berbagai pengaturan yang ada di aplikasi Armoury Crate. Bisa juga digunakan untuk menampilkan Shadow Drive, yaitu drive penyimpanan tambahan. Bermain game akan menjadi lancar dengan kelebihan lainnya, yaitu : layar ultra responsif dengan refresh rate hingga 240Hz dan response time 3ms.

Pokoknya jangan tunda mimpi kamu untuk menjadi gamers militan. Percayakan keinginan itu dengan ASUS ROG Strix, khususnya Strix G. Bahkan harga yang ditawarkan melebihi dari fitur dan tenaga berlimpah. ASUS membenamkan sejumlah fitur keren pada ROG Strix G meskipun dengan harga relatif terjangkau. Tanpa malu-malu saya mengatakan harga yang melebihi dari pantas untuk ROG Strix G dimulai dari 14.299.000 rupiah.

Berkat Intel Core i9-9980H yang hadir dengan konfigurasi 8 core dan 16 thread maka pemrosesan kecepatan mencapai 4,8GHz pada mode Turbo. Hasilnya, game akan dimainkan dengan lancar dan kecepatan prima. Untuk menjaga kestabilan ketika game dimainkan, diperlukan sistem pendinginan khusus untuk menjaga suhu komponen. Saking dahsyatnya ASUS ROG Strix ini, makanya saya tidak pilihkan buat Arjuna. Usianya belum mampu menggunakan laptop paling canggih dan mewah ini. Pengguna yang paling cocok menggunakan ROG Strix adalah gamers dan profesional muda.

Dua jagoan ASUS ROG sudah turun gelanggang, masih ada satu lagi yang belom. Hmmm…seperti apakah dia? Melebihi dari dua temannya di atas kah atau sebaliknya. Baiklah tanpa berlama-lama, saya akan panggil varian ketiga dari ASUS ROG, dia adalah ASUS ROG Mothership.

ASUS ROG Mothership

Mendengar namanya sudah nggak asing lagi di telinga, mothership. Mothership atau keibuan, merupakan kata sifat yang berkenaan dengan seorang perempuan. Dalam benak saya, varian ini memiliki sifat-sifat keibuan. Ah, daripada menebak-nebak mendingan saya bongkar aja keunggulannya. ROG Mothership hadir dengan desain baru. Bodi utama ditempatkan pada posisi berdiri didesain mendatar dan menyatu dengan layar 4K. Perbedaan dari dua sebelumnya terletak pada keyboard yang dapat dilepas serta digunakan secara nirkabel.

Kelengkapan lainnya berupa penyangga khusus agar laptop gaming ini bisa berdiri dan dapat diatur sudut kemiringannya. Soal sirkulasi pendingin nggak perlu diragukan lagi. Karena posisinya berdiri jadi bisa memiliki lebih banyak ruang untuk sirkulasi udara. Bodi juga ramping, lebih ramping 10 mm dari prototype pertamanya. Selain bodi slim, terdapat rangka yang kokoh dan tahan benturan. Rangka tersebut berfungsi juga sebagai jaket pelindung anti panas. Varian ini dilengkapi pula dengan sistem pendingin yang canggih. Dengan menggunakan liquid metal sekaligus berfungsi sebagai pengganti thermal paste. Liquid metal ini juga mampu mendinginkan prosesor serta GPU hingga 13 derajat celcius lebih rendah.

ROG Mothership ( dokpri )

Seabrek keunggulan dari ASUS ROG Mothership membuat harganya pada posisi teratas. ASUS ROG Mothership ini merupakan laptop paling power full dari dua sebelumnya. Desain revolusioner membuat varian ini disejajarkan dengan PC desktop kelas high-end. Dibanderol dengan harga 130.999.000 rupiah ROG Mothership membuat, kata Mbak Katerina jiwa misquennya berontak. Kalau saya sendiri, masih menghitung harus berapa tahun nggak beli skincare. Terakhir saya pun menemukan jiwa mothership pada ROG Mothership yaitu ‘UNGGUL’. Bukankah seorang Ibu itu memang unggul dalam segala hal?

Lepas dari itu semua, saya tetap konsisten dengan pilihan saya. Seperti saya bilang, bukan hal yang mustahil jika suatu saat nanti Arjuna akan bersanding dengan produk-produk keren dan canggih ini. Saya juga ingin melihat Arjuna tumbuh seperti anak lainnya, tanpa mengesampingkan hobinya. Saya yakin bahwa ASUS akan terus berinovasi menghadirkan produk-produk unggulan. Bukankah ASUS telah menjadi perusahaan terbaik di dunia dalam produsen motherboard, PC, monitor, kartu grafis dan router.

Terbukti, ASUS berhasil memperoleh berbagai penghargaan sepanjang tahun 2018 di antaranya Forbes, Global 2000 Top Regarded Companies, Thomson Reuters, Top 100 Global Tech Leaders dan Fortune’s World’s Most Admired Companies. Deretan penghargaan ini meyakin saya dan jutaan orang di seluruh dunia, bahwa ASUS tidak main-main dalam produksi. Let’s see, the next 10 years…!

Simple dan konsisten

23
Leave a Reply

avatar
13 Comment threads
10 Thread replies
1 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
13 Comment authors
etybudiharjoFaradillahnyi Penengah DewantiSallylendyagasshi Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Katerina
Guest

Luar biasa ASUS ROG!

Selly
Guest

Waduh bikin ngiler ini laptop hahaha harganya juga luar biasa yak. Nyari berlian dulu dah ini buat beli hahahah

Melina Sekarsari
Guest

Petjaaah!! Keren-keren banget laptopnya. Tulisan ini pun mengulas ketiganya dengan begitu lengkap. Aku seperti beneran melihat produk-produk ini depan mata. ASUS ini keren banget memang. Inovasinya bergerak begitu cepat. Semakin banyak memang generasi Z dan profesional muda yang akan mencari laptop sesuai kebutuhan mereka di arena gaming.

diane
Guest

WOW bangeeddd lihat harganya ya kak… seharga mobil.. eh rumah juga ada ya harga segitu.. ruarr biasa kece pastinya nih produk…

Rizki Rakhmat Abdullah
Guest

asus ROG emang ngilani… aku suka Laptop ini fuufuf…

Riska Ngilan
Guest

Wow keren banget ROG Zephyrus S GX502 sensor jarinya, sensitif banget. Padahal smartphone saya jari mesti bersih duu baru sensornya berfungsi. Memang canggih deh produk dari ASUS ini. 🙂

April
Guest

Wah Arjuna mau jadi gamer. Org tua hny bisa memfasilitasi ya mbak dan mengarahkan dgn baik. Malah kalau bisa jgn hanya jd user kalau bisa jd programmernya haha. Apalagi kalau ngodingnya pakai laptop Asus hehe. Eh tapi saat Arjuna gede, Asus jg pastinya banyak inovasi lagi ya mbak

Mildaini
Guest

Wuiih, perjuangan sekali mau komen di postingan ini. Tapi mau gimana lagi. Namanya amanah yah. Btw suami aku main game laptop asus juga. Tapi kalo doi mau beli laptop ini aku keknya gak dukung, sayang duitnya, hahaha. Tapi wajar sih yah…

Mildaini
Guest

Wuiih perjuangan banget ini buat komen dimari. Cukup melelahkan. Etdah, tapi ini laptop keinginan suami banget sih. Tapi aku gak dukung buat beli, hahaha. Tapi benaran kni cocok banget buat gamer yah. Tulisannya keren mb

lendyagasshi
Guest

Mantap banget ASUS Zephyrus yaa..
kebanyakan laptop gaming berat dan bikin males bawa ke mana-mana.
Tapi kalau ringan dan tipis begini, aku yakin, semua gamers pada menyerbu produk ASUS.

Sally
Guest

Wih keren lah kalau Arjuna pake ini. Buat aku sih laptop ini cukup mewah , terlebih untuk ukuran gamer pemula seusia anak². Tapi kembali lagi ke ibu yang paling tahu dan mengerti tentang anak, pasti ingin memberikan yang terbaik

nyi Penengah Dewanti
Guest

MasyaAllah banget pokoknya kalo besutan ASUS mba Ety
bikin baper bikin pengen beli, tapi harganya ulala banget hahaha
semoga kapan2 dapet hadiah dari ASUS aamiin. Karena sering ngadain bagi2 hadiah ya mba

Faradillah
Guest

Harganya luar biasa mahal banget dan kalo dikasih pengen sih males beli hahaha