Jangan Abaikan Penyakit Kulit Psoriasis!

Pernah dengar penyakit kulit Psoriasis? Saya belum pernah. Makanya waktu ada acara bincang kesehatan tentang penyakit ini saya antusias sekali. Bukan cuma itu saja, beberapa anggota keluarga saya  memiliki riwayat penyakit kulit. Menurut beberapa dokter kulit yang saya datangi, penyakit kulit itu nggak berhubungan dengan faktor keturunan atau genetik. Tapi, saya tetep aja takut kalau-kalau penyakit kulit itu menurun pada saya.

Acara bincang yang diadakan tanggal 16 Agustus 2017 lalu, menghadirkan dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Danang Tri Wahyudi, SpKK.  Menurut dr. Danang  penyakit kulit ini memang tidak menular karena berkenaan dengan autoimun. Itu merupakan berita baik, tapi…eh ada tapinya juga. Kabar kurang baiknya, Psoriasis bersifat kronis artinya penyakit kulit ini akan terus dialami oleh penderita seumur hidup.

Alamaaaaakkkk…!

Mulai dari sini timbul banyak pertanyaan, masa sih nggak bisa sembuh? Masa sih nggak ada obatnya? Masa sih nggak menular? Terus faktor pencetusnya apa dong! Daripada penasaran begitu mendingan baca deh postingan sampai sampai akhir.

Masih kata dr. Danang, gejala awal penyakit Psoriasis ditandai dengan bercak tebal kemerahan. Mayoritas timbulnya di kulit kepala. Meskipun ada yang timbul di bagian lain seperti siku dan lutut. Bercak ini sifatnya gatal luar biasa, sehingga si penderita terus menerus menggaruk. Kalau digaruk terus akan berubah menjadi sisik putih lalu berdarah. Dokter yang praktek di beberapa tempat ini menjelaskan dengan tenang. Mungkin memang begitu kali yak seharusnya. Kalau dokternya aja sudah panik gimana pasiennya?

Sumber gbr dari Liputan6.com

Sampai saat ini pencetus Psoriasis memang belum diketahui dengan pasti. Berdasarkan pengalaman beliau menangani pasien penyakit kulit, lebih pada faktor kebersihan, pola makan dan perubahan cuaca. Oh ya, di awal acara ada penanyangan video tentang testimoni dari penderita Psoriasis. Penderita yang berprofesi sebagai dokter gigi itu awalnya tidak mengindahkan. Tapi lama kelamaan mengganggu kariernya, terutama lebih pada psikisnya. Dia merasa minder dan malu, bahkan sempat mau bunuh diri. Hingga akhirnya dia bisa melawan Psoriasis dengan berobat secara rutin dan menerima penyakit itu.

“Alhamdulilaah…akhirnya ada obatnya juga,”kataku dalam hati. Yup, betul banget Psoriasis bisa disembuhkan dan sudah ada obatnya. Adalah Novartis, sebuah merek dagang yang membawa obat Psoriasis ke Indonesia. “Saat ini obat Psoriasis memang masih impor,”kata Milan Paleja dalam bahasa Inggris.

Meskipun impor harga jual obat masih cukup terjangkau di Indonesia. Ke depannya Novartis Indonesia sebagai perusahaan yang akan meneruskan obat Psoriasis ingin bekerjasama ke beberapa pihak. Misalnya saja dengan BPJS dan KIS, maksudnya tentu saja agar obat Psoriasis dapat terjangkau oleh semua lapisan masyarakat Indonesia,”lanjut Milan Paleja.

Siapa Milan Paleja? Beliau adalah General Manajer Pharma, President Director Novartis Group Indonesia. Beliau menerangkan bahwa penderita Psoriasis di Indonesia mulai nampak penyebarannya, meski sangat kecil. Oleh karena itu, Novartis ingin mendedikasikan dalam bidang kesehatan utamanya terhadap penderita Psoriasis.

Pembicara terakhir pada acara tersebut yaitu Dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM. Dokter Lily juga membenarkan, bahwa Psoriasis tergolong dalam penyakit tidak menular. Beliau menambahkan pemicu utama timbulnya Psoriasis yaitu : Genetik, Obesitas, Merokok dan Riwayat infeksi kulit keluarga. Di Indonesia sendiri tingkat penyebarannya sekitar 2%.

Dr. Lily–paling kanan

Sampai saat ini belum ditemukan kasus kematian secara langsung dari penderita. Kematian biasanya lebih pada masalah phsykologi atau kejiwaan penderita karena malu atau dikucilkan. Pesan dokter yang saat ini bekerja sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular di Kemenkes RI, tetaplah berperilaku CERDIK.

Save

Save

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz