Jangan Anggap Remeh Tradisi Makan Bareng di Rumah

Para pengguna teknologi digital saat ini pasti sudah tak asing lagi dengan slogan “Mendekatkan Yang Jauh”.  Slogan ini memang mujarab sekali untuk memelekkan mata kita tentang tali silaturahim atau pertemuan. Akan tetapi sejauh ini, apa mungkin benar begitu ? Bukan tidak mungkin kehadiran teknologi digital berdampak negatif pada masyarakat. Pelan tapi pasti saya merasakan sendiri adanya pergeseran kultur dari konvensional menuju era digital. Bahkan slogan mendekatkan yang jauh nampaknya benar-benar menjadi slogan semata. Dalam hal kecepatan dan kepraktisan, teknologi digital memang bisa diandalkan. Akan tetapi dari sisi lain, semisal silaturahim dan pertemuan rasanya mulai jauh panggang dari api. Hampir sebagian masyarakat kita mulai lupa dengan tradisi-tradisi luhur yang pernah ditanamkan oleh Eyang atau para leluhur dulu. Salah satu pergeseran tradisi yang nampak cukup jelas adalah makan bersama keluarga di rumah.

TP4

Dengan kata lain keberadaan teknologi digital bukan mendekatkan yang jauh tapi malah sebaliknya. Ditambah pula dengan makin menjamurnya resto-resto baik lokal maupun International. Kehadiran aneka resto yang notabene menjadi cikal bakal sebuah usaha, menjadi ajang tempat berkumpulnya keluarga. Setiap kali ada moment acara keluarga, pastinya masyarakat lebih memilih makan di resto ketimbang di rumah. Sejujurnya saya juga tidak menampik akan hal ini, buktinya setiap ada anggota keluarga ulang tahun kami lebih memilih makan di luar ketimbang di rumah.

Saya akui memang, dalam keluarga saya sendiri acara makan bareng di rumah juga sudah mulai kena imbasnya. Dulu, sewaktu saya kecil makan di rumah menjadi rutinitas kami setiap hari. Makan dengan anggota keluarga lengkap kami lakukan pada malam hari, itupun karena Bapak baru pulang kerja jam 5 atau 6 sore. Saya masih ingat pada saat makan, Bapaklah yang menyemangati kami untuk makan banyak. Sedangkan Ibu, yang mengambilkan lauk buat saya, adik-adik dan tentu saja Bapak. Bukan tidak ada cerita, tapi memang Bapak melarang kami bicara banyak-banyak pada saat makan.  Alasan Bapak nanti makannya jadi sedikit kalo kebanyakan ngobrol.  Bapak hanya menanyakan hal-hal kecil saja, setelah makan barulah kami cerita banyak. Jadi Bapaklah yang lebih banyak cerita saat makan, kami hanya bertanya secukupnya saja.

Kehangatan itulah yang sampai saat ini masih tersimpan lekat dalam hati saya. Bapak pula yang mengingatkan kami untuk makan buah setelah makan. Malahan Bapak banyak ngasih tau tentang manfaat makan buah. Bagi kami makan bareng sekeluarga menjadi ajang  belajar secara otodidak, maklum saat itu kami tidak mempunyai buku-buku tentang makanan. Sebenarnya kami tidak suka buah tapi Bapak tahu caranya agar kami mau makan buah. Biasanya Bapak memberikan tebak-tebakan, saya ingat salah satu tebakannya. Bapak meminta kami menebak jumlah isi buah manggis, semua jawaban kami salah. Lalu Bapak memberi bocoran kalau jumlah isi buah manggis itu bisa dilihat dari bunga yang ada di  kulit luar. Hitung aja jumlahnya berapa maka jumlah isinya akan sama dengan bunga di kulit luar tersebut. Ah, sebuah masa yang manis dan tak mungkin terulang lagi.

TP3

Sayangnya saya tidak bisa melakukan hal yang sama pada keluarga saya saat ini. Sekarang rasanya  susah banget untuk mengulang tradisi makan bareng di rumah. Semua memiliki waktu yang berbeda, jadi  bukannya kami tidak kompak atau bermasalah satu sama lain. Di sinilah saya merasakan  jaman sudah mulai bergeser. Ya, saya sudah terkena imbas dari teknologi digital. Masing-masing sibuk dengan gawainya termasuk saya, ada yang main game, baca berita terkini dan saya sendiri asyik berkomen di media sosial.  Satu-satunya waktu yang tersedia bagi kami untuk makan bareng yaitu Sabtu dan Minggu. Di situlah kami bisa makan bareng, benar-benar berkumpul mengelilingi meja makan. Itupun dilakukan pada jam 10 atau 11, makanya saya tidak bilang sarapan atau makan siang. Saya sudah sangat bersyukur bahwa kami masih memiliki waktu makan bareng meskipun hanya sekali atau dua kali dalam seminggu.

TP5

Jika tradisi bersantap di rumah menghilang, maka orang tua dan pasangan tidak punya kesempatan menanamkan nilai-nilai yang akan diangkat dalam sebuah keluarga. Sehingga yang terjadi seperti sekarang yakni generasi acuh,”ungkap Ajeng Raviando, Psikolog anak dan keluarga.  Lebih jauh Ajeng mengatakan, salah satu faktor pemicu hilangnya tradisi makan di rumah karena kesibukan orang tua dan agenda anak di sekolah yang padat. Parahnya lagi, karena tradisi makan bareng di rumah ini hilang timbul dampak buruk bagi perkembangan hubungan antar anggota keluarga.

TP2
Mbak Ajeng ( kiri ) dan Mbak Rini ( kanan )

Apa yang diungkapkan oleh Ajeng  benar, pernyataan singkat ini dikemukakannya  saat acara Gathering Blogger dengan Tupperware beberapa waktu lalu.  Ih, saya jadi ngeri membayangkan dampak buruk atas hilangnya kesempatan makan bareng di rumah. Dalam acara ini pula TUPPERWARE sebagai brand peralatan rumah tangga terkemuka di Indonesia meluncurkan produk teranyarnya. Produk dengan sentuhan warna hijau menyala itu bernama Petite Blossom.

TP6

Dalam peluncuran produk barunya kali ini, Tupperware mengusung tagline “Meja Makan Punya Cerita”. Bukan tanpa maksud, tagline Petite Blossom mempunyai tujuan ingin menciptakan kembali tradisi bersantap di rumah. Mengingat pergeseran jaman seperti yang sudah saya ceritakan di atas, bahwa saya dan mungkin banyak keluarga lain di Indonesia sudah mulai melupakan makan bareng keluarga di rumah.

Tupperware merasa bahwa bahagia itu berawal dari rumah, oleh karenanya Tupperware berusaha menjembatani situasi yang ada. Kehadiran Petite Blossom diharapkan dapat merealisasikan kesenjangan tentang lunturnya acara makan bareng keluarga di rumah. Acara yang dihadiri oleh blogger itu mendapat sambutan antusias. Apalagi sebelum acara peluncuran Petite Blossom, panitia mengadakan game seru bernama pesan berantai. Sungguh sebuah acara yang mewah dan penuh bahagia. Ada ilmu, game dan bertabur hadiah semua blogger merasa senang dengan acara tersebut, begitupun saya.

TP1
Peserta game pesan berantai

Petite Blossom Collection dari Tupperware

Petite Blossom merupakan rangkaian dari produk Tupperware dengan kualitas teruji. Sebagai piranti saji modern Petite Blossom memiliki bentuk yang mungil sesuai untuk penyajian porsi keluarga. Dengan warna hijau menyala, dipastikan kehadiran Petite Blossom di meja makan dapat memacu selera makan keluarga. Dalam satu set Petite Blossom terdiri dari :

  • Petite Blossom Soup Server with Deep Serving Spoon ( 1 )
  • Petite Blossom Saucy Dish with Deep Serving Spoon ( 1 )
  • Petite Blossom Serving Platter with Serving Spoon ( 2 )
TP7
Keluarga lengkap Petite Blossom

Mbak Rina Sudiana, selaku Product Manager – Marketing, Tupperware Indonesia menjelaskan secara gamblang tentang Petite Blossom dan teman-temannya. Mulai dari Soup Server sebagai wadah untuk sayur berkuah, Saucy Dish dan Serving Platter. Tak lupa pula bonus berupa Bowl imut dan menggemaskan ini. Rangkaian produk Petite Blossom ini bisa digunakan disetiap kesempatan makan bareng.

Misalnya nih, saat sarapan biasanya kan cuma nasi goreng dan telur dadar maka nggak perlu semua produk dikeluarkan. Beda lagi saat makan siang atau malam, di mana menu yang dimasak bisa bermacam-macam. Nah, apabila masih ada makanan tersisa, bisa langsung dimasukkan ke dalam kulkas. Keesokan harinya jika mau dimakan lagi bisa langsung dipanaskan dalam microwave,”ujar Mbak Rini, dengan suara merdunya. Dengan kata lain Petite Blossom aman berada di mana saja, dalam kulkas oke, microwave juga oke. Tupperware gitu loooohhh…

Bukan hanya itu saja, dalam kesempatan ini pula Tupperware memperkenalkan produk lainnya, namanya Turbo Chopper. Apa sih Turbo Chopper itu ? Tidak lain adalah sebuah alat pencacah modern, pencacah itu untuk apa ya ? Bagi emak-emak yang suka memasak pasti sudah nggak asing lagi dengan alat bernama cobek. Cobek adalah alat untuk menghaluskan bumbu-bumbu atau membuat sambal. Cobek beserta ulekannya, biasanya terbuat dari batu atau kayu. Alat tradisional ini sangat lengket di tangan para emak. Nah, Turbo Chopper inilah yang  menggantikan cobek tadi. Pada waktu acara kemarin, saya langsung mempraktekkan cara menggunakan Turbo Chopper. Saya mencoba membuat sambal rujak dengan menggunakan Turbo Chopper.

TP10 (2)
Turbo Chopper

Mata pisau Turbo Chopper yang terbuat dari stainless sangat aman untuk bahan makanan. Selain  membuat bumbu dan sambal, Turbo Chopper juga bisa digunakan untuk membuat makanan bayi. Cara pakainya juga mudah ko, lepas pembungkus mata pisaunya lalu masukkan lagi ke wadah. Masukkan bahan bumbu yang akan dihaluskan. Tutup sampai terdengar bunyi ‘klik’. Lalu tarik tali pengungkit berulang-ulang sampai bahan tercacah halus atau sesuai selera. Pokoknya dengan Turbo Chopper semua pekerjaan mengulek jadi ringan serta kebersihannya terjaga. Semoga kehadiran Petite Blossom dapat mempererat kembali tali kekeluargaan dengan makan bareng di rumah.

TP9

Saking semangatnya mengikuti acara, tanpa terasa waktu berjalan terus. Sepertinya acara launching kemarin nggak mau berakhir. Tapi apa daya waktu jualah yang membatasi pertemuan ini. Meskipun harus pulang kembali ke rumah masing-masing saya bahagia. Hari yang menyenangkan bersama Tupperware, ditunggu undangan selanjutnya !

Save

Leave a Reply

26 Comments on "Jangan Anggap Remeh Tradisi Makan Bareng di Rumah"

Notify of
avatar
Sort by:   newest | oldest | most voted
zata ligouw
Guest

setuju banget, tradisi makan bersama di rumah itu sangat penting bagi keluarga..

btw, warna ijonya lucuuu…

Benny Rhamdani
Guest

kok nggak ada foto saya di sini? Hehehe …

Adriana Dian
Guest

Emang cakep banget nih produknya tuppy yang satu ini, meskipun agak pricey yaaa. Hehe. Acaranya seru banget sih Maaaaak. Nyesel deh gabisa ikutaaannn. Makasi sharingnya ya Maaaak

rita Asmaraningsih
Guest

Ingat dulu ketika masih kecil makan bareng menjadi tradisi bersama adik..mama..papa.. Gak peduli makannya berlauk apa yh penting sama2 di meja makan..

Arinta Adiningtyas
Guest

Warnanya eye catching banget.. Segerrr.. Dan memang produk tuppy itu elegan ya.. Saya baru punya beberapa. 🙂

Rach Alida Bahaweres
Guest

Alhamdulillah aku selalu makan bersama keluarga di rumah, mba 🙂

Cumilebay
Guest

Keluarga gw makan bareng paling kalo buka puasa doang hahaha

syaifuddin sayuti
Guest

saya naksir rujaknya…haha…

DoNurdians
Guest

walau cuma sama lauk asin, yang pernting kebersamaan yang luar biasa. apalagi bisa makan di di taperwer mbak. hihihi

Kornelius ginting
Guest

Berarti saya sudah di jalur yang benar.. secara dari dulu sudah dididik untuk selalu makan malam bersama…

Kalau bisa makan siang juga.. nah yg siang ini yg sangat sulit .. dan benar karena kesibukan Aktivitas yang padat…

Padahal banyak sekali manfaatnya dari makan bersama ya

Refill Toner Jakarta
Guest

kangen masakan ibu di rumah

aji
Guest

Tradisi Makan Bareng di Rumah sangat luar biasa sekali, karena dengan kita sering makan bareng di rumah membuat situasi keluarga kita semakin harmonis..

alex
Guest

sungguh luar biasa artikel dan juga desain phoTo makan malam di rumah buat masukan saya menyambut ultahnya istri tercinta….

wpDiscuz