Kelembutan MamyPoko Simbol Kasih Ibu Sepanjang Masa

“Kasih Ibu kepada beta,

tak terhingga sepanjang masa

hanya memberi tak harap kembali

bagai sang surya menyinari dunia…”

Semua tentu masih ingat, lagu tersebut di atas tanpa kecuali saya. Kasih ibu memang sepanjang masa, tak lekang oleh waktu. Tapi tahukah kita apa yang menjadi dasar dari kasih sayang Ibu, tidak lain adalah pelukan. Ibu memeluk kita sedari bayi tanpa jeda waktu apalagi ketika sakit. Pelukan Ibu dikala sakit menjadi obat mujarab tanpa resep dokter. Bahkan saat dewasapun terkadang kita masih rindu dengan semua itu.

Ada rasa aman, nyaman dan hangat di situlah rasa yang tak bisa terganti oleh apapun. Terlebih lagi  jika kita mempunyai suatu masalah, pasti yang pertama dicari adalah pelukan Ibu. Setelah itu Ibu akan bertanya, ada apa ? Belum juga bercerita tentang masalahnya, hati sudah mencair. Masalahpun jadi sedikit berkurang dan perasaan jadi legaaaaaaa….

Semua nampak tergambar jelas, padahal sudah 36 tahun lebih saya hidup tanpa Ibu. Itu pertanda bahwa kasih ibu memang sepanjang masa, bagai sang surya menyinari dunia. Dan sekarang saatnya saya melakukan hal yang sama, di mana dulu pernah Ibu lakukan terhadap saya. Kepada Baby Adreena ( 18 bulan ), semua tercurah pelukan, kasih sayang, usapan, belaian dan masih banyak lagi.

Hanya satu kata yang terlintas dari aktivitas itu, kelembutan. Ya, di muka bumi ini kelembutan hanya dimiliki oleh dua insan, Ibu dan Bayi. Kelembutan Ibu tercipta dari kasih sayangnya sedangkan pada bayi terpancar dari kulitnya. Oleh sebab itu sentuhan antara Ibu dan Bayi dapat mendamaikan semuanya, si bayi khususnya.

Berangkat dari fakta inilah, MamyPoko hadir sekaligus melakukan kampain tentang pentingnya sebuah pelukan.  MamyPoko sangat memahami bahwa sentuhan atau pelukan kepada bayi sebagai salah satu cara  menstimulasi bayi.

mami14

Bahkan, Unicharm Jepang telah melakukan studi  berkolaborasi dengan Prof. Hideki Ohira dari Nagoya University.  Hasilnya adalah pelukan  yang dilakukan oleh ibu kepada bayi dengan bernapas dalam akan terjadi penurunan interval denyut jantung.  Penurunan denyut jantung pada bayi inilah yang menimbulkan rasa tenang dan rileks tiga kali lipat daripada saat ibu bernapas biasa.

 

mami10
Salah satu sudut arena MamyPoko ( dok. Fb Wardah Fajri )

Penelitian tersebut dipaparkan oleh Irma Dwi Oktaviani, selaku Senior Brand Manager PT. Unicharm Indonesia pada acara Blogger Gathering. Acara yang digelar hari Kamis ( 22/9 ) lalu menandai diluncurkannya kampain tersebut.  Saya yang hadir atas undangan dari Komunitas Blogger Crony, sangat terpukau melihat salah satu sudut Mall Central Park bernuansa kebiru-biruan. Bukan itu saja, sudut atrium ini juga disulap menjadi arena permainan anak, penuh kelembutan. MamyPoko mengubahnya menjadi sedemikian rupa dan menamakan arena ini “Pokojang Land”.  Kesan saya lucu dan menggemaskan…

Masih dari hasil studi tentang pentingnya pelukan atau sentuhan terhadap bayi, setelah berpelukan, akan timbul efek rasa nyaman dan bahagia yang meningkat sampai 106%. Meningkatnya rasa aman dan nyaman ini dirasakan oleh kedua belah pihak, Ibu dan Bayi. Buat saya sendiri, studi pelukan ini memang tidak dapat dipungkiri. Saya merasa nyaman jika sedang memeluk Baby Adreena, ada atau tanpa masalah. Begitupula yang dirasakan oleh Baby Adreena, dia hanya bisa tertidur dalam buaian atau gendongan saya.

mami2

Mendekap di bagian dada saya lakukan sejak usia nol sampai 12 bulan. Setelah usia satu tahun pola tidurnya pun berubah, Baby Adreena sudah tidak mau lagi tidur dengan posisi dibuai tapi digendong dengan kepala bersandar di bahu. Satu hal yang tidak boleh ketinggalan adalah menyanyi, jika saya berhenti menyanyi maka matanya kembali terbuka. Ah…saat-saat yang paling membahagiakan dan tak mungkin terulang kembali.

Pokojang Land

mami11

Terus terang, saya baru mendengar Pokojang Land pas diundang ke acara ini. Sebelumnya sempet bertanya-tanya, apaan sih Pokojang Land itu ? Ternyata, semua terjawab ketika saya telah sampai di Atrium Laguna Mall Central Park. Setelah masuk dari pintu utama, mata saya hanya tertuju pada booth MamyPoko. Baru setelah menyusuri sisinya saya melihat tulisan berwarna putih bertuliskan “Pokojang Land”. Persis di depan tulisan ini saya bertemu dengan rekan sesama blogger datang bersama pasangan dan anaknya.

mami6
Gerbang masuk ke area Pokojang Land

Setelah menyapa, saya lalu meminta si buah hati untuk berfoto dengan latar belakang tulisan “Pokojang Land” tersebut. Oh…ya tak lupa pula saya menyapa dan memeluk si buah hati dengan perasaan mendalam.  Bagi saya, memeluk buah hati bukan hanya kepada anak kandung saja. Karena emang dasarnya saya suka dengan anak kecil, terutama balita. Entah mengapa ada rasa berbeda saat memeluk si bayi meskipun dia bukan anak saya.

mami7
Saya berlatar belakang Pokojang Land ( dok pri )

Memasuki arena acara, saya langsung dihadapkan pada sebuah boneka besar. Boneka warna putih mengenakan kaos biru muda dengan tulisan “HUG ME”.  Penasaran, saya coba sentuh boneka putih besar—-yang kemudian saya kenal dengan nama Boneka Pokojang Hug Meter menjadi maskot “kelembutan”. Dan benar saja, boneka besar itu lembut, selembut dan sebesar kasih Ibu kepada buah hatinya. Saya tidak hanya menyentuh tapi juga memeluknya dan merasa seperti memeluk Baby Adreena yang berada di rumah.

Kehadiran Boneka Pokojang Hug Meter dalam acara ini bukan tanpa sebab. Ada sebuah kegiatan charity, di mana setiap satu pelukan kepada boneka akan diakumulasi dengan satu buah popok. Popok yang terkumpul dari pelukan tersebut nantinya akan diberikan kepada anak yatim piatu di bawah naungan Yayasan Sayap Ibu. Saya, bukan pertama kali mendengar nama Yayasan Sayap Ibu, bahkan pernah juga beberapa kali berkunjung. Selain dekat dari tempat  tinggal saya, Yayasan Sayap Ibu menjadi pelopor yayasan-yayasan serupa dalam membantu anak-anak kurang beruntung.

mami5
Boneka Pokojang ( dok. pri )

Digagas oleh seorang wanita mulia bernama Ibu Sulistina Sutomo, beliau dikenal sebagai istri dari Pahlawan Nasional Bung Tomo. Didirikan pada tahun 1955 di rumah dinas penggagas, dengan langkah awal sebagai daycare bagi keluarga tidak mampu. Langkah ini kemudian berkembang terus sampai akhirnya berdirilah Yayasan Sayap Ibu dan memiliki dua kantor cabang di Yogyakarta dan Bintaro. Saat ini Yayasan Sayap Ibu berada di bawah kepemimpinan Ibu Tjondrowati Subiyanto ( periode 2013 – 2016 ). Yayasan Sayap Ibu  menyediakan pelayanan dan pendampingan untuk anak yatim piatu, anak yang ditelantarkan orang tuanya, anak-anak dari orang tua yang tidak mampu mengasuh dan merawat,  serta bayi-bayi. Dalam acara kemarin Ibu Tjondrowati Subiyanto juga berkenan hadir sebagai nara sumber.

Berkantor pusat di Jalan Barito, Jakarta Selatan Yayasan Sayap Ibu telah menjadi mitra resmi pemerintah untuk proses adopsi bayi legal dan anak kurang mampu. Selain itu Yayasan Sayap Ibu juga sudah melakukan adopsi anak lintas negara dan sampai saat ini lebih dari 1.000 anak sudah diadopsi.

Karena acara belum dimulai, saya menyempatkan diri berkeliling di arena Pokojang Land. Wow…wonderful, seperti dunia mimpi bagi anak-anak. Penasarankan ada apa aja di arena Pokojang Land ini, berikut cerita saya…

Jembatan Musik

Untuk sampai di arena Pokojang Land saya harus melalui lorong waktu–ini sih kata saya nggak tau deh namanya apa. Setelah beberapa langkah melalui lorong waktu, di hadapan saya sudah terbentang sebuah jembatan. Jembatan bukan sembarang jembatan, tapi jembatan unik. Apa sih uniknya ? Jadi jika ada anak yang melintasi jembatan tersebut maka jembatan itu akan mengeluarkan bunyi musik. Musik yang lembut membuat anak tidak takut melintasinya. Kebayangkan seandainya jembatan ini ada di dunia nyata, maka anak-anak tidak akan menangis untuk menyeberang jalan atau sungai. Waaahhh…idenya kreatif nih…

mami13
Jembatan Musik ( dok. Fb Wardah Fajri )

Pohon Kapas

Di sisi kanan jembatan musik ada sebuah pohon looohhh…. Menurut saya sih ini pohon ajaib, karena daunnya berwarna putih dan lembuuuuut banget ! Nama pohonnya pohon kapas tapi bukan seperti pohon kapas sebenarnya. Dinamai pohon kapas karena daunnya terbuat dari kapas yang lembut itu loh ! Eh, saya berhasil foto bareng Cheo, anaknya Kaka Jun. Cheo ini anaknya pemalu tapi kalau sudah kenal asyik deh diajak ngobrolnya. Hai…Cheo, makasih ya dah mau foto bareng Bude–panggilan Cheo ke saya.

mami3
Saya dan Cheo ( dok. pri )

Kolam Cinta

Semua anak-anak pasti tau permainan mandi bola, itu loh mandi dengan bola warna warni. Di Pokojang Land  ada juga tempat mandi bola, tapi bolanya diganti dengan spon berbentuk hati “LOVE”. Kolam cinta ini berada persis di depan pohon kapas, jadi setelah Cheo foto bareng saya, dia langsung mandi di kolam cinta. Filosofi yang saya tangkap dari permainan ini, bahwa anak-anak merasa senang jika mereka benar-benar mandi cinta. Cinta dari orang tua mereka masing-masing, liat aja saat bermain di kolam cinta mereka senangnya minta ampun, apalagi kalau mandi cinta sesungguhnya. Yuk…ah kita cintai anak-anak dengan sepenuh hati agar mereka bahagia lahir batin.

mami1
Kolam Cinta ( dok. Jun )

Istana Raja

Setelah anak-anak berhasil melewati jembatan dan mandi di kolam cinta, mereka bisa langsung bermain di Istana Raja. Istana Raja dibentuk sedemikian rupa dengan permainan aktivitas. Untuk masuk ke dalam Istana Raja, anak-anak harus menaiki tangga. Setelah beberapa saat berada di dalam, mereka keluar dengan cara meluncur. Pikiran saya langsung ke rumah, di mana rumah menjadi tempat bermain yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Mereka juga diajarkan berusaha untuk memasuki setiap ruangan di dalam rumah, seperti membuka, menutup pintu dan sebagainya. Begitu pula dengan Istana Raja, anak-anak yang mau masuk ke dalam harus berjuang lebih dulu dengan cara menaiki tangga dan meluncur. Toss…sebuah permainan yang memberikan nilai-nilai positif pada anak.

mami4
Rumah Istana ( dok. pri )

Bagi saya Pokojang Land bukan sekedar arena main biasa, tapi juga mengajarkan banyak hal pada anak-anak. Ketangkasan, jiwa seni, saling mencintai dan perjuangan semua tertuang di sini. Saya melihat sendiri betapa riangnya anak-anak bermain. Bukan itu saja, anak-anak juga merasa aman dan nyaman karena properti permainan dibuat selembut dan seaman mungkin. Sebagai orang tua, saya nggak perlu was-was ketika anak bermain di situ. Oh ya, dunia anak-anak rasanya belum lengkap tanpa kehadiran cotton candy  yang bisa diperoleh dengan gratis.

mami16

Selain tempat bermain, masih ada satu sudut tempat untuk berfoto. Ya, di arena Pokojang Land ada foto boothnya juga. Sayang karena acara sudah mau dimulai saya belum sempet berfoto.

mami12
Photo booth ( dok. Fb wardah fajri )

“Sentuhan, love touch, kepada bayi sangat berpengaruh pada kulit. Melalui saraf sensoris kulit akan merangsang efek psikologis bayi, yang akan tercermin pada kondisi kulit. Bayi yang nyaman, aman, merasa disayang dapat terlihat dari kulitnya. Tandanya kulit sehat, berseri, cerah, bersih, tidak kusam, tidak pucat, lembut saat disentuh, kenyal, halus dan tidak bersisik,”papar dr. Titi Lestari Sugito, Sp.KK ( K ) pada salah satu sesion sharing.

Selanjutnya Ketua Perdoski ( Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit & Kelamin Periode 2008 – 2011 ) menjelaskan, selain pelukan dan sentuhan psikis bayi  sehat juga bisa dilihat dari perawatan kulit bayi yang tepat. Oleh sebab itu kulit bayi harus terjaga kebersihan dan terproteksi dari kotoran. Dr. Titi menyarankan untuk memberikan skincare demi menjaga kebersihan kulit bayi. Akan tetapi hal utama yang perlu diperhatikan adalah penggunaan popok sekali pakai. Dengan kata lain, setiap kali mengganti popok kebersihan kulit bayi perlu lebih diperhatikan.

mami9
Para nara sumber setelah acara selesai ( dok. Fb Wardah Fajri )

Apa yang diuraikan oleh dr. Titi sudah dilakukan oleh seorang Ibu muda inspiratif. Kariernya di bidang entertainment tidak membuat dirinya lupa memeluk putra pertamanya, Owen Gani Sandjaja ( 8 bulan ). Adalah Laura Basuki, bagi Laura sesibuk apapun seorang Ibu anak harus tetap mendapat perhatian nomor satu. “Anak tidak bisa dinomor duakan, perhatian dan kasih sayang lewat pelukan harus diberikan secara utuh,”ungkap Laura membagikan pengalaman kesehariannya bersama Owen.

Laura sendiri sudah membiasakan diri memeluk anaknya sejak lahir. Ia merasakan bahwa dengan pelukan skin to skin membuat Owen lebih tenang, bahkan bisa meredakan demam saat si buah hati sakit. Langkah selanjutnya, hanya tinggal mengatur waktu kapan bisa memeluk anak. Misalnya saja, ketika berangkat sekolah, pulang sekolah atau sebelum tidur. Toh pelukan tidak membutuhkan waktu dan tempat yang khusus. Pokoknya setiap ada kesempatan bersama anak, usahakan untuk memeluknya. Laura juga sangat mengapresiasi aksi berbagi popok untuk balita yatim piatu melalui kampain #MamyPokoLoveTouch. Dari sesuatu yang lumrah Ibu dapat berdonasi popok, hal kecil ini sangat berarti bagi orang lain.

Saya, Baby Adreena & MamyPoko

Sebenarnya selain kampain berbagi pelukan yang dilakukan secara offline, MamyPoko juga mengadakan kampain online.  Adapun kampain secara online, MamyPoko mengajak seluruh keluarga di Indonesia untuk berbagi kelembutan dengan sentuhan cinta. Sentuhan cinta yang dimaksud tentu saja bukan secara verbal, tapi dengan cara mengumpulkan foto Ibu dan Buah hatinya sedang berpelukan. Foto dishare di akun media sosial pribadi dengan hesteg #MamyPokoLoveTouch.  Foto yang terkumpul akan diakumulasi dengan jumlah pelukan pada boneka Pokojang Hug Meter. Total foto dan pelukan nanti diganti dengan popok MamyPoko dan disumbangkan pada anak yatim. Kampain yang menggunakan hesteg #MamyPokoLoveTouch ini menjadi tujuan utama dari semua rangkaian acara. Diharapkan bahwa seluruh keluarga  Indonesia bisa memberikan pelukan kepada anak yatim meski tidak secara langsung.

mami19
Total donasi yang diterima 15.259 ( dok. web MamyPoko )

Saya sangat sependapat dengan Laura Basuki, bahwa aktivitas #MamyPokoLoveTouch ini patut diapresiasi. Selain setiap harinya memeluk buah hati, kita juga bisa memeluk anak yatim dengan berdonasi. Kegiatan ini benar-benar menjadi sebuah pembelajaran yang positif bagi anak, tanpa kecuali Baby Adreena. Sama ketika saya memilih popok bayi sekali pakai MamyPoko, di situlah saya merasa jangan ada yang hilang. Sentuhan dan pelukan memang bukan simbol tapi sebuah bentuk cinta kasih dari orang tua. Saya tidak ingin Baby Adreena kehilangan sentuhan yang lembut. Saya mungkin hanya bisa memeluknya sewaktu-waktu bukan setiap saat, sedangkan popok MamyPoko bisa memeluknya sepanjang hari.

mami15

Itulah yang menjadi alasan saya untuk memakai popok sekali pakai MamyPoko. Saya ingin Baby Adreena selalu berada dalam pelukan lembut dari popok yang dipakainya. Saya sudah membuktikannya sendiri, lapisan atas popok MamyPoko tidak pernah bocor sekalipun Baby Adreena pipisnya banyak. Pernah sekali waktu Baby Adreena terkena ruam, saya akui itu bukan karena popoknya tapi lebih karena kelalaian saya sendiri. Popok yang seharusnya diganti setiap 4 jam sekali ternyata lupa diganti. Memasuki usia 17 bulan Baby Adreena sudah bisa bilang kalau popoknya penuh, caranya dengan menepuk-nepuk popoknya. Jadi hampir setahun lebih saya memilih popok bayi MamyPoko buat Baby Adreena. Saya lihat Baby Adreena sangat nyaman dengan popok MamyPoko, padahal dia tergolong balita yang aktif. Popok tetap kering sehingga Baby Adreena nyaman bermain.

mami17

Terus terang, saya memilih MamyPoko karena brand yang berada di belakangnya. Mungkin sebagian besar masyarakat di kota besar sudah tidak asing lagi mendengar brand Unicharm. Unicharm sendiri sudah berada di Indonesia sejak tahun 1997 ( 19 tahun ), dengan memulai bisnis feminine care sampai akhirnya berkembang dengan tiga fokus, yaitu feminine care, baby care dan health care. Unicharm sendiri telah memperoleh market share terbesar berkat dukungan konsumen di Indonesia. Dan untuk produk popok sekali pakai MamyPoko, mendapat market share terbesar yaitu sebesar 64,5%. Sedangkan di dunia, Unicharm menduduki peringkat ketiga penjualan produk perawatan bayi dengan pangsa pasar 9,1%.

MamyPoko hadir dalam berbagai ukuran, mulai dari newborn sampai ukuran XXXL. Sedangkan Baby Adreena sendiri  menggunakan MamyPoko Pants ukuran XL karena berat badannya  sudah mencapai 10 kilogram. Saking aktifnya Baby Adreena jadi banyak minum, inilah yang menyebabkan pipisnya  mulai banyak. Bahkan sekarang malah tiap 3 jam harus ganti popok, mentang-mentang dia sudah bisa bilang kalau popoknya penuh.

mami20
Produk Unicharm lain yang saya pakai

Perjalanan bisnis Unicharm terus berkembang, hingga pada tahun 2009 Unicharm meluncurkan produk terbarunya yaitu popok untuk orang tua dan tissue bayi. Untuk kedua produk ini, Unicharm masih berada di posisi kedua dan tiga. Akan tetapi untuk market share di kawasan Asia, Unicharm Indonesia menjadi perusahaan yang berkembang paling pesat. Selain popok MamyPoko, saya juga menggunakan pembalut Unicharm dan tissue bayi.  Satu hal yang saya yakini bahwa di balik sebuah brand besar ada produk unggulan, salah satunya Unicharm Indonesia dengan popok bayi sekali pakai. Apalagi  menyangkut kebutuhan bayi, saya nggak mau sembarangan dalam memilih kebutuhan bayi, tanpa kecuali popok.

Pesan saya jadilah popok bayi yang tetap berkualitas dan memberikan sentuhan kelembutan. Tetaplah memeluk si bayi dengan penuh kelembutan, jaga dia dari ruam dan segala kotoran. Saya sangat percaya kalau MamyPoko bisa menjadi partner dalam menjaga kelembutan dan kesehatan kulit bayi.  Akhirnya…saya cuma bisa bilang terimakasih MamyPoko…!

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz