Acara

Kriya Nusa 2019 Ajang Pameran Hasil Kerajinan Nusantara

Apa yang ada dalam pikiran kamu ketika mendengar hasil kerajinan. Ya, pasti sebuah hasil dari karya tangan dan bukan buatan mesin. Ternyata, Indonesia banyak memiliki hasil kerajinan dari tangan-tangan trampil. Contoh saja, kain tenun, ulos, batik dan masih banyak lagi. Kerajinan tangan yang dibuat juga beraneka macam, jadi nggak melulu dari kain. Semua media bisa dijadikan kerajinan tangan, ada batu, kaca, daun dan serat-serat alami. Semua hasil kerajinan itu sebagai tanda bahwa Nusantara kaya akan hasil budaya.

Saya semakin bangga waktu mendengar cerita dari Ibu Euis Saedah, selaku Sekretaris Jendral Dekranas. Beliau menceritakan kunjungannya ke beberapa kabupaten di seluruh Indonesia, melihat langsung pengrajin tradisional. Para pengrajin yang notabene masih menggunakan alat tradisional, tapi sudah bisa menghasilkan karya luar biasa. Bahan baku yang digunakan juga berasal dari alam sekitar seperti batu, tanah liat, daun-daunan dan sebagainya.

Hasil kerajinan tangan tersebut bukan hanya indah tapi juga memiliki nilai jual tinggi. Sayangnya masih banyak masyarakat yang belom tahu, baik dalam negri maupun mancanegara. Nah, untuk mempromosikan hasil kerajinan itu empat kementrian berinisiatif menggelar Pameran Kriya Nusa 2019. Selain bertujuan untuk mengenalkan, Kriya Nusa 2019 juga mengupayakan bimbingan sebagai usaha mandiri. Dengan mengambil tema “Peningkatan Daya Saing Produk Kerajinan Melalui Pengembangan Kreatifitas dan Kewirausahaan” diharapkan hasil kerajinan tersebut makin dikenal dan bernilai jual. Bahkan tidak menutup kemungkinan hasil kerajinan nusantara ini sebagai penghasil devisa negara.

Dalam acara temu netizen ( 9/9/2019 ) lalu, Ibu Triana Rudiantara, selaku Ketua Bidang Promosi dan Publikasi Kriyanusa 2019, mengatakan bahwa gelaran Kriyanusa 2019 sebagai ajang bertemunya pengrajin Indonesia dengan pembeli secara offline. Para pengrajin memperkenalkan hasil produk unggulannya dengan para pembeli. Meskipun jual beli online semakin merebak, tapi akan sangat berbeda jika hasil kerajinan daerah ini dipamerkan secara offline. Hal itu mengingat para pembeli bisa melihat dan merasakan secara langsung produk yang akan dibelinya. Sedangkan toko online, kecil kemungkinan hal itu terjadi.

Kriyanusa 2019 yang digelar di Balai Kartini Jakarta, mulai tanggal 11-15 September memamerkan hasil kerajinan dari seluruh Indonesia. Pameran tersebut juga diikuti oleh instansi negri maupun swasta, sebut aja ada 37 stand Kementrian dan BUMN. Lalu ada sekitar 170 stand Dekranas, 25 stand individu, 8 stand mitra dan 6 stand asosiasi. Untuk datang ke kriyanusa tidak dipungut biaya alias gratis. Dalam kesempatan tersebut Ibu Triana lewat para blogger dan undangan, mengajak seluruh masyarakat untuk datang.

Ada Apa di Kriyanusa 2019?

Menurut pantauan dari beberapa temen yang datang ke tempat Kriyanusa 2019 digelar, pamerannya sangat memukau. Aneka hasil kerajinan hampir dari seluruh nusantara dihadirkan di situ. Pameran bukan hanya hasil kerajinan saja, tapi juga ada kuliner Nusantara. Dari cerita mereka, ajang pameran ini sudah layak mendapat gelar Expo International. Decak kagum dan antusiasme nampak dari para peserta pameran maupun pengunjung yang datang. Berikut hasil jepretan dari teman-teman yang datang langsung pameran Kriyanusa 2019.

Terus terang saya bangga dengan keragaman hasil kerajinan Nusantara. Saya berharap bahwa hasil kerajinan tangan tersebut bisa go International dengan begitu masyarakan daerah bisa terbantu perekonomiannya. Acung jempol juga buat empat kementrian yang sudah membantu, baik promosi maupun penjualan.

Simple dan konsisten

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of