Lebaran Dan Order Tulisan

Entah kenapa setelah puluhan kali melewati lebaran, saya ingin lebaran tahun ini berbeda. Sebenarnya sudah beberapa kali saya ingin membuat lebaran berbeda. Tapi apa daya, setiap kali itu pula saya selalu disibukan oleh tetek bengek lebaran. Yang bikin kue lah, masak lah, belanja ini itu dan masih banyak lagi. Saya merasa bahwa semakin tahun makna lebaran semakin hilang. Kebanyakan orang lebih memaknai lebaran menjadi ajang pemborosan tanpa kecuali saya. Membeli yang tidak penting dan dalam jumlah banyak padahal lebaran hanya sebentar aja.

Bosan ! Jenuh ! Itulah yang saya rasakan tiap kali lebaran. Akhirnya setiap kali mau menjelang bulan puasa saya fokuskan diri dan bathin pada ibadah di bulan Ramadhan saja. Dan keputusan saya ingin menjadikan lebaran tahun ini #LebihBaik telah bulat. Saya tidak mau ribet lagi dengan lebaran, artinya saya benar-benar ingin menjadi lebaran tahun ini #LebihBaik. Menyikapinya dengan cara sederhana dan tidak berlebih-lebihan.

Nah, untuk mewujudkan niat ini, saya mulai dari sebelum puasa. Karena emang sudah niat banget, seminggu sebelum puasa saya mengirimkan beberapa email ke calon klien. Isi email itu cukup singkat, saya menawarkan diri untuk menuliskan apa saja sesuai yang diinginkan oleh klien. Ya, saya menawarkan jasa menulis. Kedengerannya emang cukup aneh ya. Masak sih mau lebaran malah nawarin jasa tulis menulis bukannya nawarin kue, baju atau apalah gitu.

Tadinya emang sempet kepikiran mau jualan kue kering, tapi ko kayaknya ribet banget. Lagi pula peluang jualan kue kering sudah tipis karena dah banyak yang jual. Ide ini juga munculnya tiba-tiba aja, nggak dipikirin secara serius. Yang bikin serius itu niatnya agar lebaran tahun ini bisa #LebihBaik, itu aja sih. Alhamdulillah, dari beberapa email yang saya kirimkan, ada yang merespon juga. Setelah saya balas emailnya, saya mulai menyusun jadwal chat dengan klien.

Akhirnya saya berhasil mengirim tulisan pertama pada klien pertama, lalu tulisan kedua dan seterusnya. Dari tulisan pertama tersebut, tanpa saya duga ada klien yang kembali meminta saya menulis. Demikian pula dengan klien yang lain. Duh, jadilah saya kebanjiran order menulis. Dalam hati saya bersyukur sekaligus geli. Coba aja bayangkan, menjelang lebaran saat semua orang sibuk bikin kue dan memasak, saya malah sibuk di depan laptop. Apalagi kalau bukan mengerjakan order tulisan. Eh, saya sempet bikin status juga loh di facebook soal kesibukan ini.

sunlife
Status saya di facebook ttg galau dengan DL Lomba dan DL Order tulisan

Mendekati hari lebaran, saya semakin sibuk bukan sibuk bikin kue atau belanja baju baru tapi sibuk “kejar deadline”. Semua klien minta tulisannya harus sudah publish sebelum lebaran. Tapi Alhamdulillah semua rampung juga. Waktu kerja saya yaitu sehabis sholat Subuh, sampai Dzuhur. Istirahat sebentar lalu siap-siap memasak untuk berbuka.

Tepat, sehari menjelang lebaran tulisan sudah terpublish semua, masih ada sih beberapa tulisan yang minta dipublishnya habis lebaran. Saya lega dan klienpun puas. Lantas apa bedanya lebaran saya tahun ini ? Bedanya adalah lebaran tahun ini saya TIDAK BOROS ! Waktu kejar tayang atau deadline telah menyita waktu saya menyelesaikan pesanan tulisan. Oh ya bukan itu saja, selain menerima pesanan tulisan, saya juga ngejar deadline untuk mengikuti lomba blog.

Sudah bisa ditebak dong, saya hanya membeli beberapa kue kering dan memesan masakan pada tetangga. Jadi dengan kata lain saya tidak pergi ke mana-mana. Saya tidak ke Mall, bahkan ke Pasar Tradisionalpun tidak. Coba bayangkan kalau saya harus pergi ke Mall atau ke Supermarket. Pastinya troly saya sudah penuh dengan kue-kue dan aneka macam minuman. Ditambah lagi saya terkadang membeli sesuatu yang tidak dibutuhkan.

Bedanya lagi saya terhindar dari tulisan yang segede gajah seperti SALE ! DISCOUNT ! dan teman-temannya. Lega rasanya saya bisa terlepas dari itu semua. Ah, akhirnya saya bisa merasakan lebaran kali ini benar-benar #LebihBaik dari tahun sebelumnya. Saya bisa beribadah dengan khusyu saat Ramadhan karena nggak mikir harus belanja-belanja. Saya juga nggak pusing dengan model baju yang lagi ngetrend saat lebaran. Saya juga nggak merasa ingin membeli perabot aneka macam atau mengganti gorden dan lain-lainnya.

Namun semua bukan berarti saya nggak punya apa-apa loh ! Saya punya kue nastar, kastengel, kacang bawang dan kacang mete. Tapi… masing-masing cuma satu topples. Mau makan berat juga tersedia, ada ketupat, sayur godog dan opor ayam. Begitu pula dengan baju, saya sama sekali tidak membeli baju lebaran. Saya keluarkan saja baju yang sudah lama tapi jarang dipake. Toh tetangga juga nggak ada yang tahu atau malah mengira itu baju baru.

Alhamdulillah semua cukup buat menjamu tamu yang datang. Lagipula jarang banget kalau pas lebaran ada tamu yang mau makan. Pengalaman dari puluhan tahun lebaran tamu-tamu terutama tetangga datang cuma mau salaman dan… angpao. He…he… kalau yang ini mah saya juga menyediakan ko.

Karena perjanjiannya pembayaran akan dilakukan setelah lebaran, maka jadilah saya harus bolak balik ke ATM mengecek rekening tabungan. Setelah semua terkumpul, saya sudah mulai mengubah mindset saya untuk berinvestasi. Hasil jerih payah menulis selama sebulan rencananya saya mau investasikan. Selain investasi dunia saya juga harus investasi untuk akherat. Dan saya juga perlu membeli buku untuk mengasah kemampuan saya dalam dunia tulis menulis.

sunlife1
Buku yg kemarin saya beli ( doc.pri )

Syukur Alhamdulilah semua sudah tertunaikan dengan baik dan tepat waktu. Akhirnya saya bisa mengubah paradigma lebaran yang tadinya boros sekarang jadi lebih sederhana dan penuh makna.

 

Leave a Reply

2 Comments on "Lebaran Dan Order Tulisan"

Notify of
avatar
Sort by:   newest | oldest | most voted
Ila Rizky
Guest

Alhamdulillah ya, mba. Jadi lebih irit. Trus aku penasaran sama bukunya. Bagi2 info kalo udah dibaca ya, hehe 😀

wpDiscuz