LightHouse Menawarkan Penurunan Berat Badan Anti Mainstream Dengan Diet Komprehensif

diet5

Buka-bukaan Soal Berat Badan

Puasa dan lebaran sudah berlalu, opor ayam, rendang, bebek sambal ijo dan sayur godog tak ada yang tersisa. Kue nastar, kastengel, putri salju, kacang mete hanya menyisakan toples kosong.  Ludes ! Mengetahui kondisi yang demikian langsung meluncur satu pertanyaan, kemana gerangan perginya semua makanan itu ? Apakah tamu-tamu yang datang bersilaturahim pada kelaparan semua ? Atau habis dimakan oleh anak-anak kecil ? Ah, rasanya tidak mungkin. Pertanyaan dengan jawaban tebak-tebakan itu menambah rasa bersalah saya. Kenapa saya harus menyalahkan mereka, bukankah semua makanan itu masuk ke dalam perut saya semua ? Ho…ho…ho…tidak mungkin, saya cukup tau diri ko dengan semua kenikmatan itu.

Akhirnya untuk memastikan siapakah yang sudah melahap semua makanan lebaran, saya langsung mencari timbangan badan. Saya menaikkan kaki kanan dengan perlahan, beberapa detik kemudian kaki kiripun sudah ikut nangkring. Sambil menghirup napas dalam-dalam, saya menundukkan kepala melihat angka yang tertera pada timbangan. Dan…alamaaaaakkk, one hundred kilograms. Oh…no, impossible banget deh. Saya kan habis puasa kenapa nggak turun, ko malah naik siiihhh…,”teriakku dalam hati.

Kezzzel…banget kaaaaannn…! Puasa yang notabene menjadi andalan saya untuk menurunkan berat badan ternyata sekarang sudah tidak bisa diandalkan lagi. Terus siapa dong yang bisa saya andelin untuk urusan berat badan. Help me please….*sambil nangis di pojokkan.

diet6
Croping menjadi andalan saya utk narsis

Kenali Dulu Penyebab Obesitas

Sebenarnya pada pertengahan bulan Mei lalu, saya sudah bertekad untuk menurunkan berat badan. Itupun setelah saya mengikuti acara talkshow yang dipelopori oleh lightHOUSE. Kedatangan saya ke acara ini bukan tanpa sebab, asli saya pengen banget langsing dan sehat. Bukan langsing tapi sakit-sakitan yak ! Makanya saya sangat antusias dateng ke acara tersebut, sekaligus mau tau  tentang program yang ada di lightHOUSE.

Pada sesi awal dr. Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CHt selaku pakar bariatrik sekaligus pendiri klinik lightHOUSE Indonesia, mengatakan bahwa penyebab obesitas ada dua hal, yaitu : lifestyle dan genetik. Faktor penyebab tersebut mempunyai peran yang sama masing-masing 50 : 50.

Selanjutnya, dr. Grace yang memiliki sertifikasi Trainer dari OBELDICKS, Schulungs Program, Jerman ini menjelaskan bahwa faktor genetik itu dapat berupa mutasi pada gen yang berperan mengatur hormon lapar dan kenyang.

Sampai di sini saya berpikir, kira-kira apa yang menyebabkan kelebihan berat badan saya—terus terang sampai kapanpun saya nggak mau dibilang “gemuk” apalagi “gendut”. Kedua kata itu benar-benar menakutkan bagi saya meskipun begitu realitanya. Ah, ternyata penyebab obesitas saya dikarenakan lifestyle. Setelah saya ingat-ingat, Bapak dan Ibu saya atau mbah-mbah saya tidak ada yang gemuk. Malahan semuanya cenderung kurus.

Oke fine…!

Saya sudah menemukan faktor yang menyebabkan saya kelebihan berat badan yaitu lifestyle. Terus gimana dooong, saya kan nggak mau berhenti sampai di sini saja. Ya…Tuhan saya mau langsing, please help me…*ngelap air mata. Do,a dan airmata saja tidak cukup, bahkan sayup-sayup saya masih mendengar dr. Grace berkata bahwa masalah diet bukan terletak pada masalah disiplin dan niat. Lah…terus apaan dong, tanyaku dalam hati.

Saya terus menyimak pemaparan dr. Grace yang semakin membuka mata saya lebar-lebar, bahwa faktor lifestyle dapat diubah dari pola makan dan aktivitas sehari-hari. Nah, ini dia nih yang sering menjadi kendala saat menjalani diet. Dari tayangan slide, dr. Grace menemukan fenomena tersebut. Jadi, setiap hari lifestyle memang sudah mengelilingi kehidupan kita. Bayangkan saja, mulai dari hari Senin sampai Minggu hidup selalu dipenuhi dengan makan-makan dan kumpul seperti : arisan, reuni, kondangan, kopdar dan lain sebagainya.

diet3
ki-ka : Psikolog Tara, dr. Grace, dr. Sophia

“Diet bukan hanya masalah disiplin…”

Ya, dari talkshow ini saya baru tau kalau diet bukan bergantung pada masalah disiplin saja. Pada tahun 2012 lightHOUSE telah mengadakan penelitian pada 122 orang overweight dan berat badan yoyo. Dari penelitian tersebut ditemukan pola makan yang salah. Kebanyakan orang makan dikarenakan mudah tergiur, sifat makan seperti ini hanya mengandalkan Emotional ( 22% ) saja. Lihat makanan atau minuman dipostingan aja sudah ngiler. Apalagi kalau ada restaurant baru buka, rasanya pengen jadi orang yang pertama makan di situ dan menyebarkannya di media social. Ada rasa bangga jika kita menjadi orang pertama yang mencicipi menu di resto baru tersebut.

Berikutnya ada sifat Compulsive ( 19% ), sifat makan seperti ini ditimbulkan oleh  dorongan dalam hati dikarenakan sesuatu hal. Contohnya seperti yang saya alami sendiri, misalnya saya seringkali merasa nggak enak hati untuk menolak makanan jika ada yang menawarkan. Takutnya orang yang menawarkan tersinggung atau perpikir bukan-bukan. Saya juga kerap merasa bersalah jika membuang makanan, jadilah saya terpaksa menghabiskannya. Kebayangkan perut saya jadi tempat sampah. Hiiiii…mengerikan !

Sifat makan salah yang terakhir adalah Binge ( 14% ) yaitu pola makan dan minum secara berlebihan atau di luar batas. Istilah kasarnya nggak ada kenyangnya atau perut karet semakin diisi semakin melar. Semua pasti setuju, kalau suatu perbuatan dilakukan melampaui batas kewajaran maka akan berdampak negative, tanpa kecuali makan.

Dari penelitian itu dr. Grace menyimpulkan bahwa diet harus dilakukan dengan tepat. Hal ini disebabkan tubuh lebih suka menabung karbo daripada mengeluarkannya. Proses ini dikarenakan melambatnya metabolisme tubuh.  Sebelum mendirikan lightHOUSE dr. Grace juga banyak melakukan penelitian terhadap kasus obesitas. Bukan hanya dampak negative saja yang ditimbulkan oleh obesitas, tapi juga pemicu dan  cara mengatasinya.

Melihat begitu kompleksnya urusan penurunan berat badan, ditambah lagi dengan berbagai resikonya, maka dr. Grace mencetuskan program diet secara komprehensif. Apa sih yang dimaksud dengan diet komprehensif itu ? Wah…terus terang aja saya juga baru kali ini mendengarnya. Beruntung banget saya datang ke acara talkshow ini, karena dr. Grace akan membongkar tentang diet komprehensif secara tuntas.

Mengenal Diet Komprehensif

Bukan sekali atau dua kali saya mendengar cerita dari beberapa teman yang mengalami kegagalan ketika sedang menjalani diet. Atau ada pula yang berhasil namun dalam kurun waktu sebentar, karena beberapa waktu akan naik lagi. Diet naik turun seperti ini dikenal dengan istilah ‘yoyo’, seperti nama permainan yang dimainkan dengan cara naik turun. Kebanyakan dari mereka yang gagal diet atau diet yoyo juga tidak mengetahui penyebab kegagalannya itu. Padahal menurut mereka, semua program sudah dijalankan sesuai dengan prosedur. Contohnya saya sendiri selalu gagal dan gagal berdiet. Nah, kan ternyata diet itu memang tidak mudah ! Eiiiitttsss…jangan pesimis dulu dong, mau langsing dengan sehat nggak ? Kalau mau, makanya lanjutin deh bacanya kan saya dah bilang dalam talkshow ini dr. Grace akan membeberkan tentang diet komprehensif.

Setelah mendirikan klinik lightHOUSE, dr. Grace yang telah melakukan uji coba tentang obesitas dan penanganannya, mulai menerapkan diet komprehensif pada kliennya. Itulah sebabnya lightHOUSE menjadi klinik pioner dalam menerapkan diet komprehensif. Sebagai langkah awal, dr. Grace mengatakan bahwa diet itu harus seimbang. Apa yang dimakan dan dikeluarkan itu harus seimbang.

Misalnya begini, jika kita makan sepiring nasi lengkap dengan lauk pauknya yang berjumlah 1000 kalori, maka kita juga harus mengeluarkan 1000 kalori. Jadi setelah makan nasi kita harus berjalan kaki selama 20 menit jangan malah tidur. Maksudnya supaya asupan 1000 kalori tadi habis terbakar. Tapi apa mau dikata, kejadian yang sebenarnya adalah sebaliknya mayoritas orang sehabis makan malah tidur. Karena biasanya habis makan orang cenderung mengantuk terjadilah penumpukkan kalori. Iya apa iya…..?  Perilaku seperti inilah yang nanti akan diubah saat menjalani diet komprehensif.

Program diet komprehensif tidak berhenti pada mengubah perilaku tentang diet saja, tapi juga mengenalkan apa yang seharusnya dilakukan. Dokter Grace menambahkan, kontrol diri dalam menjaga pola makan sehat harus dijalankan sepanjang masa. Pengetahuan lain juga akan disampaikan pada program ini, misalnya seperti : asupan makan yang baik dan benar adalah 1600 – 2000 kcal/hari dan masih banyak lagi. Tidak ketinggalan pula akan diperkenalkan beberapa makanan keseharian beserta jumlah kalorinya. Sebagai contoh, seperti gambar di bawah ini  :

diet1
1 bks mie instant = 8 kali dada ayam

Dan yang paling penting diingat adalah dalam menjalankan diet semua anggota tubuh ikut terlibat. Mensinkronkan semua anggota tubuh seperti otak, jantung, syaraf dan semuanya secara komprehensif inilah yang  melahirkan metode diet komprehensif. Secara gamblang diet komprehensif adalah diet yang ditangani dengan lengkap oleh dokter, dokter spesialis, ahli gizi, perawat dan psikologi. Perlu dicatat bahwa diet komprehensif ini hanya ada di  klinik  lightHOUSE Indonesia.

Berdasarkan survey, 99 % mereka yang ingin menjalani diet tidak bisa melakukannya sendiri. Dengan kata lain mereka butuh pendamping. Pendamping ini yang nantinya akan membantu mengontrol, mengawasi dan memeriksa semua jadwal yang sedang dijalani oleh klien. Dengan begitu klien dapat menjalani program diet secara benar dan tepat. Karena jika tidak didampingi maka sudah dipastikan diet akan gagal atau diet yoyo.

Buktinya seperti yang terjadi pada diri saya sendiri, selama beberapa kali menjalani diet nggak pernah sampai tuntas dan berakibat pada kegagalan. Jadi sebenarnya bukan saya nggak pernah diet, malah bisa dibilang sering. Tapi ya itu tadi karena diet yang saya jalani tanpa pendamping jadi tidak ada yang berhasil. Semua saya lakukan secara serabutan, tidak teratur dan hanya mengandalkan panduan yang dikirim lewat email atau sms atau wa. Nyatanya penggunaan media sosial tersebut tidak bisa diandalkan untuk menjalani program diet. Mungkin bisa digunakan jika sudah memasuki tahap selanjutnya fungsinya hanya sebagai pengingat saja.

Sebenarnya apa yang sudah dipaparkan oleh dr. Grace di atas merupakan bagian awal dari program diet komprehensif. Mengubah mindset lightBUDDY–sebutan untuk klien lightHOUSE menjadi langkah awal dari program diet komprehensif. Seperti diketahui bahwa lightHOUSE merupakan klinik penurunan berat badan yang sudah terpercaya dan teruji selama lebih dari 11 tahun.  

Sayangnya saya baru mengenalnya beberapa bulan lalu, namun saya tetap optimis, toh diet harus dilakukan. Sebelum memutuskan untuk join dalam program lightHOUSE, saya berseluncur di websitenya terlebih dahulu. 

Pada saat membuka websitenya, muncul kotak yang harus diisi untuk menganalisa berat tubuh. Ketika saya mengisi kotak tersebut, betapa terkejutnya saya pas mengetahui hasilnya. Berat badan saya dikatakan berada pada tingkat obesitas III, itu artinya benar-benar dalam keadaan BAHAYA ! Lalu, seketika itu juga saya langsung klik ‘Konsultasi Gratis’ yang terdapat di sisi kiri website untuk meminta jadwal konsul. Sekarang saya sudah tidak bisa nangis lagi tapi sudah harus Action and GO Diet !

diet2

Sampai di sini saya berharap sahabat pembaca blog ini sudah cukup memahami tentang diet komprehensif yang ada di klinik lightHOUSE. Saya akan tambahkan sedikit, dalam acara talkshow kemarin selain dr. Grace masih ada dua pembicara lainnya. Kedua pembicara ini merupakan pendukung atas program diet komprehensif di klinik lightHOUSE. Yuk saya kenalkan siapa saja para pembicara itu…

Fokus Pada Kontrol Diri

Saya sudah sempet menyinggung soal kontrol diri dalam menjaga pola makan sehat. Belajar kontrol diri merupakan faktor penentu sukses tidaknya berdiet. Pengalaman saya, sampai saat ini saya tidak pernah bisa belajar untuk kontrol diri dalam menjaga pola makan sehat. Kebanyakan orang sudah tahu bagaimana cara menurunkan berat badan, tapi lemah dalam hal kontrol diri. Padahal kontrol diri harus terus menerus ditingkatkan agar tidak lapar mata. Saya sendiri menyadari bahwa kebanyakan makanan yang saya makan hanya berdasarkan lapar mata.

Psikolog Tara Thouars, B.A, M.Psi mengatakan, di klinik lightHOUSE lightBUDDY diajarkan untuk  kontrol diri. Mayoritas orang merasa lemah dalam kontrol diri, jika hal ini sampai diabaikan, maka klien akan sulit menjalankan dietnya. Apabila ini terjadi, satu-satunya jalan adalah dengan mencari mentoring dalam hal ini seorang psikolog.  Psikolog Tara yang pada siang itu mengenakan blus berwarna hijau menyala, juga mengajarkan sedikit tentang kontrol diri. Perubahan pola makan tanpa perubahan perilaku merupakan hal yang tidak mungkin. Dengan begitu kuncinya bukan soal tidak disiplin tapi harus belajar kontrol diri.

Contohnya seperti yang sudah saya tuliskan di atas, liat postingan makanan aja langsung ngiler. Padahal perut belum memberikan sinyal lapar. Untuk mengatasi masalah itu, cobalah belajar mendengarkan apa kata tubuh. Dalam hal ini, jadikan perut sebagai acuan untuk makan bukan indera lainnya. Coba aja bayangkan kalau kita menjadikan indera lain sebagai acuan makan, liat makanan dimakan, mencium aroma makanan pengen makan dan seterusnya.

Jadi diet komprehensif juga mengatur kontrol diri terhadap perilaku makan. Kontrol diri dalam pola makan yaitu kemampuan seseorang untuk dapat mengendalikan dorongan ( impuls ), keinginan, emosi atau hasrat tertentu yang kurang tepat terhadap diri sendiri ataupun untuk mencapai tujuan yang lebih baik. Ketika kita sudah bisa mengatasi kontrol diri terhadap makanan semua akan jadi terkendali.

Lengkap Dengan Olah Raga

Untuk melengkapi diet komprehensif ini, masih ada satu langkah lagi yang harus dilakukan yaitu olahraga. Bicara soal olahraga maka tidak lepas dari soal gaya hidup juga. “Rekomendasi olahraga mutlak diperlukan dalam program diet, apapun jenis dietnya,”ujar dr. Sophia Hage, SpKO membuka sesi terakhir dari talkshow ini. Adapun bentuk olahraganya bermacam-macam tergantung dari berat badan yang akan dikurangi. Mengapa olahraga begitu penting dalam kelangsungan program diet ? Dari pertanyaan ini, dr. Sophia menjelaskan tentang perilaku sedentary.

Waduh, mahluk apalagi nih sedentary,”kataku dalam hati. Dokter berperawakan tinggi langsing ini benar-benar membuat saya iri hati. Apalagi dengan highheels yang dipakainya. Saya sudah hampir 10 tahun lebih meninggalkan highheels beralih ke flatshoes. Penyebabnya tidak lain adalah bobot tubuh yang terus bertambah. Lagi-lagi saya dihadapkan pada sebuah realita ORLA ( orang-orang langsing ), bukan cuma bikin ngiler tapi iri berkepanjangan. Akhirnya saya cuma bisa bilang…OMG !

Setelah dijelaskan dengan detail oleh dr. Sophia ternyata sedentary itu bukan nama mahluk, tapi sebuah gaya hidup atau perilaku. Yup, di jaman digital seperti sekarang ini, kebanyakan manusia mendapat kemudahan dalam segala hal. Semua urusan bisa diselesaikan hanya dengan sentuhan jari. Tanpa harus bersusah payah bergerak, mengangkat badan atau kaki. Nah, gaya hidup seperti inilah yang dinamakan dengan sedentary. Jadi perilaku sedentary adalah segala aktifitas yang dilakukan di luar waktu tidur. Perilaku ini sangat sedikit mengeluarkan energi, posisinya duduk atau berbaring.

Gaya hidup sedentary ini sangat membahayakan bagi ‘penderita obesitas’ ( Pada akhirnya saya sadar bahwa obesitas itu merupakan jenis penyakit juga, bahkan penyakit yang bisa mematikan. Mulai sekarang saya akan menggunakan kata ‘penderita obesitas’ agar saya selalu ingat bahwa saya sedang sakit dan perlu berobat…*mulai sedih ) karena akan menyebabkan kematian tiba-tiba.

Oh ya, dalam postingan ini saya tidak akan mengupas perilaku sedentary dengan detail. Saya akan membahasnya dilain waktu dengan tema khusus. Sebagai contoh perilaku sedentary yaitu : duduk lama, bekerja di kantor, membaca, nonton tv, brkendara dan masih banyak lagi. Sebelum perilaku ini perlahan tapi pasti jadi boomerang bagi tubuh kita, ada baiknya mulailah selalu dengan bergerak. Biasakan bergerak setelah duduk lama 1 – 2 jam dengan melakukan gerakan minimal 5 menit.

Dalam kesempatan ini pula dr. Sophia mengajak peserta talkshow untuk melakukan olahraga ringan. Ruanganpun jadi riuh oleh peserta karena para peserta diminta menghitung tiap gerakan. Tapi sejujurnya saya merasa senang melakukan hal ini. Dan hasilnya tubuh jadi lebih rileks dan tidak kaku. Mudah banget, tidak harus pergi jauh apalagi mengeluarkan biaya. Pokoknya sebelum tubuh memberikan sinyal kaku dan rasa sakit, lakukan olahraga ringan apa saja. Lakukan kapanpun dan di manapun Anda membutuhkannya.

diet4

Saya beruntung bisa menghadiri talkshow ini, bukan cuma ilmu diet saja yang saya dapatkan. Akan tetapi lebih dari itu, kesadaran dalam diri bahwa ternyata sehat itu jauh lebih penting. Sampai tulisan ini saya buat, saya masih menunggu konfirmasi jadwal untuk konsultasi gratis. Saya tidak ingin menunggu lebih lama lagi, karena semakin lama maka akan semakin parah. Seperti saya sudah katakan di atas bahwa obesitas merupakan penyakit juga yang harus disembuhkan. Nah, kan kesadaran saya sudah mulai muncul padahal talkshow ini saya ikuti tiga bulan lalu. Masih berdasarkan data, bahwa sebanyak 90% lightBUDDY mendapatkan diet yang sesuai dengan kepribadian dalam waktu 15 menit pertama konsultasi. Yuk…ah ke lightHOUSE…

Mengapa Harus lightHOUSE

  1. Pengalaman, semua pasti tahu bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik. Semakin banyak pengalaman maka akan semakin baik, entah itu dalam hal keilmuan, pelayanan dan tentu saja pengobatan. Klinik lightHOUSE sudah memiliki pengalaman selama 11 tahun lebih.
  2. Tenaga ahli, saya juga baru tahu kalau urusan menurunkan berat badan aja mesti ditangani oleh tenaga ahli. Tenaga ahli di sini adalah mereka yang memiliki ilmu dalam hal menangani masalah obesitas. Mungkin karena begitu kompleksnya masalah obesitas jadinya harus ditangani oleh tenaga ahli. Dan lightHOUSE memiliki tenaga ahli yang sangat berkompeten di bidangnya.
  3. Pelayanan, dari beberapa testimoni yang saya baca bahkan ada salah satunya saya kenal, mereka sangat menghargai pelayanan di klinik lightHOUSE. Mengapa hal ini begitu penting ? Ya, karena menangani ‘penderita obesitas’ emang perlu hati-hati. Perasaannya sangat sensitif. *nunjuk ke diri sendiri.
  4. Uji klinis, nah ini dia yang paling saya sukai. Di bawah kepemilikan dr. Grace setiap program di lightHOUSE selalu melalui uji klinis. Dengan begitu, semua hasilnya bisa dipertanggung jawabkan.

Akhirnya saya harus katakan Go Diet…!

Go lightHOUSE…!

Leave a Reply

24 Comments on "LightHouse Menawarkan Penurunan Berat Badan Anti Mainstream Dengan Diet Komprehensif"

Notify of
avatar
Sort by:   newest | oldest | most voted
Ristin
Guest

Alhamdulillah.. aku makan seberapa banyak jg susah gemuk mak xixixi.. tp jd ngeri jg sm kolesterol, secara jd gtu deh.. makan aja ga pake pantang, duh jadi malu.. hahahaha..

Nurul Fitri Fatkhani
Guest

Saya gak takut dengan obesitas, Mbak. Soalnya saya termasuk orang yang susah naik berat badannya hi hi hi
Pengennya badan agak berisi, biar keliatan lebih seger. 🙂

Amanda ratih pratiwi
Guest

Berarti kalau kita makan mie, pake telor, kalorinya kebangetan ya mak, wii

Hastira
Guest

nah aku kan tiadk obesitas tapi hanya kelebihan berat badan yg tak terlalu banyak tapi sulit sekali turun padahala supan kalorinya sudah dikuarngi dan sudah olahraga

Amir
Guest

Diet komperehensif, keren, konsepnya jadi bisa membangun mindet untuk tidak gemuk dan berdasarkan alasan kesehatan, patut di coba

cumilebay
Guest

Eh busyet … 1 bungkus indomie sama kayak 8 dada ayam, serem amat yaaaaa

Rach Alida Bahaweres
Guest

Baca tulisan ini, niat pengen menurunkan badan semakin kuat euy 🙂
Menurutku, menurunkan badan memang butuh tekad yang kuat ya mba 🙂

Marianaa Renata
Guest

iya mbak, kalau mau program penurunan berat badan jangan diet sendiri, mesti konsultasi dan konsisten. Rekemnded nih LightHouse

Agung Han
Guest

Semangat diet tapi musti tahu ilmunya ya mbak
jadi bisa tetap sehat

febridwicahya
Guest

Aku mau diet. Akuuu mau dieeet :’

Dan agak syok ketika tau kalau ternyata satu bungkus indomie setara sama 8kali dada ayam :’ kurang-kurangi ngindomie. Kurang-kurangiiii 🙁

Salman Faris
Guest

Aku juga pengen kurus banget Mba hehehe. ini lagi mau mulai diet lagi biar kurusan dikit hehehe.

khulatul mubarokah
Guest

Baiklah… lighthouse-nya jauh dari sini. Tapi, bligpost ini cukup bahkan lebih memberi saya motivasi. Sekarang, dari 20 kg menjadi 17 kg yang sedang saya buang dari berat badan ini. Membaca buku/tulisan yang berbau menurunkan berat badan selalu memotivasi. Luv. Luv. Luv.

wpDiscuz