Artikel Umum

Menambah Cakrawala Baru Dengan Menjadi Influencer Reviewer Hotel

Sejak menyelam ke dunia influencer khususnya review hotel, saya banyak mendapat pengalaman baru. Setiap kali check in di hotel yang pertama kali saya lakukan adalah eksplor kamar. Nah, pada postingan kali ini saya akan menceritakan sedikit apa aja sih yang dilakukan oleh seorang reviewer hotel?

Hari Minggu tanggal 9 Desember 2018 lalu saya mendapat kesempatan untuk mereview hotel yang terletak di perbatasan antara Jakarta dan Ciledug. Hotel yang baru beroperasi bulan Oktober 2018 ini berkonsep keluarga dan bisnis. Saya sendiri lupa ini hotel ke berapa yang saya review. Tapi saya selalu percaya pada kenangan, bahwa tiap hotel yang saya datangi mempunyai kenangannya masing-masing.

Sampai di hotel saya sudah disambut oleh staff hotel yang ramah dan membantu membukakan pintu. Setelah itu saya dipersilakan menuju frontdesk untuk melakukan registrasi checkin. Sambil menunggu ketersediaan kamar, saya izin untuk eksplor di lobby area. Area lobby cukup luas, karpet tebal berwarna maroon bergaris-garis terhampar. Beberapa sofa empuk dan lapang dengan bantal kursi warna-warni membuat hati ingin cepet berselfie. Saking nggak tahannya saya langsung jeprat jepret tiap sudut. Semua kelihatan unik dan instagramable.

Lobby hotel

Lagi asyik jeprat jepret salah seorang yang berada di frontdesk datang menghampiri. Beliau mengatakan kalau kamar pesanan saya sudah siap. Holaaaa….! Setelah menerima kunci magnetic saya langsung menuju lift untuk selanjutnya ke kamar. Saya dapet kamar di Lantai 7, dengan pemandangan kota. Dan…eksplor kamarpun di mulai. Oh ya, sebagai seorang review hotel bukan cuma kamar aja yang dieksplor, tapi hampir semua sudut hotel. Terutama fasilitas yang ada di dalam hotel tersebut. Kenapa saya mulai eksplor dari kamar? Jawabannya simple aja, karena kalau sudah eksplor seluruh ruangan di hotel kita bakalan capek. Kalau sudah capek pasti pengennya istirahat, bahasa saya sih rebahan. Hehehe….

Sedangkan kalau habis rebahan udah pasti dong tempat tidurnya acak-acakan. Trus bakalan lama lagi beresinnya buat foto kamar. Jadi sebelum tempat tidur dan semua yang ada di kamar acak-acakan, saya lebih memilih eksplor dulu. Buka pintu kamar saya langsung ke kamar mandi, mengecek semua etermenity. Berikutnya cek wastafel, closed lalu shower.

Shower selalu menjadi perhatian khusus, pada umumnya kamar mandi hotel selalu memiliki dua buah shower. Satu shower besar dan satu lagi kecil. Terus terang, saya  suka banget mandi dengan menggunakan shower. Kalau liat shower bawaannya mau mandi terus. Mandi pake shower itu benar-benar mengasyikkan. Pokoknya kalau mandi pake shower rasanya nggak mau berhenti.

Shower di kamar mandi hotel

Satu hal yang patut disayangkan adalah  hampir di semua hotel showernya terbuat dari material stainless. Material ini sangat berat jadi tidak bisa dipegang. Ini juga yang bikin saya malas mandi kalau sudah masuk kamar. Makanya kadang saya membiarkan shower tetap pada tempatnya. 

Saya jadi membayangkan, seandainya saja di setiap hotel memiliki hand shower yang ringan saya  bakal langsung mandi setibanya di hotel. Eh…ternyata ada loh brand sanitair yang mengeluarkan hand shower lebih ringan. Material yang digunakan dari polikarbonat, menjamin daya tahan produk alias awet. Kalau saja, manajemen building tahu pasti mereka akan menggunakan produk ini. Emang produknya apaan sih?

GENIE Hand Shower dari American Standard 

Adalah American Standard yang baru saja meluncurkan produk terbarunya yaitu GENIE hand shower. Seperti yang sudah saya bilang di atas, kebanyakan hand shower berbahan stainless jadi sangat berat digenggam. Sebenarnya masalah yang paling sering timbul ketika saya staycation di hotel yaitu air yang keluar dari shower  sangat kecil. Bahkan tidak jarang cuma tetesan air saja. Apalagi jika saya mendapat kamar di lantai 20 ke atas. Duh! Saya sering loh akhirnya mandi dengan menggunakan air dari kran wastafel.

Ringan digenggam dan 120 lubang mikro

Nah, ternyata masalah itu mendapat perhatian dari American Standard dengan produk barunya ini. GENIE Hand Shower memiliki kinerja Petal Pressure artinya, air yang keluar dari shower tekanannya konsisten. Kemaren dalam acara gathering saya melihatnya  secara langsung. Bener banget air yang keluar tuh kompak. Selain  itu, air yang keluar dari shower terasa  lembut di kulit padahal pancarannya cukup kuat.  Kulit seperti dipijat-pijat dan tentunya ini merupakan sensasi baru dalam mandi. 

Debit air yang konsisten, kuat tapi tetap lembut di kulit

Adapun yang membuat air keluar dengan konsisten karena adanya 120 lubang pancuran berukuran mikro. Jadi meskipun memiliki tekanan air rendah seperti di kamar-kamar hotel yang berada di lantai tertinggi sekalipun, air tetap mengucur. Dengan begitu nggak ada lagi deh drama mandi dengan air kran wastafel.

“Kejadian debit air yang kecil sudah menjadi hal umum di Indonesia,”papar Bapak Arfindi Batubara selaku Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia. Selanjutnya Pak Arfindi juga mengatakan, kalau American Standard sebagai bagian dari LIXIL selalu mencoba untuk melakukan inovasi dalam bidang sanitair. Karena LIXIL lebih fokus pada penggunaan air, maka produk yang diluncurkan berupa hand shower.

Bapak Arfindi Batubara

GENIE Hand Shower juga mengungkap fakta yang sangat mengejutkan! Bagaimana mungkin setelah mandi tubuh kita malah jadi kotor. What? Yup…karena hand shower pada umumnya tidak bisa dibersihkan. Dengan begitu kotoran yang terdapat dalam air mengendap pada alatnya. Berbeda dengan GENIE yang memiliki desain produk revolusioner dan mudah dibersihkan. Caranya buka bagian penutup belakang dengan kunci yang sudah disediakan. Setelah terbuka bisa langsung dibersihkan endapan kotoran yang terdapat di bagian dalam.

Bagian dalamnya bisa dibersihkan dengan tisue atau lap kering yang bersih. Sedangkan lubangnya bisa dibersihkan dengan menggunakan sikat gigi. Dalam kesempatan itu, Ramdan Abdul Rosyid selaku Product manager American Standard Indonesia berkenan memperagakan cara membersihkannya. GENIE hand shower menjamin kebersihan air yang digunakan untuk mandi. Wow…saya ko nggak kepikiran sama sekali ya kalau mandi dengan shower  malah bisa bikin badan tambah kotor? Itulah sebabnya GENIE hand shower di desain dengan kepala lubang transparan. Maksudnya tentu saja, agar kita bisa melihat apakah showernya sudah kotor atau belum.

Masih ada lagi nih kelebihan dari GENIE hand shower, yaitu hemat air ( Water Saving ). Hemat air sudah menjadi isue yang tak terelakkan. Mandi dengan menggunakan GENIE hand shower mampu menghemat air 50% bahkan lebih. Pasalnya GENIE hand shower memiliki regulator yang bisa mengendalikan air.  Apapun sumber air yang digunakan, GENIE hand shower mampu menghemat air dengan begitu akan menghemat biaya juga. Dan yang tak kalah penting, kelestarian air di masa mendatang tetap terjaga.

Kalau saya lihat, GENIE hand shower ini bukan hanya cocok buat kamar mandi di hotel saja. Semua pasti tahu dong, kalau property di hotel itu pasti luxury. Dilihat dari material pembuatnya yaitu bagian kepala pancuran terbuat dari frosted plastic ( plastik buram ) yang ringan, sedangkan tangkainya terbuat dari polikarbonat dengan daya tahan tinggi, jadi bisa dipastikan GENIE hand shower tidak mudah pecah jika terjatuh. Nah, kayaknya produk ini juga cocok buat kamar mandi di rumah karena desain yang minimalis dan modern. Hadir dengan tiga pilihan warna, aquamarine, petal pink dan stel grey produk ini berhasil menjadi pemenang penghargaan di ajang bergengsi Red Dot Design Award 2018.

Dari sekian banyak keunggulan produk ini, cuma satu yang jadi pertanyaan. bagaimana dengan harganya? Karena mendengar nama brand sebesar American Standard bayangannya harga mahal. Maklum, perusahaan sanitair terkemuka itu sudah hampir 35 tahun berada di Indonesia dan 140 tahun di dunia. Jadi kemarin, selain acara gathering produk ini juga sedang melakukan penjualan di Gandaria City. Adapun harga yang dibanderol cuma Rp. 135.000 tanpa selang, kalau mau beli satu set berikut selang hanya Rp. 260.000 dari harga normal 400 ribu. Menurut saya harganya sangat worth it lah, dengan kelebihan yang ditawarkan.

Oh ya dalam kesempatan itu juga, Pak Arfindi menyampaikan sebuah tagline “Make A Splash”. Make a splash  ini merupakan sebuah kampain yang digagas oleh LIXIL dan UNICEF. Dalam kampain ini setiap 1000 pembeli pertama  hasil penjualan produk akan didonasikan pada UNICEF. Donasi yang diterima akan digunakan untuk membangun sarana sanitasi dan pengadaan air bersih di beberapa negara seperti Indonesia, India, Filipina dan Thailand.

Ternyata tanpa kita ketahui masih banyak anak-anak yang kekurangan air bersih. Pada kesempatan yang sama Mbak Gibthi Ida Suryani, perwakilan dari UNICEF menerima donasi secara simbolis dari LIXIL. Kekurangan air bersih ini bisa berakibat fatal bagi kesehatan anak-anak yaitu anak mudah terserang diare. Nah, jangan tunda lagi untuk membeli GENIE hand shower dan jadilah bagian dari 1000 orang pertama. Dengan membeli produk ini, maka selain mandi jadi lebih berkualitas kita juga ikut berdonasi.

Akhirnya saya berniat, sepulang dari staycation saya akan memasang GENIE hand shower di kamar mandi rumah. Bukankah setiap hari harus mandi dua kali di rumah? Masa sih mau mandi aja harus staycation dulu di hotel. Apalagi anak-anak paling males disuruh mandi, bahkan pake drama segala. Sudah menjadi rahasia umum kalau urusan mandi menjadi drama di setiap keluarga di manapun. Semoga saja kehadiran GENIE hand shower bisa mengakhiri drama ketika mau mandi.

 

 

Simple dan konsisten

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of