Mengenal Kecerdasan Multitalenta Pada Anak Melalui Stimulasi dan Nutrisi

Pukul 10 tepat saya dan beberapa orang teman blogger sudah tiba di lobby lantai Mezzanine Hotel Novotel, Tangerang. Sambil berjalan ke meja registrasi, suasana merah yang menjadi dress code acara tersebut bertebaran di mana-mana. Mayoritas peserta adalah Ibu-ibu dengan buah hatinya. Ya, tanggal 12 Agustus 2017 lalu, saya berkesempatan hadir  ke acara Konferensi Ayah Bunda Platinum ( KABP ).

Flyer KABP 2017

Setelah registrasi, saya diberikan beberapa lembar kertas berupa kuis tentang kecerdasan anak. Jawaban dari kuis tersebut nantinya bisa dikonsultasikan lebih lanjut. Sebelum memasuki ballroom, saya sempatkan dulu untuk mengambil beberapa foto dan sambil liat-liat juga.

Saking penuhnya, saya sampai tidak leluasa untuk mengamati tiap booth yang ada. Tiap booth dipenuhi oleh Ibu-ibu dan balitanya. Ada yang sedang tanya-tanya produk atau sekedar berfoto. Booth pertama yang saya datangi adalah booth untuk melakukan tes alergi dan konsultasi.

Booth alergi dan konsultasi

Persis di depan booth tes alergi ada panggung berukuran kira-kira 3 x 3 meter,  backgroundnya 5 orang anak dengan aktivitasnya masing-masing. Di panggung ini banyak Ibu dan balitanya sedang berfoto. Yah semacam dijadikan photobooth gitu.

Booth yang dijadikan photoboth foto para peserta

Sedangkan persis di sebelah  booth tes alergi ada booth khusus  produk Morinaga. Saya lihat ada Chil Kid Platinum Moricare dan Chil School Platinum MoriCare+ Prodiges. Bukan cuma booth susu saja, ada booth Milna dan Prenagen juga lho.Sepertinya semua produk dari Kalbe Nutrition hadir di situ.

Dari semua booth yang ada, kayaknya sih booth produk Morinaga yang paling rame. Maklum Ibu-ibu paling seneng belanja kalau ada diskon dan hadiah langsung. Saya juga melihat mba-mba cantik berkaos merah menawarkan sample rasa dari tiap produk.

Sambil terus berjalan sesekali bersenggolan dengan Ibu-ibu, di sebelah kanan ada booth MI PlayPlan. Waktu saya tanya, ternyata booth MI PlayPlan digunakan untuk melakukan permainan yang dapat menstimulasi otak anak. Tak perlu berlama-lama, saya tiba pada arena bermain anak atau Playground. Kalau dari pintu masuk utama,  Playground letaknya paling ujung.

Booth MI PlayPlan

Namanya juga Playground pastilah isinya  anak-anak semua.  Waktu saya tiba di Playground ini, sudah penuh dengan anak-anak malah cenderung sesak. Akhirnya saya memutuskan untuk berbalik arah tanpa mengabadikannya.  Selain booth, ada juga beberapa standing flyer yang berisi tentang info-info seputar kecerdasan.

Akhirnya setelah selesai berkeliling saya masuk ke dalam ballroom. Dan ternyata…alamaaaakk sudah penuh! Mungkin karena ini acara yang baru pertama kali diadakan di Tangerang, pesertanya membludak. Mata saya berkeliling mencari-cari kursi  kosong. Akhirnya datang seorang panitia menghampiri  seraya mengarahkan ke kursi yang telah disediakan. Setelah mendapat tempat duduk, saya langsung menatap layar lebar di mana sedang ditayangkan video.  

Seperti acara-acara konferensi lainnya, acara  seremonial dibuka dengan sambutan dari pihak Novotel, Morinaga dan IDI Banten. Kebetulan waktu saya tiba di atas panggung masih ada Ibu Indriani dari Morinaga sedang menjelaskan secara singkat profil Morinaga dan tujuan diadakannya KABP ini.

Mengenal Kecerdasan Multitalenta

Istilah kecerdasan majemuk pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Howard Gardner, seorang psikolog dari Universitas Harvard. Dia mengatakan kecerdasan majemuk adalah kemampuan untuk belajar, memahami lingkungan dan memecahkan masalah secara bersamaan. Berkaitan dengan hal ini, Howard berkesimpulan bahwa kecerdasan seseorang terbagi dalam beberapa bentuk, seperti terangkum di bawah ini  :

Berangkat dari pemahaman Howard tersebut, maka Morinaga sebagai brand susu terkemuka menindak lanjuti dengan menggelar KABP.  Selama tahun 2017 KABP sudah digelar di 25 kota di Indonesia. Sedangkan Tangerang menjadi kota ke – 10 terselenggaranya KABP ini. KABP merupakan bentuk edukasi kepada orang tua dalam mempersiapkan kecerdasan multitalenta pada anak. Dan, Morinaga telah memprakasai edukasi tersebut dalam bentuk konferensi.

Pada sesi pertama,  DR. Dr. Ahmad Suryawan, SpA (K)  memaparkan bahwa kecerdasan multitalenta itu bukan instan. Butuh perjalanan panjang untuk mencapai hal itu, dimulai dari janin hingga usia 18 tahun. Mendengar pemaparan dokter yang merangkap sebagai Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja di RSUD Dr. Soetomo saya cukup terkejut. Saya kira kecerdasan multitalenta itu karena faktor genetik, ternyata bukan. 

Sebagai orang tua saya merasa kalau Baby Adreena sudah keliatan kecerdasan multitalentanya. Bayangkan saja, sejak usia 8 bulan Baby Adreena suka dengan musik. Tiap kali mendengar musik ada saja anggota badan yang digerakkan terutama kepala. Di usia 2 tahun, dia sudah bisa menghitung sampai 10 dan corat coret di kertas. Ketika usianya menginjak 2,5 tahun dia lebih banyak beraktivitas di luar rumah. Bermain dengan teman-temannya, sepedaan atau ayunan.

Baby Adreena berdiri di atas sepeda roda tiga

Nyatanya untuk usia anak segitu masih belum bisa keliatan. Kecerdasan multitalenta itu akan muncul setelah usia anak menginjak 17 atau 18 tahun. Dalam hati saya bergumam,”Wah…untung saya ikut konferensi ini, jadi tau deh. Masih dalam hati saya bertanya,”Terus kalau begitu apa dong peran orang tua selanjutnya?” Pucuk dicinta ulampun tiba. Selanjutnya Dr. Wawan—sapaan akrabnya meneruskan…

Paling tidak ada 4 perisai pelindung  pembentuk anak generasi multitalenta, yaitu : 

Perkembangan Otak  Ketika seorang ibu dinyatakan hamil, seharusnya langsung sadar akan nutrisi. Bukankah sekarang ada janin yang harus diberi makan juga?  Dalam artian ibu hamil harus   memperhatikan makanannya. Pada dasarnya, semua zat nutrisi sangat penting dalam pertumbuhan otak anak. Akan tetapi ada beberapa nutrisi yang mempunyai peran lebih penting daripada nutrisi yang lain.

Kalau menurut Dr. Wawan nih, makanan yang mempengaruhi perkembangan otak  harus mengandung Makronutrien. Dalam Makronutrien terdapat Protein, asam lemak ( DHA-AA ), zat besi, iodium, zink, vitamin B, asam folat dan kolin.  Oh ya, semua nutrisi tersebut bukan hanya dikonsumsi pada saat hamil saja. Bahkan wajib diberikan saat anak memasuki usia keemasannya, yaitu sebelum usia 2 tahun. Karena pasa usia itulah volume struktur bangunan otak anak diharapkan telah mencapai 80% otak orang dewasa. Kalau nutrisi buat otak sudah terpenuhi, selanjutnya adalah menstimulasi otak.

Bermain piano

Mengapa sih stimulasi otak harus sejak dini? Ya, karena stimulasi otak juga berperan penting dalam menentukan kecerdasan otak. Stimulasi dapat merangsang otak sehingga memacu anak untuk belajar berbagai hal. Jika sejak dini otak sudah distimulasi maka kelak jika anak dewasa, dia akan terbiasa dengan bermacam aktivitas. Demikian juga dengan memecahkan berbagai persoalan hidup.

Begitu pula ketika bayi sudah lahir, mulai 0 bulan sudah bisa distimulasi. Apalagi ketika anak berusia 1 tahun ke atas.  Orang tua harus mendampingi anaknya bermain. Jangan sebaliknya, ketika anak bermain orang tua malah sibuk dengan gadgetnya. Mentang-mentang anaknya sedang anteng bermain, eh orang tua malah mengambil kesempatan ini. Seperti yang saya lakukan kepada Baby Adreena, ketika dia minta main ayunan, saya lah yang mengayunkannya. Maka dengan refleks dia berkata,”Janan tinggi-tinggi yaaa…”

Bermain ayunan

Sistem Pertahanan Tubuh Ganda Hmm…saya penasaran nih dengan sistem pertahanan tubuh ganda. Maksudnya apa yak? Setelah saya mendengarkan dengan mata ngantuk–maklum dari pagi sudah ada acara. Yang dimakusd ganda di sini yaitu pertahanan tubuh sejak usia bayi masih dalam kandungan dan setelah lahir.  Ketika masih dalam kandungan, bayi dapat terlindungi dari serangan sel-sel asing karena ada suplai kekebalan dari ibunya. Sistem kekebalan itu disalurkan melalui plasenta.

Sedangkan beberapa waktu setelah lahir, sistem pertahanan tubuh bayi sudah relatif lengkap. Hanya saja, sistem tersebut belum dapat bekerja sempurna. Belum bisa secara mandiri masih bergantung dari ibunya. Kekebalan tubuh bayi setelah lahir disalurkan oleh ibu melalui ASI.

Oleh karena itulah sangat penting selama 6 bulan pertama harus iberi ASI tanpa makanan tambahan lain. Selepas ASI baru diberikan makanan tambahan para ibu mengenalnya  dengan MPASI. Sebaiknya MPASI  harus diolah dengan baik agar nutrisinya tetap terjaga. Pemberian nutrisi yang tepat dan benar memiliki banyak manfaat, di antaranya yaitu :

– Mencegah agar anak tidak mudah sakit

– Daya tahan tubuh anak lebih optimal

Tumbuh Kembang Optimal Bayi yang sudah dilahirkan akan mengalami fase tumbuh kembang. Tumbuh berarti mengarah pada faktor fisik anak seperti berat badan, tinggi badan, lingkar kepala dan lainnya. Sedangkan kembang dilihat dari cara dan kemampuan anak seperti penglihatan, pendengaran, kecerdasan, emosi dan sebagainya. Tumbuh kembang harus sesuai dengan usia anak juga, normalkah untuk usianya atau tidak. Oleh sebab itu  banyak sekali hal-hal yang harus diperhatikan orang tua.

Orang tua  bisa mengenali tumbuh kembang secara normal, misal berapa usia tumbuh gigi, usia berjalan, usia merangkak dan lainnya. Dalam kaitan tumbuh kembang, orang tua juga dituntut untuk memberikan nutrisi yang tepat. Contoh, kalau mau tambah tinggi makanannya apa, untuk pertumbuhan rambut makananya apa dan seterusnya. Eiits…jangan lupa juga untuk menstimulasi anak pada fase ini yak. Masih kata Dr. Wawan, stimulasi dini pada fase tumbuh kembang dapat merangsang pertumbuhan otak anak lebih optimal.

Kesehatan Saluran Cerna “Jangan sepelekan saluran cerna anak, jika bermasalah berdampak buruk pada tumbuh kembang anak,”ujar Dr. Wawan. Saya kaget mendengar soal ini, karena baru pertama kali  mendengarnya. Siapa sangka kalau saluran cerna ada hubungannya dengan tumbuh kembang anak. Lebih jauh, Dr. Wawan mengatakan, bahwa saluran cerna pada anak menjadi pondasi tumbuh kembang anak dikemudian hari.

Saluran cerna anak mulai terbentuk secara bertahap sejak di dalam kandungan. Setelah lahir terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi kesehatan saluran cerna. Adapun faktor paling dominan yang mempengaruhi saluran cerna pada usia dini adalah komposisi dan fungsi mikrobiota.  Salah satu tanda kalau anak terkena infeksi saluran cerna yaitu diare, muntah dan konstipasi. Sebab itu sejak usia dini sangat penting menjaga kesehatan saluran cerna. Salah satu  cara  menjaga saluran cerna anak, adalah  makan sesuai dengan porsi dan pilih makanan sesuai  usianya. Contoh saja misalnya, anak jangan diberi makanan yang keras atau pedas sebelum usianya cukup. Banyak makan buah dan sayur juga baik bagi kesehatan saluran cerna.

Acara yang dipandu oleh Irfan Hakim ini bisa dikatakan cukup sukses. Semua bangku yang tersedia penuh terisi. Pesertanya juga terlihat antusias dengan materi yang disajikan. Meski nampak sesekali para Bunda keluar masuk ruangan, demi menjaga buah hatinya.

Peran Nutrisi Pada Otak

Sebelum sampai pada sesi kedua, Dr. Muliaman Mansyur dari Morinaga sedikit menambahkan tentang peran nutrisi pada otak. Struktur otak terdiri dari sel-sel otak yang terkoneksi satu sama lain. Pembentukan kecerdasan otak ditentukan oleh luas dan padatnya jaringan sirkuit otak yang terbentuk sejak dini. Jadi semakin luas dan padat jaringan otak maka semakin cerdaslah dia, begitulah kira-kira. Oleh karenanya diperlukan nutrisi untuk membentuk jaringan otak agar luas dan padat. Nutrisi yang dibutuhkan untuk pembentukan jaringan otak setidaknya terdiri dari :

Vitamin dan mineral, berperan dalam tumbuh kembang anak dan juga sebagai antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari radikal bebas penyebab kerusakan sel-sel tubuh. 

Whey Protein, merupakan sumber protein yang bermanfaat dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Protein merupakan komponen esensial dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Kalsium, membantu dan menjaga kepadatan tulang dan gigi.

Vitamin D, berperan penting dalam membantu penyerapan kalsium dalam tubuh.

Magnesium, membantu manjaga kepadatan tulang.

Untuk memenuhi nutrisi otak tersebut Morinaga memberikan sumbangsihnya dengan mengeluarkan produk susu bernama Morinaga Chil Kid Platinum Moricare+ Prodiges dan Morinaga Chil School Platinum Moricare+ Prodiges. Kedua varian tersebut merupakan susu pertumbuhan anak usia 1- 12 tahun. Formula Moricare+ Prodiges yang terdapat di dalamnya akan mengantarkan putra putri ayah dan bunda menuju Generasi Platinum yang Multitalenta. Tentunya tidak ada yang paling membahagiakan bagi orang tua selain melihat anak-anaknya mampu bertahan di perubahan jaman kelak mereka dewasa.

KABP 2017 ini benar-benar kaya manfaat bagi orang tua, khususnya Ibu. Materi yang disampaikan bukan sekedar teori belaka tapi juga sudah melalui penelitian. Peserta yang hadir benar-benar mendapat edukasi tentang nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. Bahasan parenting yang tidak membosankan. Ditambah lagi dengan ilmu kekinian yaitu Multiple Intelligence dan kecerdasan multitalenta. Menurut saya semua ilmu ini harus segera diterapkan pada anak-anak.

Apalagi saat sesi tanya jawab yang dikelompokkan berdasarkan warna pita, wuiiihh seru. Pertanyaan dari peserta juga berbobot ko. Itu pertanda kalau semua orang tua menginginkan anaknya tumbuh sehat, cerdas dan memiliki multitalenta.

Sesi berikutnya ada Dr. Rose Mini, A. Prianto, M.Psi, Ketua Program Studi Psikologi Terapan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan Presiden Direktur Essa Consulting akan memberikan materi kekuatan bermain untuk menstimulasi kecerdasan anak.  Sebelum menyampaikan materi, Bunda Romi memberikan game ice breaking.

Secara singkat Bunda Romi menjelaskan kembali soal kecerdasan multitalenta atau multiple intelligence ( MI ) yang dikenalkan oleh Dr. Howard Gardner. Ternyata konsep MI tersebut tidak bisa terpisahkan, artinya saling berhubungan. Kenapa? Karena semua unsur dalam MI tersebut penting semua. Bunda Romi menjelaskan, bahwa saat ini orang tua masih berprinsip bahwa kecerdasan seorang anak diukur dari nilai akademisnya. Padahal di era milenial sekarang ini, cerdas itu memiliki makna yang luas.

Untuk melahirkan kecerdasan multitalenta pada anak maka orang tua harus memberikan stimulasi sedini mungkin. Salah satu cara yang dicontohkan oleh Bunda Romi adalah dengan permainan. Ya, bermain adalah aktivitas yang paling disukai oleh anak-anak. Bermain dapat juga dijadikan ajang belajar tanpa paksaan.

Menurut Bunda Romi, bermain harus memenuhi karakteristik sebagai berikut :

    1. Motivasi dari diri sendiri ( instrinsik )

    2. Diwarnai emosi yang positif

    3. Fleksibel, mudah beralih dari satu kegiatan ke kegiatan lain

    4. Menekankan proses daripada hasil

    5. Anak bebas memilih

    6. Memiliki kualitas pura-pura

Bermain juga banyak memberikan manfaat, di antaranya adalah : – melatih kemampuan fisik, sosial-emosi dan berpikir – sarana rekreasi – belajar memahami dan mentaati aturan – bersosialisasi dan bekerjasama dengan orang lain – menjalankan peran orang dewasa – stimulasi kecerdasan majemuk. Kesimpulan yang bisa saya ambil dari pemaparan Bunda Romi, bahwasannya semakin bertambah usia anak maka semakin besar pula kompleksitas permainan. Situasi ini seiring dengan perkembangan kognitif anak yang semakin matang.

Berkenaan dengan permainan, Morinaga memperkenalkan methode untuk mengetahui kecerdasan majemuk. Pada konferensi lalu, peserta bisa mendatangi booth MI PlayPlan. Tapi jangan takut buat orang tua yang tidak bisa hadir dalam acara konferensi tersebut, masih bisa mencobanya di web Morinaga : http://www.morinagamiplayplan.com/ 

Sedangkan untuk informasi produk Morinaga, kita bisa mengunjungi website dan media sosialnya. Yuuk…kita kepoin masih banyak ilmu-ilmu parenting lainnya lhoo.

Website : www.morinagaplatinum.com

Facebook : Morinaga Platinum

Twitter : @MorinagaID

Instagram : @morinagaplatinum

Yutube : Morinaga Platinum.

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Save

Leave a Reply

2 Comments on "Mengenal Kecerdasan Multitalenta Pada Anak Melalui Stimulasi dan Nutrisi"

Notify of
avatar
Sort by:   newest | oldest | most voted
Astin
Guest

hehehe, iya akupun berpikir sama mbak, kecerdasan faktor genetik yang diturunkan oleh orang tuanya. Ternyata kecerdasan bisa distimulasi yaak

wpDiscuz