Menikmati Sate Lilit Bersama Bung Karno di Signatures Restaurant

 

Lima puluh tiga tahun yang lalu…

Kedatangan kami sudah disambut oleh para pejabat Hotel Indonesia—sekarang Hotel Indonesia Kempinski. Jejeran Pasukan Pengawal Presiden juga sudah siap dengan tugasnya masing-masing. Turun dari mobil dinas Sang Presiden langsung mendapat penghormatan. Gagah, bersahaja dan ganteng itulah kesan pertama yang saya tangkap. Saya berjalan di belakang rombongan Presiden, beriringan dengan staff Istana Negara lainnya. Ya, ini adalah kali pertama saya mengikuti acara kepresidenan setelah beberapa bulan menjadi staff Istana Presiden. Siang ini Presiden Soekarno atau biasa dipanggil – Bung Karno hendak menjamu tamu Negara. Dan tempat special yang menjadi ajang jamuan tersebut adalah Signatures Restaurant tepatnya di Lobby Hotel Indonesia Kempinski.

kempinski18
Badge of Signatures Restaurant

Sejak menginjakkan kaki di Jakarta, ini juga pertama kali saya mengunjungi hotel. Itulah sebabnya acara hari ini menjadi moment special bagi saya. Beruntung sekali, baru beberapa bulan bekerja di Istana Negara saya sudah mendapatkan kesempatan istimewa. Apalagi coba kalau bukan menjadi bagian dari acara jamuan makan siang di restaurant termewah di Jakarta. Ah, seperti mimpi saja rasanya.

Seminggu sebelum Bung Karno memutuskan untuk menjamu tamu negaranya di Signature Restaurant, saya diajak oleh staff Istana Negara untuk melakukan survey. Dengan bermodalkan tustel seadanya, saya coba jepret sana jepret sini. Hampir semua angle di restaurant tersebut saya potret, sebagai dokumentasi untuk diserahkan pada Presiden nanti. Selain staff ada juga team keamanan Presiden yang bertugas memeriksa tiap sudut, memastikan bahwa tempat tersebut aman buat Presiden dan tamunya. Maklum suasana politik pada saat itu masih sangat genting, sedikit saja salah pasti terjadi huru hara.

Setelah melalui petugas keamanan hotel dengan pintu detectornya, kami diarahkan untuk menuju Signatures Restaurant. Dari lobby hotel, belok ke kanan maka sampailah diujung koridor menuju Signatures Restaurant. Berjalan menuju restonya terdapat patung Garuda Wisnu Kencana dan payung Bali. Di sisi kiri saya melihat ada miniatur patung pengantin Jawa, dan sebelumnya ada sepeda onthel. Melihat sepeda onthel tersebut timbul hasrat dalam hati untuk berpose di situ. Ah, nanti sajalah pikirku jika tugasku sudah kelar. Di sisi sebelah kanan, masih di lorong yang sama terdapat sepasang ondel-ondel Betawi dan Prasasti Presiden Pertama RI.

kempinski04

Kemudian, beberapa langkah dari lorong tersebut saya dan staff Istana lainnya disambut oleh staff resto berbusana nasional tapi agak modern sedikit. Kamipun memperkenalkan diri dan dengan penuh keramahan staff resto membimbing kami masuk lebih dalam lagi. Setelah memilih tempat, kamipun minta ijin untuk mendokumentasikan semua ruangan di Signatures Restaurant. Alhasil inilah hasil jepretan saya, sungguh sebuah resto yang elegan, mewah dan berkelas, itulah kesan pertama saya.

Signatures Restaurant dibagi menjadi tiga ruangan, indoor, semi indoor dan outdoor. Di dalam ruangan resto terdapat satu meja yang memikat mata saya. Meja bulat tersebut berhiaskan manik-manik yang berjuntai dari atas ke bawah. Kerlipan manik-manik itu memantul mirip pantulan berlian, bening dan gemerlap. Di balik juntaian manik-manik terdapat foto Bung Karno berukuran raksasa diapit oleh para penari Bali. Duhai, Presidenku di manapun berada selalu dikelilingi oleh perempuan cantik nan ayu.

kempinski01

Sebenarnya di sisi sebelah kanan juga terdapat meja yang sama, tapi tidak seunik di sisi kiri. Sedangkan yang saya maksud dengan semi indoor yaitu ruangan dengan pencahayaan maksimal tapi tetap berudara sejuk.

kempinski02

Lalu saya mengarahkan pandangan ke atas plafond yang rasanya juga sangat unik. Pilar-pilar kayu bercat putih dihiasi dengan lampion terbuat dari rotan. Sungguh sebuah sentuhan design interior yang menimbulkan kesan moderat.

kempinski03

Setelah selesai mengeksplor ruangan resto, saya berjalan menuju kursi yang sudah dipilih. Saya memilih untuk menempati ruangan di dalam, persisnya dekat stand aneka jajan pasar atau traditional snack.

Tak lama saya duduk, tiba-tiba datang staff hotel dengan berseragam berbeda dari lainnya. Perempuan ini lalu memperkenalkan diri serta jabatannya. Namanya Mbak Yeni. Setelah berbincang sedikit saya meminta Mbak Yeni untuk memperkenalkan menu yang ada di Signatures Restaurant ini. Dan Mbak Yenipun meluluskan permintaan saya. Berikut video yang saya buat saat Mbak Yeni sedang memperkenalkan menu-menu di Signatures Restaurant.

Setelah selesai mengikuti Mbak Yeni mengeksplor menu-menu, lalu Mbak Yeni mengatakan bahwa Signatures Restaurant, Hotel Indonesia Kempinski sedang mengadakan event. Eventnya adalah selama lima minggu berturut-turut akan menyajikan menu asli dari Pulau-pulau di Indonesia. Minggu pertama Pulau Sumatera, Jawa, Bali – Lombok, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku.

Apa yang dikatakan Mbak Yeni menjadi bahan masukan saya untuk selanjutnya dilaporkan pada Presiden. Jika dilihat dari jadwal acara jamuan makan siang, kemungkinan besar Presiden dan tamu negaranya akan datang bertepatan dengan sajian kuliner dari Pulau Bali – Lombok.

“Waaah… Presiden pasti seneng banget dengan event ini,”kataku sumringah.

“Terimakasih ya Mbak, atas informasinya.

“Segera saya akan infokan kepada Presiden,”ujarku semangat.

kempinski1

Setelah semua tugas selesai, kami harus bergegas kembali ke Istana Negara untuk menyusun laporan dan selanjutnya dilaporkan pada Presiden. Sampai akhirnya tibalah waktu yang ditentukan, jamuan makan siang di Signatures Restaurant.

Seperti yang sudah diinfokan sebelumnya, pada acara jamuan makan siang ini, bertepatan dengan jadwal event menu dari Pulau Bali – Lombok. Dari laporan yang saya ajukan pada Presiden, beliau memilih tempat di meja bundar dengan hiasan manik-manik yang berjuntai. Senang rasanya Presiden memilih meja yang saya rekomendasikan.

Setelah semua duduk di tempatnya masing-masing, prosesi makan pun dimulai. Kemudian staff hotel menawarkan Appetizer berupa Traditional Snack seperti Combro, Gandasari, Ketan Srikaya dan masih banyak lagi. Melalui Sang Ajudan akhirnya Presiden memilih Bubur Kacang Hijau dan Pisang Rai.

kempinski7
Aneka jajan pasar ( traditional snack )

Pisang Rai merupakan Appetizer Traditional Snack khas Bali. Pisang berbalut tepung bertabur kelapa ini memiliki cita rasa istimewa karena siraman gula merah cairnya – biasa disebut kinca. Rasa pisangnya pulen dan legit disertai gurihnya kelapa. Di Bali sana kudapan ini sering dinikmati bersama teh hangat atau kopi Bali tanpa gula. Kebanyakan pisang yang digunakan adalah jenis pisang kepok. Selain ukurannya tidak besar, pisang kepok juga memiliki rasa manis lebih dari pisang lainnya. Bila ingin lebih nikmat, kinca bisa ditambah dengan buah durian atau irisan buah nangka matang. Kesemua ini didasari bahwa kedua buah tersebut mengandung aroma yang wangi.

pisang rai
Pisang Rai, Traditional Snack Bali ( gbr. dr sini )

Sejenak saya melirik Presiden yang sedang menikmati Pisang Rai sambil berbincang dengan tamunya. Sesekali terdengar suara barito Presiden dalam logat Belanda. Namun lebih sering terdengar dalam bahasa Inggris, maklum sang tamu memang seorang Pemimpin dari Negara Amerika.

Jamuan berikutnya Main Course, makanan utama yang disajikan tentu saja Sate Lilit Bali dan Ayam Taliwang Lombok. Berdasarkan info yang saya dapatkan dari Mbak Yeni, Signatures Restaurant mendatangkan Cheff khusus untuk membuat Sate Lilit. Dengan didampingi staff ahli gizi Istana, Cheff Ketut #Baliness #Bali membuat Sate Lilit dengan seksama. Maklum hidangan yang disajikan memang harus mendapat pengawasan ketat, semua ini dimaksudkan demi menjaga kesehatan dan keamanan Presiden beserta tamunya.

balilombok
Main course Bali : Ayam suwir, sate lilit, sambal matah…

Sayang sekali karena saya hadir dalam acara kenegaraan, saya tidak bisa leluasa berfoto dengan Cheff Ketut #Baliness #Bali. Mudah-mudahan saja dilain kesempatan saya bisa…

Sate Lilit hasil olahan Cheff Ketut #Balinesse #Bali memang istimewa, sate khas Bali ini bukan seperti sate pada umumnya. Bahan dasarnya adalah ikan yang dihaluskan, diberi bumbu-bumbu lalu dililitkan pada batang sereh atau serai. Nah, inilah yang menjadikan Sate Lilit Bali semakin menjadi istimewa. Setelah dibakar aroma serehnya keluar, menyerap ke dalam adonan ikan, membuat sate semakin sedap. Gurih. Empuk.

sate-lilit-hotel
Sate Lilit ( gambar pinjam dari sini )

Sebagai pelengkap Sate Lilit biasanya disajikan dengan sambal matah, itu loh cabe yang diiris tipis dicampur dengan bawang merah. Lalu diberi perasan jeruk nipis, gula dan sedikit garam. Setelah itu disiram dengan minyak goreng panas. Sate Lilit dengan sambal matah adalah sahabat yang tak bisa terpisahkan.

Untuk menu Dessert Presiden memilih Ice Cream. Berhubung meja saya agak berjauhan dengan Presiden, saya tidak tahu Ice Cream apa yang dipilih Presiden. Satu jam lebih tiga puluh menit, acara jamuan makan siang selesai. Kami segenap staff Istana Negara beserta Presiden dan jajarannya meninggalkan Signatures Restaurant dengan hati senang. Terlebih lagi saya, karena ini kali pertama saya ikut dalam jamuan kenegaraan, di restaurant yang Luxury lagi. Sungguh saya tidak akan pernah lupa dengan semua moment ini.

kempinski17
Show case Ice Cream beserta toppingnya

“Mbak Ety, ini Juice Strawberrynya,”terdengar suara Mbak Yeni. Membuyarkan lamunanku.

“Oh…eh… hmmm, iya terimakasih Mbak,”ujarku kikuk.

“Silakan Mbak, dicicipi hidangan kami.

“Kami siap membantu untuk pemilihan menunya,”tawar Mbak Yeni lagi.

kempinski14
Strawberry juice Signature Restaurant

Tak lama kemudian saya bangkit dari kursi dan siap mencicipi hidangan di Signatures Restaurant. Sambil berjalan di antara lorong-lorong hidangan, saya masih tersenyum sendiri. Ternyata saya hanya berangan-angan dalam kurun waktu 53 tahun silam.

| Ah…seandainya semua itu menjadi nyata saya akan lebih bahagia…

Leave a Reply

6 Comments on "Menikmati Sate Lilit Bersama Bung Karno di Signatures Restaurant"

Notify of
avatar
Sort by:   newest | oldest | most voted
Hidayah Sulistyowati
Guest

Aiih, napa saya ikut ngelamun juga ya mbak, terbayang wajah menawan sang presiden. Tapi terpesona juga dengan tampilan jamuan restonya yang elegan tapi tetep yummy 😀

cputriarty
Guest

aduuuh jadi pengin nyoba sate lilitnya yang maknyuussss juga

Emi AFrilia
Guest

Suka banget dengan gaya penulisan mak Ety. Review restoran dengan dialog imajiner dengan bung Karno.
Wajar aja presiden pertama kita suka, soalnya dari penampakannya aja makanannya eunak-eunak. Suasana juga nyaman dan bercita rasa seni yang tinggi

wpDiscuz