Artikel Umum

Nassa School Mendidik Anak Agar Lebih Berkarakter

Kamis, 19 Desember saya menempuh perjalanan hampir 20 km dari tempat tinggal saya di Pondok Pinang. Dalam perjalanan saya terus bertanya-tanya soal tempat yang akan saya datangi ini. Emang sih dari namanya tentu saja itu sebuah sekolahan. Tapi sekolah seperti apa kah itu? Sebelum berangkat saya memang sempet googling untuk cari tahu. Namun begitu tetep aja nggak bisa membayar rasa penasaran. Akhirnya saya pendam rasa penasaran itu hingga sampailah di tempat tujuan.

Sekolah nampak sepi, karena memang sebentar lagi anak-anak memasuki libur sekolah. Setelah tanya dengan salah seorang security saya diarahkan untuk menuju ke kantin. Nggak berapa lama, sang pengundang yaitu Ka Erza datang. Dia memberikan sedikit info tentang Nassa School. Karena selanjutnya saya akan berbincang langsung dengan Kepala Marketing Community.

Sejarah Nassa School

Saya tidak menyangka ada sebuah sekolah yang dikembangkan dengan penuh dedikasi nun jauh di sana. Sekolah yang berlokasi di Jl. Bojong Nangka II No. 38 Jatirahayu Kota Bekasi itu memang nampak beda dengan sekolah lainnya. Memasuki gerbang utama sekolah, sudah nampak lapangan basket merangkap futsal. Melangkah maju di sisi kiri ada aula tempat digelarnya beragam acara. Di sebelah aula terdapat kantin yang sudah mengadaptasi Eco Green. Pada tahun 1984, seorang praktisi pendidikan Ibu Zulvia Susilawati founder Nassa School, mendirikan Taman Kanak-kanan ( TK ) dan Sekolah Dasar ( SD ). Perjalanan sekolah terus berkembang hingga bertambah jenjangnya pada tingkat Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) dan Sekolah Menengah Umum ( SMU ).

Adapun visi yang dikedepankan oleh Nassa School yaitu menghasilkan manusia global yang tanggap, tegar, beriman, cerdas serta manusiawi disesuaikan dengan waktu, kebutuhan dan zamannya. Nassa sendiri merupakan singkatan dari Nasional Satu, memiliki arti yang luas jangkauannya secara Nasional. Seperti yang dituturkan oleh Bapak Suparno, selaku Marketing Communication, sejak awal berdiri Nassa School memang mempunyai konsep berbeda dari sekolah lain.

5 Kelebihan Yang Dimiliki Nassa School

Akademik Unggul, siapapun pasti setuju kalau pendidikan itu penting. Oleh karenanya para ahli yang berkompeten dalam bidangnya selalu mencari teknik baru agar pendidikan dapat diterima oleh siapa saja. Beragam metode, kurikulum atau apapun namanya selalu dipersiapkan untuk diterapkan pada anak didik. Semua ingin bahwa pendidikan dapat dijangkau dan diterima oleh anak-anak. Berangkat dari hal itulah Nassa School berupaya membantu anak mencapai kualitas akademik yang unggul, berkembang secara maksimal dan keterampilan sehingga dapat berperan penting dalam kehidupannya kelak.

Untuk mewujudkan hal tersebut Nassa School lebih mementingkan pendidikan berkarakter. Nassa School melanjutkan pendidikan karakter yang sudah terbentuk dari rumah. Dengan begitu si anak tidak terputus dalam pendidikan karakternya. Nassa School memahami bahwa pendidikan karakter dapat membentuk pribadi yang sempurna secara terus menerus kelak hingga anak dewasa. Salah satu kegiatan agar anak lebih menonjol dalam akademis yaitu memberi kesempatan pada anak untuk mengikuti lomba-lomba baik di tingkat Nasional maupun International. Karena walau bagaimanapun, mengikuti sebuah kompetisi itu penting. Anak atau guru bisa tahu sampai di mana keberhasilan belajarnya. Namun begitu perlu ditekankan juga pada anak, bahwa lomba bukan untuk mencapai hal yang negatif tapi harus bisa diambil sisi positifnya. Bagaimana jika anak menang atau sebaliknya bagaimana jika anak mengalami kekalahan.

Nilai-nilai Keislaman, Nassa School adalah sekolah yang multikultural artinya bukan sekolah berbasis agama ataupun ketrampilan tertentu. Tapi bagi siswa yang beragama Islam, Nassa School menekankan pendidikan dalam hal agama. Aktivitas keagamaan seperti rutin sholat wajib dan sunnah dijalankan dengan tertib. Bukan itu saja, siswa beragam Islam juga ditekankan untuk bisa menghapal Al-qur’an dengan baik. Bu Wiwih yang membawahi bidang mentoring menjelaskan, anak diajarkan cara berwudhu dengan benar. Selain itu, karakter keseharian anak juga diajarkan secara detail. Misalnya saja, cara makan, berjalan, bergaul dengan teman dan sopan santun. Bukankah semua pelajaran karakter itu menjadi hal paling dasar kelak ketika mereka dewasa? Kemarin waktu saya berkunjung kesana, saya melihat sendiri para siswa terlihat sopan santunnya pada setiap tamu.

Eco Attitude, jadi waktu saya ke sana Nassa School sedang menggelar acara Open Fair 2019. Acara yang baru pertama kali digelar itu dimaksudkan untuk memperkenalkan ekstrakurikuler dan kurikulum di sekolah. Perkenalan ekskulnya sendiri dilakukan oleh siswa dengan membuka stand. Tiap siswa yang memang sudah ikut dalam ekskul menjelaskan pada setiap pengunjung. Setelah berkeliling dan mendatangi tiap stand, saya tertarik pada stand yang berada paling ujung. Stand tersebut memamerkan hasil dari daur ulang sampah. Kemudian saya bertanya pada siswa yang berjaga di stand tersebut. Adalah Fadil dan Gading, menjelaskan pada saya soal alur sampah yang ada di lingkungan sekolah.

Ternyata sampah yang berada di lingkungan sekolah harus dibuang pada tempat sampah yang sudah disediakan. Uniknya, kalau selama ini kita hanya mengenal dua jenis tempat sampah dengan dua warna, maka di Nassa School tempat sampahnya memiliki empat warna. Maksudnya adalah sampah-sampah tersebut dibuang berdasarkan warna tempat sampahnya. Tujuannya tentu saja agar sampah-sampah tersebut sudah tidak usah dipilah-pilah lagi.

Menurut saya, ini sebuah pemikiran yang brilian dan patut diapresiasi. Makanya tak heran jika beberapa waktu lalu Nassa School berhasil menyabet gelar Adiwiyata Nasional dari Kementrian Lingkungan Hidup untuk kategori sekolah paling bersih. Berkat penanaman rasa cinta terhadap lingkungan sedari kecil, maka anak terbiasa bersikap tanggung jawab. Contoh kecilnya saja ya soal sampah itu tadi, saya juga menyaksikan sendiri betapa bersihnya lingkungan di Nassa School ini.

Musik dan Seni, mengajarkan musik dan seni pada siswa menjadi prioritas di Nassa School. Bukan tanpa alasan, mengingat banyak sekali manfaatnya ketika anak belajar musik dan seni. Beberapa di antaranya adalah, meningkatkan konsentrasi belajar, mengembangkan daya kreativitas, belajar mengekspresikan diri serta membangun kerjasama dan tanggung jawab. Terbukti beberapa anak yang menyukai musik dan seni lebih mudah untuk diarahkan. Selain menjadi salah satu ekskul musik dan seni juga diajarkan pada semua siswa. Pada saat Open Fair saya mendatangi stand ekskul seni drama dan film. Dua orang siswa menjelaskan pada saya, bahwa mereka sering menjuarai lomba drama dan film. Bahkan ada yang sampai mendapat lima piala sekaligus. Ini salah satu bukti keseriusan Nassa School dalam mengajarkan musik dan seni pada siswanya.

Angklung

Inklusi, inilah program yang paling membedakan Nassa School dengan sekolah-sekolah lainnya yaitu program inklusi. Program inklusi yang ditawarkan didukung pula oleh terapi-terapi yang diperlukan bagi anak istimewa. Program inklusi diadakan karena Nassa School beranggapan bahwa sekolah merupakan miniatur kehidupan bermasyarakat. Yang mana kehidupan dalam masyarakat terdiri dari beraneka macam manusia dan perilakunya. Begitupula dengan kindisi fisik, Ada yang terlahir sempurna dan ada pula yang tidak. Menyikapi hal itu Nassa School berupaya untuk memberikan kesempatan kepada “anak istimewa” mendapatkan pendidikan yang zama dengan anak lainnya.

Lantas bagaimana pelaksanaannya? Bu Wiwih menjelaskan bahwa tiap kelas akan diisi oleh dua orang anak inklusi. Dari situ guru akan memantau bagaimana hubungan antara anak istimewa dengan anak lainnya. Bukan hanya hubungan sosial saja materi pelajaran yang diberikan juga tidak dibedakan. Begitupula dengan kesempatan-kesempatam lainnya. Saya terkagum-kagum dengan program inklusi ini dan baru ada program seperti ini di Nassa School. Biasanya, anak inklusi bersekolah di sekolah khusus. Masih menurut Bu Wiwih, untuk apa anak inklusi disekolahkan di sekolah khusus, kalau pada akhirnya mereka akan bersosialisasi dengan orang kebanyakan. Bukankah lebih baik jika sejak anak-anak mereka dibiasakan untuk beradaptasi?

Program Outdoor Learning, LPP ( Learning Process Performance ) merupakan salah satu kegiatan akhir. Program ini melibatkan orang tua dalam proses penilaian hasil belajar siswa. Kegiatan ini sebagai agenda tahunan yang biasa dilaksanakan di Nassa Valey. Menyangkut kurikulum, Nassa School mengadaptasi empat kurikulum sekaligus, yaitu : Kemendikbud, Binus Center, Cambridge dan Musrif.

Simple dan konsisten

2
Leave a Reply

avatar
1 Comment threads
1 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
2 Comment authors
etybudiharjoKesih latief Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Kesih latief
Guest

Sekolah yang bagus ya mba Ety, tak hany nilai akademik ny saja ttpi pendidikan karakter mmg bagus dan penting umtuk masa depan anak.