Artikel Umum

Pahami Penyebab Kegagalan Resolusi Tahunan

“Pokoknya resolusi tahun depan harus lebih baik dibanding tahun ini !!”

Pernyataan itu sudah pasti dimunculkan di penghujung akhir tahun bagi setiap masyarakat di dunia. Kamu mungkin juga mengalaminya. Beragam target dan strategi resolusi tahun baru dibuat untuk merubah kehidupan lebih baik dari tahun sebelumnya. Namun, terdapat pertanyaan penting, sesukses apa pencapaian resolusi kamu selama ini?

Bagi kamu yang sukses mencapai sejumlah resolusi mungkin tidak menjadi masalah, namun bagaimana jika ada yang gagal dalam mencapai resolusi yang ditentukan?

Jika kamu merupakan golongan ini, ada beberapa faktor yang menyebabkan resolusi yang dirancang tidak berjalan lancar. Hal ini tentu perlu diketahui dan dipahami, agar ke depannya hambatan-hambatan dari faktor tersebut dapat dihilangkan atau setidaknya diminimalisasikan. Sekiranya ada 8 penyebab kenapa resolusi tahunan menjadi gagal, berikut di antaranya:

Terlalu Berlebihan

Target atau ekspektasi yang berlebihan tentu merupakan cikal-bakal penyebab terbesar dalam tidak terwujudnya resolusi tahunan. Tidak salah jika menargetkan sesuatu yang besar agar kita berusaha mencapainya, namun pikirkan secara realistis juga langkah apa yang harus kita lakukan untuk sebisa mungkin mencapai target.

Banyak orang yang semangat hanya pada awal-awal tahun dalam mengejar targetnya hingga energi terkuras, setelah itu langsung mengendor di pertengahan tahun atau akhir tahun. Resolusi pada akhir tahun pun terabaikan.

Bentuk Resolusi Tidak Jelas

Penyebab terbesar kegagalan resolusi yang sama seperti target yang berlebihan yakni hal-hal yang menjadi resolusi kamu memiliki bentuk yang tidak jelas aka absurd. Tidak jelas bentuknya dalam hal ini yaitu tidak spesifiknya target, tidak ada batasan waktu pencapaian, atau langkah-langkah spesifik dalam mencapai target.

Menyangkal Kesalahan

Semua kegagalan atau ketidak tercapaian resolusi disebabkan oleh kamu sendiri. Jangan sekali-kali menyalahkan orang lain di dalam kegagalan resolusi. Melalui pengakuan kesalahan pribadi, ada indikasi kamu akan melakukan perubahan dan mencari solusi dari permasalahan yang dialami sebelumnya.

Tidak Belajar dari Pengalaman

Banyak dari kita yang tidak belajar baik dari kegagalan ataupun kesuksesan pada pencapaian resolusi. Mungkin salah satu dari kamu ada yang merasa desperate tidak mencapai resolusi tahun sebelumnya, lalu menggantinya resolusinya pada tahun depan. Padahal, jika kamu telah berada dalam proses mencapai target itu pada tahun sebelumnya, kamu berada beberapa langkah dari target resolusi baru yang berbeda. Melalui pembelajaran, kamu justru akan mencari solusi untuk menanggulangi kekurangan atau hambatan yang telah diketahui sebelumnya.

Tidak hanya kegagalan, kesuksesan yang dipelajari kembali memiliki manfaat untuk meningkatkan takaran target, apakah dari sisi kecepatan pengerjaan atau besaran target yang ditentukan.

Tidak Instan

Tidak semua resolusi dapat diselesaikan secara instan, ada resolusi-resolusi yang memerlukan banyak tahap dalam pencapaiannya. Beberapa contoh yaitu mulai dari mengganti gaya hidup, mempelajari sesuatu, atau membeli barang-barang dengan nominal besar seperti membeli rumah dijual, apartemen, atau kendaraan.

Rencanakan resolusi yang berjenjang, tahapan-tahapan yang perlu  dilampaui sebelum mewujudkan resolusi tersebut.

Tidak Ditulis

Meskipun terkesan kuno, menuliskan resolusi merupakan metode yang baik dalam hal membantu mengingatkan bila di masa mendatang kita lalai dari target yang ingin dibuat. Kamu dapat menuliskannya secara jelas dan menempatkan di kamar atau tempat-tempat yang mudah terlihat.

Perlu Dukungan Orang Lain

Jika kamu sering tidak mencapai target resolusi seorang diri, tidak ada salahnya mencari dukungan dari orang-orang terdekat. Biasanya, dorongan dari orang-orang terdekat yang bisa di percaya akan lebih didengar dibanding mengikuti keinginan sendiri.

Minim Motivasi

Dalam rancangan resolusi yang kamu bikin, sisipkan juga beberapa hal menyenangkan yang dapat mendukung beberapa resolusi. Sebisa mungkin, kamu jangan terlalu larut dalam rutinitas sehari-hari, agar membuka peluang kepada aktivitas yang dapat memotivasi pelaksanaan resolusi yang sudah  ditargetkan.

Simple dan konsisten

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of