Artikel Umum

Penerimaan CPNS 2018 Indonesia Menggunakan Sistem CAT BKN

Bulan Oktober lalu, perhelatan penerimaan CPNS baru saja usai. Dan ternyata tahun 2018 ini menjadi tahun terbanyak penerimaan CPNS. Berdasarkan data yang dirilis oleh Pusat Data SSCN BKN mencatat bahwa akun pelamar CPNS 2018 mencapai 4.436.694. Angka yang cukup fantastis tersebut telah membuktikan bahwa menjadi PNS itu masih dianggap primadona. Terbukti bahwa banyaknya pelamar yang mencapai dua kali lipat dari  tahun lalu. Bahkan beberapa meme netizen mengatakan bahwa syarat untuk melamar seorang gadis adalah dengan menjadi PNS. Artinya PNS lebih besar kesempatan diterima sebagai menantu ketimbang non PNS. Hehehe…ada-ada saja ya guyonan ala netizen.

Setelah acara penerimaan CPNS itu selesai, BKN ( Badan Koordinasi Negara ) sebagai penyelenggara menemukan beberapa kesalahan para pendaftar. Nyaris sebagian besar para pendaftar gagal masuk dalam daftar pendaftar. Hal ini dikarenakan mereka salah memasukkan data diri, di mana data diri menjadi seleksi tahap awal. Jika pendaftar sudah lolos pada tahap seleksi berkas baru kemudian akan diseleksi kedua.

Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan mengatakan, terdapat tiga persoalan yang sering dikeluhkan pendaftar di helpdesk yang disediakan oleh BKN. Adapun ketiga persoalan tersebut adalah :

 1. Masalah kependudukan. Contohnya yaitu  seperti NIK dan KK yang tidak sesuai. Padahal sejak  awal sudah disampaikan  agar hal-hal yang tidak beres seperti itu diselesaikan dulu.

2. Kesalahan kecil seperti salah memilih jenis kelamin, tanggal lahir di ijazah sampai menghitung umur.

3. Sering kurang nyambung jadi banak pertanyaan yang diulang-ulang.

Apa yang disampaikan oleh Mohammad Ridwan merupakan kesalahan teknis secara intern. Sebenarnya masih ada kekurangan yang lebih dari itu yaitu praktek per-calo-an. Bukankah hal tersebut seperti mendarah daging di negri ini? Yup, pelaksanaan penerimaan CPNS kerap kali menjadi ajang sebagai lahan bisnis per-calo-an. Di mana para pelamar diharuskan membayar sejumlah uang dengan dalih pasti diterima sebagai PNS.

Nah, untuk mengatasi hal itu Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( PANRB ) menetapkan Keputusan Menteri PANRB Nomor : 637 Tahun 2018, tentang Penetapan Instansi yang menggunakan Sistem Computer Assisted Test ( CAT ) BKN dalam Pelaksanaan Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil. Gampangnya sih seperti ujian berbasis komputer yang telah dilaksanakan oleh siswa-siswa SMP dan SMU.

Secara pelaksanaannya begini, setelah  peserta yang lolos persyaratan administrasi akan menghadapi seleksi lewat bantuan komputer (CAT). Dengan begitu, dalam beberapa hari terakhir akan beredar kisi-kisi dan contoh soal CPNS yang tersedia di laman internet. Dokumen yang membahas bermacam topik ini dapat diakses lewat Google Drive.

Nanti jika sudah hari pelaksanaan ujian, soal baru dari Kemendikbud  diacak menjadi 100 soal untuk dikerjakan peserta. Puluhan ribu soal yang disediakan tersebut untuk tes Seleksi Kompetensi Dasar ( SKD ) dan Seleksi Kompetensi Bidang ( SKB ). Keduanya memiliki persediaan puluhan ribu soal.

Ridwan memastikan, para peserta tidak akan dapat menyontek saat melakukan tes. Sebab, peserta lain yang duduk di sebelahnya juga harus menghadapi soal yang berbeda dari puluhan ribu pertanyaan yang dipersiapkan. Pihak kepolisian juga dilibatkan untuk menjaga proses seleksi CPNS 2018 dari aksi para calo, serta melindungi sistem dari serangan hacker jahat.

Lebih jauh lagi, ternyata sistem Test CAT BKN ini telah dinobatkan oleh Bank Dunia sebagai produk unggul lho. Kabar yang dirilis oleh World Bank pada Oktober 2018 lalu itu tertuang dalam Global Report Public Sector Performance. Waaah…sebagai masyarakat Indonesia, kita harus bangga lho atas prestasi ini. Adapun bentuk apresiasinya  dalam kategori Civil Service Management yang berhasil mereformasi kualitas sistem rekrutmen CPNS di Indonesia

Perwakilan World Bank Indonesia, Edwin Ariadharma menyampaikan terpilihnya CAT BKN mewakili Indonesia karena keberhasilan CAT dalam menghadirkan kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen CPNS yang berjalan secara transparan, adil, dan akuntabel.

Menurutnya, sistem CAT berkontribusi terhadap penjaringan SDM CPNS yang memang lolos karena kualitas kompetensi individunya, dan otomatis berdampak pada penguatan kapasitas Aparatur Sipil Negara ( ASN ) ke depan. Saya sendiri senang mendengar soal ini, maklum selama puluhan tahun negri ini memiliki PNS yang kerjanya asal-asalan. Datang ke kantor telat, istirahat mengulur waktu dan pulang sebelum jam pulang. Kebiasaan yang buruk ini memang sudah harus dibuang jauh-jauh, atau kalau mungkin dilenyapkan dari bumi pertiwi.

Masyarakat sangat merindukan PNS yang kredible, melayani dengan baik dan menggunakan waktu seefisien mungkin. Bayangan akan tatanan PNS yang memiliki disiplin serta tanggung jawab pekerjaan tinggi sudah mulai kelihatan.

Selanjutnya dikatakan CAT BKN oleh World Bank sebagai produk layanan publik Indonesia karena dinilai sudah memenuhi unsur Improving Public Sector Performance.

Secara detail dalam Global Report tersebut (halaman 85) dijelaskan bahwa sistem rekrutmen melalui CAT berhasil mereformasi kualitas rekrutmen CPNS di Indonesia yang memenuhi empat unsur utama sebagai produk inovasi di sektor publik, yaitu:

1. Aspek political leadership, diawali dengan inisiasi Kepala BKN pada tahun 2010 dalam pengawasan terhadap proses rekrutmen CPNS, hingga pada tahun 2014 Wakil Presiden menetapkan penggunaan CAT BKN dalam sistem rekrutmen CPNS diberlakukan bagi seluruh Instansi Pemerintah Pusat (Political leadership was essential to overcome the opposition of line ministries and agencies to adopt the new system and accept the results);

2. Aspek Teknologi, BKN melakukan pemanfaatan dan pengembangan teknologi secara mandiri untuk mereformasi sistem rekrutmen dan melakukan kolaborasi dengan instansi pemerintah terkait (khususnya di bidang teknologi dan cyber security);

3. Aspek Transparansi, rekrutmen CPNS dengan CAT berhasil menciptakan sistem yang transparan dan akuntabel karena hasilnya bisa dipantau masyarakat secara langsung (real time);

4. Aspek Kapasitas Institusi, BKN secara konsisten memastikan kesiapan sistem CAT baik dari sisi infrastruktur dan skema mekanisme tes sebelum diaktualisasikan secara nasional dalam proses rekrutmen CPNS di Indonesia.

Sebagai informasi, World Bank Global Report 2018 membagi Improving Public Sector Performance ke dalam lima kategori, yakni: Driving Results from the Center of Government; Civil Service Management; Innovations in Managing Public Money; New Approaches to Last-Mile Service Delivery; dan Innovations in Delivering Justice Services.

Semoga saja penerapan sistem CAT BKN pada penerimaan CPNS 2018 ini bisa mewujudkan Pegawai Negri Sipli yang memiliki dedikasi dan etos kerja tinggi. Dengan begitu negri ini akan melaju terus mengingat di depannya banyak pembangunan yang sedang dikerjakan. Semuanya akan menjadi sinergi positif bagi pembangunan dan tentunya akan segera merata ke seluruh penjuru Nusantara.

 

Simple dan konsisten

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of