Pengalaman Bukber di Terraza Lounge Darmawangsa, Hotel 101 Darmawangsa Jakarta

Setelah melalui rembugan di WAG, kami memutuskan untuk buka puasa bersama di hotel aja. Lalu dipilih hotel yang sudah recommended makanannya. Meskipun beberapa teman tinggal di daerah Jakarta Timur, mereka tidak keberatan dengan pilihan tempatnya. Kata Yeni–salah seorang dari kami bilang yang penting bisa kumpul dan silaturahim. Saya seneng karena mereka tidak keberatan kalau buka bareng di wilayah Jakarta Selatan.

Pilihannya Terraza Lounge Resto, karena harganya cukup terjangkau dengan menu Nusantara. Menu buka puasa di Terraza Lounge ada  lontong sayur, opor telor, tahu tempe bacem dan gudeg. Sedangkan menu prasmanannya ada beef curry, ikan garam, capcai dan mie goreng. Masih ada lagi menu yang di gubuk atau pojok seperti martabak manis dan telor, soto mie bogor.

Menu buka saya

Untuk dessertnya ada aneka cake slice, kue kering, bubur ketan hitam, es campur dan kolak serta kurma. Tersedia juga aneka gorengan seperti piscok, tahu isi, bakwan dan tempe goreng tepung. Untuk minumannya, ada teh poci, kopi, coklat dan aneka jus serta lemon tea. Buah potong dan asinan buah menjadi ciri khas dari Terraza Lounge.

Piscok
Asinan kedondong

Terraza Lounge sendiri berada satu atap dengan Hotel 101 Sedayu Darmawangsa, Jakarta. Ramadhan kali ini, Terraza Lounge mengusung konsep Pasar Senggol. Hmmm…maksudnya apa saya juga nggak tahu. Tapi yang pasti semua tertata apik dan rapih. Buat saya sih, Terazza Lounge bisa menjadi tempat buka puasa di Jakarta  favorit.

Pojok aneka minuman

Pukul lima sore lebih sepuluh menit, saya berangkat dengan taksi online. Perkiraan lama perjalanan sekitar 30 menit. Jadi masih ada waktu buat ngobrol dengan teman-teman. Ternyata, sampai di resto teman-teman belum ada yang datang. Tapi alhamdulilah pas adzan Maghrib berkumandang mereka semua sudah datang.

Ya, kali ini saya punya jadwal buka bareng dengan teman-teman masa kecil dulu. Meskipun kami sama-sama tinggal di Jakarta tapi kami jarang berkumpul. Kami hanya saling sapa lewat WAG saja. Makanya setiap bulan puasa, kami niatkan sekuat hati untuk buka bareng. Menu makanan atau tempat nggak jadi masalah bagi kami yang penting bisa ngumpul.

Nah, Ramadhan tahun ini kami memilih buka bareng di resto hotel. Dan ini merupakan pengalaman pertama kami buka bareng di resto hotel. Karena pada tahun  sebelumnya selalu di rumah salah satu dari kami.

Ada beberapa alasan mengapa kami memutuskan untuk buka bareng di resto hotel, antara lain yaitu :

  1. Tidak harus ngantri lama untuk dapet tempat duduk. Pengalaman saya kalau buka puasa di restoran dinning yang ada di mall-mall selalu penuh menjelang buka puasa. Kalau di resto hotel sih nggak begitu karena kita sudah pesan tempat duduk sebelumnya.

  2. Nggak crowded, maksudnya nggak banyak orang lalu lalang. Beda banget kalau buka di resto dinning. Meskipun sudah dapet tempat duduk, kita masih terganggu oleh orang yang seliweran. Belom lagi orang yang juga mau makan, bahkan makan belom selesai aja sudah ditungguin. Saya sih jadi merasa nggak enak aja gituh.

  3. Menunya teratur, dalam hal menu juga begitu semua teratur mulai dari makanan pembuka, makanan utama sampai penutup semua ada. Kita bisa menyesuaikan mana yang akan lebih dulu di makan. Jauh berbeda kalau makan di resto non hotel.

  4. Yang terakhir soal tempat sholat. Pasti semua pernah merasakan susahnya mau sholat Maghrib kalau buka puasanya di mall. Mau sholat harus ngantri juga, apalagi kalau nggak bawa mukena sendiri. Duh, pasti akan lebih lama lagi terus kalau lagi sholat dah ditungguin sama orang yang mau pake mukena. Terus terang aja, saya sih paling nggak bisa sholat dikejar-kejar apalagi mukenanya ditungguin segala. Jauh beda kalau buka barengnya di resto hotel, selain tempatnya bersih, nggak ngantri dan sholat nggak buru-buru.

Ke empat alasan di atas bener-bener kami rasakan waktu buka puasa kemarin. Kami bisa buka dengan santai, sambil ngobrol tentang pekembangan anak-anak. Selain itu kami nggak khawatir dengan keberadaan anak-anak. Mereka juga keliatannya senang banget, setelah  makan mereka masih bisa becanda atau bermain di lingkungan hotel. Mereka bisa bebas memilih makanan yang mereka sukai. Kami nggak usah lagi ketakutan anak hilang bahkan bisa bikin buka jadi nggak tenang.

Kika : Yana, Yeni, Yanti dan aku ( minus Lina, Leni dan Dewi )

Nah, ada lagi nih yang bikin hepi biasanya dilakukan setelah acara makan berakhir. Apalagi kalau bukan poto-poto bareng alias selfie dan welfie. Beberapa waktu lalu, waktu saya buka di dinning resto boro-boro bisa poto-poto. Mau poto dengan background restonya aja susah, sebentar-sebentar ada orang lewat. Sedangkan waktu buka bareng di hotel kami malah asyik poto-poto. Selain bebas nggak banyak orang, banyak spot-spot cantiknya juga. Nggak percaya? Lihat aja nih hasil poto-poto kami…

Pokoknya pengalaman pertama kami buka puasa di resto hotel sangat memuaskan. Semoga jika kelak kami dipertemukan kembali pada Ramadhan tahun depan, kami akan kembali buka bareng di resto hotel. Sepertinya nggak kapok deh dengan konsep iftar—sebutan yang lagi ngetrend di resto hotel. Insha Allah…

Akhir kata, meskipun lebaran masih dua hari lagi saya ingin mengucapkan :

Minal Aidzin wal faidzin. Taqoballahu minna wa minkum Taqoballahu ya karim. Mohon maaf lahir dan bathin.

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of