Sepucuk Surat, Hadiah Ultah Buat Polantas

Kepada :
Mbak dan Mas Polantas

Saya Ibu Rumah Tangga yang sudah empat puluh tahun lebih tinggal di Ibu Kota Jakarta. Dengan begitu saya tahu persis lika liku dan perubahan Kota Jakarta, tanpa kecuali. Begitu pula dengan kondisi jalan di Jakarta, semua sudah jauh berubah. Setahu saya, awal mulanya kemacetan itu terjadi sekitar 10 sampai 15 tahun belakangan.

demo guru
Demo selalu bikin macet, cara mengatasinya : atur pendemo untuk tidak menghalangi jalannya transportasi…

Adapun yang menjadi tolok ukur saya yaitu waktu tempuh. Dulu waktu tempuh untuk jarak 15 kilometer saja hanya butuh waktu kurang dari 30 menit, tapi sekarang lebih dari satu jam. Saya tahu bahwa disiplin di jalan adalah salah satu kunci mengatasi macet. Namun kita juga tidak bisa memaksakan masyarakat yang heterogen untuk berbuat sebagaimana kita inginkan. Satu-satunya jalan adalah dengan mengawasi kedisiplinan. Saya kira inilah tantangan Polantas, untuk bisa memberikan contoh tentang menegakkan disiplin di jalan raya.

mampang
Roda dua selalu berada di jalur Busway, tegur tapi jangan pake marah…

Sayangnya hal itu belum sepenuhnya dilakukan oleh Mbak dan Mas Polantas. Buktinya saja sampai sekarang saya masih melihat di Jalan Ciputat Raya, Pondok Pinang, banyak pengendara motor yang melawan arus. Coba seandainya saja Mbak dan Mas Polantas mau sedikit saja bekerja keras kemungkinan hal ini tidak akan terjadi. Ini hanya salah satu bahwa Mbak dan Mas agak sedikit kendor terhadap pengendara di jalan tersebut. Wahhh…kalau salah satu berarti masih ada salah dua dan seterusnya dong !

lawan arus
Roda dua selalu melawan arus terutama pada jam sibuk. Tegur dengan baik atau beri hadiah…

Seharusnya sebelum bekerja Mbak dan Mas Polantas ingat dulu dengan UU No.2 Tahun 2002 tentang POLRI ( Polantas ) Pasal 14 (b) menyelenggarakan segala kegiatan dalam menjamin keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di jalan. Nah, UU inilah yang harus Mbak dan Mas taati agar bisa diterapkan pada pengguna jalan. Maksudnya adalah disiplin pada diri sendiri dulu baru mendisiplinkan orang lain alias masyarakat. Soalnya saya masih melihat Mbak dan Mas leyeh-leyeh pada jam kerja. Banyak banget persimpangan yang macet ehhh…tau-taunya nggak ada Mbak atau Mas Polantasnya. Pantesan macet…! Padahal itu bukan jam sibuk loh…

polisi
Istirahat boleh tapi jangan kumpul2 kek gini…

Terus terang saja 2000 karakter masih belum cukup untuk memberikan solusi mengatasi macet. Sebenarnya banyak banget uneg-uneg yang saya mau keluarkan, tapi karena keterbatasan kata dan saya juga ga mau dibilang bawel, maka ijinkan saya mengucapkan :

“Selamat Ulang Tahun Polantas”

Pengabdiannya tetap kami tunggu…

Sumber gambar :

http://targetabloid.co.id/index.php/artikel/detail/8678

https://pasangmata.detik.com/contribution/155394

1871 karakter

Leave a Reply

3 Comments on "Sepucuk Surat, Hadiah Ultah Buat Polantas"

Notify of
avatar
Sort by:   newest | oldest | most voted
anjar setya
Guest

sepakat mbak ety budiharjo kalau 2000 karater saja belum cukup untuk memberikan sumbang saran kepada polantas Polri terkait dengan pemecahan masalah kemacetan Jakarta !!!!

wpDiscuz