• Kuliner

    Filosofi Kembang Goyang

    “Bikin kue apa bu ?”tanyaku pada Ibu yang berada di dapur. “Ini, kue Kembang Goyang,”jawab Ibuku lembut. “Ko kue itu lagi, kue itu lagi, yang laen kek,”kataku jutek. “Kayak orang-orang dong. Kalau lebaran bikinnya Bolu, Black Forest, Nastar,”sungutku lagi. “Kembang Goyang kan kue kampung,”tegasku sambil meninggalkan Ibu yang tergugu. Ibu pun meneruskan menggoreng kue Kembang Goyangnya. Sore menjelang, beberapa jam lagi waktu berbuka tiba, karena Ibu sibuk dengan Kembang Goyangnya, maka saya yang menyiapkan makanan untuk berbuka. Setelah selesai berbuka, Ibu berkata padaku,”Mbak, ntar pulang taraweh tolong anterin kue Kembang Goyang pada Bu Slamet ya.” Dengan malas-malasan saya mengangguk. Sebenarnya saya nggak mau mengantarkan kue Kembang Goyang itu. Alasannya satu,…