Tanti Amelia, Bersiap Menggairahkan Kembali Doodle Indonesia

Apa yang ada dalam pikiran kamu ketika mendengar kata doodle ? Pasti jenis makanan yang lengket-lengket manis berwana coklat kehitaman. Yup, begitulah yang muncul dalam pikiran saya saat pertama kali mendengar kata doodle. Tapi siapa nyana kalau semua perkiraan itu salah besar, bahkan nggak ada persamaannya sedikitpun, secuil juga nggak ada. Lah, terus jadi doodle itu apaan dong…kita cari tahu yuuukkk…

tanti3

 

Sejarah Singkat Doodle

Pada awal abad ke – 17 kata doodle muncul pertama kali, yang memiliki arti ‘bodoh’. Memiliki arti demikian karena berasal dari Bahasa Jerman atau Nudeltopf, Dusseldorf, berarti ‘bodoh’. Pertama kali kata doodle ini muncul ada di dalam lirik lagu yang berjudul ‘Yankee Doodle’, di mana pada awalnya dinyanyikan oleh Pasukan Kolonial Inggris sebelum perang revolusi Amerika. Lalu pada abad ke – 18 muncul sebagai kata kerja yang artinya bebas mencorat coret untuk menipu atau membodohi musuh. Baru pada tahun 1930 an doodle memiliki arti secara modern yaitu “untuk berlama-lama” atau membuang-buang waktu. Secara etymologi doodle memang memiliki arti negative, tapi tidak demikian sepenuhnya. Nyatanya sampai saat ini doodle termasuk dalam kategori seni menggambar kategori ilustrasi.

Akhirnya kebanyakan orang menyimpulkan bahwa doodle itu merupakan gambar bebas. Biasanya terdiri dari mahluk-mahluk lucu atau monster tapi berbentuk unik. Jadi dengan begitu orang yang melihatnya tertarik bukannya malah takut. Salah satu contoh doodle dari monster lucu seperti ini :

tanti8
Foto : IG Tanti Amelia

 

Doodle Untuk Segala Usia

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan untuk datang ke acara workshop doodle di Jakarta. Adalah Tanti Amelia, yang mengisi workshop doodle tersebut dan dikhususkan bagi anak-anak. Sebenarnya doodle itu bukan hanya dikhususkan buat anak-anak saja. Doodle bisa dilakukan oleh semua lapisan usia dari berbagai kalangan dan lintas profesi, tanpa pandang batasan. Hanya saja kebetulan acara yang diadakan oleh salah satu komunitas itu dikhususkan bagi anak-anak.

tanti7

Saya sendiri hadir sebagai tamu tak diundang alias pengen tau lebih dalam tentang doodle. Dan bukan sebuah kebetulan kalau saya berteman dengan Tanti Amelia sang pengisi acara. Didaulatnya Tanti Amelia untuk mengisi workshop tersebut juga bukan asal tunjuk. Baru-baru ini, Tanti Amelia menjuarai lomba doodle bertemakan Eat to Doodle di Malayasia sebagai juara pertama. Dengan ilmu yang dimilikinya, seorang Tanti Amelia bertekad ingin menggairahkan kembali doodle Indonesia.

tanti5
Para peserta anak dan orang tua, akrab

 “Saya miris loh mbak dengan perkembangan doodle di Indonesia, kurang dihargai banget,”ungkap Tanti dalam sesi wawancara. Makanya sejak saya melihat fenomena itu, saya bertekad untuk memperkenalkan kembali doodle. Padahal doodle ini bisa dipakai sebagai media informasi yang disukai oleh masyarakat,”lanjut Tanti lagi.

Workshop yang diadakan di Gedung South Quarter Jakarta ini belum melibatkan banyak pihak—sebut brand. Karena memang workshop ini merupakan langkah awal dari perjalanan doodle selanjutnya. Tekad dan itikad Tanti – begitu ia sering disapa memang harus diapresiasi, melihat bahwa selama ia berkarya banyak sisi positif yang didapat. Memang sih, perjalanan ke depannya tidak mudah tapi dengan bekal ilmu serta tekad sudah bisa dilaksananakan. Toh, nyatanya Tanti juga bukan sehari atau dua hari baru mengenal doodle. Ketekunan dan kosisten membuat ilmu doodlenya semakin berkembang hingga mengantarnya menjadi Juara Pertama di negri Jiran.

tanti4

 

Perjalanan Doodle Tanti Amelia  

Mengawali hobi dengan ilustrasi sudah sejak lama, baru kemudian tahun 1998 Tanti mulai menekuninya. Ketekunannya dalam berilustrasi membuat ia terus mencari agar melahirkan ide-ide kreatif yang baru. Sampai pada tahun 2013, Tanti menemukan gaya doodle. Berdasarkan penuturannya, waktu melihat ilustrasi yang dulu disebut vignet itu masih terkesan gothik. Artinya ilustrasinya terlalu kaku masih terpaku pada gambar yang itu-itu aja. Berbeda dengan doodle yang dirasa lebih kawaii, lucu, imut dan meenggemaskan. Doodle juga lebih banyak memberikan ruang untuk menghasilkan gambar ilustrasi. Jadi selai gambar utama, masih bisa lagi ditambah dengan ornament-ornamen lainnya atau monster dengan bentuk lucu.  Alasan itulah yang membuat Tanti kepincut untuk mendalami doodle dan meninggalkan vignet.

tanti6

Pucuk dicinta ulampun tiba, rasanya pepatah ini sangat tepat menggambarkan keinginan Tanti saat itu. Setelah beberapa lama mendalami doodle secara otodidak,  ia mencoba untuk ikut workshop yang diadakan oleh Jurusan Desain Binus. Untuk mengikuti workshop ini, juga harus melalui test dan akhirnya ia terpilih. Berbekal ilmu ditambah lagi ketekunan serta konsistensi inilah yang membuatnya berhasil dalam mengembangkan kreativitasnya.

Menurutnya, doodle itu mudah bisa dilakukan oleh siapa saja hanya saja memang dibutuhkan kreativitas. Meskipun keliatannya cuma corat coret, doodle memiliki nilai seni tinggi. Doodle melatih alam bawah sadar manusia untuk bisa melakukan sesuatu lebih terencana. Kedepannya Tanti mengharapkan bahwa doodle bisa lebih berkembang lagi keberadaannya. Bukan sekedar corat coret di atas kertas saja tapi harus bisa lebih dari itu. Bahkan, ia melihat bahwa doodle juga sudah dipakai untuk mengirimkan pesan kepada khalayak. Misalnya pesan  jangan membuang sampah sembarangan dan lain sebagainya, terutama pesan untuk anak-anak.

tanti1

Oh ya, belum lama ini Tanti juga sudah menelurkan buku berisi doodle yang bisa diwarnai. Bahkan ia juga berencana ingin membuat buku tentang teori doodle buat mereka yang ingin melatih corat coret. Sekarang ini Tanti kerap diundang untuk mengisi pelatihan oleh sekolah-sekolah atau brand sekedar mengisi acara. Sukses selalu buat Tanti Amelia dengan doodlenya !

tanti2

Leave a Reply

34 Comments on "Tanti Amelia, Bersiap Menggairahkan Kembali Doodle Indonesia"

Notify of
avatar
Sort by:   newest | oldest | most voted
cumilebay
Guest

Yang lengket2 itu dodol hua hua hua.
Oh dari basa herman eh jerman

Mak tanti idolaku

Tanti Amelia
Guest

jiahahahhaa, saya tersanjung lalu terjengkang, makasih Cumiiiii

Yulia
Guest

Emang yee Mak Tanti ini kece badai, saya termasuk penggemar gelap beliau.. sstt, ini ga usah bilangin ke orangnya ya 😀
Coba ya sekali-kali saya diundang ikut acara ginian, waktu kecil sering banget ngedodlle eh nambah usi malah jadi males. Bener tuh kata Tanti, dodle art di Indonesia belum begitu dihargai. Itu juga kali yang bikin saya males.. eh hihihi

Tanti Amelia
Guest

hayaaah penggemar gelap!

rani yulianty
Guest

baru tahu istilah doodle, keren banget ilustrasi-ilustrasinya, kece banget nih mak tanti, makasih mba ety infonya menarik

Yati Rachmat
Guest

Gak nyangka, ya, talents MbakTanti yang terpendam ini. Md2an doodle berkibar di negara kita. Colek dong bunda kl ada Workshopnya, Mbak-mbak Tanti Amelia, Ety Budiharjo. Siapa tau bisa hadir bareng cucu. Thank you.

Tanti Amelia
Guest

doodle ? Pasti jenis makanan yang lengket-lengket manis berwana coklat kehitaman.

DODOOOOLLLL!

mbak Ety terimakasih banyaaaak… terharuuuuu

Hafidzah Cumlaude
Guest

Lucu yaa main doodle2an 😀 Prinsipnya mah let you imagination create the pictures..

bundashidqi lia
Guest

aku jg jadi tau dudel dr mak Tanti, sukaa bgt sama coretannya..

Catcilku
Guest

Keren mbak tanti, doodlenya jg keren2 🙂

Rach Alida Bahaweres
Guest

Semoga buku mba Tanti mampu menyemarakkan dunia doodle Indonesia ya mba?

Jarang sih ada yang seperti ini mba

Liswanti
Guest

Jadi mak Tanti kapan ya ngajarin aku Doodle mba Ety? #ehhh

Suka sama gambar-gambarnya

Lidha Maul
Guest

saya suka doodle, tp jarang praktek
saya suka juga mba Tanty, banyak menginspirasi 🙂
saya suka pantengin akun2 penggiat doodle Indonesia, rata2 kaula muda. Dan skillnya gak kalah ama luar

Berdaya tehnik
Guest

keren nih MbakTanti talent nya.. moga berkah ya

Salman Faris
Guest

Waaah Mba Tanti sudah go Nasional ya Mba Ety, bentar lagi akan go internasional hahaha. Inspiratif sekali hahaha.

rifa aditya
Guest

diawal bayanganku emang gambar karikatur imut2 tuh doodle, tp setelah dibaca bener ternyata, hehe

ophi ziadah
Guest

Sy juga penggemarnya mak neng #eh
Klo ngomongin vignet inget jaman duku..suka orat aret kayak gini klo ngelamun di kelas *apalagi klo gurumya ngebosenin hhahahaa
Ketahuam deh generasinya.
Ciayo mak neng tanti

wpDiscuz