Cerita Sahabat

Varian Baru Persembahan Dari Nescafe Dolce Gusto Buat Kopi Lovers

Akhirnya ‘kopi’ menjadi bagian dari takdir perjalanan hidupku bersama pasangan terkasih. Dari sejak awal mengenalnya.  Mendampinginya sebagai istri kemudian melepasnya pergi. Pergi bukan untuk  kembali lagi, tapi saya lah yang akan menyusulnya nanti. Pergi di mana saya harus mencatatnya dan berjanji agar bisa menahan rindu. Takdir mengabarkan bahwa perjalanan hidupnya di dunia telah berakhir.

Terimakasih Pieh—panggilan saya pada suami, telah mengenalkan saya pada kopi. Kopi yang dikenalkan  juga bukan kopi pahit. Tapi kopi yang punya rasa dan aroma tersendiri. Terimakasih  telah melewati hari-hari kita berdua dengan kopi. Saya yang dulu tidak mau mencoba  kopi, kini malah mencintainya. Itu berkat bujuk rayu Papieh, percaya deh saya tidak menyesalinya.

Ya, sejak kepergian Papieh tujuh bulan lalu hidupku terasa kering kerontang persis musim kemarau. Banyak sekali penggalan hidup yang sulit dilupakan, salah satunya ‘ngopi berdua’ di meja makan atau di teras rumah. Bukan hanya di rumah, kami pun kerap meluangkan waktu untuk pergi ke café. Mendengarkan musik-musik lembut sambil saling menggenggam tangan. Ah…delapan tahun perjalanan rumah tangga seperti sejam saja terlewati. Tak terasa, karena kami melaluinya dengan segenap jiwa. Tak ada ampas sedikitpun apalagi  kurang takaran dalam meracik.

Ibarat kopi dalam cangkir, rasa rumah tangga kami itu sangat pas. Sayangnya susah sekali mencari rasa kopi yang pas. Saya ingin berkisah sedikit ketika Papieh masih ada.

—–Al-fatehah—– buat Papieh

Beberapa waktu lalu, ada seorang teman yang memperkenalkan mesin kopi. NESCAFE Dolce Gusto namanya, terdengar nggak asing lagi di telinga. Kebetulan waktu itu pas banget mau menjelang lebaran. Karena memang rumah kami menjadi tempat berkumpul saudara, makanya akan bermanfaat. Tapi bukan berarti kalau nggak lebaran nggak manfaat lho ya. Contohnya dimoment sekarang ini, di mana saya harus sendirian minum kopi. Oh ya, cerita keseruan pas lebaran bareng NESCAFE Dolce Gusto bisa baca di sini.

Masih cerita tentang almarhum Papieh, waktu saya kasih tau soal NESCAFE Dolce Gusto Papieh seneng banget. Terus tanya-tanya deh belinya di mana, wattnya gede nggak dan terakhir susah nggak cara bikin kopinya. Semua pertanyaan Papieh itu akan saya jawab di tulisan berikut.

Siapa sih yang nggak seneng hidup dengan segala kemudahan? Apalagi di saat usia tidak lagi muda, seperti kami misalnya. Sebenarnya, pergi ke café pada waktu malam hari bukan hal yang menyenangkan. Meskipun kami bisa merasakan romantis dengan iringan lagu nan syahdu. Selain dari sisi kesehatan badan dari sisi kesehatan dompet juga mengganggu. Bayangkan saja, untuk ngopi berdua dengan dua macam cemilan, kami bisa mengeluarkan uang 200 ribuan. Itu belom termasuk ongkos pegi ke café dan tips lainnya.

Setelah kami pikir-pikir dan kalkulasi yang cermat, jadilah kami membeli mesin kopi NESCAFE Dulco Gusto. Sampe di rumah, kami terutama Papieh nggak sabar  pengen langsung dibuka. Bukan cuma dibuka tapi pengen cepet bikin kopi dengan NESCAFE Dulco Gusto. Tapi….alamaaak, pas dibaca-baca ternyata harus beli kapsul kopinya dulu. Jadi tuh, mesin kopi NESCAFE Dolce Gusto nggak bisa dipake buat nyeduh kopi biasa atau sachetan. Harus ada kapsul khusus yang  dibeli di toko-toko online atau offline. Terus terang, kami sempet geli karena norak tapi juga seneng karena kami bakalan bisa #ngafedirumah.

Nah, sampe di sini saya agak bingung karena sudah malam dan nggak ada supermarket yang buka. Meskipun sedikit kecewa, kami memasukkan kembali mesin kopi ke dalam dus nya. Besok saya akan coba beli di supermarket yang menjual kapsul kopi.  Soalnya kalau beli lewat onlineshop pasti akan lebih lama lagi.

Keesokan harinya kopi pertama dari mesin kopi NESCAFE Dolce Gusto telah tersaji. Utamanya tentu saja buat suami terkasih. Saya pilihkan rasa  Cappuccino buat suami, sedangkan saya sendiri pilih Latte Macchiato. Ternyata bikin kopinya juga sangat mudah, hanya dengan sentuhan jari. Komentar suami sangat puas dan paling penting bisa irit, katanya. Jadilah sejak hari itu, kami minum kopi ala Kafe Di Ujung Jari.

Ada sedikit cerita deg-degannya,  kami membeli NESCAFE Dulco Gusto itu kan pada awal bulan. Jadi, selama sebulan kami ngopi dengan menggunakan mesin kopi. Pada waktu mau bayar listrik saya sempet deg-degan, takut-takut kalau tagihannya melonjak. Wah…bisa repot nih, kan bisa nombok. Sambil harap-harap cemas seperti biasa saya  membayar tagihan listrik di minimarket dekat rumah. Setelah keluar tagihannya, ternyataaa…tidak seseram yang saya bayangkan. Tagihan listriknya memang naik, tapi nggak gede-gede amat. Jika dibandingkan dengan pengeluaran ke café masih jauh lebih murah. Bahkan menurut saya, murah banget.

Terhitung, saya dan Papieh sudah hampir  dua tahun lebih  menikmati kopi berdua di pagi hari. Sampai akhirnya takdir berkata kami harus berpisah untuk beberapa waktu saja. Papieh kembali ke haribaan Sang pencipta, setelah beberapa hari kritis. Jujur, sejak itu saya tidak bisa move on bahkan untuk minum kopi sendiri. Sampai akhirnya, kembali ada seorang teman yang baik hati menawarkan saya mencoba minum kopi ala café di rumah.

Saya hampir menolaknya, dengan berbagai alasan. Lalu teman saya bilang kalau NESCAFE Dulco Gusto mengeluarkan kapsul kopi terbaru. Ya, ada 5 varian kapsul kopi terbaru yang dikeluarkan. Adapun varian terbarunya adalah Americano, Café Au Lait, Decaf, Ristretto Ardenza dan Marakesh Tea. Sebenarnya maksud teman saya itu baik, dia ingin saya segera move on dari kesedihan. Jalani hidup secara normal kembali, toh suatu saat nanti juga akan bertemu.

Akhirnya saya tidak menolak kebaikan hati seorang teman. Setelah saya mengiyakan, saya dikirimi kapsul kopi varian terbarunya itu. Tanpa berlama-lama disertai tekad untuk meraih kembali semangat hidup, saya mencobanya. Wow…amazing! Sekali sruput saya merasakan ada butiran semangat mengalir ke dalam tubuh.

Oh ya dari 5 varian kopi yang baru saya pilih Americano duluan untuk dicoba. Waktu saya coba NESCAFE Dolce Gusto Americano, langsung deh keingetan Papieh. Soalnya, Papieh emang suka dengan kopi hitam. Ternyata, Americano merupakan campuran kopi Robusta ( 60% ) dan Arabica ( 40% ). Saya sih ngerasainnya emang kopi banget, rasa kopinya tajam.  Bukan itu aja, sepintas ada rasa sentuhan dark chocolate nya. Saya yakin kalau Americano akan cepat diterima oleh masyarakat luas. Yang biasa ngafe pasti tau dong aneka rasa kopi, apalagi saat ini kopi sedang booming.

Untuk kamu kaum urban Jakarta, Americano bisa dibeli di Metro Gandaria City dan toko-toko online. Dan di supermarket-supermarket juga ada ko. Makanya cek dulu persediaan di rumah, kalau sudah habis langsung deh beli. Biasanya kalau musim hujan begini malem-malem juga suka pengen ngopi. 

Selamat mencoba!

Simple dan konsisten

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of