Acara

Mengenal COVID-19 di Soft Launching HOPS.ID

Dua bulan terakhir ini, dunia International digemparkan oleh wabah bernama Virus Corona. Awal mula wabah ini berasal dari Wuhan, salah satu kota yang berada di negri China. Berdasarkan berita media online yang saya baca, sampai saat ini per 3 Maret 2020 sudah ada sebanyak 73 negara yang terjangkit virus Corona. Jumlah tersebut, tentu saja sudah termasuk negara kita, yaitu Indonesia. Di mana Presiden Joko Widodo pada tanggal 2 Maret 2020 mengumumkan secara resmi ada pasien positif terjangkit virus Corona. Meskipun pasien yang terjangkit dua orang, akan tetapi ini sudah merupakan peristiwa “luar biasa”.

Beberapa waktu lalu, dalam acara soft launching portal media online HOPS.ID, hadir para ahli yang menjelaskan seluk beluk virus Corona. Hadir dalam acara tersebut dr. Moh. Adib Khumaidi, SpOT menjelaskan secara singkat kronologis virus Corona. Akhir Desember 2019 telah ditemukan 59 kasus di kota Wuhan, China. Kasus yang ditemukan adalah gangguan pernapasan ( pneumonia ) disertai demam. Dokter di Wuhan menyatakan dari 59 kasus tersebut, 7 orang dinyatakan kritis. Sebulan kemudia WHO melaporkan bahwa kasus tersebut dianggap wabah. Kemudia pada bulan Februari WHO secara resmi menetapkan nama COVID-19 yang merupakan singkatan dari Corona Virus disease 2019 menjadi wabah International.

Sedangkan dr. Moh Adib menjelaskan tidak ada yang perlu ditakuti dengan Covid-19 tapi tetap waspada. Covid-19 dapat dicegah dengan syarat kondisi tubuh kita sehat dan bersih. Pasalnya angka kematian pasien Covid-19 lebih sedikit dibanding dengan dua kasus virus sebelumnya, yaitu SARS dan MERS. Adapun yang perlu diwaspadai adalah soal penyebarannya. Covid-19 memiliki sifat penyebaran yang lebih cepat dari virus sebelumnya. Di sinilah yang membuat masyarakat dunia merasa khawatir dengan kondisi seperti ini.

Selanjutnya, dr. Adib menyatakan sampai saat ini penularan Covid-19 masih terbatas antar manusia ke manusia. Meskipun awal mulanya virus ini berasal dari hewan seperti : kucing, unta dan kelelawar. Penularanya tentu saja melalui kontak langsung seperti jabat tangan atau via droplet saluran napas seperti batuk dan bersin. Menyentuh benda atau permukaan yang terdapat virus Covid-19 dan saat itu juga menyentuh mulut, hidung atau mata sebelum cuci tangan.

Sebagai pembicara kedua hadir dr. Mahesa Paranadipa M, M.H yang akan membahas masalah hoax. Ternyata, dizaman milenial saat ini semua peristiwa bisa diputar balikkan faktanya. Atau bahkan dimanipulasi beritanya, apalagi berita yang sedang populer alias viral tanpa kecuali Covid-19. Jadi jangan heran jika berita tentang Covid-19 ini banyak yang melenceng atau tidak benar. Hasil survey dari Mastel menyimpulkan berita hoax itu paling banyak disebarkan melalui media sosial, seperti facebook, twitter dan instagram yaitu sebesar 92,40%. Sedangkan hoax yang terkait dengan berita kesehatan sebanyak 401 kasus, menempati urutan ke-3 setelah berita politik dan pemerintahan.

Narsum dan host kece ( poto by : @nengtantiamelia)

Dalam pemaparannya dr. Mahesa menekankan untuk melawan hoax tentang kesehatan. Fatal akibatnya jika hoax tentang kesehatan menyebar ke masayarakat luas, apalagi jika masyarakatnya enggan untuk cek en ricek. Untuk mengatasi hal itu, masyarakat harus menyaring betul-betul berita yang dibacanya. Ada lima langkah yang bisa dilakukan dalam mengantisipasi berita hoax, yaitu : 1. Hati-hati dengan judul provokatif. 2. Cermati alamat situs 3. Periksa fakta 4. Cek keaslian foto 5. Ikut serta dalam grup-grup anti hoax

Bincang hangat tentang Covid-19 yang menghadirkan dua pembicara tersebut diselenggarakan dalam rangkaian acara soft launching portal berita online bernama HOPS.ID. Sebagai pembuka acara ada mas Hadi, perwakilan dari HOPS.ID yang menyampaikan bahwa kehadiran HOPS.ID di belantara media online ingin memberikan sumbangsih berita. HOPS.ID akan berupaya menyajikan berita yang menghibur dan berkualitas.

Mas Hadi ( tengah) bersama team HOPS. ID

HOPS.ID juga akan berinovasi pada industri media di Indonesia, menjalankan usaha berdasarkan prinsip transparansi. Selain itu HOPS.ID akan menggandeng beragam komunitas terutama komunitas blogger, vlogger sam youtuber. Pokoknya segala aktivitas dijaman milenial ini akan coba dirangkul HOPS.ID.

Dalam acara itu juga dihadirkan seorang penyanyi hasil didikan musisi dunia David Foster yaitu Abirama. Gaya musik Abirama yang berbeda dari biasanya membuat suasana launching tambah akrab. Suara dengan intonasi tinggi serta semi jazz membuat siapapun yang mendengar ingin ikut bernyanyi. Acara yang padat dengan info terkini tentang Covid-19 ditutup dengan makan siang. Sukses buat HOPS.ID, semoga bisa konsisten dengan tagline yang diusungnya.

Abirama singer

Simple dan konsisten

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of